PERAWAN CINTA

PERAWAN CINTA
Fokus


__ADS_3

Pagi yang cerah menemani langkah Tiara untuk terus melangkah menapaki kehidupan yang sudah di takdir kan untuknya. Bagi nya saat ini ialah menjalani takdir terbaik yang sudah Tuhan atur untuknya. Hari ini adalah hari pertama ia magang di yayasan pendidikan islam yang sudah di tetapkan kampus untuknya. Menjadi mahasiswa kampus dengan predikat cumlaude adalah targetnya, sehingga ia akan serius mengabdikan diri di yayasan ini dan segera mengajukan proposal skripsi. Jika ada peluang mengejar beasiswa lanjutan s2 lagi.


"Assalamu'alaikum warohmatulohi wabarokatuh" Ucap Tiara memasuki ruangan yang di tugaskan kepadanya


"Wa'alaikum salam warohmatulohi wabarokatuh" Jawab murid kelas XII


Tiara sedikit canggung karena berhadapan dengan murid yang terlihat sebaya dengan dirinya


"Mungkin badan saya saja yang tidak berkembang, sehingga melihat mereka sudah dewasa" Ucap Tiara lirih saat memasuki kelas


Tiara pun memulai pembelajarannya dan menerapkan ilmu yang di dapatnya saat masa kuliah. Menerapkan strategi mengajar dengan baik, membuat anak-anak di kelas menjadi mencintai pelajarannya. Di selingi metode yang menyenangkan sehingga satu jam pelajaran tanpa terasa sudah berlalu.


"Ra, gimana tadi di kelas. Aman? " Tanya Wulan saat sudah melihat Tiara berada di ruang guru


"Alhamdulillah, walau pun terasa masih kakak dalam penerapan metodenya tapi sepertinya sukses membuat mereka aktif belajar" Jelas Tiara


"Ia, tadi saat aku lewat kelas XII. Mereka asik cerita kamu Ra, apalagi yang laki-laki. Hati-hati Ra, namanya anak masih labil"


"Emang kenapa Wulan? "


"Takut aja ada yang nekat"


"Gak lah, emang zaman kita. Muridnya pada nekat gitu"


"Biasanya gak jauh beda Ra"


"Kamu itu suka halusinasinya terlalu berlebihan Wulan"


Teng teng teng


"Masuk lagi Ra, yuk"


"Baiklah, semangat"


Mereka pun memasuki ruangan dengan mata pelajaran yang sudah di bebankan kepada mereka.


***


"Alhamdulillah, akhirnya selesai juga sidangnya" Ucap Yosi dengan rasa syukurnya


Sejenak dia menghentikan langkahnya melihat kelas Tiara


"Ra, kenapa semakin aku ingin melupakan mu, aku semakin merindukan mu" Ucapnya lirih


"Selamat ya sayang, akhirnya kuliah kita selesai juga" Chantika sengaja menunggu Yosi keluar dari ruangan karena dia mengetahui bahwa hari ini sidang akhir Yosi. Ia tetap berusaha mengejar Yosi dan setelah mengetahui Billa kembali, ia selalu bertanya kemana Yosi pergi dan apa yang sedang dilakukannya

__ADS_1


"Kamu kok tau aku sedang sidang? " Tanya Yosi


"Kenapa sih kamu masih meragukan kepedulian ku sayang, kurangnya apa aku? " Tanya Chantika


"Maaf ya, hatiku sudah ada yang punya" Jawab Yosi cuek


"Siapa, kalau memang ada dan dia lebih baik dariku. Akan ku ikhlaskan, asal kamu bahagia" Tantang Chantika


Yosi hanya terdiam, bagaimana mungkin dia menjawab sedangkan pilihan hatinya harus segera di delete atau di save ya


"Ku mohon kamu mengerti, aku bukan yang dulu lagi. Yang bisa menyayangimu"


"Aku tidak akan berhenti sebelum aku tau pasti kamu dengan siapa"


Yosi melangkah meninggalkan Chantika yang selalu mengusiknya


Chantika pun tidak tinggal diam, dia mengejar Yosi dan menggenggam tangannya


"Please, beri aku kesempatan satu kali lagi"


Yosi melepaskan genggaman Chantika dengan susah payah karena sangat erat di genggam Chantika


"Maaf" Ia melanjutkan langkahnya


"Jika aku tidak bisa memiliki mu, maka tidak ada juga yang bisa memiliki mu. Ingat itu" Jerit Chantika


***


Kalau bukan kepada Mu


Ku labuh kan cinta ini pada Mu


Agar ku temukan cinta yang sejati


Cinta yang tidak pernah pudar


Dan menyakiti


Cinta yang tiada dusta


Dan penyesalan diri


Biarkan aku kehilangan


Asal itu bukan tentang Mu

__ADS_1


Tiara menulis di catatan diary nya


Mengobati rindunya tentang Kakaknya yang pastinya dia mengetahui bahwa hari ini adalah sidang akhirnya


"Pasti Kakak sudah selesai, kenapa kita jadi seperti ini ya Kak? " Tanya Tiara sendiri


"Huh, " Melepaskan segala rasa yang ia rasakan


Frog frog frog


Pesan masuk di handphone Tiara


"Bu, izinkan aku mencintaimu" Nomor tanpa nama


Tiara hanya membacanya saja dan mengabaikannya


"Dasar anak nakal, begini kalau mengajar anak yang lagi puber" Ucap Tiara senyum sendiri


Tidak lama pesan masuk lagi


"Apa kah ada kesempatan aku meraih rembulan yang memberikan cahaya di kegelapan malam" Masih nomor yang sama


"Anak seperti ini jangan di tantang, tidak di tantang saja dia berani" Ucap Tiara sendiri saat melihat pesan masuk


Tiara membuka sosial membuat status di sosial medianya


SELAMAT BUAT YANG SUDAH SUKSES


Malah banyak yang like dari muridnya dan berkomentar namun Tiara tidak meresponnya


"Dengan cara ini saja Tiara bisa menyampaikannya Kak, semoga Kakak tau ya. Bahwa Tiara tetap menyayangi Kakak, sebenarnya Tiara tidak ingin kita seperti ini. Tetapi untuk kebaikan kita bersama semoga ini yang terbaik. " Ucap Tiara sedih


Yang di rasa memang merasa, Yosi hanya melihat tanpa like status Tiara


"Harus kuat Yosi, semua akan baik-baik saja " Menguatkan dirinya sendiri


"Ya Allah, mengapa Engkau titipkan rasa ini jika memang dia bukan untuk ku?" Merasa sesak di dadanya menahan perasaan yang ada


Akhirnya ia menutup mukanya dengan bantal dan menjerit sekuat tenaganya melepaskan segala rasanya agar hatinya terasa plong


"Tiara, aku menyayangimu dan akan tetap seperti itu"


Ditemani dinginnya malam, ia membuka jendela kamarnya. terlihat rembulan yang memberikan sinar kehangatan untuknya


"apa tidak adalah harapan untukku meraih mu" ucap Yosi menatap indahnya bulan di malam hari yang di temani gemerlapnya bintang

__ADS_1


"Tiada kata seindah doa, dari kejauhan aku akan selalu mendoakan mu. semoga engkau di sana baik-baik saja. wahai angin, sampaikan salam rinduku untuk dia yang sulit untuk ku lupakan, untuk dia yang mengingatkan ku bahwa hidupku dan mati ku selalu dalam genggaman kasih sayang Nya" meluah kan rasanya dengan penuh hari


"akan ku jaga cinta ini untuk Mu sang Maha Cinta, tuntun langkah ku menuju cinta Mu yang abadi. kini ku menyadari bahwa Engkaulah obat segala rasa yang hadir di hati ini."


__ADS_2