
Robbi...
Jagalah cinta ini hanya untuk Mu
Jika kelak aku harus jatuh cinta
Pertemukan aku dengan hambaMu
Yang mencintaiku kerena Mu
Tuhan ku berikan aku cinta
Yang Engkau titipkan
Bukanlah Cinta yang pernah ku tanam
Aku ingin rasa cinta ini
Masih menjadi cinta perawan
Cinta yang hanya aku berikan
Saat ijab qobul telah ter tunaikan
Di sepertiga malam Tiara menyampaikan luapan perasaannya yang terguncang
Bagai hempasan ombak yang menghantam batu karang
Ia seakan merasakan apa yang sedang di rasakan oleh Yosi
Setelah tadarus Al-Qur'an sambil menunggu waktu subuh tiba, Tiara membukanya buku diary nya dan menulis catatan di sana. Buku ini adalah salah satu temannya untuk bercerita
Cinta, cinta. Terkadang entahlah, seharusnya engkau tidak wujud di antara kami. Tapi bagaimana pun juga cinta itu tAitipan yang Allah hadirkan untuk setiap hambanya, kembali kepada hambanya lagi mau di arahkan kemana itu si cinta.
Jangan bilang aku orang yang tidak punya cinta, aku juga manusia biasa yang punya cinta. Tapi aku punya prinsip untuk menjaga cinta ini, harus berhasil Tiara.
Pejuang perawan cinta
"Sudah dulu ya teman, Allah sudah memanggil." Ucap Tiara kepada buku diary nya dan menutupnya serta bergegas menunaikan sholat sunnah sebelum subuh yang lebih baik dari pada bumi ini beserta isinya
lain halnya di belahan bumi sana, Lutfi sedang asyiknya menghabiskan waktunya menjelang senja di perpustakaan dengan terus menekuni buku-buku sejarah peradaban islam. semakin ia mengenal sejarah islam, ia merasa semakin bangga terhadap agama yang mulia ini.
rasa cinta yang pernah bersemayam di hatinya, kini ia labuh kan untuk sang Maha Cinta.
"assalamu'alaikum mas, belum pulang" sapa Bilqis
"wa'alaikum salam warohmatulohi wabarokatuh, ia belum" jawab Lutfi tanpa menoleh karena masih asyiknya membaca
"oh iya mas, mau tanya. Ada rencana pulang ke Indonesia saat liburan besok mas? " masih bertanya
"belum tau" masih tetap cuek
"oh, gitu ya mas. saya dulu ya, assalamu'alaikum" melangkah meninggalkan Lutfi
"wa'alaikum salam warohmatulohi wabarokatuh"
"Kenapa dingin seperti es batu ya itu orang, apa aku kurang menawan untuk di lirik" lirih Bilqis sambil terus berjalan
"hayo, lagi marah sama siapa neng." Jihan memergoki Bilqis yang melihat wajah Bilqis cemberut
"itu ada pangeran tampan tapi ya dinginnya seperti es di Kutub Selatan" ucap Bilqis kesal
__ADS_1
"pasti mas Lutfi lagi ya" tebak Jihan
"ia, emang siapa lagi kalau bukan dia"
"mungkin dia sudah ada yang punya say, kita kan tidak tahu. kamu nya sudah pernah nanya belum"
"belum sih"
"itu dia, kalau dia sudah ada tunangan atau mungkin istri. apa kamu mau"
"mau aja, he"
"dasar Bilqis sudah di buta kan cinta kamu"
"sepertinya ia say, perasaan aku sebelumnya tidak gila seperti ini jika melihat laki-laki. Tapi semenjak kenal mas Lutfi kenapa aku seperti ini ya"
"istighfar banyak-banyak Bilqis, fokus-fokus sama kuliah. Tugas kita kan banyak tuh, masih semuanya mikir yang lain"
"biar tambah semangat say, mana tau jodoh. jadi pulang bawa gelar dua kan"
"ialah, terserah kamu. asal kamu bahagia, yang penting jangan sampai patah hati aja ya"
"tidak lah, akan saya perjuangkan sampai ke pelaminan"
"bukannya yang harus memperjuangkan itu lelaki ya"
"terkadang kita juga boleh seperti bunda Khadijah"
"tapikan bukan bunda Khadijah yang turun tangan, pakai perantara say, kalau kamu itu lebih terlihat kegenitan nantinya"
"up, jadi dapat solusi. pakai perantara ya, baiklah. akan saya coba, makasih say atas bantuannya" Bilqis langsung pergi entah kemana dan meninggalkan Jihan begitu saja
*****
Dor
"Melamun apa hayo" Billa mengagetkan Yosi yang terlihat sedang melamun di taman rumah mereka
"Eh, kamu." terkejut Yosi
"sepertinya semalam tidak lancar ya Kak" tebak Billa
"Kakak jadi merasa bersalah Bill"
"kenapa Kak"
"tidak seharusnya Kakak ungkapkan apa yang Kakak rasakan, Kakak egois Bill"
"emangnya kenapa Kak"
"kita jadi berjarak dan sulit menjadi seperti dulu lagi,"
"ya mau bagaimana lagi Kak, namanya perasaan terkadang harus kita perjuangan. Menurut Billa tidak ada salahnya"
"rasanya sulit sekali berjarak seperti ini, Kakak harus bagaimana Bill"
"sepertinya Kakak begitu mencintainya"
"Kakak juga gak tau, ternyata Kakak begitu menyayanginya. Keputusan Kakak ingin menjauhinya sementara ternyata semakin membuat Kakak terpuruk"
"Kakak sih, kenapa ambil keputusan seperti itu. Seharusnya tetap seperti biasa aja Kak"
__ADS_1
"sulit Bill, mungkin ini hanya beberapa waktu saja. Kakak harus kuat, lagi pula skripsi Kakak sudah menanti di depan mata. semoga kesibukan akan membantu Kakak menetralkan rasa ini" menguatkan dirinya
"semangat Kak, bilang saja kalau butuh teman curhat Kak"
"ia Bill, makasih ya. Tapi jangan bilang ke mama apa-apa ya"
"aman Kak"
"yuk Kak"
"kemana"
"sebenarnya tadi Billa kesini di suruh mama, kita di tunggu untuk sarapan"
"kenapa kamu tidak bilang dari tadi Bill, mama sudah nungguin dari tadi lah"
"abisnya Billa tidak tega melihat wajah tampan Kakak ku ini terlihat muram jadinya seram Kak"
"hua" Yosi mengejar Billa dengan maksud menakutinya
"ye, akhirnya Kakak ku bisa bercanda lagi"
"ingat ya Bill, jangan cerita apa-apa ke mama ya"
"ia lo Kak, kenapa Kakak takut kali sih"
"Kakak takut mama kecewa kalau tau, karena Kakak Tiara mungkin entah kapan lagi main ke mari"
"st, jangan ngomong terus kalau tidak ingin mama tau" menyuruh Kakaknya berhenti berbicara
"kalian kok lama sekali, papa dan Mama kan lama menunggunya"
"maaf pa, ma. Kami asik menghirup udara segar tadi, jadi sedikit berlama-lama ma"
"ia lah, ayo kita makan. Mama sudah lapar"
sambil memulai mengambil piring serta makanannya pak Yoga bertanya kepada Yosi
"bagaimana kabar skripsi kamu Kak"
"alhamdulillah, sedikit lagi. bagian perumusan agak sedikit sulit pa, jadi butuh waktu agak lama"
"jangan kelamaan, papa sudah ingin istirahat"
"baiklah pa, akan Yosi usahakan secepatnya selesai. mohon doa nya pa, ma. Semoga semua urusan kita di berikan kelancaran oleh Allah"
"aamiin, papa suka cara kamu sekarang. pokoknya kedepannya perusahaan papa percayakan kepada kamu sepenuhnya, mau kamu arahkan kemana. papa percaya sama kamu"
"baik pa"
mereka makan tanpa suara dan menikmati makanannya masing-masing. Yosi merasa ini peluangnya untuk fokus pada karir dan menetralkan perasaannya.
"selama Billa pulang ke rumah, Tiara belum pernah kemari ya" ucap pak Yoga setelah selesai makan
"iya Pa, dia lagi sibuk magang. Yosi aja sudah jarang ke temu di kampus"
"oh gitu, kabarin aja. Kalau ada waktu mainlah ke sini, biar tambah rame"
"insya Allah pa, nanti Yosi sampaikan"
"jangan lupa itu Kak, sampaikan ya" sindir Billa yang tau sekali kondisi Kakaknya saat ini
__ADS_1