
Aku memutuskan untuk melakukan tes DNA terhadap Naki dan anaknya. Ternyata hasilnya sesuai dugaanku. Anak itu bukanlah darah daging Naki."
"Ma .. Maksud Om Nasya selingkuh?" Bibir Ana sedikit gemetar saat mendengar semua itu. Rasanya ia tidak terima melihat Naki diperlakukan seperti orang bodoh oleh Nasya.
Ia tahu kalau Naki itu oon. Tapi seharusnya Nasya bisa memperlakukan Naki dengan baik mengingat bagaimana dia mati-matian merebut Naki dari Ana. Bahkan gadis itu rela menghalalkan berbagai caranya untuk membuat Naki berpihak kepadanya.
"Maksud dan tujuanku mendatangimu adalah, aku ingin ingin memberimu tawaran untuk menjadi pelakor. Aku yakin di dunia ini hanya kamu satu-satunya wanita yang bisa menyadarkan otak Naki," ucap Adam serius.
Sebelumnya dia sudah mencari tahu soal Ana. Sedikit banyak dia tahu kalau Ana adalah wanita dari masa lalu Naki. Mereka pernah hidup bersama, dan mungkin sudah saling jatuh cinta.
"Kamu adalah cinta pertama Naki. Dan aku percaya kalau kamu bisa melakukan itu. Sekarang adalah saatnya kau membalaskan dendammu beberapa tahun lalu, Ana. Kau tidak ingin 'kan, melihat wanita yang menjahatimu hidup bahagia terus-menerus?"
Ana tersenyum kecut. "Sayangnya aku tidak tertarik menjadi pelakor. Aku juga tidak berniat balas dendam pada Nasya. Kuserahkan semuanya pada Tuhan, dan aku mau terima beresnya aja." Perempuan itu pun mengerlingkan mata setelahnya.
Adam mengacak-acak rambutnya kesal. Ternyata gadis di depannya ini cukup keras kepala dan sulit ditaklukan.
__ADS_1
"Ayolah Ana ... Aku akan memberimu apa pun jika kamu mau membantuku. Apa kau tahu kenapa aku masih melajang sampai setua ini?"
"Mana aku tahu!" Perempuan di depan Adam mengedik masa bodo. "Memangnya aku peduli!"
Ana membuang mukanya, kesal. Pun Adam yang tampak tidak peduli. Ia bicara semau-maunya.
"Aku menjomlo karena aku sudah bertekad mendedikasikan hidupku pada Naki. Untuk menebus kesalahan ibuku di masa lalu, aku ingin memberikan yang terbaik untuk anak itu. Apa pun akan kulakukan asal Naki bahagia."
"Hmmm. Tapi menjadi pelakor saat memalukan, Om! Kedua orang tuaku membesarkan aku dengan baik bukan untuk jadi pelakor. Apa kata mereka kalau sampai anaknya jadi pelakor?"
Lelaki itu terus saja memaksa seolah sudah buntu pikiran.
"Aku sudah setia membicarakan ini semua pada Kakekku. Beliau setuju jika kau yang bersama Naki. Memangnya kau tidak ingin merebut apa yang sudah menjadi hakmu?" tantang Adam.
"Semua sudah berlalu! Aku tidak peduli." Ana tetap kekeh menolak.
__ADS_1
Adam benar-benar sudah tidak tahu bagaimana caranya merayu perempuan keras kepala itu.
Sore itu Ana langsung keluar dari mobil Adam tanpa pikir panjang. Rencananya gagal, apa yang dipikir Adam akan lancar ternyata tidak berjalan sesuai rencananya.
Adam pun tak tinggal diam. Dia memutuskan untuk mendatangi kedua orang tua Ana untuk bernegosiasi. Ini adalah cara nekat sekaligus terakhir yang bisa Adam usahakan. Setelah ini mungkin dia tak tahu harus menggunakan cara apa lagi.
"Aku akan memberikan uang muka 1 Milyar jika putri Anda bersedia melakukannya."
Samar-samar dari arah luar Ana mendengar suara seorang pria yang tak asing di telinga. Dia baru saja sampai di rumah. Buru-buru gadis itu berjalan ke ruang tamu untuk melihat siapa tamu yang datang itu.
"Ngapain kamu ke sini?" Ana amatlah murka saat melihat sosok Adam sudah ada di rumahnya.
"Satu Milyar, Bu. Bagaimana ini?" Ayah yang duduk di samping ibu terlihat gercep dalam berpikir.
"Lumayan sebenarnya daripada Ana jadi beban keluarga dan morotin duit Ayah mulu," bisik Ibu sedikit tertarik.
__ADS_1
"Ayah, Ibu, apa yang kalian pikirkan? Apa kalian berdua mau jual aku?" kesal Ana.