
"Assalamu'alaikum warohmatulohi wabarokatuh" Yosi menjemput Tiara ke rumahnya
"Wa'alaikum salam warohmatulohi wabarokatuh" jawab Tiara keluar dari rumahnya dengan membawa tas ransel karena dia akan menginap di rumah yosi
"Sudah selesai Ra"
"Sudah Kak, yuk"
Tiara pun langsung naik ke kendaraan yang dinaiki Yosi, mereka meluncur ke kediaman pak Yoga. Besok akan ada acara arisan keluarga di rumah pak Yoga, sehingga Tiara mau tidak mau harus ikut karena sudah di jemput.
"Kak, sebenarnya Tiara males banget ikut acara ini"
"Kenapa? "
"Tiara masih merasa asing Kak"
"Itu karena kamu jarang mau ke rumah Kakak, padahal kami benar-benar menyayangimu Ra"
"Makasih ya Kak"
"Untuk apa? "
"Untuk kasih sayang yang keluarga Kakak berikan"
"Sama-sama Ra, udah hadir dalam kehidupan kami"
"Gimana hubungan Kakak dengan kak Cantika Kak?" Tanya Tiara mengisi kebisuan suasana di antara mereka
"Hem, sebenarnya sudah tidak ada apa-apa lagi Ra. Kamu kan sudah banyak membuat perubahan dalam hidup Kakak"
"Maksudnya"
"Ia, kamu bilang kan gak perlu pacaran. Ya udah Kakak coba, tapi gak mudah ya Ra"
"Siapa bilang jalan menuju surga itu mudah Kak, banyak kerikil tajam yang siap menghujam dan jurang yang terjal yang harus di lalui. Kalau mulus aja, entar surga-Nya kepenuhan Kak" Canda Tiara
"Kamu bisa aja Ra, tapi kak Cantika gak mau putus Ra, dia mau balikan terus. Dia sering main ke rumah"
"Ya udah Kakak lamar aja"
"Ya gak bisa gitu Ra"
"Kenapa"
"Kakak kan belum kelar kuliahnya"
"Tapikan udah mulai nyusun skripsi Kak, kan bentar lagi"
"Tapi entah mengapa hati Kakak udah berpaling darinya Ra"
"Ternyata hati Kakak mudah berpaling ya"
"Iya Ra, abisnya dia yang mutusin dengan cara seperti itu"
__ADS_1
"Asalkan hati Kakak gak berpaling dari Allah aja sudah Kak, menurut Tiara gak papa"
"Setuju Ra, Kakak pasrah ajalah sama Allah. Nanti akan datang bidadari untuk Kakak kan Ra"
"Ya perlu usaha juga dong Kak, emang Kakak bisa kenyang tanpa makan"
"he.he. ternyata adik Kakak yang satu ini jenius ya, maaf. Kakak lupa" Sambil tersenyum
Karena asiknya bercerita tanpa mereka sadari sudah sampai di depan rumah Yosi.
"Orangnya belum ramai kan Kak"
"Belum lah Ra, kan acaranya besok"
"Mana tau udah pada nganggur kumpulnya dari sekarang seperti Tiara"
"Kamu kan beda Ra"
"Bedanya"
"Kamu keluarganya pak Yoga, putri Buk Yeni dan adik dari Yosi. Ingat itu"
"Dan satu lagi, tunangannya Alvin Diego" Tiba-tiba Alvin muncul dari taman di depan rumah Yosi
"Kamu, kenapa kamu sudah ada di sini. Bukannya acaranya keluarga kita besok"
"Sengaja, memastikan kejelasan hubungan aku dengan tunangan aku putri dari bapak Yoga" membusungkan dadanya
"Tapi kan sekarang adik kamu sudah ada"
"Dia kan Tiara, bukan Billa Vin"
"Tapi dia kan adik kamu juga Yosi, sebagaimana kesepakatan keluarga kita untuk mempererat hubungan keluarga kita dan membuat perusahaan kita menjadi di segani karena akan menjadi perusahaan yang lebih besar"
"Gak, gak bisa gitu Vin. Tiara gak ada hubungannya dan tidak bisa di kaitkan dengan urusan keluarga kita"
"Tapi dia kan adik kamu, jadi siapa lagi yang bisa saya nikahi. Kamu, enggak kan"
Tiara yang melihat tatapan Alvin langsung menunduk dan memalingkan pandangannya ke arah lain
"Kak, ayo kita ketemu ibu" Ajak Tiara membuat suasana yang mulai memanas kembali reda
"Awas kamu macam-macam ya Vin, kamu berhadapan dengan aku" Ancam Yosi yang melihat niat lain dari Alvin
"Sudah lah Kak, ayok"
Mereka berdua akhirnya meninggalkan Alvin dan menuju ke rumah
"Kamu jangan takut Ra, Kakak tidak akan mengorbankan kamu untuk kepentingan perusahaan papa"
"Iya Kak, Tiara percaya"
"Assalamu'alaikum warohmatulohi wabarokatuh" Ucap Tiara memasuki rumah
__ADS_1
"Wa'alaikum salam, panjang umur. Orang yang kita bicarakan akhirnya muncul"
"Ada apa ini Pa, ma" Ucap Yosi melihat papa dan mama Alvin juga sedang berkumpul di ruang tamu
"Sini duduk dulu, kamu kok kelihatan emosi Kak"
Tiara langsung mencium punggung tangan bu Yeni dan duduk di sebelahnya
"Begini Tiara, sebelumnya putra pak Broto Adalah tunangannya almarhumah Billa. Sebenarnya kalau menurut kamu pertunangan mereka otomatis batal dengan tidak adanya lagi Billa bersama kita, tetapi mendengar kami mengangkat kamu menjadi putri kami, mereka pun ingin pertunangan itu di lanjutkan. Kalau menurut kamu bagaimana Tiara sebagai orang yang di inginkan oleh keluarga pak Broto" Jelas pak Yoga
"Maaf ya pa, memotong pembicaraan. Yosi mohon dengan sangat jangan libatkan Tiara dengan hal-hal yang tidak ada kaitannya dengan dia" Bantah Yosi
"Baiklah jika keluarga Pak Broto ingin kejelasan, Tiara bisa jawab langsung. Sebelumnya Tiara minta maaf, bukan bermaksud lancang. Tiara masih ingin fokus kepada pendidikan Tiara dan mewujudkan cita-cita Tiara, masih belum berfikir ke arah lain Pak. Maaf" Jawab Tiara
Pak Broto tidak Terima dengan keputusan Tiara
"Kamu belum tau ya, keluarga saya itu pengusaha sukses. Apa yang kamu inginkan akan terpenuhi, kamu mau kemana, akan di bawa. Asalkan kamu menikah dengan putra saya"
"Kenapa bapak jadi memaksa seperti itu, jangan kaitkan Tiara dengan kehidupan kita sebelumnya Pak. Billa masih menjadi misteri buat saya, ada yang saya curigai atas kehilangannya. Mohon jangan libatkan Tiara lagi Pak"
"Maksud kamu apa Kak?" Tanya bu Yeni dengan penasaran
"Maaf ma, terpaksa Yosi sampaikan tentang Billa. Agar semua tau bagaimana cerita sebenarnya. Yosi masih mencari bukti kuat atas hilangnya Billa sampai saat ini, karena ada yang melihat bahwa dia di bawa oleh seseorang saat terpisah sebentar dari temannya"
"Kenapa kamu gak cerita sama papa Kak"
"Maaf pa, Yosi juga masih samar beritanya. Nanti ketika sudah jelas akan Yosi kabarin rencananya, tetapi karena kondisi seperti ini terpaksa Yosi sampaikan. Karena menurut Yosi sampai sejauh ini, Billa adalah korban dari keserakahan kita yang ingin menggabungkan dua perusahaan. Bisa jadi orang luar ataupun orang dalam itu sendiri yang mengakibatkan Billa sampai saat ini tidak bersama kita" Jelas Yosi
"Baiklah, kalau seperti itu. Kami permisi ya Pak, besok kami datang lagi. Semoga di perjelas semua apa yang belum jelas" Ucap Pak Broto
"Iya, baiklah Pak. Besok datang ya" Pak Yoga menjabat tangan pak Broto
"Insya Allah, assalamu'alaikum"
"Wa'alaikum salam"
Pak Broto beserta keluarga nya meninggalkan kediaman pak Yoga yang masih mengalami ketegangan
"Kamu sudah makan Ra, yuk kita makan dulu. Tadi rencananya mau makan bersama keluarga pak Broto, tapi tiba-tiba pak Broto malah minta pamit. Ya sudah, dari pada membuat suasana menjadi tidak enak. Mama biarin aja mereka pulang tanpa menahannya"
"Jadi semakin curiga Yosi kepada mereka"
"Kamu ini ngomong apa sih Kak" Ucap bu Yeni
"Sudahlah, biar Yosi saja yang mencari tau. Cuman Yosi minta sama papa dan mama jangan libatkan Tiara dengan keuntungan perusahaan kita, cukup Billa saja yang sudah jadi korbannya"
"Yosi, kamu kok ngomongnya gitu dari tadi"
"Enggal apa-apa ma, maaf. Ayo kita makan, sayang ni, makanannya banyak"
"Ia, tadi kan memang rencana makan bersama" Ucap Buk Yeni
Mereka pun akhirnya makan berempat saja tanpa ada yang mengganggu suasana, walau pun tadi sedikit terasa suasana menegangkan namun kini telah kembali normal karena Yosi membahas hal yang indah dan menarik
__ADS_1