
Seperti biasa di kampus Tiara berjalan dari parkiran menuju ke ruang kelas, Tiba-tiba
"Ra, tunggu" Panggil Yosi menyeimbangkan langkah kakinya
"Ini, dari ibu. Kamu pasti belum sarapan kan" Menyerahkan bingkisan
"Makasih Kak, dan bilang sama ibu gak usah repot-repot Kak" Ucap Tiara sambil menerima bungkusannya
"Makanya kamu tinggal sama kita, biar gak repot Ra" Minta Yosi
"Enggak usahlah Kak, entar tambah merepotkan , “ sambil berjalan menuju ruang kelas
" Lagian ngapain sih Kak, dibawain bekal segala. Seperti anak kecil" Ucap Tiara
"Kamu kan memang anak kecil, lihat tubuhmu itu" Sambil menujukkan ekspresi wajah mengejek
Banyak mata memperhatikan mereka, karena Yosi adalah orang yang disegani karena keahliannya dalam berbagai bidang. Sering tampil di event perwakilan kampus dan jarang terlihat jalan bersama wanita tetapi mahasiswa baru seperti Tiara terlihat begitu akrab dengannya.
Dan dari belakang Arya juga tidak ketinggalan mengawasi mereka.
"Kak, Tiara masuk kelas sekarang Ya"
Setelah sampai di depan kelas
"Iya, jangan lupa sarapan nya" Mengingatkan kembali
"Iya," Sambil masuk kelas
"Katanya gak pacaran, kok akrab banget sama tuch cowok" Duduk di samping Tiara
"Oh, biasa aja. " Tanpa menjelaskan agar Arya menyerah
"Jangan lupa ya Ra, nanti sore Ke rumah. Mau aku jemput? " Tanya Arya
"Enggak usah repot-repot. Alhamdulillah masih di beri langkah kaki untuk berjalan" Ucap Tiara cuek
"Kamu kenapa sih Ra, sama aku cuek. Tapi kalau sama Kak Yosi biasa aja" Sambil melihat Tiara dengan serius
"Ya kamunya memang ngeselin aja"
"Tapi ngangenin lo Ra"
"Iya, dikangenin sama nyamuk"
"Kamu ya Ra, nyebelin. Tapi buat aku semakin ingin memilikimu"
"Itu dia yang aku gak suka dari kamu, suka gombal dan asal kalau ngomong"
"Serius aku Ra, aku sudah berubah demi... "
"Demi apa"
"Demi kamu bidadariku"
"Sanalah Ya, muak pula aku lama-lama"
__ADS_1
"Kamu itu bintang di hatiku Ra, jadi ku mohon jangan menjauh dari ku."
"Terserah" Pindah posisi duduk menjauh dari Arya
"Assalamu'alaikum" Ucap pak Darma
"Wa'alaikumsalam" Jawab mahasiswa serentak
Pembelajaran pun berlangsung beberapa jam kedepan. Mahasiswa mempresentasikan hasil diskusi mereka dan saling menyampaikan argumen mereka berlandaskan referensi yang telah mereka dapat.
*****
"Assalamu'alaikum" Ucap Wulan dalam handphone
"waalaikum salam warohmatulohi wabarokatuh, kamu dimana Lan. kami udah nungguin ni, cepetan"
"Ra, maaf banget ya. Aku gak bisa dateng, perut aku sakit Ra. Sepertinya mahg aku kambuh Ra"
"kamu kok gak ngabarin dari awal sich Lan, ini ngabarin akunya udah di sini. gak bisalah kalau cuman kami berdua"
"maaf Ra, Tiba-tiba aja ni Ra. akunya udah siapkan mau brangkat tapi perut aku sakit Ra"
"ya udahlah mau gimana lagi, cepet sembuh ya"
"iya Ra, makasih ya. assalamu'alaikum"
"waalaikum salam warohmatulohi wabarokatuh" menutup pembicaraan mereka
"ada apa Ra? " pura bertanya
"kita lanjutin aja Ra, gak papa. lagian kamunya udah di sini, ntar sia-sia waktumu Ra" mencoba membujuk Tiara karena semuanya udah di atur Arya.
Arya minta tolong kepada Wulan agar tidak datang, karena kesungguhan Arya akhirnya Wulan pun menyetujui permintaan Arya
"males lah Ya, aku pamit dulu ya"
saat langkah kaki Tiara mulai diarahkan keluar tiba-tiba
"kenapa buru-buru Tiara," ucap Pak Wijaya dari lantai dua sedang menuruni anak tangga
"eh, Bapak. kirain Bapak gak ada di rumah"
sambil mengarah ke Pak Wijaya
"duduk dulu Tiara, ada yang ingin bapak sampaikan ke kamu" pinta Pak Wijaya
"baik Pak, ada apa ya Pak?" sambil duduk kembali
"Bapak ingin mengucapkan terimakasih banyak sama Tiara"
"untuk apa Pak? " bertanya tidak mengerti
"karena kamu sudah banyak membawa perubahan kepada Arya" dengan menatap haru kepada Tiara
"maaf Pak, Tiara gak melakukan apa-apa kepada Arya. Bahkan saya sering menghindarinya" ucap Tiara pelan
__ADS_1
"tapi sejak kamu hadir di hidupnya, dia banyak berubah Tiara. mungkin kamu tau sendiri kan seperti apa Arya dulunya, malas sekolah, suka buat keributan bahkan harus sekolah di tempat bapak"
jelas Pak Wijaya
"mungkin dia sudah mulai dewasa Pak, sudah tau mana yang baik dan mana yang buruk" ucap Tiara lagi
"kamu tau, bahkan dia mau masuk ke kampus ternama di kota kita itu karena kamu Tiara" sambil menatap serius Tiara
“itu perasaan Bapak aja, Tiara gak berpengaruh terhadap perubahan Arya Pak" ucap Tiara lagi
"Tiara memang seperti itu Yah, sering Arya bilang tapi dia gak pernah percaya" tambah Arya
"bukan saya gak percaya, saya hanya ingin kamu berubah jangan karena seseorang. baik siapa pun itu, karena tidak baik perubahan seperti itu" jelas Tiara mengarah ke Arya
"tidak baiknya? " tanya Arya
"Ya kita tidak tahu kedepannya sikap seseorang bisa berubah, mungkin kamu kecewa misalnya sama saya. kemungkinan kamu akan kembali kepada dirimu seperti dulu"
"jadi bagusnya? "
"perubahan karena Allah, melakukan sesuatu karenanya dengan ikhlas. jadi walau apa pun yang terjadi kedepannya kamu tidak akan beralih sikap menjadi yang tidak baik lagi"
"Bapak salut sama kamu Tiara, cara berfikir dan pandangan kamu terhadap agama kita semakin mantab" ucap Pak Wijaya
"biasa aja Pak, saya sering main ke pesantren. jadi sering dapat masukan dan arahan untuk menjadi pribadi yang lebih baik" jawab Tiara
"baiklah, kalau itu mau kamu Ra. Arya siap melakukan, tapi untuk langkah awalnya gimana ya" sambil berfikir
"ikut aja ta'lim Ya, disitu kita di arahkan untuk menata hati dan niat kita" saran Tiara
"boleh, kasih tau lah kapan dan dimana"
"iya, nanti Tiara kabari kalau ada jadwal Ta'lim. biasanya bulan puasa seperti ini mereka mengadakan pesantren ramadhan" antusias Tiara
"ya udah kabarin aja, nanti saya berangkat" jawab Arya yang juga semangat
"kalau begitu, Tiara pamit sekarang ya Pak. "
"buka bersama di sini aja dulu Tiara" ajak Pak Wijaya
"Terima kasih Pak, lain waktu saja. " balas Tiara
"tugas kita gimana jadinya Ra" menginginkan Tiara tetap bertahan
"tugasnya biar Tiara angsur ngerjainnya, nanti kalau Wulan sudah sembuh kita tinggal diskusikan dan print" jelas Tiara
"oh begitu. ya udah untuk sekarang saya cuma bisa bantu doa aja Ra" saat melihat Tiara melangkah keluar rumahnya
"doa apa" melihat aneh Arya
"semoga kamu selamat sampai tujuan dan di lindungi Allah selalu" sambil tersenyum
"aamiin, makasih. " geleng kepala
"masih tetap suka gombal tetapi gombal yang menuju arah yang lebih baik " lirih Tiara
__ADS_1