
Di ujung malam ini hamba bersimpuh di hadapan-Mu
Ampunilah dosa-dosa hamba
Bak buih di lautan
Bak pasir-pasir di tepian pantai
Namun hamba yaqin dan percaya bahwa
Ampunan-Mu seluas jagad raya
Robbi...
Terima kasih atas segala karunia dan limpahan nikmat yang telah Engkau hadirkan dalam hidup hamba
Ajarkan hamba selalu ikhlas dalam menerima segala takdir yang terbaik dari-Mu
Jagalah cinta ini hanya untuk-Mu
Bait doa yang sudah menjadi kebiasaan Tiara di penghujung malamnya, di temani dengan keheningan dan kesyahduan. Ia habiskan di penghujung malamnya bercengkrama dengan sang Maha Cinta. Saat ia selesai menyampaikan segala rasa yang ada di dadanya, maka lantunan merdu suaranya menggema di ruangan yang hanya dia dan Tuhannya yang tau.
Hari ini sudah mulai aktif di kampus walaupun pembelajaran belum di mulai, kemungkinan pengenalan dan pendekatan. Biasa kalau di Indonesia kegiatan ospek, ada sedikit kesamaan dan perbedaannya.
Tiara mulai di sibukkan dengan tugas-tugasnya kuliahnya, hanya berpeluang mengunjungi tempat-tempat yang menggelitik hatinya jika ada waktu libur atau pun memang kebetulan memang salah satu tugas mata kuliahnya yang berhubungan dengan tempat-tempat sejarah yang harus di telusuri.
*****
"Paman, sepertinya ide paman tidak meluluskan mas Lutfi itu tidak tepat" Ucap Bilqis saat mereka makan malam bersama
"Kenapa?" Tanya paman Syabir
"Semakin mendekatkan mas Lutfi dengan wanita itu" rengek Bilqis
"Kamu tenang saja, paman punya rencana jitu untuk menyatukan kalian" Ucap paman Syabir
"Apa itu paman? " Tanya Bilqis antusias
"Paman akan buat kejutan di hari ulang tahunmu"
Mata hatinya telah tertutupi karena keinginannya untuk membahagiakan Bilqis, ia akan tempus segala cara untuk mempersatukan mereka
"Benar paman" Meyakinkan kembali
__ADS_1
"Kamu tinggal ikut saja rencana paman" kini wajahnya terlihat bengis
"Baik paman" Dengan hati yang sangat bahagia
"Besok kamu buat undangan untuk teman-temanmu dan jangan lupa undang mereka berdua" Perintah paman Syabir
"Kenapa mereka berdua paman, mas Lutfi sajalah"
"Agar lebih menarik jika perempuan itu melihatnya" Tersenyum licik
"Emang apa yang akan paman lakukan?" Tanya Bilqis penasaran
Paman Syabir hanya membisikkannya kepada Bilqis agar tidak ada yang mendengar rencana mereka, Bilqis yang di buta kan dengan cinta itu dengan patuhnya mengikuti rencana jahat sang paman. Tapi ya menurut mereka sih tidak jahat, hanya melakukan sebuah usaha untuk mendapatkan sesuatu yang mereka inginkan.
Ketika hatimu di buta kan dengan cinta tanpa landasan karena Allah, maka dapat menjerumuskan mu ke lembah kesengsaraan dan akan melakukan segala cara untuk mewujudkan harapan dan cintanya.
Keesokan harinya Bilqis menemui Lutfi di asramanya dan menyerahkan sebuah undangan
" mas, jangan lupa bawa pasangannya ya" Senyum Bilqis
"Maaf, mas belum ada pasangan" Jelas Lutfi
"Kalau begitu bawa aja teman mas yang hari itu" Dengan nada sindiran
"Perempuan yang hari itu minum sama mas di street cafe" Mengingatkan Lutfi
"Oh, Tiara" Jawab Lutfi santai tanpa dosa
"Insya Allah, mas gak janji ya. Tapi mas usahakan datang"
"Datang lah mas, sekali saja buat saya bahagia walau pun nantinya mas sama siapa pun Bilqis sudah ikhlas" Mohon Bilqis
"Ia mas usahakan tetapi kita bisa apa kalau Allah juga mengizinkan ya" Mencoba dengan tenang mengingatkan Bilqis.
"Baiklah mas, maaf ganggu waktunya. Bilqis pulang ya," Sambil membalikkan badannya
"Ia, assalamu'alaikum" Ucap Lutfi
"Wa'alaikum salam" Tanpa menoleh kebelakang lagi
Bilqis pulang dengan perasaan senang dan berharap semua berjalan dengan mulus tetapi ia juga bergumam
"Maafkan aku mas, hanya dengan cara inilah aku bisa memilikimu" Gumam Bilqis sambil terus berjalan
__ADS_1
Lutfi memandang kartu undangan yang di berikan kepadanya oleh Bilqis.
"Bagaimana mungkin kamu tidak merasa bersalah sedikit pun dengan apa yang telah keluarga nya lakukan kepadaku" Lutfi masih sangat mengingat kejadian itu begitu lekatnya. Mungkin memaafkan itu bisa saja walau pun mereka tidak meminta maaf tetapi bekas luka itu belum begitu kering. Mungkin kedepannya akan semakin sulit urusannya jika aku tidak mengikuti kemauan mereka, tapi apa mereka pernah mengerti tentang aku. Terkadang kita perlu egois untuk memberikan pelajaran kepada seseorang, lagi pula nasi sudah menjadi bubur dan aku begitu menikmati bubur itu jadi tidak ada yang perlu di sesali. Mungkin ini cara Allah untuk menyatukan hatiku dengan hatinya.
*****
Hidangan tersedia dengan berbagai macam, keluarga Bilqis sangat antusias mengadakan acara ini sebagai bentuk rasa sayang mereka kepada Bilqis. Namun Bilqis yang seharusnya menjadi orang yang paling bahagia di acara ini tidak menunjukkan sedikit pun senyuman manis dari bibirnya, bagaimana tidak sang pujaan hatinya belum juga menampakkan tanda-tanda kehadirannya.
"Bagaimana ini paman? " Tanya Bilqis mendekati pamannya
"Sabar ya sayang, mungkin dia lagi di jalan" Hibur paman Syabir yang sebenarnya juga menahan kekhawatiran di dalam hatinya namun masih bisa di sembunyikannya.
Bilqis hanya mondar mandir dari kamarnya ke balkon yang berada di tingkat dua sedangkan rekan-rekannya sudah banyak yang hadir, tetapi mereka di suguhi makanan yang membuat mereka melupakan sejenak putri cantik yang memiliki acara ini yang tidak kelihatan dari tadi.
Hampir satu jam berlalu, akhirnya paman Syabir memutuskan untuk memulai acara hari ini dan melupakan sejenak kekesalan yang menumpuk di dada mereka.
Bilqis menuruni setiap anak tangga dengan mencoba tersenyum bahagia, tatapan mata tertuju kepadanya diiringi riuh tepuk tangan. Acara di mulai tidak sesuai rencana namun harus tetap berjalan sebagaimana mestinya.
"Selamat ya Bilqis" Ucap Sandi teman dekatnya karena mereka sama-sama dari Jakarta, Sandi sudah sering mendekati Bilqis dan menyampaikan perasaannya yang tidak bisa ia pendam namun Bilqis belum memberi kepastian
"Makasih ya Sandi" Tersenyum manis
"Baiklah, di acara spesial kali ini kita ingin tahu siapakah orang yang spesial buat putri cantik kita Ini" Lanjut Sandi membuat riuh tepuk tangan kembali meramaikan acara. Bilqis memang terkenal berparas cantik namun ia tidak terlalu suka mempunyai hubungan kepada siapa pun. Satu-satunya lelaki yang mampu membuat hatinya meleleh seperti es batu yang terkena sinar mentari di siang hari hanya Lutfi. Namun malam ini ia sudah berjanji akan memberi tahu kan kepada teman-temannya bahwa ia sudah menemukan orang yang spesial di dalam hidupnya dan mengumumkannya di hari ulang tahunnya ini. Tetapi pria itu tidak menampakkan batang hidungnya hingga saat ini dan harus membuat Bilqis memutar otak siapa pria yang bisa menjadi pelariannya
"Baiklah, potongan kue spesial hari ini ingin saya berikan kepada dia yang selalu menyayangiku hingga saat ini, dia adalah... Sandi" Namun suasana menjadi hening sejenak dan orang-orang pada berbisik. Seorang wanita yang bernama Jelita berlari keluar ruangan dengan wajah kecewa, itu karena Jelita dan Sandi baru saja jadian sekitar seminggu dan menunjukkan keromantisan mereka di kampus sehingga tidak sedikit yang tahu bahwa mereka punya hubungan
"Kamu ngomong apa Bilqis" Sandi langsung mengejar Jelita yang dengan susah payah ia merebut hati gadis manis itu
Bilqis pun menjadi bingung karena ia salah sasaran, ia mengira bahwa Sandi masih menginginkannya sebagaimana sebelumnya. Karena ia asyik mengejar kekasih hatinya tanpa mengetahui apa yang sudah terjadi di sekeliling temannya sehingga membuat temannya menjadi miris melihatnya
Tiara langsung berlari menaiki anak tangga dengan menangis, kenapa hari yang seharusnya membuatnya bahagia menjadi hari yang sangat memalukan dalam hidupnya. Ia menjatuhkan tubuhnya di ranjangnya dan menangis di dalam pelukan guling nya.
Acara di tutup dan teman-temannya berpamitan dengan paman dan bibi Bilqis karena Bilqis nya sudah tidak mau turun lagi.
Ting
Pesan masuk di whatsapp Bilqis, ia dengan malas melihat handphonenya dan melihat nama Lutfi
"Assalamu'alaikum, selamat milad ya Bilqis semoga panjang umur. Maaf tidak bisa memenuhi undangan mu karena aku sedang tidak enak badan" Pesan Lutfi
Bilqis karena masih emosi membuang handphone nya ke lantai dan membenamkan wajahnya ke bantal lagi
"Kenapa begitu sulit untuk mendekati mu mas" Jerit Bilqis yang pastinya tidak membuat hari terdengar
__ADS_1
"Apa ini balasan buat aku yang tidak pernah menghargai perasaan orang lain" Pikir Bilqis