
"assalamu'alaikum warohmatulohi wabarokatuh" Tiara di temani Wulan setelah pulang pengajian mampir ke rumah ustadzah Syarifah. Sejak tadi malam telah ia adukan masalahnya kepada sang Maha Kuasa, Tiara yakin jika kita punya masalah besar ada Allah yang maha Besar. Tetapi kita sebagai manusia juga perlu ikhtiar
"wa'alaikum salam warohmatulohi wabarokatuh, masuk Nak" jawab ustadzah Syarifah
"Terima kasih ustadzah, maaf mengganggu waktu istirahatnya" kata Tiara
"gak papa, tidak perlu minta maaf. Tiara sudah seperti anak ibu sendiri, jadi kalau ada keperluan jangan sungkan" ucap ustadzah Syarifah
Tiara sulit untuk menyampaikan maksudnya sehingga Wulan menggoyangkan tangan Tiara untuk segera menyampaikan tujuannya karena hari semakin larut malam
"begini ustadzah, saya minta solusi dan pendapatnya tentang hal yang sedang Tiara hadapi. Tiara percaya kepada ustadzah pasti bisa memberi solusi, insya Allah akan Tiara laksanakan" jelas Tiara menyusun kata
"silahkan Nak, selagi ibu bisa bantu. Akan ibu usahakan sebaik mungkin" jawab ustadzah Syarifah
"begini ustadzah. Ustadzah ingat kan, teman kami laki-laki yang akhir-akhir ini ikut ta'lim ke pengajian pesantren. sekarang dia lagi di rawat di rumah sakit ustadzah"
"inna lillahi wa Inna ilaihi rojiun, sakit apa Nak"
"kebetulan beberapa hari lalu kami menjenguknya ustadzah, kata dokter terkena kanker otak ustadzah"
"ya Allah, jadi sekarang kondisinya seperti apa Nak"
" semalam ayahnya datang ke rumah Tiara mengabarkan bahwa Arya sudah stadium akhir. tetapi ada permintaan Arya yang ingin ayahnya wujudkan,"
dengan tertunduk Tiara berkata "ayahnya ingn melamar Tiara untuk Arya ustadzah, menurut ustadzah Tiara harus bagaimana? "
"kamu mencintainya? "
" Tiara masih menjaga cinta ini untuk tetap suci, hingga Tiara bertemu dengan seseorang yang layak untuk Tiara Cintai"
"jadi intinya kamu belum punya rasa kepada siapa pun Ra"
"bener ustadzah, tetapi Tiara punya seseorang yang Tiara kagumi"
"siapa Nak? " tanya ustadzah Syarifah dengan penasaran
"maaf ustadzah, sepertinya biarlah namanya tetap menjadi rahasia dan tersimpan." jawab Tiara
"kalau menurut ibu, pernikahan itu bukan hal main-main. Tanggung jawabnya dunia akhirat dan tentunya setiap kesulitan di dalamnya juga ada pahala besar menjadi ganjarannya. Ya, semua kembali kepada kamu Ra, bagaimana kamu menata niat dan menghadapinya dengan baik. istikharah lah agar hati kamu mantab nya ke mana"
Walaupun keinginan ustadzah Syarifah untuk menjodohkan Tiara untuk putra bungsunya dan beliau tahu benar bagaimana perasaan Luthfi kepada Tiara, namun keadilan harus tetap di tegakkan. bukankah begitu...
"baiklah ustadzah, mohon bantuan doanya agar Allah memberikan jalan yang terbaik"
"aamiin, kamu yang sabar ya Nak. percayalah Allah akan selalu ada untuk mu"
"Terima kasih ustadzah, kalau begitu kami permisi sekarang ustadzah. Assalamu'alaikum warohmatulohi wabarokatuh"
"wa'alaikum salam warohmatulohi wabarokatuh"
mereka pun keluar dari rumah ustadzah Syarifah dengan hening. Tiara melangkahkan kakinya tanpa tau harus kemana
__ADS_1
"Ra, kamu gak apa-apa kan"
"enggak Wulan,"
"tapi kamu kelihatan bingung"
"ia sih, seumur hidup aku. sepertinya hal ini tidak pernah aku bayangkan akan mengalaminya"
"kamu yang sabar ya Ra, insya Allah ada jalan" Wulan menguatkan Tiara
"ayo kita pulang, nanti kemalaman Ra" menuntun Tiara ke arah kendaraan mereka
Wulan pun mengambil alih membonceng Tiara
"menurutmu Wulan, aku ceritakan kepada Kak Yosi gak ya? "
"perlu lah Ra"
"tapi menurutku setelah aku memiliki jawaban dulu Wulan, aku takut semakin bingung"
"ia juga sih Ra, kalau kata ustadzah semua kembali kepadamu berarti kamu tinggal mantapkan hatimu dengan istikharah. Nanti jika sudah kelar baru tuh ceritain ke keluarga angkat mu"
"rencananya gitu Wulan, kamu juga jaga rahasia ini dulu ya"
"siap, kamu jangan terlalu banyak berfikir. pasrahkan saja semua kepada sang Maha Kuasa Ra"
"alhamdulillah, kamu sudah banyak berubah Wulan. Makin pinter aja, makasih ya udah temani aku"
"ia Wulan, berhenti tuh dah nyampe. Cerita aja"
"he.he.hampir kelewatan. Aku lanjut aja ya Ra, nanti papa ku ngomel kalau aku pulang kemalaman"
"baiklah, Hati-hati. Assalamu'alaikum warohmatulohi wabarokatuh"
"wa'alaikum salam warohmatulohi wabarokatuh"
*****
Di penghujung malam
di atas sajadah yang ku bentang
dengan kerapuhan hati dan kehinaan diri
ku merengkuh memohon ampunan dan pertolonganMu ya ilahi Robbi
Tiada jalan yang terbentang luas kecuali dengan izin dan ridho Mu
tak kan mampu aku menggapai asa
tanpa bimbingan Mu
__ADS_1
aku yang tuli dan buta tanpa sinaran cahaya Mu
mohon jangan tinggalkanlah diri ini seorang diri
daku tertatih merangkak untuk menggapai cintaMu
tunjukkin Hamba jalan lurus Mu
jalan para kekasih Mu
walau pun hamba belum pantas menjadi kekasihMu
namun, izinkan hamba terus belajar mencintaiMu
walaupun belum banyak yang bisa hamba wujudkan sebagai bukti cinta hamba kepada Mu
Engkau tau gundah hati ini
mohon berilah kemantapan hati untuk yang terbaik yang harus hamba pilih
jika memang Arya yang terbaik untuk agama dan hidup hamba mohon Petunjuk Mu
namun jika bukan dia, mohon bimbingan Mu
hanya Engkau sandaran hati ini ya Robbi
saat ku rapuh dalam langkah
dan tak sempurna mencintaiMu
dalam dada hanyalah padaMu
maafkanlah bila hati
kadang tak setia kepada-Mu
namun cinta dalam jiwa hanyalah padaMu
Dengan linangan air mata yang mengalir deras di penghujung malamnya, Tiara bersimpuh mengadukan segala resah dan bimbang nya. Keputusan besar harus ia ambil hari ini di dalam hidupnya.
Ia kini hanya pasrah apa pun yang akan terjadi, semoga selalu dalam bimbingan dan Ridho Nya
kumandang suara azan terdengar begitu syahdu seakan mengerti betul perasaan yang sedang di alami Tiara. Tanpa terasa waktu subuh pun telah tiba, matanya yang terlihat sembab itu pun di sapunya dengan tangannya. Namun perasaanya sedikit lega dan plong dari sebelumnya, kini ia lebih siap menghadapi semuanya dengan ikhlas karena ia yaqin Allah bersama Nya. Apa pun keputusannya nanti semoga yang terbaik untuk semuanya.
setelah azan selesai ia menyempatkan untuk melaksanakan sholat sunnah sebelum subuh karena ia yaqin bahwa sholat sunnah sebelum subuh itu lebih baik dari dunia beserta isinya.
"Allaaahu Akbar" ia mengangkat kedua tangannya untuk takbir
masalah yang ia hadapi saat ini mampu membuat ia merasakan ke khusyuk yang begitu dalam di dalam sholatnya. Terkadang kita merindukan ujian itu agar kita dapat merasakan kedekatan yang lebih kepada Tuhan kita
kalau tidak percaya coba saja kawan, di jamin dech
__ADS_1