
Bayu yang sudah berada dirumah sakit langsung berlari menghampiri kedua orang tua nya yang sedang duduk di depan ruang ICU . tampak kedua nya saling menggenggam erat tangan , saling memberi kekuatan.
"Apa yang terjadi ma?" tanya Bayu yang sudah berada didepan kedua orang tua nya. hatinya terasa teriris saat melihat wajah mama nya yang terus menangis.
Bu sari mendongak kan kepala nya menatap putra nya lalu menghambur memeluk erat tubuh putra nya sambil terus terisak.
meminta kekuatan dari putra nya.
"Kaka mu mengidap penyakit cancer stadium 2"
ucap papa Bayu terbata.
wajah lelaki yang sudah nampak berumur itu berusaha menahan tangis nya. menggigit bibir berusaha kuat didepan putra dan istri nya. sejujurnya tentu saja hati nya pun merasa hancur mendengar kenyataan tentang putri nya.
menyesali keputusan nya yang menyetujui permintaan putri nya hidup diluar negri menjadi seorang model.
Andai saja jika dia tidak mengizinkan, pasti semua ini tidak akan terjadi. disini dia bisa menjaga putri nya sendiri, mengontrol semua makanan yang masuk dalam tubuh putrinya. begitu yang ada dipikiran nya saat ini.tapi itu semua tidak ada artinya lagi. putri nya terbaring lemah diruang ICU sekarang.
"Apa!" Bayu terkejut semakin mengeratkan pelukannya. mengusap punggung mama nya yang bergetar hebat. tiba tiba Bayu merasa pelukan nya melemas.
"Ma ...ma bangun ma! .." teriak Bayu khawatir melihat mamanya pingsan dipelukan nya.
lantas pak Hardi langsung memanggil perawat, yang langsung datang membaringkan Bu sari diatas ranjang. memindahkan kedalam ruang perawatan.
***
Bintang dari tadi berkeliling swalayan mencari sosok Bayu yang sekarang sudah mulai masuk kerja lagi setelah sebelum nya izin beberapa hari.
"lihat Bayu nggak?" tanya bintang pada rekan kerja nya yang bisa dibilang geng nya tari.
"kenapa Lo cari Bayu?" sinis Afi.
"Gue cuma nanya aja, kenapa Lo sewot banget sih!" gerutu bintang.
"haha jangan harap deh Lo bisa dapetin Bayu. nggak selefel banget sih. ngaca sekali sekali."
"Apa'an sih. gue nanya apa jawab nya apa." sewot bintang. merasa tidak mendapat jawaban dari Afi, akhirnya dia berlalu pergi. tapi langkah nya terhenti saat Afi memberi tahu dimana Bayu. lantas bintang berlari menuju gudang penyimpanan barang.
Bintang yang sudah berada di gudang mengedarkan pandangan nya menatap ke seliling , ketemu . dia melihat Bayu yang sedang menghadap ketembok. bintang tersenyum melangkahkan kakinya hendak menghampiri Bayu. tapi seketika dia menghentikan langkahnya dan bersembunyi dibalik tumpukan kardus kala melihat tari yang berada didepan Bayu . tubuhnya mepet ke tembok dan Bayu mengungkung nya.
"kenapa sih bay? gue kurangnya apa? kenapa Lo nggak pernah Nerima perasaan gue. kenapa Lo nggak pernah Mandang gue sama sekali!"
ucap tari tangan nya gemetar melihat tatapan tajam Bayu.
"karena gue nggak pernah ada perasaan sama sekali sama Lo tar. gue cuma a
nggap Lo teman kerja gue nggak lebih." ucap Bayu datar.
"tapi gue cinta sama Lo. terima gue jadi pacar Lo. gue nggak akan bilang siapa pun kalau Lo anak orang kaya." ucap tari mencoba bernegosiasi.
Bayu mengepalkan tangan nya, menahan emosi yang membuncah di dadanya.
dia menyesali keputusan nya menerima syarat dari tari. syarat yang membuat dia susah mendekati bintang. apalagi beberapa hari yang lalu dia mendapat teguran dari ibu bintang yang melarang nya mendekati bintang. karena ibu bintang pernah melihat nya dan tari berduaan di sebuah restoran didalam mall.
mungkin ibu Rumi menganggap dia dan tari punya hubungan.
"selama ini Gue udah sabar sama Lo tar. tapi kali ini nggak lagi. kalau Lo berani bilang ke orang orang apalagi bintang kalau gue anak orang kaya. jangan harap Lo bisa kerja disini lagi !!" ancam Bayu menatap tajam tari.
__ADS_1
karena cara pertama tari gagal untuk bernegosiasi dengan Bayu. dia menggunakan cara kedua yaitu mencoba menggoda Bayu dengan tubuh nya. tari mencium bibir Bayu. Bayu yang terkejut langsung mendorong tari menjauhkan tubuhnya.
Bugh ..
Bayu dan tari menoleh ke arah suara itu.
Deg --
Bayu panik saat melihat bintang ada disana. melihat bintang yang tiba tiba lari keluar gudang membuat Bayu meremas rambut nya.
"SIAL !!" teriak Bayu frustasi. dia hendak berlari mengejar bintang tapi tari menahan nya.
"Lepasin gue sialan!" ucap Bayu dingin mengibaskan tangan tari dengan kasar.
"kalau Lo pergi gue bakal bilang sama bintang siapa elo sebenarnya!" ancam tari lagi .
"jangan nglewati batas ya tar !" ucap Bayu dingin menatap tajam tari lalu beranjak pergi keluar gudang.
"sial!, harus dengan cara apalagi gue ngancam Bayu. dia anak orang terpandang kalau gue berani macam-macam apa dia bakal ngelakuin sesuatu ke gue . aaa...." gumam tari frustasi sendiri.
..
Bintang yang berjalan cepat menjauhi gudang selalu bertanya tanya pada dirinya sendiri.
"mereka tadi ngomongin apa'an sih? , apa mereka pacaran?, aduh bi ya jelas lah mereka pacaran kalau nggak kenapa mereka ciuman. tapi kan bisa saja si tari yang menggoda Bayu.
aaa.... kenapa hatiku merasa kesal ya.."
batin bintang kesal sendiri, dia sedang mengepalkan tangan meninju udara sambil terus menggerutu.
Amel yang dari tadi memperhatikan tingkah bintang menggelengkan kepala heran.
"lagi datang bulan ya Lo?" tambah nya lagi
"nggak tuh. gue cuma kesel aja." Jawa bintang sambil terus mengerucutkan bibir nya.
"kasian banget ya barang di depan Lo jadi pelampiasan" Amel memandang tumpukan barang didepan bintang yang berantakan akibat ulah sahabat nya.
"eh gue nggak nyadar kalau sampai berantakan gini." ucap bintang sambil merapikan lagi barang itu.
"emang apa sih yang ngebuat Lo kesel ya gini?" tanya Amel ingin tahu.
"itu si bayu sama tari masa ciuman di tempat kerja. untung di gudang kenapa nggak sekalian di sini." bintang terus menggerutu.
"Lo cemburu?" tanya Amel mendekatkan wajah nya ke wajah bintang menelisik mencari jawaban lewat sorot mata di wajah sahabat nya.
"hah! nggak tuh" jawab bintang gelagapan dia mundur menjauhkan wajah nya dari wajah Amel.
"beneran nggak? tapi muka Lo kelihatan cemburu banget tuh" goda Amel dia tertawa melihat muka bintang yang memerah karena malu.
"atau Lo salah lihat kali. mungkin aja si tari yang nyosor nyosor. dia kan kayak ulet bulu."
mendengar ucapan Amel, hati bintang sedikit lega tapi dia tetap merasa kesal.
"kalau ciuman itu dua dua nya sama sama mau. kalau dicium mungkin Bayu nya juga terkejut." hibur Amel seakan paham akan perasaan sahabatnya. karena Amel melihat bintang yang menundukkan kepala nya terlihat sedih .
bintang tetap tak bergeming , mungkin perkataan Amel ada benarnya. tapi tetap saja bintang tidak rela jika Bayu dicium tari.
__ADS_1
"ngomong ngomong soal ciuman nih, kan dulu pas SMP Lo udah ciuman sama cowo. tapi sayang nya cowo nya langsung kabur. haha" Amel mencoba mengingat kembali kejadian yang menimpa sahabat nya waktu SMP.
"dih itu kan nggak sengaja. lagian gue juga kaget tau waktu dicium cowo itu. sial nya gue nggak lihat muka nya karena saking terkejut. kalau gue lihat udah gue cari sampai ketemu terus gue maki maki tuh orang!" ucap bintang mengingat kejadian itu kembali.
flashback on
tampak 3 orang anak SMA sedang nongkrong di cafe. mereka adalah Rico, Rizky, dan Bayu.
"dari pada gabut kayak gini gue ada tantangan nih, kalau salah satu dari kita bisa ngehabisin kopi ini dalam waktu 15 detik. pemenang nya bisa mengajukan permintaan pada yang kalah. gimana? seru kan!" celetuk rico sambil mengangkat segelas kopi hitam di gelas yang besar.
tampak Bayu dan rizky berfikir sejenak sampai akhirnya menyetujui.
pertandingan dimulai, salah satu dari mereka memasang timer di ponsel.
sampai waktu habis ternyata pemenang nya si Rico.
"sial, rese banget Lo ric ternyata kopi nya nggak Lo kasih gula. pait banget sialan!" ucap Bayu mengernyit rasa pahit kopi masih terasa di lidah nya karena dia tidak biasa minum kopi hitam apalagi ditambah tanpa gula seperti ini.
"haha kalau manis itu bukan tantangan namanya bay" ucap Rico tergelak melihat Bayu yang terlihat kesal.
"udah cepet apa permintaan Lo nih? awas aja kalau aneh aneh." ancam Bayu menatap tajam Rico.
" terserah pemenang nya dong bay kan tadi perjanjian nya nggak ada pengecualian." ucap Rizky mengompori.
"gue mau Lo nyium siapa pun yang keluar pertama dari gerbang itu" tunjuk Rico mengarah pada sebuah gerbang sekolah SMP. karena cafe yang mereka tempati tepat berada di seberang jalan.
"apa! parah banget Lo. ganti ganti. kalau yang keluar satpam galak yang punya kumis tebal itu gimana. habis gue digebukin." keluh Bayu
" ya sudah deh gue kasih keringanan. murid cewe yang keluar pertama. gimana?"
"oke." ucap Bayu singkat yang di angguki juga oleh Rizky.
mereka bertiga menatap lurus gerbang sekolah itu, tampak segerombolan murid laki laki keluar. lalu terlihat seorang murid wanita yang berjalan santai dan disusul dari arah belakang temannya berlari menghampirinya. dia berdiri di luar gerbang menunggu angkutan umum seperti nya.
" ayo bay sekarang, cewe yang pakai tas ransel warna kuning itu." tunjuk Rico.
Bayu menghela nafas sebentar menyiapkan mental nya lalu berdiri dari tempat duduk, memakai topi nya dan berjalan ke arah wanita itu.
saat sudah tepat berada di depan wanita itu.
cup..
Bayu mengecup bibir wanita itu.tampak wanita itu terkejut.
Bayu langsung berlari menuju teman teman nya sebelum wanita itu melihat wajah nya.
wanita itu ingin mengejar Bayu tapi terhalang oleh angkutan umum yang sudah berhenti didepan nya. mau tidak mau wanita itu langsung masuk kedalam angkot daripada dia harus menunggu angkot selanjutnya.
***
sesampainya Bayu dirumah dia langsung masuk kamar membersihkan diri dan bergsnti pakaian.
dia duduk di tepi kasur nya. entah mengapa dia teringat dengan wanita yang tadi dicium nya.
"kenapa gue jadi penasaran sama cewe itu ya"
gumam Bayu.
__ADS_1
sejak saat itu Bayu sering nongkrong di cafe itu hanya karena ingin melihat wanita yang pernah dicium nya. hatinya merasa tertarik dengan nya.
flashback off