
"Assalamu'alaikum, ayah, ibu." Memanggil orang tuanya sambil masuk ke rumahnya
"Wa'alaikumsalam, ada apa sih Yosi. Kok heboh sekali kamu? " Datang ibu Yeni dari tingkat dia
"Lihat Bu, siapa yang saya bawa." Mengajak Tiara mendekati ibu Yeni
"Assalamu'alaikum Bu, " ucap Tiara sambil mencium tanggan Buk Yeni
"wa wa'alaikum salam, " Agak terbata karena melihat siapa yang datang
"Bu, kenalin. Ini Tiara, adik kelas Yosi yang Yosi ceritain semalam. menurut ibu gimana? " Tanya Yosi
"Iya kamu benar bang, mereka mirip. Seperti saudara kembar" Yang masih melihat Tiara dengan seksama.
"Sudah Yosi ceritakan semuanya kepada Tiara Bu, menurutnya tidak ada masalah. Dia pun senang karena menambah saudara, Tiara itu Bu, hidup sendiri. Keluarganya jauh, sehingga ia wanita yang mandiri Bu" Jelas Yosi panjang lebar
"Apakah ibu boleh peluk kamu sayang? " Tanya bu Yeni kepada Tiara
Tanpa jawaban, Tiara langsung memeluk ibu Yeni. Tiara pun rindu akan pelukan seorang ibu. Akhirnya mereka pun berpelukan erat dan saling mengobati rasa rindu kepada orang yang mereka cintai yang sudah terpisah.
"Terima kasih ya Nak, sudah mau kemari" Ucap bu Yeni yang sudah di banjiri air mata harus
"Sama-sama Bu, Tiara pun senang bisa bertemu dengan Ibu"
"Bolehkah ibu menganggapmu seperti anak ibu Nak? " Tanya bu Yeni dengan penuh harapan
"Dengan senang hati Buk, Tiara jadi tambah banyak saudaranya" Jawab Tiara lagi
"Ngomong-ngomong ayah dimana Bu, kok tidak kelihatan? " Tanya Yosi
"Tadi katanya ada urusan sebentar keluar. Paling gak lama lagi akan pulang" Jelas Bu Yeni
"Yaudah, kita duduk dulu sayang. Sampai lupa ibu mempersilahkan duduk karena terharunya" Kata bu Yeni
Akhirnya mereka pun cerita suka dan duka bersama Tiara dan mengenang adiknya Yosi yang bernama Bella yang telah Tiada tanpa berita lagi saat ini. Cerita mereka terhenti saat kumandang azan berbunyi dan Tiara pun meminta izin untuk sholat terlebih dahulu.
"Maaf Bu, Tiara boleh numpang sholat di sini sebentar? "
"Kemarilah Nak, biar ibu antar ke kamar"
Di saat Tiara sholat, ibu Yeni pun menceritakan perbedaan Bella dan Tiara kepada Yosi
"Bang, kemarilah. Ternyata Tiara dan Bella punya sisi yang berbeda sepertinya wajah mereka saja yang sangat mirip tetapi gaya dan sifat sangat bertolak belakang ya Bang" Cerita bu Yeni
"Iya Bu, Tiara aja gak pacaran sedangkan Bella pacarnya disana sini kan Bu"
"Husss, gak baik bilang begitu. Apalagi adik kamu telah tiada. Kenanglah kebaikannya" Ucap Bu Yeni
"Iya Bu, Yosi merasa kehilangan karena dia tu lengket banget sama Yosi. Manjanya itu buat orang nyariin kalau dia gak ada, "
"Semoga Tiara bisa mengobati rasa kehilangan kita kepada Bella ya Bang, “
__ADS_1
Disaat mereka bercerita tidak lama kemudian Tiara datang karena sudah selesai sholatnya
" Nak, nginap di sini aja ya. Kan Tiara tinggal sendiri di rumah." Ajak Bu Yeni
"Terima kasih Buk, di lain waktu aja ya Bu. Soalnya besok sudah mulai aktif belajar kuliahnya, Tiara belum mempersiapkan apa-apa untuk besok Bu, " Kata Tiara
"Yaudah, lain waktu ya. Janji" Sambil memegang pundak Tiara
"In syaa Allah Bu" Jawab Tiara dengan senyuman
"Sebelum pulang kita makan dulu sini" Menarik tangan Tiara menuju meja makan keluarga. Tiara pun tidak bisa menolak. Dan saat sedang makan bersama tiba-tiba
"Assalamu'alaikum" dari luar rumah
"waalaikum salam" jawab mereka
Pak yoga masuk ke dalam rumahnya seperti biasa, namun setelah sampai di meja makan langkah kakinya terhenti
"Bella" ucap pak yoga terpaku menatap Tiara
"kenalin Pak, saya Tiara. adik kelasnya Kak Yosi di kampus" jelas Tiara langsung saat Pak Yoga melihat Tiara dengan tatapan haru
" ayah duduk sini dulu, biar kita jelasin semuanya"
menarik tangan suaminya untuk duduk di kursi
Ibu Yeni pun menjelaskan panjang lebar dari awal Yosi melihat Tiara dan akhirnya membawanya sampai ke rumah ini
"baiklah Nak, sering-sering main kemari ya" pinta Bu Yeni
"in syaa Allah Bu, " jawab Tiara sambil mencium punggung tangan Bu Yeni dan mengagumkan tangannya ke arah Pak Yoga yang masih tidak percaya dengan apa yang di lihatnya. ingin rasanya ia memeluk Tiara melepas kerinduannya namun apalah daya dia hanya mampu menatap dengan penuh kerinduan, karena sikap dan tampilan anaknya dan Tiara jauh berbeda. mereka hanya memiliki paras yang begitu mirip saja.
"bagaimana perasaanmu Tiara? " tanya Yosi sambil mengendarai motor menuju rumah Tiara
"bahagia Kak, makasih ya Kak udah ngajak Tiara bertemu orang Tua Kakak yang begitu penyayang. " jawab Tiara
"seharusnya Kakak yang berterima kasih, Tiara udah mau hadir dalam kehidupan keluarga Kakak. semoga kamu bisa menjadi obat untuk kerinduan kami kepada Bella ya Tiara" ucap Yosi
"semoga Tiara bisa membantu, ngomong-ngomong emang Tiara sama adik Kakak apakah begitu mirip Kak? " tanya Tiara
"kalau wajahnya hampir 90 persen Ra, cuman kalau lihat sikap dan tingkah lakumu membuat kami sadar bahwa kamu bukan Bella" jelas Yosi
"kenapa begitu Kak? " tanya Tiara lagi
"ya, karena di sisi itu kalian jelas berbeda"
"jelasin lah Kak bedanya di mana? " tanya Tiara penasaran
"sikap Bella itu begitu manja, mungkin karena dia adik paling kecil dan juga di dukung orang-orang di sekelilingnya begitu memanjakannya, sedangkan kamu terlihat cewek yang begitu mandiri dan bersahaja"
"itu aja bedanya Kak? "
__ADS_1
"terus dia itu Ra, pacarnya banyak lo. sedangkan kamu pacaran aja gak pernah, " tambah Yosi
"hmm, jadi begitu ya Kak," Tiara mengangguk-angguk menandakan ia mengerti
"kamu ada yang di beli Ra, biar kita mampir? " tanya Yosi ketika melewati taman Kota yang di pinggirnya berjajar beberapa pedagang yang menjajahkan beraneka makanan
"enggak lah Kak, Tiara masih Kenyang. " jawab Tiara
namun tiba-tiba Yosi memberhentikan motornya di pedagang buah dan membeli beberapa macam buah
"Kakak suka buah ya? " tanya Tiara saat melihat Yosi membawa buah dan melanjutkan perjalanan mereka yang tidak jauh lagi
"ini untuk adik Kakak"
"adik Kakak yang mana? "
"emang adik Kakak sekarang ada berapa sih Ra"
"Tiara maksud Kak Yosi"
"jadi siapa lagi"
"tapikan Tiara gak minta Kak, lagian itu banyak sekali Kak"
"pokoknya kakak gak mau tau ini harus habis"
"ih, kok maksa sih Kak"
"itukan demi kebaikanmu Ra, harus rajin makan buah biar jauh dari rumah sakit"
"maksudnya Kak"
"kalau banyak makan buah itukan sehat Ra, jadi kita jauh dari penyakit dan gak perlu ke rumah sakit"
"ooo, makasih ya Kak"
"Sama-sama.gak perlu makasih terus Ra, kakak melakukannya dengan senang hati Ra"
"maklum Kak, Tiara kan udah jarang dapat perhatian lebih semenjak ayah dan ibu Tiara gak ada. ada aja yang mau jagain seperti keluarga Buk Mala itu, Tiara dah bersyukur Kak. apalagi sekarang Tiara nambah saudara baru yang penyayang" puji Tiara haru
"akhirnya kita sudah sampai Ra, ini buahnya. " sambil menyerukan beberapa kantong plastik yang berisi buah-buahan
"makasih Kak, maaf gak ngajak mampir. soalnya Tiara tinggal sendiri, jadi gak boleh ajak Kakak ya," ucap Tiara sambil tersenyum
"iya gak papa, Kakak paham kok. ya udah Kakak pulang dulu ya Ra"
"jangan dulu Kak, sekarang aja ya"
"hmm, baiklah tuan putri. Kakak pulang sekarang ya"
"assalamu'alaikum Kak"
__ADS_1
"waalaikum salam, " sambil membunyikan klakson motornya