
"Bi tunggu Bi " panggil Bayu pada bintang yang berjalan keluar dari rumah nya.
"tunggu Bi " bintang pun menghentikan langkah nya menatap Bayu.
"ini tadi maksud nya apa sih bay? bukanya kamu bilang mama kamu sudah setuju sama hubungan kita? tapi kenapa mama kamu ngrendahin aku kayak tadi!" ucap bintang santai, mencoba tenang dengan menarik nafas perlahan lalu membuang nya.
"iya bi, kemarin mama bilang sudah setuju dengan hubungan kita. makanya aku ngajak kamu undang kamu kesini. aku nggak tahu kalau mama tiba-tiba berubah kayak gini." jelas Bayu, dia sendiri pun nampak bingung dan kecewa pada mama nya.
"sudah lah Bayu, tinggalkan dia. dia itu tidak selevel dengan keluarga kita!" ucap Bu sari yang datang tiba-tiba menghampiri Bayu dan bintang.
"Bayu tahu mungkin bintang tidak selevel dengan mama, tapi bintang lebih jauh bermartabat daripada mama yang suka ngrendahin orang."
"BAYU!" panggil Bu sari dengan lantang. tidak terima jika dia dibilang seperti itu oleh putra nya sendiri.
"dari dulu kamu nggak pernah bikin perkara. dan sekarang kamu bikin masalah cuma karena wanita ini!"
"cukup ma! kenapa sih mama Suka banget ngehina orang yang nggak semartabat dengan kita! bintang itu perempuan baik baik ma. dan Bayu cinta sama bintang!"
bintang yang sudah sangat malas mendengar Bu sari selalu merendahkan nya pun beranjak keluar dari rumah megah itu.
saat sudah di luar rumah, Bayu meraih tangan bintang mencegah nya untuk pergi.
"apalagi sih bay!" bintang berucap dengan raut wajah kesal.
"kenapa sih kamu harus bohong sama aku. kenapa sih kamu harus dari orang kaya. aku mencoba ngertiin kamu waktu kamu bohongin aku masalah ini. tapi kenapa sekarang kamu bohongi aku lagi!" ucap bintang dengan suara bergetar.
"Bi,, aku nyembunyiin ini karena punya alasan. kenapa dibahas lagi sih?"
"aku cuma nggak mau nanti nya kamu berubah kalau tahu aku anak orang kaya." imbuh nya lagi.
degh..
"jadi selama ini yang kamu pikirkan tentang aku itu seperti ini! kamu pikir kalau aku tahu kamu anak orang kaya aku bakal berubah jadi perempuan matre gitu! aku cinta sama kamu karena harta dan materi kamu gitu!" ucap bintang dengan menggebu-gebu, air mata nya sudah jatuh membasahi wajah nya yang sudah full makeup itu.
"nggak Bi, nggak gitu!" Bayu mencoba menenangkan bintang yang mulai terisak.
__ADS_1
"semua yang tadi kamu lihat itu salah paham. aku benar-benar nggak tahu kalau mama bakal berubah kayak gitu!"
"salah paham? setelah semua yang mama kamu ucapin ke aku itu kamu nganggap salah paham! jelas jelas mama kamu tadi ngrendahin aku dan keluarga aku bay!" bintang terus saja terisak. hatinya merasa sakit saat dipermalukan tadi.
"hampir dua tahun kita pacaran, aku kayak nggak kenal sama sekali sama kamu. kita benar-benar nggak kenal satu sama lain."
bintang keluar dari halaman rumah Bayu menuju gerbang, dia tidak mempedulikan kaki nya yang sakit karena memakai hils. dia terus berlari walaupun Bayu mengejar nya.
dipinggir jalan dia menyetop taxi yang lewat, lalu masuk kedalam.
"Bi tunggu Bi, kamu harus nya ngertiin situasi aku dong bi. bi tunggu... " ucap Bayu yang terus menggedor-gedor kaca mobil taxi itu. tapi bintang tidak menggubris nya.
"jalan saja pak" perintah bintang pada sopir taxi itu.
taxi yang ditumpangi bintang pun berlalu menjauh dari rumah Bayu. Bayu tampak meremas rambut nya terlihat sangat kesal.
saat dia kembali masuk kerumah nya, kedua orang tua, kakak nya dan Toni sudah berkumpul di ruang tamu.
"Apa mama puas sekarang!" teriak Bayu yang membuat semua orang di ruang tamu itu terkejut. Bayu yang selama ini dikenal pendiam dan lembut itu berubah seperti singa yang kelaparan.
Risa menghampiri Bayu.
"sudah bay, kamu tenang dulu ya. kita selesaikan baik baik masalah ini." ucap Risa menenangkan adiknya yang sudah tampak emosi. wajah nya memerah, rahang nya mengeras. siap menerkam siapa saja disana.
"tidak kak. mama sudah keterlaluan kali ini." ucap Bayu dengan suara tertahan.
berulang kali Risa meminta Bayu untuk duduk tapi Bayu tetap menolak.
"Duduk!" perintah pak Hardi tegas. dan Bayu pun menurut duduk disebelah Risa.
"ceritakan pelan pelan, papa tidak mengerti kenapa kamu marah marah dengan mama mu seperti ini." tanya pak Hardi "bukankah kemarin mama sudah mau merestui hubungan kalian" pak Hardi menatap Bayu lalu menoleh pada istri disamping nya.
saat pesta tadi, pak Hardi mengobrol dengan rekan bisnis nya di dalam ruang kerja nya. jadi ia tidak tahu menahu atas apa yang terjadi tadi di pesta istrinya.
"mama bohong sama Bayu pa." tegas Bayu menatap tajam pada mama nya yang tetap terlihat santai.
__ADS_1
pak Hardi mengerutkan dahi, bingung. tapi tetap tidak bersuara ia menunggu putranya melanjutkan.
"mama mempermalukan bintang dihadapan semua orang tadi. memperkenalkan bintang sebagai asisten nya, bukan calon menantu nya." jemari Bayu tampak mengepal, menahan emosi nya yang hampir meledak lagi.
pak Hardi menatap istrinya meminta penjelasan. " wanita itu tidak pantas untuk Bayu pa. bukan salah mama kalau mama ingin putra kita, pewaris HPD Grup mendapatkan pasangan yang sederajat dengan kita kan?"
"Astaga ma.."
pak Hardi menggeleng, memijit pelipis nya yang tiba-tiba berdenyut. heran pada istri nya yang dari dulu tidak pernah berubah. selalu saja merendahkan orang lain yang tidak sederajat dengan nya.
"Bayu tidak akan mau meneruskan HPD Grup jika mama masih saja seperti ini!" setelah mengucapkan itu Bayu berjalan cepat menaiki tangga, menuju kamar nya. dan Toni pun menyusul nya.
"lihat ... mau Sampai kamu seperti ini terus ma? nunggu sampai Bayu keluar dari rumah ini?" ujar pak Hardi sinis pada istri nya. dia kecewa dengan istri nya bisa bisanya sampai menghina orang sampai segitu nya.
Bu sari tidak peduli dia yakin bisa memisahkan Bayu dan bintang " itu tidak akan mungkin terjadi pa, memang nya Bayu mau kehilangan semua fasilitas nya." Bu sari tersenyum sinis.
"kamu ini pura pura tidak tahu atau bagaimana?" tanya pak Hardi.
"maksud papa?"
"sudah dua tahun lebih Bayu tidak memakai fasilitas yang papa berikan. kecuali motor nya itu." tukas pak Hardi dan seketika membuat Bu sari terkejut. bagaimana bisa dia tidak tahu soal ini.
Risa tersenyum melihat mama nya yang tampak kebingungan.
"mama sudah kalah sekarang, Bayu tidak mungkin mau menukar bintang dengan jabatan CEO nya. bagi Bayu bintang itu segala nya. dan apa mama tahu .. cafe yang di dirikan Bayu sudah berjalan lancar sekarang. tanpa campur tangan mama ataupun papa. walaupun dia tidak menjadi CEO, dia masih bisa menghidupi bintang dengan hasil dari cafe nya." Risa tersenyum senang saat melihat mamanya semakin terkejut. dan kali ini bukan hanya mama nya tapi juga papa nya.
"mama tidak tahu apapun soal Bayu ma, mama terlalu fokus pada cara memisahkan Bayu dan bintang. dan satu lagi, mama terlalu sibuk dengan geng sosialita mama itu." Risa tergelak saat mata tajam mama nya menatap ke arah nya. wanita cantik dibalik wig itu tersenyum senang.
pak Hardi yang mendengar penjelasan Risa ikut senang, putra yang dikira nya manja itu bisa mandiri seperti ini. membangun usaha tanpa bantuan nya. merasa bangga dengan putra nya, pak Hardi tidak perlu menyuruh Bayu untuk berkuliah lagi kalau seperti ini. keputusan nya sudah tepat menyuruh Bayu menduduki kursi CEO.
.
.
.
__ADS_1
terimakasih