PERAWAN CINTA

PERAWAN CINTA
Hari Minggu


__ADS_3

Disaat orang lain istirahat di hari libur, namun tidak bagi seorang wanita yang merasa bosan jika harus bermalas-malasan di rumahnya. Seperti biasanya jika hari minggu ia akan ke toko butiknya.


Belum sempat Wulan sarapan bersama Tiara yang sudah mulai memasak, Wulan sudah di jemput oleh ayahnya karena ada arisan keluarga di hari Minggu. Terkadang di saat melihat kebersamaan temannya bersama keluarga nya, Tiara pun begitu merindukan mereka. Kini ia hanya mampu mengiringi rasa rindunya dengan untaian doa-doa semoga kelak disana dapat berkumpul bersama.


"Assalamu'alaikum warohmatullahi wabarokatuh" ucap Tiara saat membuka pintu tokonya


"Wa'alaikumsalam warohmatulohi wabarokatuh" Jawab Rani dan Tania sambil melirik tersenyum ke arah gudang pakaian


"Kalian kenapa, apa ada yang aneh karena saya lama tidak kemari? " Tanya Tiara yang terusik dengan senyuman mereka yang tidak biasa. Semenjak Tiara sibuk dengan urusan ujian akhir sekolahnya bulan lalu sampai sibuk dengan urusan kuliahnya sekarang memang baru kali ini Tiara ke butiknya


"Apakah selama tidak kemari kamu sudah menemukan pangeran tampan dari negeri sebrang tuan putri? " Tanya Rani menggoda


"Kalian ini apaan sih. Kok bertingkah aneh, " Ucap Tiara sambil mencubit hidung Rani dan Tania gemes dan kangen


"Udahlah Ra, jujur aja sama kami. Kami udah tau kok semuanya," Tambah Tania meyakinkan


"Tau apa ni, sekarang akunya yang gak tau apa yang kalian tau, " Balas Tiara yang masih belum mengerti arah pembicaraan karyawan nya.


"Bukannya di kampus banyak lelaki tampan Ra, tapi kamu memilih dia yang kelihatannya seumuran tuh sama kamu, " Sindir Tania lagi


" Udahlah, terserah kalian mau bilang apa. Aku mau,,, " Tiba-tiba ucapan Tiara terhenti saat melihat Arya sedang mengangkat kerdus ke arah mereka


"Ini letak di mana mbak? " Tanya Arya


" Mbak, embak. Emang kami embakmu apa!


Kan udah di bilang panggil nama aja, palingan kita hanya tua berapa tahun kan. " ucap Rani yang tidak Terima dirinya di panggil embak


"Kok kamu ada di sini? " Tanya Tiara kepada Arya


"Bantuin pujaan hatinya yang sedang bekerja, " Jawab Arya


"Hmm, siapa di antara kalian yang udah jadian sama ni anak? " Tanya Tiara melihat ke arah Tania dan Rani bergantian


"Tiara," Jawab mereka kompak


"Kok jadi aku. Sejak kapan? " Tanya Tiara lagi mengerutkan dahinya


" Mana kami tau, situ yang pacaran. " Balas Rani


"Kan kalian tau, tidak ada dalam kamus hidupku pacaran sebelum nikah. Mana mungkin aku Ran?" Tanya Tiara lagi


"Tapi Arya tadi bilang kalau kamu pujaan hatinya Ra," Jelas Rani lagi


"Terus kalian percaya." ucap Tiara yang menatap mereka bergantian

__ADS_1


"Arya, boleh kita ngomong di luar sebentar. " Ajak Tiara


Mereka pun keluarvmeninggalkan Rani dan Tania yang masih bingung


"Emang kamu bilang apa ke mereka Arya? " Tanya Tiara


"Aku bilang kalau kamu pujaan hatiku, " jawab Arya tanpa ragu


" Kamu pikir aku sama dengan wanita-wanitamu yang gampang kamu rayu dengan kata-kata manismu, ucap Tiara tanpa melihat Arya


"Aku tau kamu itu berbeda Tiara, makanya aku berusaha untuk mendapatkanmu dengan cara apapun. Izinkan engkau tetap menjadi pujaan hatiku Tiara walaupun saat ini aku bukanlah lelaki pujaan yang ada di hatimu, " Jelas Arya dengan penuh perasaan


Entah kenapa ia merasa takut kalau Tiara di miliki oleh orang lain saat ia tau bahwa ada kakak seniornya sudah terlihat mendekatinya.


"Kamu tau kan aku tidak suka pacaran. Jadi lupakanlah perasaanmu itu," Jelas Tiara lagi


"Baiklah kalau itu maunya kamu. Tapi aku akan bertindak jika aku tau kamu dekat dengan pria lain." ucap Arya tegas kepada Tiara dan meninggalkan Tiara begitu saja


"Itu anak, kenapa ya. Aneh, ya sudahlah gak usah di pikirin" Ucap Tiara sendiri


"Hmmm, jadi begitu ceritanya." Tiba-tiba Rani dan Tania muncul dari balik pintu


"Kalian, kebiasaan mendengar pembicaraan orang lain. " Kata Tiara


"Abisnya, kami penasaran. Kan bahaya penasaran itu Ra, jadi kamu harus cari solusinya." Terang Tania


Mereka pun sibuk memaketkan barang pesanan dan juga merapikan baju-baju yang baru dateng dari pabriknya langsung.


"Ra, nanti sore kita jalan yuk. Makan apa gitu, dah lama kita gak jalan-jalan Ra," Ajak Rani


"Aduh, sory banget ya Ran. Aku udah ada janji pula nanti sore, " sambil menunjukkan ekspresi wajah sangat menyesal


Padahal Tiara juga ingin jalan-jalan bareng karyawan nya, biasanya mereka sering jalan setiap minggu sore. Butiknya mereka tutup lebih cepat dari hari biasanya, karena hanya hari minggu mereka bisa melakukan itu, kalau hari lain orderan lebih banyak masuk.


"Jadi kapan lagi Ra? " Tanya Rani lagi


"In syaa Allah minggu depan ya. Aku bakal ngutamakan kita dari pada yang lainnya. Ini keburu udah aku iyakan janjinya, gak enak pula mau di batalin tiba-tiba, " Jelas Tiara yang merasa serba salah


"Janji sama siapa sih Ra, kayaknya penting sekali? " Tanya Tania yang tukang penasaran


"Ada Kakak senior kampus, katanya mau ada yang dibahas penting gitu" Ucap Tiara


"Laki-laki atau perempuan Ra? " tanya Tania lagi


"Laki-laki Tan," jawab Tiara

__ADS_1


"Jangan-jangan mau ngungkapin perasaannya lagi Ra, " Kata Rani asal


"Jangan seudzhon Ran, " Balas Tiara


"Makanya punya pacar Ra, biar gak banyak yang deketi," Goda Tania


"jangan goyahkan aku Tan, aku ingin cinta ku tetap perawan sampai hadir seseorang yang halal untuk ku cintai" menyemangati dirinya


"semoga di pertemukan secepatnya ya Ra" harapan Rani


"aamiin, makasih ya Ran. "


*****


"aku pamit dulu ya" sambil menyambar tasnya dan langsung menuju ke ke pintu keluar


"iya hati-hati Ra, jaga hatimu ya. awas di curi, " semuanya menggoda Tiara yang terlihat terburu-buru


"iya, tenang aja. udah tak gembok dan kuncinya kubuang kelaut, assalamu'alaikum warohmatulhi wabarakatuh. " bergegas pergi meninggalkan toko butiknya


"wa'alaikumsalam warohmatulhi wabarakatuh" jawab mereka


Tiara pun melakukan kendaraannya ke taman yang tidak jauh dari rumahnya, karena setengah jam yang lalu kak Yosi sudah memberi tahu bahwa dirinya sudah di taman


"assalamu'alaikum Kak, maaf Tiara telat. " sambil sedikit membungkukkan kepalanya dan mengagumkan kedua tangannya di dada


"iya Ra, gak papa. santai aja, lagian ini bukan pertemuan dinas yang harus tepat waktu yang digunakan atur dengan berbagai peraturan yang harus di patuhi," jelas Yosi yang melihat tingkah Tiara merasa bersalah


"iya ya Kak, " ucap Tiara dengan tertawa kecil yang membuat orang gemes melihatnya


"makasih ya Ra, udah mau nemuin Kakak. Kakak kira kamu gak datang, "


"in syaa Allah, kalau Tiara udah mengiyakan janji dan tidak ada halangan, Tiara usahakan tepati Kak. itu pun kalau hal yang penting ya Kak"


"jadi menurut Tiara Kakak penting"


"bukan Kakaknya, tapi urusannya"


"kok kamu tau urusannya penting Ra? "


"lihat wajah Kakak"


"kalau dilihat dari wajah kamu sih, kamu itu pintar ya Ra, "


"ada aja Kakak ini,"

__ADS_1


"iya, di wajah kamu itu banyak rumus-rumus, kode-kode rahasia"


mereka pun tertawa santai sambil duduk di bongkahan baru yang tersedia di taman yang memang berfungsi untuk tempat duduk. bercerita sambil melihat orang-orang yang hilir mudik bersama anggota keluarganya, atau ada yang sekedar berjalan sambil berolah raga. namun tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang memperhatikan mereka dari kejauhan.


__ADS_2