
"Gimana kita hari ini wisata ke tempat yang viral di negara ini sambil merayakan hari bahagianya Tiara" Usul Yosi yang telah duduk manis saat orang lain masih mengunyah makanan mereka
"Setuju, sekalian kita kan juga ingin tau tentang keindahan kota ini" Serbu Rani dengan antusias
"Ide yang bagus itu, kalau begitu gimana kalau ustadz Lutfi sebagai penunjuk arahnya, kan sudah lebih berpengalaman di negara ini" Ucap Tania memandang Lutfi
"Memang rencana tadi kesini mau ajak Tiara wisata, soalnya belum kasih hadiah apa-apa ke dia" to the poin Lutfi menunjukkan keinginannya
"Wah, Kira-kira kita jadi ganggu gak ya" Gaya Rani berpikir dengan menyindir
Melihat suasana yang menjadi kaku, ada rasa teriris di hati Yosi, walau pun dia sudah mengikhlaskan Tiara kepada siapa pun nantinya tetapi hatinya masih belum benar-benar sembuh
"Tidak, kebetulan sekali kalian ada. Pasti Tiara mau pergi, yang saya khawatirkan tadi jika kami berdua aja sepertinya Tiara tidak mau pergi" Jelas Lutfi
"Kenapa seperti itu ustadz? " Tanya Tania
"Tempatnya lumayan jauh, kalau sekitar sini sepertinya kita sudah khatam untuk menikmatinya" Jelas Lutfi
"Jadi bagaimana Tiara, akankah engkau sia-sia kan kami yang jauh-jauh datang kemari hanya dengan duduk-duduk disini saja" Rayu Rani
"Saya ikut aja kemana kalian mau, lakukanlah yang membuat kalian bahagia" Senyum Tiara mengembang
"Hem, terharu" Tania dan Rani langsung memeluk Tiara
"Kalau begitu kalian bersiap ya, kemungkinan kita menginap satu malam karena perjalanannya lumayan jauh. Tetapi kita nikmati saja agar kita selalu bahagia" Tambah Lutfi lagi dengan senyum bahagia
"Siap ustadz, dengan segera titah akan kami laksanakan" Tegas Rani
"Baguslah kalau begitu, kami cari kendaraannya sekarang ya" Bangkit dari tempat duduknya
__ADS_1
"Sama saya ustadz? " Tanya Yosi memastikan lagi karena tadi Lutfi menyebutkan dengan kata kami
"Iyalah, jadi sama siapa lagi. Gak mungkin sama Tiara kan" Usil Lutfi
Akhirnya Yosi mengikuti langkah Lutfi tanpa tau kemana arahnya namun tujuannya mencari kendaraan yang akan mereka gunakan nantinya.
Sambil berjalan tanpa ada yang memulai pembicaraan, akhirnya Lutfi bertanya tentang apa yang membuatnya masih penasaran
"Ngomong-ngomong ini ya mas, gimana ceritanya mas ini adalah kakaknya Tiara?, bukannya setahu saya Tiara adalah anak tunggal dan tidak ada saudara ya" Tanya Lutfi mensejajarkan langkahnya dengan Yosi yang tadinya hanya mengikutinya di belakangnya. Entah mengapa mereka merasa saling canggung seperti itu
"Oh, jadi ustadz penasaran ya" Jawab Yosi yang mencoba mencairkan suasana yang terasa beku
"Lumayan" Ucap Lutfi singkat tanpa menutupi rasa penasarannya
"Panjang ceritanya ustadz, kalau mau di jelasin butuh waktu yang lebih santai lagi. Bukannya kita harus cepat mencari kendaraan, kata ustadz tempatnya lumayan jauh" Yosi sengaja membuat Lutfi agar tetap penasaran
"Ia juga sih, itu tempat rental mobil di sini. Kita tidak perlu sewa supir sekalian kan" Sambil menunjuk ke arah di mana ada beberapa mobil yang terparkir di depan bangunan yang lumayan luas
"Tuh kamu tau kenapa kita gak perlu pakai jasa supir ya kan" Perjelas Lutfi
Sambil terus melangkah menuju sebuah sebuah ruangan yang menawarkan jasa rental mobil dan mengajukan beberapa persyaratan dan Lutfi pun mengeluarkan KTP dan kartu mahasiswa nya sehingga pengajuan mereka langsung di proses dan di ACC.
*****
Tin tin tin
Bunyi klakson itu membuat para putri yang sedang berada di ruangan langsung bergegas keluar
"Sudah selesai?" Tanya Lutfi yang melihat Tiara muncul di depan pintu
__ADS_1
"Sudah" Jawab Tiara singkat
"Ayo kita berangkat" Ucap Lutfi dengan senyum mengembang
"Siap komandan," Jawab Tania yang tiba-tiba muncul dari balik pintu dengan sudah membawa tas ranselnya
Mereka bergegas menaiki kendaraan yang sudah menunggu mereka, setelah semuanya naik dan saat ini Lutfi yang menyetir dengan mengikuti arah GPS yang akan menuntun perjalanan mereka ke arah tujuan. Mereka masih sibuk dengan pikiran mereka masing-masing dengan menikmati pemandangan sekitar yang mereka lewati, sangat menghargai setiap apa yang terlintas di hadapan mereka. Musim mulai berganti, dari musim gugur ke musim semi. Hal ini menambah suasana alam yang menunjukkan awal tunas-tunas tumbuhan mulai menampakkan wujudnya yang selama ini sudah berguguran.
Satu jam perjalanan sudah berlalu tanpa ada yang membuat keributan dan hanya keheningan yang membuat mata semakin redup ingin menyelam ke dasar mimpi yang indah. Membuat suasana menjadi semakin hening dan tenang, namun Lutfi harus terus terjaga untuk keselamatan bersama.
"Kamu jangan ikutan mimpi juga ya" Mengarahkan wajahnya ke arah Yosi yang berada di sampingnya
"Tapi suasananya mendukung" Jawab Yosi yang mulai menahan kantuk
Lutfi melihat kaca yang dapat melihat kondisi di belakangnya dan melihat Tiara belum tertidur seperti dia sahabatnya
"Kalau begitu, kamu pindah kebelakang saja kalau mau tidur. Biar Tiara yang menemani saya di sini" Ucap Lutfi langsung
Yosi langsung melihat kebelakang dan tentu saja melihat Tiara dengan wajah yang masih cerah tanpa mengantuk sedikit pun
"Boleh juga itu Kak Yosi, biar Kakak tidur dulu. nanti gantian bawa mobilnya kan, lagi pula Tiara senang duduk di depan, lebih jelas menikmati perjalanannya" Jelas Tiara tanpa merasa apa-apa
Yosi yang sebenarnya merasa berat hati, apalah daya jika itu membuat Tiara senang, apalagi ini hari bahagianya. Biarkanlah ia selalu bahagia
"Baiklah, jika seperti itu baiknya. Tapi nanti giliran Kakak yang bawa mobilnya, Tiara juga harus temani kakak ya" Tegas Yosi tidak mau kalah
"Dengan senang hati Kak" Ucap Tiara
Akhirnya mobil berhenti sejenak, Tiara dan Yosi bertukar tempat duduk. Tetapi kali ini Yosi duduk di kursi belakang sehingga bisa membuatnya tidur dengan bebas.
__ADS_1
Tiara yang semakin jelas melihat apa yang terpajang di hadapannya semakin membuat matanya cerah dan menikmati perjalanannya tanpa tidur sedangkan yang di sebelahnya juga menunjukkan hal yang sama. kesempatan kali ini Lutfi akan benar-benar memantapkan hatinya untuk menyampaikan semua yang di rasanya selama ini, walau pun dulu sudah pernah di tolak namun perjuangan masih tetap berlanjut karena ia yaqin dengan istikhorohnya memantapkan hatinya untuk seorang wanita yang selama ini selalu mengusiknya walaupun ia sudah berusaha menghindar dan menghapus jejaknya namun masih saja takdir mempertemukan mereka seperti saat ini yang begitu dekatnya. Detak jantungnya ia rasakan semakin cepat di iringi dengan lajunya mobil yang ia kemudikan, membuat hatinya bergemuruh dah hanya dia dan Allah yang tau saat ini perasaannya yang begitu bahagia.