PERAWAN CINTA

PERAWAN CINTA
cemburu


__ADS_3

seminggu telah berlalu, masa ujian pun akhirnya selesai. Mahasiswa pun libur selama seminggu merupakan hal yang dinantikan.


"apa agenda kita Ra? " di seberang sana


"aku baru mau berangkat ke butik Wulan"


"tapi nanti malam ada pengajian di pesantren dadakan kan Ra"


"ia Wulan, kamu ikut kan? "


"ya iyalah, sayang dong dilewatkan kesempatan emasnya. ustadz Lutfi kan yang Tausiyahnya"


"seperti nya begitu, tapi jangan salah niat Wulan"


"astaghfirullah, salah lagi"


"iya gak papa, kita saling mengingatkan"


"ia Ra, kirain kamu gak ada kegiatan. tadinya aku mau ngajak jalan gitu"


"maaf Wulan, udah lama gak bantu di butik"


"ia lah Ra, sampai ketemu nanti ya. Assalamu'alaikum"


"Wa'alaikum salam warohmatulohi wabarokatuh" menutup panggilan telepon nya


"oh iya, Arya juga kan mau ikut katanya kalau ada ta'lim. Kabari sekarang kali ya" ucap Tiara sendiri


assalamu'alaikum warohmatulohi wabarokatuh


nanti malam setelah isya ada ta'lim di pesantren dadakan


setelah mengirim pesan singkat ke Arya, Tiara bergegas menuju butiknya yang tidak terlalu jauh dari rumahnya


ting


bunyi pesan masuk


Arya yang masih bermalasan karena hari libur, dengan malas melihat HP nya. Melihat nama Tiara yang muncul ketika membuka pesan, ia langsung duduk dan berdebar bahagia karena baru kali ini Tiara pertama kali yang memulai mengirim pesan. Ia langsung membaca pesannya dan membalasnya tanpa menunggu lama


baik tuan putri, pangeran dengan senang hati akan hadir. Tunggu pangeran ya


kirim


"oh iya salam nya belum di jawab" ucapnya sendiri


waalaikum salam warohmatulohi wabarokatuh


Arya pun mengirim pesan nya lagi


ketika seorang Arya begitu bahagianya karena menerima pesan dari Tiara, berbeda dengan Tiara yang langsung terjun menyusun barang yang baru datang dan membantu kedua karyawan nya mempersiapkan paketan yang akan mendarat ke alamat yang telah memesan pakaian dari mereka.


semakin hari butiknya semakin mengalami kemajuan.


"Ra, sepertinya kita butuh tambah karyawan satu. Tetapi lelaki Ra, karena kita butuh yang mengantar ke jasa kirim Ra. sedangkan kita harus fokus juga sama aplikasi pemesanan"


"gimana kalau kita buka jasa kirim sendiri, jadi kita sambil gunakan juga menerima pesanan dari orang lain"

__ADS_1


"ide cerdas, tidak salah pilih kita punya bos seperti Tiara"


"bos, bos, bosok kali ya"


"ya udah manager Tiara cantik"


"jadi saya sedang libur ni seminggu, bisa kita persiapkan"


"siap bos"


"hem, biar saya buat pengumuman mencari karyawan baru dan mempelajari tentang membuat jasa kurir"


Mereka pun kembali dengan tugasnya masing-masing tanpa harus di perintah lagi


setelah beberapa jam berkutat dengan pesanan dan customer mereka pun istirahat


"sore ini kita jalan yuk Ra, udah lama gak memanjakan mata" ucap Tania


"ok, saya ikut aja kalian mau kemana" jawab Tiara


"kemana ya asiknya" Tania sambil berfikir


"nonton di bioskop yuk" tawar Rani


"asik juga tuh, ok lah"


"ya udah, sholat dulu yuk. Sudah masuk waktu sholat, udah pada selesai makannya kan"


"yuk"


*****


mereka menuju bioskop dan memilih film yang akan mereka lihat


"Film apa ya enaknya" tanya Tiara


"Film horor seru" jawab Tania


"jangan lah, aku penakut ni. Yang lain aja"


"tuh liat ada penawaran surga tak dirindukan 2"


Tiara menunjuk ke arah dinding


"penasaran, kok ada ya surga yang tak di rindukan" kata Rani


"ia, yuk pesan"


mereka pun akhirnya menikmati film yang telah mereka pilih dan menikmatinya bahkan sampai baper di buatnya, hanya tangan saja yang bergerak mengambil popcorn untuk minta di masukin ke dalam mulut. tanpa terasa waktu terus berjalan sehingga mereka tersadar ketika film telah berakhir dengan di akhiri adegan perginya Mayros untuk mengalah agar tidak menghancurkan istana dongeng wanita lain.


ketika magrib mulai menyapa Tiara mempercepat langkahnya menuju rumah karena setelah maghrib ia juga akan mengikuti ta'lim di pesantren dadakan.


*****


"Assalamu'alaikum warohmatulohi wabarokatuh Kyai, " mengucapkan salam ketika telah tiba di depan rumah Kyai Yahya


"Wa'alaikum salam warohmatulohi wabarokatuh, Oh Tiara. Masuk-masuk" mempersilahkan mereka masuk

__ADS_1


"ada apa Tiara? " tanya Kyai Yahya


"ini Kyai, ada teman saya mau ikut ta'lim"


"iya silahkan, kebetulan ustadz Lutfi sudah ada di sini. jadi ustadz Yahya yang akan mengisi pengajiannya, gak papa kan"


"iya Kyai, tidak apa-apa"


tidak lama berselang kemudian ustad Lutfi muncul dari ruang keluarga dan melewati ruang tamu dan melihat mereka. Entah sejak kapan ustadz Lutfi ketika melihat Tiara jantungnya berdetak lebih cepat dan merasa ada yang berbeda


"assalamu'alaikum ustadz" ucap Wulan ketika melihat ustadz Lutfi


"wa'alaikum salam warohmatulohi" ucap ustadz Lutfi


" Lutfi, ini ada teman Tiara mau ikut ta'lim. Dibimbing ya" ucap Kyai Yahya


"insya Allah bah" ucap Lutfi sambil melihat Arya, tetapi yang di lihat sepertinya malah melihat Tiara tanpa berkedip membuat perasaan Lutfi menjadi nano- nano


"ya sudah, sekarang silahkan ke masjid pesantren" membuat mereka tersadar dengan pikiran mereka masing-masing


"iya Kyai, kami permisi. Assalamu'alaikum warohmatulohi wabarokatuh" ucap Tiara membubarkan diri


"wa'alaikum salam warohmatulohi wabarokatuh"


Mereka bergegas menuju masjid dimana tausiyah di adakan, tanpa memperpanjang waktu ustadz Lutfi langsung membuka pengajiannya dengan temanya Cinta yang di uji.


"kalian tau hal apa yang membuat hidup kita selalu bahagia dan semua menjadi ringan?" tanya ustadz Lutfi di sela pembicaraan nya


"Tidak" jawab para santri


"dia hanya terdiri dari lima huruf, ayo dong di tebak? " tanya ustadz Lutfi lagi


"CINTA Ustadz" jawab Tiara yang dengan santainya


tentu saja hal itu membuat para jamaah berseru


"cie"


hal itu sontak membuat wajah ustadz Lutfi terlihat merah dan jantungnya terasa berpacu lebih kencang


"betul sekali Tiara, Terima kasih" ucap ustadz Lutfi


walau pun jama'ah laki-laki dan perempuan di pisahkan namun tetap saja membuat Arya berusaha untuk terus melihat keberadaan Tiara dan melihat reaksinya.


"sabar Arya, ingat pelajaran hari ini. Cinta yang di uji semakin indah, butuh perjuangan dan kesabaran. Tetap optimis dan semangat" ucap Arya lirih


setelah menyampaikan kurang lebih satu jam, ustad Lutfi pun mengakhiri tausiyah nya yang pada intinya


Cinta yang di uji semakin indah


ketika kita merasakan ujian yang begitu menyesakkan maka semakin bisa kita merasakan kehadiran sang Maha Cinta di setiap langkah dan hembusan nafas kita


semakin di uji, semakin bergantung dan


yaqin lah semua akan indah pada waktunya


karena Tausiyahnya banyak yang mengikuti para santri maka temanya sering ustadz Lutfi menyampaikan sesuai dengan porsi yang di inginkan oleh remaja. Sehingga para santri dan jamaah yang mengikuti dari luar pesantren sangat senang dan antusias mendengarkan apa yang di sampaikan oleh ustadz Lutfi.

__ADS_1


__ADS_2