PERAWAN CINTA

PERAWAN CINTA
Silaturahmi


__ADS_3

"assalamu'alaikum Bu" ucap Yosi sambil mengetuk pintu rumah Bu Mala


"waalaikum salam Nak, sini masuk. " jawab Bu Mala


"ini Bu, mau mengembalikan Tiara"


"iya, gimana Tiara nya senang? " memandang Tiara yang terlihat senang


"alhamdulillah Bu, Tiara senang banget. "


"eh, Tiara. Udah besar aja, siapa Ini. calonnya ya" Citra muncul dari kamar


"Kak Citra" Tiara langsung memeluk erat Citra


"kangen ya" sambil balas memeluk


"banget Kak. Abang mana Kak? "


"itu lagi istirahat di kamar, tadi habis jalan-jalan. kangen juga sama kota kita ini" melepas pelukannya


"Kakak sih, jarang pulang" dengan ekspresi kesal


"ternyata kamu pandai juga milih calon ya Ra"


"Calon apa Kak, calon walikota? " candanya


"itu" menunjuk dengan lirikan matanya memandang Yosi yang sedang mengobrol Pak Tejo suami Bu Mala


"bukan Kak, itu Kak Yosi. Kakak angkat Tiara"


"jadi udah ada Kakak angkat sekarang ya"


"alhamdulillah Kak, keluarganya sayang banget sama Tiara"


"syukur lah kalau begitu Ra, jadi kamu banyak saudara"


"iya Kak"


"Keyla dan Kesya nanyain kamu terus dari tadi tuh"


"di mana mereka Kak"


"belum bangun juga, kecapean. "


"nanti aja Kak, Tiara mau mandi dulu baru ke mari lagi ya Kak"


Tiara bergegas ke rumahnya untuk membersihkan badannya yang sudah gerah dan melaksanakan sholat ashar.


"aunty Ara, assalamu'alaikum"


suara Keyla dan Kesya terus meningkat karena tidak ada jawaban dari dalam rumah Tiara.


"wa'alaikum salam sayang," sambil memeluk Adelia


"aunty ngapain kok lama kali buka pintunya" ucap keyla


"maaf ya sayang, aunty masih sholat. ini masih pakai mukenah kan"


"iya, aunty ketemu sama Allah ya" ucap Kesya


"iya sayang, kamu kok makin pintar aja"

__ADS_1


"main tempat nenek yuk aunty Ara" dengan manjanya


"sebentar ya sayang, aunty buka mukenah dulu ya"


"ikut"


"sini-sini anak manis"


Keyla dan Kesya yang masih berusia lima tahun itu pun mengikuti aunty nya yang selama ini hanya melihat dari Video call saja. terakhir bertemu setahun yang lalu. Tiara yang menyukai anak kecil sangat senang mengajak Keyla dan Kesya bermain sehingga membuatnya lengket sampai sering menelpon Tiara walaupun sudah kembali ke rumahnya. Belum sempat mereka ke rumah Bu Mala, Tiara pun kedatangan tamu


"assalamu'alaikum"


"wa'alaikum salam warohmatulohi wabarokatuh, silahkan masuk Rani, Tania"


"ini siapa aunty? " Keyla bertanya


"ini aunty Rani, ini aunty Tania. Salam aunty nya sayang"


Keyla dan Kesya pun menyalami mereka bergantian


begitu juga Tiara


"silahkan dimakan kuenya, maaf ya. Adanya hanya itu" ucap Tiara


"udah bisalah Ra," kata Rani


"bisa apa? " tanya Tiara yang masih belum mengerti arah pembicaraan Rani


"punya anak"


"hus, kamu itu ya. calon aja belum ada mikir punya anak"


"assalamu'alaikum Ra,"


"wa'alaikum salam Kak"


"masuk Kak, ini ada teman Tiara. "


"gak usah Ra, Kakak mau pamit aja. Sudah sore"


"iyalah Kak, makasih ya Kak"


"ia sama-sama"


"Hati-hati Kak"


" kamu ya Ra, dalam diam. katanya belum ada calonnya, itu siapa? "


"itu Kak Yosi, yang hari itu pernah aku ceritakan sama kalian. Kakak kelasku yang mau aku temui itu"


"ooo, jadi udah jadian"


"jadian apanya"


"atau lamaran, Tiara kan gak mau pacaran"


"kalian cerita apa sih, dia Kakak angkat ku. dia hari itu mau bilang, aku itu mirip banget sama adiknya. Tetapi adiknya beberapa tahun yang lalu meninggal"


"kirain, calon kamu Ra. single gak Ra? " tanya Tania


"hem, udah ada pacarnya"

__ADS_1


"oh, kita mundur alon-alon kawan"


"Kesya mau itu aunty"


menunjuk kue nastar


mereka asik bercerita tanpa menyadari matahari sudah masuk di peraduannya. akhirnya mereka pun berpamitan pulang ke rumah mereka. setelah magrib Tiara pun mengantar pulang keyla dan kesya.


"assalamu'alaikum nek" ucap mereka bersamaan


"wa'alaikum salam, sini kita makan sama-sama"


mereka makan dan menghabiskan waktu dengan bercengkrama me replay ulang kisah silam yang manis untuk di kenang. tengah asyik bercerita Bu Mala tiba-tiba memotong pembicaraan mereka


"oh ia Ra, ibu hampir lupa. Semalam saat kamu baru saja berangkat ke rumah Yosi, Arya bersama ayahnya datang. Lumayan lama juga kami berbicara" jelas Bu Mala


"iya Bu, bersama pak Wijaya? " bertanya untuk lebih memastikan lagi


"iya"


"kok bisa" pikir Tiara


"kelihatannya Arya serius sama kamu Ra" ucap Bu Mala


"ah ibu, ada-ada aja"


"kamu sih, gak mau tau perasaan orang"


"bukan Tiara tidak mau tau Bu, hanya saja Tiara menjaga hati Tiara agar tidak terluka. Bukannya berharap kepada manusia itu hanya membawa kekecewaan, biarlah Allah nanti yang akan menentukan siapa pemilik hati ini. sebelum bertemu akan Tiara gembok Buk, kuncinya Tiara buang. siapa yang dapetin berarti dia jodoh Tiara" jelas Tiara dengan candaannya


"ternyata kamu masih seperti yang dulu ya Ra" tambah Kak Citra


"Tiara tetap masih Tiara Kak" dengan senyuman mengembang


"iyalah Ra, Kakak setuju kamu seperti itu. seriusin aja dulu sekolah kamu sampai selesai, gapai mimpi mu menjadi kenyataan. tambah ilmu sebanyak mungkin, urusan jodoh udah ada yang ngatur" nasehat kak Citra


"siap Kak, seneng punya Kakak yang pintar seperti ini" memeluk Kak Citranya dengan erat


"ya sudah kita istirahat, besok lagi kita sambung. Tiara tidur di sini aja ya" ajak Bu Mala


"di rumah aja lah Bu. Kak Citra mau ikut? " ajak Tiara


"mana bisa lagi Kakak pergi sesuka hati Ra, udah ada ekor yang harus selalu di bawa. emang kamu, yang masih single" canda kak Citra


"oh iya, lupa Tiara Kak. Tiara pamit sekarang ya Bu"


"iyalah Nak, kamu itu susah sekali di ajak tidur di sini" ucap Bu Mala


"kangen sama bantal Tiara Bu, semalam sudah tidak di peluk. Nanti ngambek susah membujuknya Bu"


"kamu itu ya, ada-ada aja"


"pamit ya Bu, Kak Citra. Assalamu'alaikum warohmatulohi wabarokatuh"


"Wa'alaikum salam warohmatulohi wabarokatuh"


malam semakin larut, suasana semakin hening. malam ini bintang - bintang bermain mata begitu indahnya. sejenak langkah Tiara terhenti memandang takjub indahnya penciptaan alam semesta.


Masya Allah, nikmat mana lagi yang kau dustakan


aku merindukanMu ya Robby, bulu kuduk Tiara merinding dengan perasaan yang haru. Ia suka tidur sendiri di rumahnya dari pada di tempat lain, karena di sepertiga malamnya ia senang menghabisinya dengan sang Maha Cintanya. Cinta yang ia labuh kan untuk Nya, karena ia yaqin hal itu tidak akan merasakan kekecewaan di dalam hatinya. Bahkan ia merasakan kekuatan untuk menjalani hari-harinya lebih baik lagi

__ADS_1


__ADS_2