
waktu terus berjalan, hari demi hari terus berlalu. Kehidupan ini terus berganti, para pemuda di sibukkan dengan pencapaian dan harapan untuk masa depannya. Begitu pula Lutfi dan temanya, tidak terasa mereka berada di desa Mekar sari sudah dua bulan. Rencana mereka satu bulan ke depan tepatnya di bulan suci ramadhan ialah membuat perlombaan dari materi yang telah mereka sampaikan sebelumnya
Mereka pun sibuk menyiapkan pentas dan juga mendata anak yang akan mengikuti acara ini. Mereka di bantu dengan remaja masjid di desa yang menjadi ketua panitia acara ini. Banyak perlombaan yang mereka selenggarakan dan sangat antusias masyarakat untuk mengikutinya.
"Assalamu'alaikum warohmatullhi wabarakatuh" Ucap Lutfi dalam membuka acara
"Baiklah di sini saya selaku penanggung jawab penuh pada acara ini dengan tema mengisi bulan yang berkah dengan kegiatan yang berfaedah. Sambil kita berpuasa dan mentadabburi Al-Qur'an serta dalam seharinya kami menyediakan satu perlombaan untuk anak-anak di desa ini. Mohon dukungan dan partisipasinya dalam acara yang sama-sama kita selenggarakan" Jelas Lutfi dalam kata sambutan selaku ketua panitia
"Apakah kamu mau abah jodohkan dengan pemuda itu Nduk? " Bertanya pada anaknya yang begitu serius memperhatikan Lutfi
"Apakah pantas wanita seperti bunga ini mengharap sang bintang yang begitu bersinar Bah" Jawab Bunga
"Kita kan ikhtiar Nduk, tidak ada salahnya mencoba. Abah suka dengan tanggung jawab dan kepeduliannya dengan anak-anak di desa kita ini. Jika orang seperti dia yang akan menggantikan abah, abah yakin desa kita akan semakin maju" Jelas Pak Trisno kepada putrinya yang duduk berdampingan di kursi menyaksikan sambutan-sambutan acara pembukaan
"Bener Bah, jarang hati Bunga berdecak kagum melihat pemuda. Namun ketika melihat mas Lutfi hati ini begitu mengaguminya Bah. " dengan menundukkan kepalanya pasrah dengan perasaanya yang menyiksa
"Kalau kamu setuju, selesai acara ini abah akan menyampaikan maksud dan niat kita" Sambil memandang Bunga dengan kasih sayang. Pak Trisno tau kalau putrinya kebelakangan ini begitu tersiksa dengan perasaanya, hanya bisa melihat dan mengagumi orang yang dia sukai dari kejauhan. Karena memang seperti itulah adat di sini, tidak boleh adanya kedekatan lelaki dan perempuan yang dapat mendatangkan maksiat. Lutfi pun terlihat sangat menjaga diri dan tidak pernah terlihat dekat dengan perempuan mana pun. Ia banyak melibatkan petugas-petugas acara atau pun kegiatan dengan lelaki. Katanya lelaki itu harus jadi pemimpin.
"Baiklah Bah, bunga pasrahkan sama Allah yang terbaik. " Ucap Bunga
"Ya udah, jangan lesu begitu. Semangatlah Nduk" Sambil mengusap kepala putrinya
Tanpa terasa acara demi acara telah berlalu. Dan sebelum mengakhiri acara pembukaan ini, masyarakat berdoa bersama dalam menyambut keberkahan bulan suci ramadhan dan kelancaran acara yang akan dilaksanakan beberapa hari ke depannya
*****
Banyak perlombaan yang diadakan, dari mulai lomba murottal Al-Quran, Tilawah,hafalan surat pendek, pidato, mengumandangkan azan dan ada juga praktek ibadah seperti wudhu, sholat wajib sampai dengan sholat mayyit.
Masyarakat sangat senang dengan di adakannya kegiatan ini, Anak-anak menjadi termotivasi untuk berlomba menguasai ilmu yang sudah di berikan kepada mereka.
Walau suasana berpuasa, tetapi tidak menunjukkan wajah-wajah lesu mereka. Karena kegiatan lomba hanya di adakan satu perlombaan di pagi hari, kalau malam mereka meramaikan masjid dengan sholat tarawih dan tadarus Al-Qur'an
"Kamu kenapa War, melamun aja. Nanti melayang ruhnya tuh" Menepuk punggung Anwar
"Kasih aku saran untuk hati yang gelisah ini Fi, “ jelas Anwar yang merasa tidak tenang
__ADS_1
" Istighfar War, lagi pula ini kan bulan romadhon. Banyak hal kebaikan yang bisa kita lakukan mengusir kegundahan hati kita"jelas Lutfi
"Iya Fi, tapi masih kepikiran aja"
"Memangnya apasih yang mengganggu dan mengusik hatimu War? " Dengan tersenyum menyelidik
"Tapi jangan di tertawain ya Fi"
"Iya"
"Janji"
"In syaa Allah"
"Sebenarnya kebelakangan ini aku sering mimpiin Bunga ya"
"Itu karena kamu selalu memikirkannya sehingga terbawa ke dalam mimpi"
"Iya sih,"
"Mungkin kamu menyukainya War" Tersenyum menggoda
"Sabar ya War, ini ujian"
"Iya aku tau ini ujian, tapi apa solusinya Fi? "
"Menikahinya" Jawab Lutfi singkat, padat dan tepat
"Masalahnya, apakah Bunga bersedia? "
"Ya ta'arufan dulu War, baru tau jawabannya"
"Begitu ya Fi, Kira-kira kapan waktu yang tepat ya"
"Ada baiknya selasai acara War"
__ADS_1
"Maukah kamu yang menjadi perantara niatku Fi? "
"In syaa Allah, dengan satu syarat"
"Apa tu, yang penting jangan susah-susah ya Fi"
"Semangat dalam kegiatan sampai selesai dan jangan sering melamun"
"Siap Bos" Jawab Anwar semangat
*****
Sepuluh hari telah berlalu dalam kesibukan perlombaan dan juga puasa Romadhon. Panitia mengadakan acara pengumuman juara dan penutupan acara rapatnya di tanggal 17 ramadhan, bertepatan dengan acara nuzul Qur'an. Mereka akan mengundang ustadz kondang dari luar desa, sehingga meminta penangguhan waktu selama seminggu.
Para panitia di sibukkan dengan merekap nama-nama para juara dan ada yang menyiapkan hadiah. Begitu juga Lutfi yang harus keluar desa di temani pemuda desa yang mengerti daerah yang dekat untuk di tempuh dalam memenuhi kebutuhan untuk acara mereka. Mereka sekalian mengundang mubaligh kondang dan juga mencari piala untuk para juara.
Tanpa terasa karena sibuk dengan tugasnya masing-masing, akhirnya acara yang di tunggu-tunggu pun akhirnya terlaksanakan juga.
Mubaligh kondang yang mereka undang pun tidak mengecewakan, mengisi acara dengan segudang pengetahuan sehingga dapat menghipnotis masyarakat diam terpaku mendengarkan dengan antusias.
Suasana menjadi riuh saat mengumumkan juara perlombaan, tepuk tangan mengiringi acara. Tidak terasa acara selesai tepat dengan masuknya waktu zuhur, sehingga masyarakat pun langsung membubarkan diri setelah acara di tutup.
"Ayo kita langsung saja sholat jama'ah di masjid ya, " Ajak Lutfi kepada anggota panitia
"Siap Kak" Jawab mereka
Setelah sholat zuhur berjama'ah dan orang-orang pada pulang hanya tinggal panitia acara yang tidak membubarkan diri. Lutfi pun maju kedepan
"Assalamu'alaikum warohmatullhi wabarakatuh" Ucap Lutfi
"Wa'alaikumsalam warohmatullhi wabarakatuh"
"Saya meminta waktunya sebentar ya, saya hanya ingin mengucapkan Terima kasih banyak pada anggota panitia karena sudah membuat sukses acara kita" Dengan senyum bangga
"Sama-sama Kak"
__ADS_1
"Kita merapikan dan membongkar tendanya setelah Asar saja jadi jika lelah tidak jauh dari waktu berbuka. Tugas laki-laki membongkar pentas dan yang perempuan menyediakan menu berbuka, " Jelas Lutfi
"Siap Kak" Jawab anggota panitia dengan senang hati. Mereka senang di arahkan oleh Lutfi karena mereka nyaman, Lutfi sering mengarahkan namun dia juga banyak turun ikut andil dalam melakukan yang di arahannya sehingga membuat kedekatan dan keakraban di antara mereka.