PERAWAN CINTA

PERAWAN CINTA
Arisan keluarga


__ADS_3

Acara seperti ini sangat di senangi bagi mereka yang sangat menggilai dunia, saling membanggakan dengan apa yang di milikinya, saling mengunggulkan kemampuan keluarga sehingga harus mencetak keluarga yang mapan, cerdas dan unggul dengan berbagai cara, apa pun jalannya akan di tempuh. Namun acara ini sangat membosankan bagi Tiara, ia hanya menghabiskan waktunya dengan chattingan dengan grup pengusaha muda yang beranggotakan Tania dan Rani.


Namun ada juga sepasang mata yang selalu mengawasi setiap gerak gerik Tiara, siapa lagi kalau bukan Alvin yang juga menghadiri acara tersebut. Dia pun mendekati Yosi yang tidak terlalu jauh darinya


"Kak, boleh Alvin minta nomor Tiara?" Langsung bertanya


"Untuk apa"


"Biasalah Kak"


"Enggak"


"Baiklah, kalau Kakak gak ngasih. Nanti aku yang minta sendiri"


"Jangan coba-coba kamu mendekatinya"


Alvin hanya tersenyum dengan sinis dan kembali ke tempat duduk asalnya


"Baiklah kalau seperti itu, kamu kira aku akan menyerah begitu saja" Ucap Alvin lirih


Karena Alvin bertanya tentang Tiara, ia pun langsung mengecat Tiara yang terlihat sibuk dengan handphonenya


"Dik" Via WA


"Salah kirim ya Kak" balas Tiara


"Tidak, bolehkan kalau Kakak manggilnya adik."


"Terserah Kakak"


"Kok asyik kali"


"Bosen ia Kak"


"Sama HPnya"


"Oh iya Kak, hi"


"Ngechat siapa dik"


"Kerjaan Tiara kan di HP Kak, kesempatan. Abisnya Tiara gak nyambung dengan obrolan ibu-ibu nya"


"Ya udah gak papa, yang penting sudah mau menampakkan batang hidung aja kakak sudah senang"


"Kok gitu Kak"


"Biasalah, memang seperti itu"


Akhirnya makan siang pun tiba dan mereka mengakhiri pembicaraan mereka dan mengambil menu yang telah tersedia


"Hai, boleh duduk di sini? " bertanya namun sudah duduk di samping Tiara sebelum mendapat jawaban dari yang di tanya


"Maaf kawan, biasanya adik duduk di samping Kakaknya. Gak boleh jauh-jauh, benarkan dik" Tiba-tiba Yosi menengahi mereka


"I, I ya Kak," Yang masih terasa asing Yosi memanggilnya dengan sebutan adik, seakan-akan ia merasa kecil sekali

__ADS_1


Alvin pun duduk di depan Tiara


"Begini pun lebih asyik, lebih jelas memandangnya" ucap Alvin yang tidak mau kalah


"Hah, suasana seperti apa ini. Sangat tidak mengasikkan" batin Tiara dan ia pun melanjutkan dengan makannya dan mengabaikan mereka yang mengusiknya


"Kamu kuliah di mana Tiara, mana tau aku bisa jemput atau antar kamu pulang"


"Maaf ya Alvin, Tiara nya sudah punya Kakak yang selalu ada buat dia. Jadi, jangan usik dia lagi"


"Jangan pelit-pelit lah Kak, pinjam dong adik manisnya sama Alvin"


"Hem, Hem," Tiara pun tersedak


"Minum dik" Yosi langsung memberikan segelas air kepada Tiara


"Kalian apa tidak ada pembahasan lain apa" ucap Tiara yang merasa kesal


"Maaf dik, kalau membuat mu tidak nyaman" Ucap Yosi yang merasa bersalah


"Kak, boleh gak Tiara pulang sekarang. Besok Tiara mau ujian, jadi mau belajar"


"Baiklah, yuk kita pamit sama mama" Ajak Yosi sengaja meninggalkan Alvin sendirian


Entah mengapa Yosi merasa kalau Alvin terlibat dengan hilangnya Billa, namun dia belum menemukan buktinya. Marah hanya akan menambah kecurigaan kepadanya


"Ma, Tiara mau ujian besok. Jadi Kakak antar pulang sekarang ya"


"Ia Ra, ya udah gak papa. Hati-hati di jalan ya"


"Anakmu kali ini sangat berbeda ya, tapi cantik juga sih" ucap Ibu Rena yang ada di sebelah bu Yeni


"Ia jeng, dia pun pintar. Kuliah dengan beasiswa prestasi, siswa terbaik dari dulu" membanggakan Tiara di depan yang lainnya


"Lanjutin lah jeng, pertunangan anak kita kalau gitu. Biar perusahaan kita tidak ada tandingannya" Ucap mamanya Alvin


"Masalahnya Kakaknya gak ngasih dan Tiara nya pun masih fokus kuliah, kan ibu dengar sendiri semalam"


"Ia sih, bagaimana caranya ya" Sambil mencoba memikirkan caranya


*****


"Pokoknya kamu harus hati-hati dengan yang namanya Alvin tadi dik" Jelas Yosi di perjalanan


"Kenapa Kak"


"Kakak merasa ada yang tidak beres dengan dia, tapi Kakak belum dapat aja"


"Ia Kak, Tiara pun serem liat dia kalau mandang Tiara"


"Kalau ada apa-apa kabari Kakak segera ya, jangan sungkan. Kakak selalu ada untuk mu"


"Baiklah Kak, makasih ya Kak. Gak mampir dulu" Basa-basi Tiara tanpa berharap Yosi mau mampir


"Makasih dik, lain kali ya. Kakak juga mau belajar biar pintar kayak adiknya" Senyum manisnya mengembang

__ADS_1


"Assalamu'alaikum warohmatulohi wabarokatuh" Sambil menuruni mobil


"Wa'alaikum salam warohmatulohi wabarokatuh"


"Besok Kakak jemput ya"


"Gak usah Kak"


"Dada" Lambai Yosi


"Ternyata di sini rumahnya, baiklah" Ucap Alvin yang ternyata mengikuti mereka dan setelah tau rumah Tiara, dia mulai mengawasi gerak geriknya dari kejauhan


"kok sepi ya" ia memperhatikan dari mobilnya di seberang jalan rumah Tiara


"kesempatan emas ini, baiklah. jika kalian tidak mau menyerahkannya secara baik-baik, akan ku lakukan dengan paksa" lalu pergi mengendarai mobilnya meninggalkan rumah Tiara menuju rumah Yosi karena tadi pamitnya hanya sebentar tanpa ada yang tau niatan Alvin


*****


"kamu dari mana saja sih Vin" langsung ngomelin Alvin yang baru saja datang


"maaf ma, tadi Alvin ada hal penting yang harus di urus" jawab Alvin


"emang ada yang penting yang bisa kamu urus"


"mama selalu menyepelekan Alvin, mama lihat aja nanti apa yang akan Alvin lakukan"


"sudahlah ayo pulang, kamu kebanyakan gaya saja. mengurus pertunangan kamu saja gak becus mau mengurus yang lainnya" sambil masuk ke dalam mobil


"inilah lagi Alvin usahakan mengurus pertunangan Alvin ma"


"maksud kamu? " pak Broto jadi ikut penasaran yang tadinya hanya menjadi pendengar setia saja


"jika mereka tidak mau meneruskan pertunangan secara baik-baik, akan Alvin lakukan secara paksa"


"papa setuju saja sih, tapi jangan sampai kamu melakukan kesalahan yang ke dua kalinya ya Vin"


"tenang saja Pa, masalah Billa itu bukan kesalahan Alvin. Tetapi kesalahan Billa sendiri yang selingkuh terus dari Alvin, jangan salahkan Alvin jika Alvin membereskannya"


"emang si Billa kamu apakan Vin, gak kamu bunuh kan? " tanya mamanya yang penasaran


"tidaklah ma, cuman Alvin jual aja"


"kamu itu ya, jahat juga"


"abisnya dia nakal ma"


"ya gara-gara kamu kita sampai sekarang jadinya belum berbesanan dengan pak Yoga" ucap mama Alvin


"mama tenang saja, akan Alvin urus semuanya gimana caranya agar kita tetap berbesanan dengan mereka. Apalagi pengganti Billa itu cantik juga ma, malah susah di sentuh. pasti belum ada yang menyentuhnya ma"


"Hati-hati kamu Vin, jangan sampai kamu berbuat aneh"


"siap ma, mama tinggal tunggu aja. Nanti jika Alvin sudah berhasil mendapatkannya, baru mama bangga kepada Alvin"


"jangan banyak bicara aja Vin, buktikan" sahut pak Broto"

__ADS_1


"baiklah pa" sambil terus melakukan mobilnya menuju rumah mereka


__ADS_2