PERAWAN CINTA

PERAWAN CINTA
rindu bersua


__ADS_3

Di malam penuh bintang


Di atas sajadah yang ku bentang


Sedu sedan sendiri


Mengadu pada yang maha Kuasa


Sesak dadaku menangis pilu


Mengingat semua dosa-dosaku


Di hadapan Mu ku tiada artinya


Doa qalbu tak bisa aku bendung


Deras bak hujan di gurun sahara


Hatiku yang gersang terasa oh tentram


Berilah ketetapan hati untuk dia yang akan menemani perjalanan cinta ku kepada Mu


Seseorang yang bersamanya menguatkan kerapuhan diri ini


Hanya Engkau yang tau siapa aku


Bukan aku yang memilihnya tapi Engkau


yang menuntunnya hadir dalam hidupku


Tiara menghabiskan penghujung malamnya dengan mencurahkan segala isi di hatinya kepada Robb nya. Di samping ia menguatkan sholat istikhorohnya namun shalat tahajud sudah menjadi kebiasaannya untuk tempat mengadu segala asanya, hingga kumandang azan berbunyi. Tiara pun melanjutkan shalat qobliyah subuh dan sholat subuh, menunggu waktu fajar menyingsing ia mengalunkan suara indahnya dengan lantunan ayat suci Al-Quran.


Ting


"Assalamu'alaikum dik, gimana jawaban dari pertanyaan Kakak semalam? " Pesan dari Yosi. Begitulah panggilannya jika di dunia maya


"Waalaikum salam warohmatulohi wabarakatuh, Kakak sudah sampai dengan selamat? " Tiara balik bertanya


"Alhamdulillah, sudah tadi sebelum subuh dik" Jawab Yosi

__ADS_1


"Alhamdulillah, kenapa Kakak gak istirahat dulu. Pasti melelahkan Kak" Mencoba mengalihkan pembicaraan dari awal. Sebenarnya Tiara males bahas ini terus sama Yosi, karena perasaan itu tidak boleh berubah. Komitmen Tiara selama ini menjaga hubungannya dengan Yosi yang benar-benar sudah di anggapnya sebagai saudara


"Gak tenang Dik, tolonglah di jawab dengan jujur. Please" Mohon Yosi lagi


"Masih tetap sama Kak, sampai kapan pun tidak akan berubah. Tiara sayang sama Kakak, seperti seorang adik yang menyayangi Kakaknya. Tolong mengertilah Kak, dan Tiara merasakan Kakak begitu menyayangi Tiara seperti seorang Kakak kepada adiknya. " Jelas Tiara dengan sedih.


"Baiklah dik, Kakak mengerti. Izinkan Kakak selalu menyayangimu sampai kapan pun" Ucap Yosi dengan lemah


"Makasih Kak, tetaplah menjadi Kakak Tiara yang selalu mengerti Tiara sampai kapan pun" Balas Tiara


Tiara merasa serba salah dengan perasaannya, seakan ia bisa merasakan apa yang di rasakan oleh Kakaknya. Setiap rasa Allah jualah yang menitipkannya tanpa kita minta ia hadir di hati kita. Tapi apalah daya, inilah keputusan yang telah mantap Tiara tetapkan untuk hidupnya.


*****


Libur semester sudah berakhir, kesibukan kampus melupakan Tiara dengan soal perasaan yang dihadirkan dalam hidupnya. Lutfi tidak memberikan batas waktu untuk menjawab permintaannya, jadi Tiara tidak menjadikan bebannya. Namun kebelakangan ini ia menjadikan sholat istikhoroh sebagai upaya mencari jawaban dari sang pemilik hatinya.


Hiruk pikuk mahasiswa yang sedang menimba ilmu di kampus ini menandakan banyaknya sang pencinta ilmu di kota ini. Bahkan berdatangan dari penjuru dunia termasuk Tiara yang tidak terasa sudah menghabiskan waktunya selama satu tahun. Dan di tahun kedepannya ia akan di sibukkan dengan tesisnya, untuk saat ini ilmu menjadi tujuan utamanya. Sampai tiba saatnya nanti akan indah pada waktunya.


Lutfi juga yang di sibukkan dengan persiapan wisudanya hanya bisa memasrahkan segala rasanya kepada sang penciptanya. Ia benar-benar tawakal dengan apa yang telah di usahakannya.Ia yakin bahwa Allah telah menyiapkan yang terbaik untuk setiap hambanya, jadi tidak perlu ragu lagi menjalani kehidupan ini dengan mengabdikan diri untuk agama-Nya sebagai bentuk ibadah.


"Assalamu'alaikum ummi, jadikan berangkatnya. Kok belum ada kabar? " Tanya Lutfi dalam telfon kepada ummi Syarifah yang rencananya mau menghadiri acara wisuda Lutfi bersama abah Yahya.


"Waalaikum salam, in sya Allah lusa kata abah berangkatnya. Bukannya acaranya seminggu lagi, kenapa sudah sibuk dari sekarang mas" Ucap ummi Syarifah


"In sya Allah, semoga semuanya di mudahkan oleh Allah" Doa ummi


"Aamiin ya Allah" Lutfi mengaminkan doa umminya


"Sudah ya mas, ummi di panggil abah"


"Ia mi, salam sama abah. Assalamu'alaikum"


"Waalaikum salam" Ummi Syarifah menutup panggilan teleponnya dan bergegas menuju abah Yahya yang sedang kedatangan tamu


*****


Karena kesibukan di pesantren dadakan, abah Yahya baru bisa berangkat satu hari sebelum acara wisuda Lutfi. Hari ini mereka telah sampai di bandara dan sedang menunggu Lutfi yang telah berjanji menjemput abah dan umminya sore ini. Yang di tunggu-tunggu pun akhirnya datang jua, mereka langsung temu rindu karena selama Lutfi meninggalkan tanah air kurang lebih tiga tahun karena di akhir semester terkena masalah sehingga semakin lama selesai kuliahnya belum pernah pulang.


"Ummi, abah" Lutfi langsung mencium tangan mereka bergantian. Ummi terlihat membendung air matanya karena begitu bahagianya dapat bertemu kembali dengan putra bungsunya yang dulunya begitu manja bila bersama ummi. Ummi Syarifah tidak menyangka jika Lutfi akhirnya bisa melalui hari-harinya yang jauh dari keluarga.

__ADS_1


"Kamu baik-baik saja kan mas? " Tanya abah Yahya kepada Lutfi


"Alhamdulillah Bah," memandang abahnya dengan senyuman bahagia


"Semoga perjuanganmu selama ini Allah nilai ibadah sebagai pejuang di jalan-Nya" Doa abah Yahya kepada putranya


"Aamiin" Jawab Lutfi sambil membawa koper menuju taxi yang di pesannya


"Tidak hanya sekedar pelarian kan mas" Sindir ummi Syarifah sambil mengikuti langkah Lutfi


"Ummi, Lutfi hanya ikhtiar yang terbaik. Menyibukkan diri untuk mencari dan mempelajari tentang agamanya, kan gak salah mi" Bela Lutfi


"Sebenarnya kalian bicara apa, abah kok gak paham ya" Abah Yahya penasaran


"Itulah abah sibuk, jadi gak sadar anaknya kabur selama ini." Canda ummi Syarifah


"Tapi Allah punya rencana lain mi, walau pun Lutfi sudah menghindar demi kebaikan. Kami akhirnya bertemu juga di sini" Ucap Lutfi kagum dengan rencana Allah


"Jadi ceritanya lagi bahas Tiara ini" Selah abah yang mulai mengerti


"Itu abah akhirnya paham" Senyum ummi Syarifah


"Ngomong-ngomong dia ada di sini, kabarinlah abah sama ummi datang. Abah yakin dia langsung datang" Tebak abah Yahya


"Siap abah, nanti makan malam Lutfi undang dia ya" Senyum Lutfi penuh makna


"ia, ummi juga kangen sama Tiara. " tambah ummi Syarifah


"emangnya abang sama ummi gak capek, kelihatannya semangat aja hidupnya masih seperti yang dulu" puji Lutfi


"kalau hati kita selalu bahagia dan bersyukur, lelah itu malu mau hinggap di diri kita" ucap ummi Syarifah


"ummi bisa aja selalu membuat Lutfi bangga punya ummi" senyum bangga


"ummi juga bangga punya kalian dalam hidup ummi" mengelus pundak Lutfi menunjukkan ummi Syarifah benar-benar bangga kepada putranya


"kapan kita bisa kumpul semua ya mi? " tanya Lutfi yang rindu kebersamaan keluarganya yang telah jauh-jauh tinggalnya


"tunggu kamu nikah lah, in sya Allah mas sama mbx mu pulang ke pondok. " jawab ummi

__ADS_1


"lebaran semalam mereka datang, kamu tidak mau pulang" tambah abah Yahya


"kan nanggung Bah, " jawab Lutfi sedikit menyesalinya


__ADS_2