Perjalanan Cinta Bintang

Perjalanan Cinta Bintang
bab 32, kecewa


__ADS_3

setelah keadaan tenang, Bayu mengajak bintang duduk di tempat tidur. merangkul pundak istrinya dan membenamkan kepala istrinya di dada nya. Bayu tahu masih ada perasaan yang mengganjal di hati istrinya.


"sekarang kamu boleh bilang apa aja yang kamu rasakan bi." ujar bayu mengusap pipi istrinya lembut.


bintang diam tak menjawab tapi masih terdengar sesenggukan.


"kamu nggak suka kalau aku dekat dengan Rena?" tanya Bayu.


"memangnya istri mana yang suka melihat suaminya bermesraan dengan perempuan lain walaupun itu sahabat nya sendiri?" bintang mendongak menatap tajam sang suami.


"iya iya, jangan galak-galak dong nanti cantik nya hilang." Bayu mencubit gemas hidung bintang.


"dia itu cuma sahabat ku aja bi, GK lebih. jadi jangan berfikiran yang tidak-tidak lagi ya." imbuh Bayu.


"nggak lebih?" bintang menjauhkan sedikit tubuhnya agar bisa melihat dengan jelas raut wajah suaminya. "nggak ada yang benar-benar ada hubungan sahabatan di antara pria dan wanita bay. dari salah satu di antara mereka pasti ada yang diam-diam suka dan entah ada yang ngarep itu pasti!" seru bintang menggebu-gebu. emosinya kembali membucah saat sang suami selalu bilang kalimat yang sama.


"itu orang lain. nggak berlaku buat aku sama Rena. kita nggak ada perasaan lebih seperti yang kamu pikirkan sekarang!" jawab Bayu ia kesal istrinya selalu berfikir sesuka nya sendiri.


"itu juga berlaku untuk mu dan Rena!" teriak bintang."kamu lebih banyak menghabiskan waktu sama Rena. urusan kantor sampai makan pun kamu habiskan sama dia. yang ku tahu kalian hanya makan bakso tadi pagi dengan bercanda ria, bermesraan seperti sepasang kekasih. di luar itu aku kan nggak tahu apa yang kalian lakukan lagi tanpa sepengetahuan ku." bintang menunduk, air mata nya kembali tumpah.


Degh~


"apa maksud mu bi?" Bayu menggertakan giginya menahan emosi karena ucapan bintang yang tanpa sengaja menuduh nya melakukan yang tidak-tidak. "kamu menuduh ku berselingkuh?" tanya Bayu dengan suara yang sangat dingin.


"kalian terlihat sangat mesra sekali, seperti sepasang kekasih. Orang lain yang melihat itu saja mengira kalau kalian bukan seperti seorang sahabat. apalagi aku yang posisinya sebagai istrimu. kamu berbohong dan tidak bilang padaku kalau kamu makan sama rena. apa aku salah berfikiran sampai sana?" bintang mendongak menatap suaminya dengan linangan air mata. "kamu tidak memikirkan perasaan ku ?"


Bayu menyimak, hatinya terasa teriris saat melihat wajah sembab istrinya yang sejak tadi tidak berhenti menangis. Bayu memperhatikan setiap gerakan istrinya.


"apa sikapku dengan Rena terlalu berlebihan?. sampai kamu marah seperti ini bi. aku tidak pernah melihat mu marah sampai segitunya."


bintang menepis air matanya dengan kasar setelah nya bintang turun dari tempat tidur berjalan menuju pintu. Bayu yang sudah bisa membaca pikiran bintang lantas dengan cepat mencegah bintang dan mengunci pintu kamar agar istri nya tidak keluar.


"minggir!" sentak bintang, karena Bayu menutupi pintu dengan tubuhnya.


"kamu mau kemana?" tanya Bayu, nada suaranya melembut. melihat istri nya yang berurai air mata dan mengeluarkan isi hatinya. Bayu mengerti jika istrinya sedang cemburu. dan Bayu sadar jika perlakuan nya sama Rena terlalu berlebihan untuk ukuran seorang sahabat.


"aku mau keluar,minggir!" bintang mendorong tubuh suaminya yang tak bergeser bahkan bergerak pun tidak.


bintang meronta berusaha melepaskan diri dari dekapan suaminya. memukul-mukul dada suaminya agar bisa lepas. sedangkan Bayu tidak mengendurkan belitan nya sedikit pun. ia biarkan bintang memukul dadanya.


"kamu boleh marah padaku. luapkan semua padaku Bi. aku tahu aku salah. aku minta maaf sayang." Bayu berucap di selingan pukulan bintang di dadanya yang terasa nyeri karena bintang memukulnya dengan sekuat tenaga.


"seharus nya kamu tahu batasan mu! hiks..hiks" bintang menangis tersedu-sedu pukulan di dada suaminya melemas.

__ADS_1


"iya sayang, maafkan aku." Bayu semakin memeluk erat bintang. ia benamkan kepala istrinya di dadanya.


"aku tidak peduli dengan perempuan manapun yang sedang menggoda mu. asalkan kamu tidak merespon. tapi untuk Rena, aku kecewa padamu karena kamu merespon balik dengan alasan sebagai sahabat. sebagai perempuan aku bisa membedakan. dari tatapan nya padamu jelas saja dia punya perasaan lebih. tapi sayang nya kamu tidak menyadarinya."


***


tadi malam setelah bintang mengoleskan salep pereda nyeri di dada suaminya yang memerah karena pukulan nya sampai pagi hari saat sarapan bintang tidak banyak bicara, hanya tangan dan kaki nya yang bergerak. menyiapkan segala keperluan suaminya. dari baju, sepatu, dan sarapan. membuat hati Bayu terasa tercubit. disaat marah seperti ini istrinya masih melakukan tugas nya dengan baik.


pagi ini sedikit berbeda, bintang hanya mencium tangan suaminya dan menghindar saat suaminya hendak melabuhkan kecupan di dahi seperti hari-hari biasanya. Bayu tidak bisa protes, ia tahu istrinya masih marah padanya. ia juga tahu karena kesalahan nya sendiri lah yang membuat istrinya seperti ini.


tidak hanya di kecupan yang di tolak bintang. bahkan ia menolak juga saat Bayu hendak mengantar nya ke butik.


tidak ada sepatah katapun keluar dari bibir mungil bintang, wanita itu hanya melepaskan genggaman tangan suaminya dan berjalan menuju jalan raya. di pinggir jalan sudah ada tukang ojek online yang di pesan bintang tadi menunggu dan menyerahkan helm saat bintang sudah berada di hadapannnya. Bayu menghela nafas, ia hanya bisa menatap istrinya yang semakin tidak tecrlihat seiring melajunya motor itu.


Bayu berjalan ke parkiran dan langsung masuk ke mobil guna berangkat ke kantor nya.


di kantor pikiran Bayu tidak tenang, ia masih terbayang dengan istrinya yang sampai sesiang ini tidak mengirimnya pesan sama sekali. berulang kali mengecek ponsel nya masih tidak ada pesan dari istrinya. sekali bunyi dering berbunyi tapi Bayu harus menelan kecewa saat bukan pesan dari bintang. karena biasanya waktu makan siang seperti ini bintang selalu menyempatkan mengirim pesan pada suaminya walaupun hanya menanyakan tentang makan siang atau sekedar bertanya makan siang dengan apa. jujur saja Bayu tidak menyukai situasi seperti ini. ia lebih senang saat bintang cerewet daripada diam.


Hendi yang berada di satu ruangan dengan Bayu dan Rena mengernyitkan kening heran. dari pagi sampai waktu sebentar lagi menuju jam makan siang tidak ada obrolan dari dua orang di hadapan nya ini. hanya sesekali ia melihat Bayu berbicara dengan Rena itupun hanya Soal pekerjaan. tidak ada obrolan seperti biasanya, obrolan yang sering nya membahas saat masa SMA mereka dulu.


ia memperhatikan gerak gerik Bayu yang sengaja menghindar saat Rena mendekati atau berusaha memancing Bayu untuk bercerita. bahkan Bayu menolak teh buatan Rena dan memilih OB untuk membuatkan nya. Hendi bisa melihat raut wajah kecewa yang Rena tunjukan.


dan ia merasa ada sesuatu yang terjadi di antara mereka.


"bay ayo makan siang ada restoran baru di dekat sini. katanya menyediakan berbagai masakan Korea." ajak Rena, perempuan itu berdiri di samping Bayu. saat hendak menyentuh lengan Bayu guna mengajak nya makan siang tapi Bayu menghindar sebelum Rena berhasil memegang tangan nya.


Rena menatap nanar tangan nya, ia juga bingung kenapa dari pagi Bayu seperti menghindari nya. pria itu banyak diam dan gusar saat mengecek ponsel nya.


"duluan saja re, aku masih harus menyelesaikan ini." jawab Bayu, yang tak menoleh sedikit pun pada Rena karena matanya tertuju pada laptop di depan nya.


Bayu memutuskan untuk menjaga jarak, sejak pertengkaran nya dengan sang istri tadi malam. Bayu sudah berjanji untuk menjaga jarak dengan Rena. ia tidak mau istrinya menjadi salah paham dan menambah masalah baru lagi. masalah tadi malam saja belum selesai.


"bay kamu kenapa?" tanya Rena.


Bayu melirik pada Hendi yang masih di ruangan nya, pria paruh baya itu sebenarnya tidak bersuara sama sekali karena hanya bunyi ketikan laptop dari mejanya. bahkan keberadaan Hendi seperti tidak terlihat.


Rena pun ikut melirik pada Hendi, ia baru sadar masih ada dia di ruangan ini. dengan raut kecewa akhirnya Rena keluar dari ruangan.


setelah Rena keluar dari ruangan, Bayu meraih ponsel nya dan menelepon sang istri. tapi ia menelan kecewa saat beberapa panggilan darinya tidak ada satupun yang di jawab.


"lagi ada masalah bay?" tanya Hendi yang tiba-tiba sudah ada di hadapan Bayu dengan santai nya duduk dan bermain-main pulpen di tangan nya.


"om mengagetkan saja!" gerutu Bayu.

__ADS_1


"tidak biasanya kalian berdua diam-diam an seperti ini. telinga om jadi tidak terbiasa dingin seperti ini. karena setiap hari biasanya panas karena terus mendengar obrolan tidak penting kalian." sindir Hendi, ia tersenyum senang saat melihat anak dari atasan nya kesal.


"om mau apa sih?" tanya Bayu karena tidak biasanya asisten pribadi papanya peduli dengan masalah orang lain. karena biasanya Hendi akan fokus pada pekerjaan yang sangat banyak itu daripada meladeni hal tidak penting.


"om tebak, pasti kamu sama istrimu sedang berantem karena Rena kan?" Hendi tersenyum saat merasa tebakan nya tepat sasaran karena Bayu yang gelagapan.


"benar kan?" tanya Hendi lagi.


dari dulu Bayu tidak bisa berbohong dengan pria di hadapan nya ini. bahkan saat papanya percaya dengan kebohongan nya tapi tidak untuk Hendi. ia tidak mudah di bohongi dan dia dengan cepat akan membereskan masalah yang di buat Bayu dulu.


akhirnya Bayu mengangguk.


"Bintang cemburu dengan kedekatan ku sama Rena om. aku sudah menjelaskan berulang kali padanya tapi bintang tetap tidak percaya." terang Bayu, ia menunduk lemah.


"bay, perempuan itu punya insting yang sangat tajam. saat kamu menyembunyikan sesuatu sebenarnya istrimu itu sudah tahu. perempuan itu pasti punya firasat jika suaminya sedang melakukan kesalahan." terang Hendi kali ini dia serius.


"tapi ini bukan hanya firasat om, bintang melihat sendiri saat aku dan Rena sedang makan berdua kemarin. aku berfikir ini hanya menebus rasa bersalah ku karena tidak mengundang Rena di pernikahan ku. aku tidak menyangka jika bintang menanggapinya lain." Bayu mendesah, ia lihat lagi hp nya tapi tidak ada balasan pesan dari istrinya.


Hendi sedikit terkejut mendengar penuturan Bayu. ia mengetuk-ngetuk kan pulpen di meja.


"Bayu Bayu,,, ternyata kamu tidak sadar jika Rena punya perasaan lebih terhadap mu ya.."


"bay sebagai laki laki kita itu harus tahu posisi. harus pintar menempatkan diri. kamu sudah menikah, kamu harusnya tahu batasan mu dalam bergaul. kamu memang menganggap hubungan mu dengan Rena hanya sebatas sahabat tapi itu bisa di artikan lain istrimu apalagi bintang melihat langsung interaksi kalian. walaupun di balut dengan kata sahabat, bintang pasti juga merasa cemburu. yang parah nya lagi itu membuat nya tidak percaya diri dan merasa tersaingi." terang Hendi, ia sudah lebih berpengalaman karena usia pernikahan nya yang sudah 25 tahun. jadi masalah seperti ini sudah sering ia hadapi.


Bayu menyimak semua ucapan Hendi, ia merasa tertampar. dari dulu Hendi adalah orang paling bijaksana dari semua orang yang di kenal nya. dari dulu juga Bayu lebih dekat dengan nya ketimbang papa nya sendiri.


"lalu aku harus bagaimana om?" tanya Bayu meminta pendapat.


" kamu harus membangun kepercayaan istrimu lagi, karena saat ini kepercayaan istrimu padamu sedang terluka."


Bayu manggut-manggut setuju dengan pendapat Hendi. bayu tahu ia sendiri yang sudah melukai kepercayaan bintang padanya.


"ya sudah, om mau makan siang. kamu mau bareng atau tidak?" tanya Hendi yang sudah bangun dari duduk nya.


"nggak om, om duluan saja." jawab Bayu dan akhirnya Hendi berjalan menuju pintu.


saat memegang handle pintu Hendi berbalik menatap Bayu yang masih sibuk dengan hp nya.


"Bay..." panggil Hendi.


Bayu menoleh menatap Hendi yang hendak membuka mulut nya. "ya om."


"tidak jadi." ucap Hendi yang langsung keluar dari ruangan.

__ADS_1


Bayu yang melihat tingkah konyol Hendi hanya menggelengkan kepala.


di luar ruangan Hendi tampak diam sesaat. tadi dia ingin memberitahu Bayu soal Rena yang kemungkinan besar menyukainya. beberapa Minggu melihat interaksi Rena terhadap Bayu. Hendi bisa melihat ada perasaan lebih yang di simpan wanita itu. apalagi saat Hendi memergoki Rena yang sedang menangis di belakang kantor karena mengetahui pernikahan Bayu beberapa Minggu lalu. tapi Hendi memilih untuk bungkam. ia yakin nantinya Bayu akan tahu sendiri. tapi saat kondisi tidak memungkinkan Hendi akan berbicara terus terang pada Bayu.


__ADS_2