
Setelah perjanjian itu, Kakek Buranaphan sengaja mengajak Nasya keliling perusahaan untuk menunjukkan beberapa asetnya. Perempuan itu berkali-kali menelan ludah saat menyaksikan aset kekayaan tiada batas yang dimiliki keluarga Buranaphan. Dan saat itu Nasya baru tahu kalau Naki adalah satu-satunya ahli waris Kakek Buranaphan.
Pantas Kakek Buranaphan menghalalkan berbagai cara untuk mendapatkan Naki.
Ayah dan ibu Naki sudah meninggal. Ibu tirinya yang jahat itu juga sudah meninggal. Dia mengalami gagal jantung sekitar dua tahun lalu.
Tapi sebenarnya Naki masih punya satu adik tiri. Dia yang kini menjabat sebagi direktur di salah satu anak perusahaan milik Kakek Buranaphan. Namun dia tidak bisa dijadikan ahli waris karena bukan berasal dari keluarga Buranaphan.
Adik tiri Naki ini tidak jahat seperti ibunya. Tadi Kakek Buranaphan sengaja memperkenalkan Nasya pada adik tiri Naki dengan maksud ingin menjodohkan mereka berdua. Sayangnya Nasya tidak bodoh. Ia mengetahui kalau Naki adalah ahli waris, dan ia sudah bertekad ingin memiliki Naki sepenuhnya.
"Nasya, kira-kira kapan kamu akan membawa Naki ke sini? Kakek benar-benar sudah tidak sabar," tanya si Kakek.
"Sejujurnya aku belum tahu, Kek. Soalnya Naki masih dalam proses menyesuaikan diri dengan manusia. Dia juga belum mau ditemui siapa pun kecuali aku," ujar Nasya bohong. Padahal sejak kemarin Naki terus mencari keberadaan Ana.
Kakek Buranaphan pun mengangguk paham. "Tolong beri tahu Naki kalau keadaan sudah berubah. Jika dia mau kembali, aku pastikan tidak akan ada orang yang berani mengusiknya seperti dulu. Semua orang jahat di keluarga Buranaphan sudah lenyap," kata si Kakek.
"Baik, Kek. Saya akan sampaikan. Oh ya, tadi dokter psikiater yang menangani Naki sudah memberikan penjelasaan soal kondisinya, Kek."
__ADS_1
"Bagaimana kondisi anak itu?" tanya si Kakek.
"Dokter bilang sebenarnya Naki masih mengingat tentang keluarga dan kenangannya di dunia manusia, hanya saja alam bawah sadar Naki sengaja melupakan semua itu demi menutupi rasa trauma. Tadi juga dokter bilang kalau Naki sempat mengatakan nama yang sebenarnya. Ternyata dugaan kakek benar, Nama asli Naki sama dengan Nama cucu kakek yang hilang itu."
"Ya Tuhan, pasti melalui hari-hari di hutan tidak mudah untuk Naki. Itu sebabnya dia jadi merasakan trauma seperti itu." Kakek Buranaphan mengepalkan dua tangannya, marah. "Ibu tiri Naki memang sangat keterlaluan. Andai aku tahu masalah ini sejak awal aku akan membunuhnya dengan tanganku sendiri. Dasar wanita munafik!" maki si Kakek. Nasya memilih diam dan tak memberi tanggapan apa-apa.
"Lalu bagaimana kondisi Naki sekarang? Apa sudah ada kemajuan setelah bertemu psikolog itu?"
"Sampai detik ini Naki masih menganggap kalau manusia bukanlah bagian dari keluarganya. Dia hanya mau bergaul dengan hewan dan alam liar. Dan tadi dokter bilang kalau Naki mau bertemu denganku, jadi sekarang aku mau ke sana, Kek."
"Bagus kalau begitu ... Tolong selamatkan cucuku wahai malaikan dunia. Aku yakin kamu adalah perempuan baik. Jika kamu tertarik, aku sangat mengizinkan Naki menikah denganmu," ucap Kakek.
Mereka sekarang berada di lobi perusahaan. Kakek Buranaphan mengantarkan Nasya sampai ke depan.
*
*
__ADS_1
*
Sekarang Nasya sedang dalam perjalanan ke Dinsos, tapi ponselnya di dalam tas terus berdering. Ia sangat jengkel saat mengetahui si pengganggu itu adalah Ana. Ternyata perempuan itu sudah ada di apartemen Nasya dan kini sedang menunggunya. Terpaksa Nasya harus balik dulu untuk membereskan Ana.
Nasya kemudian menghubungi manajernya. "Bagaimana dengan vlog terbaruku? Apa sudah siap di upload?"
"Videonya terlalu panjang! Jadi masih dalam proses edit dan pemangkasan. Mungkin Minggu depan baru bisa ditayangkan."
"Haduh, aku tidak mau tahu pokoknya video itu harus tayang nanti malam. Jangan lupa edit video itu sebaik mungkin. Buatlah opini bahwa aku adalah malaikan penolong untuk Naki, dan Naki terlihat mengagumiku. Oh ya, jangan lupa juga edit bagian-bagian romantis supaya banyak netizen yang mendukung kedekatan kami berdua."
"Maksudnya membuat opini netizen supaya menjodoh-jodohkan kalian? Kok begini? Bukannya kerangka awalnya tidak begini, Sya?" tanya si manajer.
"Pokoknya ikuti saja perintahku! Aku akan menggaji kalian tiga kali lipat jika proyek ini berhasil."
"Hah, benarkah?"
"Iya, benar!"
__ADS_1
"Baiklah, hari ini juga tim kita akan bekerja keras. Aku pastikan para netizen akan mendukung hubungan kalian berdua."