
Ketika pagi dan kesunyian menyapa,
bunyi makhluk pagi menjadi latar suara,
kesedihan pada hati seorang hamba meraja,
teringat akan dosa-dosa yang pernah dan sedang ada.
.
Aku adalah bagian dari dunia ini,
dunia yang Tuhanku takdir kan akan kadaluarsa satu saat nanti,
entah kapan,
namun pasti,
semua makhluk di bumi pasti akan rasakan mati.
Tak terkecuali, semuanya pasti akan mati.
Tiada yang abadi.
Kecuali Illahi Rabbi.
.
Inilah,
saat inilah waktu yang tepat untuk minta ringankan dosa atas semua khilaf ku.
Memohon agar Tuhanku tutupi segala aib masa lalu,
meminta agar dikuatkan dalam menjalani hidup yang penuh liku,
dibukakan matanya untuk dapat melihat mana hitam putih atau abu.
.
ya Rabb,
inilah aku dan segala ketidaksempurnaan ku sebagai Hamba Mu.
Jika dosa- dosa ini berbau,
dapat ku pastikan akulah yang akan menjadi yang ter busuk,
Dan ku yakini tak ada satupun manusia yang sanggup untuk duduk dan berdiri disebelah ku.
.
Mungkin mata dan hati manusia dapat ku kelabui dengan manisnya sikap dan
__ADS_1
terjaganya tutur ku.
Mungkin dengan hijab ini aku tiada dosa
Mungkin dengan kata tentangMu yang selalu keluar dari mulutku, mereka pikir aku adalah manusia yang tahu segala.
Mereka pikir aku ini malaikat atau bidadari yang turun ke bumi,
padahal,
Aku masih tetap hamba yang seringkali membaluri kotoran ke seluruh tubuhnya sendiri.
.
Ampuni..
Ampuni aku ya Ghofar..
Ampuni aku ya Kudus..
Ampuni aku ya Malik..
Ampuni aku ya Rahman..
Ampuni aku ya Rahim..
.
Ampuni segala ketidakberdayaan ku dalam menghindari segala macam dosa anak Adam.
.
ya Robb
peluk dan dekap aku yang merindu
tiada rindu yang paling besar kecuali berjumpa nya diri ini dengan Mu
maaf aku yang terkadang lemah dan merindu
bait-bait curahan hati Tiara begitu haru biru ia rasakan. kerinduan yang mendalam kepada orang yang ia sayang sangat ia rasakan ketika seruan takbir berkumandang. rasa rindu itu ia limpahkan kepada sang pemilik rasa dan cinta, ia curahkan tanpa batas karena Ia satu-satunya tempat mencurahkan segala rasa di sepertiga malam.
hanya itu obat penawar bagi rasa rindunya yang terpendam. ia dapat bertahan karena berpegangan kepada sang Maha Kuasa atas segala sesuatu nya, hanya Ia sandaran satu-satunya yang menguatkannya sampai detik ini. Tiara terlihat tegar dihadapan yang lainnya padahal hanya Tuhannya lah yang tau betapa rapuhnya dirinya.
rasa syukur terus ia panjatkan karena ia di kirimkan orang-orang yang begitu menyayanginya. namun bagaimana pun ia tidak ingin merepotkan siapa pun sehingga ia memilih untuk tetap tinggal di rumah peninggalan orang tuanya sendiri. dapat di bayangkan ketika orang lain sibuk menyiapkan berbagai makanan dengan berbagai macam menyambut hari kemenangan ini, tapi Tiara justru merasakan kesedihan karena merindukan kedua orang tuanya. akhirnya ia memasak sesuatu yang sangat di sukai ayah dan ibunya berharap mereka hadir melihat anaknya. ia pun memasak rendang kesukaan mereka dan di temani ketupat yang semalam di buat bersama Bu Mala. sebenarnya Bu Mala sudah mengajaknya untuk merayakan hari raya bersama di rumahnya saja, tidak perlu masak sendiri. tetapi Tiara tetaplah Tiara yang keinginannya susah di mengerti. keluarga angkatnya pun sudah berusaha keras membujuk Tiara untuk bersama sama merayakan hari yang fitri ini si rumah pak Yoga namun tidak ada yang berhasil. Tiara sengaja Ingin di rumah kedua orang tuanya dan merasakan kehadiran mereka, mengingat kembali saat-saat dimana mereka masih bersama di rumahnya saat ini
Allahu Akbar
Allahu Akbar
Allahu Akbar
Laa ilaaha illaahu Allahu Akbar
__ADS_1
Allahu Akbar walillaah ilham
kumandang takbir terus menggema menemani kesunyian malam. Tiada kalimat seindah untaian pujian haturkan untukNya yang maha Agung. satu-satunya raja yang patut di sanjung. penguasa jagad raya dan obat pelipur lara
"Robbi Firli wali-wali dayya warhamhu makama robbayani soghiro, ya Allah sampaikan salam rinduku buat ayah dan ibu yang kini telah bersamaMu. alfatihah" Tiara mengakhiri munajatnya dengan linangan air mata.
kini rasa rindu itu pun berangsur reda dan iya terlelap lagi dengan tidurnya di atas sajadah yang masih terbentang
wajah putih bersih dan jubah putih di iringi senyuman menatap Tiara. mereka bergandengan tangan, namun berjalan menjauhi Tiara
"ayah, ibu. Tunggu Tiara, jangan tinggalkan Tiara"
namun sosok itu terus berjalan tanpa menghiraukan panggilan Tiara. Tiara terus memanggilnya dan berlari namun tidak juga dapat di kejarannya, yang ia rasakan kelelahan dan kesedihan dan akhirnya ia terbangun
"astaghfirullah, ternyata mimpi. mungkin aku terlalu mikirin mereka sampai terbawa mimpi" ucap Tiara seorang diri
akhirnya ia pun bangun dan bergegas mandi karena waktu sholat subuh tidak lama lagi.
*****
"assalamu'alaikum Bu" membawa mangkok berisi rendang dan ketupat buatannya
"waa'laikum salam, wah sudah cantik putri ibu. bawain apa sih Nak" sambut bu Mala
"ini karya Tiara Bu, silahkan di cicipi" meletakkan di meja
"ayo kita sekalian sama-sama sarapan" ajak Bu Mala
"Tiara udah tadi di rumah Bu, Tiara bantu liatin aja ya. oh ya Bu, kak Citra jadi datangkan Nanti? "
"insha Allah Allah katanya jadi Nak, "
"wah, bakalan ramai nanti ya Bu. Tiara juga kangen masa-masa kita kumpul rame-rame seperti dulu. semenjak Kak Citra menikah dan tinggal di luar kota, rasanya semakin sepi aja rumah kita ya Bu"
"iya. tapi nanti semakin ramai, karena keyla dan kesya itu tingkahnya membuat suasanya semakin ramai Nak"
"pastinya Bu"
"ya sudah, ayo Pak. kita berangkat, nanti kita terlambat" menyudahi makannya dan bersiap untuk pergi ke masjid melaksanakan sholat idul fitri berjamaah.
"rasanya Bu, kalau mendengar suara takbir seperti ini. Rindu sama orang-orang yang sudah tidak bersama kita lagi ya Bu"
"iya Nak, ibu juga rindu sama ibu kamu. Apalagi kamu ya Nak" memandang Tiara dengan perasaan haru
"iya Bu, Tiara kangen kali sama ayah dan ibu." sambil memeluk pinggang Bu Mala dan terus berjalan
"sabar ya Nak, di doain terus biar mereka bahagia di sana"
"pasti Bu" jawab Tiara
umat muslim berbondong-bondong bersama sanak keluarga nya menghadiri panggilan takbir untuk bersama-sama mengagungkan kebesaran yang maha Kuasa.Memenuhi rumahnya sebagai tamunya untuk merayakan hari kemenangan dan kembali kepada fitrahnya
Tiada yang pantas untuk di agungkan kecuali Dia
__ADS_1
sang penguasa jagad raya dan pemberi keberkahan di setiap langkah hidup kita
alunan takbir terus berkumandang dan bersahutan di seantero dunia sampai tiba saatnya sholat idul fitri di laksanakan dengan khidmatnya