
"assalamu'alaikum Ra," ucap Wulan dari seberang telepon
"wa'alaikum salam warohmatulohi wabarokatuh, iya Wulan"
"jadi kita hari ini ke pesantren Kyai Yahya Ra, "
"insya Allah jadi Wulan, aku tunggu ya"
"ia Ra, ini aku lagi siap-siap"
"ok, aku tunggu"
selang beberapa waktu telah berlalu akhirnya Wulan pun tiba di rumah Tiara dan mereka pun berangkat untuk bersilaturahmi ke pesantren dadakan.
"aku kok penasaran ya Ra" sambil melakukan kendaraan yang di bawanya
"penasaran apa Wulan? "
"sama ustadz Lutfi itu, pasti tampan ya Ra"
"hem, kamu lihat aja nanti sendiri"
"mana tahu jodoh ya Ra, bisa jadi ustadzah aku" tersenyum lebar sambil menghayal
"aamiin, kalau jodoh gak kemana-mana Wulan. tenang aja" menyemangati sohibnya
"biasa yang tenang-tenang itu menghanyutkan lo Ra"
"iya gak papa lah Wulan, dari pada sudah heboh gak jadi-jadi" mereka pun tertawa dan tanpa di sadari karena asyiknya bercerita mereka sudah tiba di pesantren
"assalamu'alaikum warohmatulohi wabarokatuh" ucap Tiara di depan rumah Kyai Yahya
"wa'alaikum salam warohmatulohi wabarokatuh, pasti Tiara kan. Ibu sudah bisa menebak kalau salamnya yang lengkap itu pasti Tiara"
"ustadzah, mohon maaf lahir dan batin" mencium tangan ustazah Syarifah dan di ikuti oleh Wulan
"masuk-masuk, silahkan duduk di sini Nak" mempersilahkan mereka duduk di ruang keluarga karena ruang tamu masih ada tamu yang lain.
"bentar ya Nak, ibu tinggal sebentar" ustazah Syarifah pun bergegas mencari keberadaan Lutfi
"Lutfi ada tamu yang kamu tunggu tuh," ketika mendapati Lutfi sedang berada di masjid pesantren setelah selesai menunaikan sholat sunnah duha
"ia mi" tanpa bertanya siapa, Lutfi langsung bergegas menuju ruang tamu
sesampainya di ruang tamu
"mana mi, kata ummi ada Tiara. "
"memangnya ummi ada bilang Tiara tadi"
__ADS_1
"enggak sih, tapikan ummi tau kalau orang yang Lutfi tunggu itu dia"
"makanya tanya dulu, main kabur aja. kemari ikutin ummi" menuju ruang keluarga
"assalamu'alaikum" ucap Lutfi ketika tiba di ruang keluarga
"wa'alaikum salam warohmatulohi wabarokatuh, mohon maaf lahir dan batin ustadz"
"Sama-sama Tiara, gimana kabar kamu sehat. lama gak kelihatan"
"hem-hem" Wulan memberi kode yang merasa terabaikan
"ustadz yang sudah lama gak mengisi pengajian, ini ada jamaah baru ustadz. Namanya Wulan, sahabat Tiara" memperkenalkan Wulan
"ummi tinggal ke depan ya, tamunya mau pamitan" meninggalkan mereka bertiga yang tidak jauh dari ruang tamu
"iya mi"
tidak lama berselang tamu pulang Kyai Lutfi dan ummi Syarifah berkumpul di ruang keluarga. akhirnya suasana yang terasa canggung bisa di minimalisir. Dapat di rasakan bagaimana rasanya ketika berhadapan dengan orang yang kita sayangi tapi tidak bisa kita ungkapkan terasa suasana hening. Akhirnya Kyai Yahya yang banyak memberi nasehat dan arahan kepada mereka, walaupun Lutfi belum memberi tahu abi nya tentang wanitanya. Tetapi Kyai Yahya sudah dapat melihat bahwa Lutfi dan Tiara saling memendam perasaan. setelah merasa cukup menerima masukan dari Kyai Yahya, mereka pun berpamitan pulang
"assalamu'alaikum warohmatulohi wabarokatuh"
"waalaikum salam warohmatulohi wabarokatuh"
melajukan kendaraan mereka menuju rumah Tiara.
"kita mampir ke mana lagi ya Ra"
"ayuk, aku udah kangen sama somay bang ujang"
"kangen sama somaynya apa abang tukang somaynya Wulan"
"sama ustadz Lutfi" tertawa lepas
"hus, ketawamu Wulan. Entar jatuhan tuh gigimu"
"abisnya Liat ustadz Lutfi kok bisa tampan kali gitu ya. Gimana aku gak gila bayangin nya"
"dosa lo Wulan, bayangin yang aneh-aneh. ingat pesan Kyai Yahya Wulan"
"yang mana satu Ra, soalnya banyak pesannya Ra"
"istiqomah dalam menata hati"
"maaf"
"alhamdulillah akhirnya kita sampai juga" mereka pun memarkirkan motor mereka di area parkiran dan berkeliling di taman sambil mencicipi aneka jajanan
"gak terasa ya Ra, besok kita udah di sibukkan dengan ujian di kampus. Perasaan kita baru saja selesai ospek dan ujian tengah semester, eh hari senin besok udah ujian lagi"
__ADS_1
"itukan perasaan kamu aja Wulan. "
"iya lo Ra, waktu terasa begitu cepat. siang, malam. siang, malam. Tau-tau entar kita udah tua" sambil tersenyum bayangin nya
"beginilah kehidupan Wulan, memang hanya sebentar dan sementara tapi proses kita menjalaninya yang penuh warna. mungkin saat bangun tidur kita merasa sedih, sore mungkin sudah senang. Atau kadang kita lagi sulit mungkin esok kita sudah bahagia. "
"betul itu Ra, apalagi kehidupan mu aku lihat semakin hari semakin penuh warna ya Ra. Kayak pelangi, indah di pandang"
"kita memang senang melihat kehidupan orang Wulan, kita terkadang iri dengan kehidupan mereka padahal jika kita di posisi mereka belum tentu kita mampu begitu juga sebaliknya. Allah itu sudah memberikan sesuatu yang terbaik dan sesuai kemampuan untuk setiap hambanya"
"mantab, itu dia yang buat aku betah sama mu Ra. Kata-kata mu itu lo, gak ada duanya"
"kamu muji apa nyindir Wulan"
"beneran Ra, kamu sih gak percayaan orangnya. sekali-kali percayalah sama aku Ra"
"iyalah, entar nangis pula. Kan gak ada permen di sini"
"dasar kamu Ra, emang aku anak kecil"
"iya"
"Hari minggu kita belajar bareng ya Ra, aku ke rumahmu aja. Soalnya di rumahku banyak adikku, susah mau fokus"
"gimana kalau selama ujian kamu tinggal di rumahku aja Wulan, kan kamu gak pulang pergi. kita bisa punya waktu banyak untuk belajar"
"bagus juga ide mu Ra, ya udah nanti aku izin sama papa dan mama aku ya. Kalau di izinin aku kabarin kamu"
"siap bos"
kumandang suara azan pun berbunyi dengan merdunya menandakan waktu zuhur telah tiba.
"kita zuhur di masjid An-Nur dulu ya Wulan, baru kita pulang. "
"ok"
mereka pun bergegas menuju masjid An-Nur yang berada di seberang taman kota. Masjid yang berkubah kuning emas dan megah itu pun banyak yang mendatangi di saat waktu solat seperti ini untuk memenuhi panggilan muazin.
"senang rasanya kalau orang-orang berbondong-bondong mendatangi rumah Allah seperti ini. Allah tidak butuh kita, tetapi kitalah yang butuh Allah" ucap Tiara yang merasa kagum dengan banyaknya orang menuju ke masjid melaksanakan kewajiban sebagai seorang muslim
"betul itu Ra, aku pun takjub lihatnya" menuju ke kamar mandi untuk berwudhu dan melaksanakan shalat zuhur berjamaah.
"Allahu Akbar" suara imam memulai sholatnya
begitu pula makmum mulai mengikuti nya dengan berusaha kusyu' dan penghambaan di hadapanNya
hingga rakaat terakhir
"assalamu'alaikum warohmatullah"
__ADS_1
imam mengakhiri sholatnya dan memimpin dzikir dan di ikuti dengan doa
selesai sholat Tiara dan Wulan menuju parkiran di mana motor mereka berada. setelah Wulan mengantar Tiara, dia pun akhirnya pulang menuju ke rumahnya