PERAWAN CINTA

PERAWAN CINTA
Surprise


__ADS_3

Hari ini sahabat Tiara, Tania dan Rani akan datang ke Turki. Sebenarnya mereka ingin memberikan kejutan kepada Tiara, agar tidak terlihat, mereka meminta agar Tiara tidak menjemputnya di bandara. Hanya meminta alamat apartemen yang mereka minta.


"Assalamu'alaikum" Ucap Rani dan Tania bersamaan


"Waalaikum salam warohmatullahi wabarokatuh"


"Tiara" Rani dan Tania bersamaan memeluk Tiara saat Tiara sudah membuka pintu


"Akhirnya kalian sampai juga, semua aman kan? " Tanya Tiara


"Alhamdulillah berkat Allah mengirimkan malaikatnya untuk menjaga kami" Senyum Rani yang sebenarnya menyindir seseorang


"Ayo masuk, kalian pasti lelah kan" Mengajak mereka masuk


"Kamu sendirian tinggal di sini Ra?" Tanya Tania yang melihat sekeliling apartemen yang di tempati Tiara


"Tidak, sama Jihan" Jawab Tiara


"Tapi kok tidak kelihatan" Ucap Rani


"Inikan lagi libur semester, jadi dia pulang ke Indonesia" Jelas Tiara


"Ooo," Jawab Rani dan Tania bersamaan menandakan mereka mengerti


"Dia dari mana emangnya Ra? " Bertanya lagi


"Katanya Aceh, kita tidur di kamar aja. Sini, " Mengajak Tania dan Rani masuk ke kamar


"Emangnya muat Ra? " Tanya Tania


"Ya kita muat-muat kan lah, kalau gak muat di atas aku bisa tidur di bawah aja" Jelas Tiara


"Lumayan juga kamar kamu Ra, tidak terlalu kecil dan juga tidak terlalu besar. Bisalah untuk kita bertiga" Tambah Rani langsung merebahkan tubuhnya


"Kalian pasti lapar, aku pesan makanan ya. Kalian mau apa" Mengambil handphone nya di meja belajarnya


"Kami udah makan tadi Ra, saatnya kita istirahat. Huh, lelah juga ya" Tania ikut merebahkan tubuhnya di ranjang


Mereka ingin mengumpulkan tenaga untuk ngerjain Tiara nanti malam, jadi saat ini membuat Tiara harus terlelap juga.


Melihat kedua temannya yang merebahkan diri karena lelah, ia pun ikut rebahan. Entah mengapa Tiara merasa aneh dengan sikap mereka yang biasanya ingin tau semuanya mendadak cuek dan langsung meninggalkannya terlelap tidur.


"Apa begitu lelahnya kalian hingga tidak mampu lagi bercerita denganku seperti biasanya bila kita lama tidak kumpul" Ucap lirih memandangi wajah kedua sahabatnya sekaligus sudah seperti keluarganya yang selalu peduli kepadanya.


Asik dengan memutar memory ketika bersama sahabat-sahabatnya yang selalu membuatnya tersenyum dan akhirnya tanpa sadar mata sudah terpejam menyambung cerita baru di alam mimpi.

__ADS_1


Tepat jam 00.00 waktu setempat, handphone Rani bergetar tanda panggilan masuk. Sedangkan handphone Tania juga bergetar di tangannya karena alarm berbunyi, sengaja meletakkan handphone di tangannya agar terasa jika bergetar.


"Halo, dengan siapa? " Rani mengangkat panggilan dengan malas


"Dengan HANTU" Jawab Yosi di seberang sana


"HANTU," tidak kalah penekanan suaranya


"Kalian udah pada bangun belum" To the poin akhirnya Yosi


"Oh, Kak Yosi. Kirain tadi hantu beneran" mulai siuman dari tidurnya


"Kalian sudah siap ya" Ucap Yosi


"Siap Kak" Jawab Rani


"Assalamu'alaikum" Menutup panggilannya


"Wa'alaikum salam" Jawab Rani


Setelah menutup panggilan dengan Yosi, Rani membangunkan Tania yang tidak terpengaruh dengan getaran handphone yang ada di tangannya.


"Tan, Tan. Bangun" menggoyang kan tubuh Tania


Mereka bergegas mempersiapkan segala sesuatunya. Tania dan Rani menghiasi wajah Tiara dengan tepung yang berlapiskan mentega sehingga mudah pengaplikasiannya di wajah Tiara. Tidak lama berselang suara ketukan pintu berbunyi


"Ra, Ra. Tiara, bangun" Rani dan Tania membangunkan Tiara bersamaan


Tanpa menunggu lama Tiara yang dengan mudahnya terbangun langsung bingung dan terasa aneh di wajahnya, namun karena reaksi temannya yang seperti kepanikan membuatnya melupakan sejenak tentang dirinya


"Ada apa" Melihat keduanya merapat ke dekat Tiara seperti orang ketakutan


"Tadi ada suara orang ketuk-ketuk pintu Ra" Jelas Rani


"Mana ada" Jawab Tiara menenangkan seperti seorang ibu yang sedang menenangkan anaknya yang sedang ketakutan dengan rangkulannya


Tok tok tok


Suara ketokan pintu itu berbunyi lagi


"Itu kan Ra, apa ku bilang" Kata Rani merasa benar


"mungkin ada orang yang perlu bantuan atau apa gitu" Ucap Tiara langsung bangkit dari tempat tidurnya


Ketika hendak menyalakan lampu ruang tamu, Tania dengan sigap mencegahnya

__ADS_1


"Jangan Ra, kita intip pelan-pelan. Biarkan lampunya mati, kan dia tidak melihat kita dari luar" Jelas Tania dengan meyakinkan


"Ok, aku buka pelan-pelan ya" Tiara terus melangkah menuju pintu


"Kami nunggu di sini ya Ra, takut kalau hantu" Rani menunjukkan ekspresi ketakutan


Padahal hanya mencari posisi saklar lampu sehingga memudahkan mereka membuat surprise kepada Tiara


Perlahan Tiara membuka kunci pintunya dan saat pintu terbuka


Klik


Lampu pun hidup dan Yosi sudah ada di depannya Tiara dengan sebuah kue yang bertuliskan nama Tiara


"Selamat ulang tahun, selamat ulang tahun, selamat ulang tahun Tiara" Sambut mereka bersamaan


"Makasih semuanya" Tiara tersenyum hari dan memeluk kedua sahabatnya dengan erat


"Enak ya kalian langsung dapat pelukan, Kakak dapat apa Ra" Goda Yosi yang merasa iri terabaikan


"Kakak maunya apa? " Goda Tiara lagi


"Apa ya," Menunjukkan ekspresi berpikir keras. Akhirnya muncul juga, karena melihat wajah Tiara yang seperti badut itu.


"Foto sama kamu boleh? " Tanya Yosi


"Boleh Kak," Tiara menuju ke arah Yosi dan berada di sampingnya


Tanpa menunggu perintah, Rani langsung mengambil aba-aba


"Senyum, satu, dua, tiga" Ucap Rani yang menahan tawanya melihat Tiara yang belum menyadari wajahnya


"Gimana, bagus gak?" Tanya Yosi


Rani yang tidak ingin Tiara menyadarinya akhirnya melarang Yosi untuk melihatnya sekarang


"Nanti, aku kirim di grup ya. Sekarang kita puaskan berfoto ria, dan Tiara potong kuenya" Jelas Rani seakan pembawa acara malam ini


"Baiklah" Tiara mengikut kemauan sahabatnya


Mereka berfoto ria, dan Tiara memotong kuenya dan menyuapinya kepada sahabat-sabahat nya serta tidak lupa kakaknya tersayang. Begitu juga sebaliknya, mereka bergantian menyuapi Tiara dengan tersenyum melihat wajahnya yang seperti ondel-ondel itu.


Hari yang cukup mengesankan buat Tiara, kehadiran sahabatnya sangat berarti baginya dan juga Yosi yang selalu bisa membuat hidupnya lebih berarti. setelah mereka merayakan hari bahagianya Tiara, akhirnya mereka benar-benar merasakan lelah yang sebenarnya dan tidur ke kamar Tiara.


Yosi kembali ke hotel yang tidak jauh dari apartemen mereka malam itu juga. Akhirnya ia mampu melihat orang yang sangat di rindukannya selama ini, rasa yang tidak bisa terungkapkan hanya senyuman menawannya yang mengekspresikan semuanya. Dalam keheningan malam di temani sinar rembulan yang remang-remang, pria tampan ini terus tersenyum bahagia yang masih mengingat jelas senyum bahagia Tiara ketika kehadirannya. Ia dapat merasakan wanita tegar itu walau terlihat selalu bahagia namun terselip kesedihan di matanya, sungguh ia begitu mengenalnya.

__ADS_1


__ADS_2