
di ruang makan yang terhubung dengan dapur Bayu tersenyum menatap makanan yang sudah ia siapkan di meja. tadi ia sengaja pulang lebih awal dan membeli makanan kesukaan bintang. sedikit-sedikit ia akan membuat istrinya percaya lagi padanya. ia juga tahu beberapa hari ini ia sering lembur dan jarang memperhatikan istrinya.
selang beberapa menit Bayu bisa mendengar pintu apartemen dibuka. ia yakin pasti itu istrinya dan dengan segera ia menghampiri bintang.
"Bi, aku tadi beli makanan kesukaan mu. makan yuk.." ajak Bayu.
bintang menoleh pada meja makan sekilas. "aku sudah makan tadi. kamu makan saja." ucap bintang menolak ajakan suaminya. ia meneruskan langkah nya.
"kalau kamu sudah makan, temani aku saja. makan sendirian tidak enak bi. kamu duduk aja ya." rayu Bayu, ia sudah sedikit senang karena bintang mau menjawab pertanyaan nya.
"aku lelah, kamu makan sendiri saja." ucap bintang masih menolak. ia sebenarnya tidak tega. tapi rasa kecewa nya lebih mendominasi. dan membuat nya malas berlama-lama dengan sang suami.
Bayu menelan Saliva dengan susah saat mendapat penolakan lagi dari istrinya. tapi tak kehabisan ide selanjutnya Bayu membuat wajah sememelas mungkin.
"ya sudah, aku akan membuang makanan nya saja. kamu tidak mau menemaniku makan, aku juga tidak akan makan walaupun dari tadi siang aku belum makan." ujar bayu dengan sedikit keras ia yakin bintang mendengar ucapan nya. terbukti istrinya langsung menghentikan langkah dan berbalik menuju meja makan.
Bayu bersorak di dalam hati, ia berjalan menuju meja makan dengan senyum mengembang.
"Terimakasih." ucap Bayu saat bintang meletakan sepiring nasi di hadapan nya.
Bayu terharu dengan sikap istrinya, bintang dengan telaten mengambilkan nasi dan lauk untuk nya. walaupun tidak ikut makan, bintang hanya duduk diam di depan Bayu.
Bintang menatap Bayu yang sedang menikmati makan malam nya, pria yang sejak dulu sangat ia cintai. hatinya terasa teriris saat mengingat pemandangan yang ia lihat kemarin. kedekatan Bayu dengan Rena yang sanggup membuat kepercayaan diri bintang runtuh.
rasa takut kehilangan tiba-tiba muncul memenuhi kepala nya. jika di sandingkan, bintang merasa dirinya kalah jauh. ia merasa tidak sebanding dengan Rena yang wanita karir, berpendidikan dan bukan dari keluarga biasa seperti dirinya. bahkan masalah itu lah yang dulu menjadi penyebab perpisahan nya dengan Bayu, putra pemilik HPD grup yang akan menggantikan posisi ayah nya.
apalagi bintang menyembunyikan rahasia besar yang disimpan nya sejak sebelum menikah. bintang tidak yakin Bayu akan memaafkan nya nantinya jika ia mengetahui rahasia yang di simpan bintang.
saat sedang melamun bintang dikejutkan dengan sendok di hadapan nya.
ternyata Bayu yang sedang menyodorkan sesendok nasi dan lauk kesukaan bintang.
bintang menolak dan mendorong pelan sendok itu.
__ADS_1
"ini makanan kesukaan mu bi, kenapa menolak?" tanya Bayu.
"aku sudah kenyang." jawab bintang singkat. "cepat habiskan makanan mu bay." titah bintang karena ia tahu Bayu sengaja melama-lama kan makan nya.
"Bay?" Bayu tersenyum sinis. "panggil aku yank seperti biasa!. jangan sesuka hati memanggilku bi. aku tidak terima itu, bahkan saat kamu marah tetap panggil aku yank seperti biasa!" tegas Bayu, ia meraih gelas berisi air putih dan meminum nya sampai tandas.
bintang menunduk ia selalu takut jika Bayu menatap nya dengan tajam. Bayu yang menyadari itu lantas melembutkan pandangan nya. berjalan menghampiri sang istri yang masih menunduk, dengan sekali sentakan Bayu berhasil menggendong sang istri.
"turunkan aku yank, kamu apa'an sih!" pekik bintang.
"jangan bergerak dan pegangan dengan erat atau kamu akan jatuh bi!" tegas Bayu, ia tersenyum saat bintang menurut dan mengalungkan tangan di lehernya.
Bayu menjatuhkan tubuh bintang di atas kasur, dan ia langsung merangkak naik dan mengungkung istrinya dengan bertumpu pada tangan nya.
Bayu menatap dalam mata hitam milik istrinya. mata yang masih terlihat sembab karena kebanyakan menangis itu membuat hati Bayu tercubit.
mengusap pipi istrinya dengan lembut, Bayu mengecup seluruh wajah bintang tanpa terlewati satupun.
bintang mengalihkan pandangannya ke samping tapi Bayu dengan sigap menahan nya dan membuat bintang mau tidak mau menatap padanya lagi.
"apa sebegitu marah nya sampai melihat ku saja tidak mau?" tanya Bayu dengan suara yang terdengar sedih.
"aku benar-benar minta maaf Bi." ucap Bayu dengan tulus menjatuhkan wajahnya di dada sang istri dengan manja.
dada bintang terasa bergemuruh, ia bisa merasakan ketulusan hati Bayu. bintang menepuk lembut punggung Bayu. pertahanan dirinya runtuh.
"aku memaafkan mu."
mendengar kalimat itu Bayu mengangkat pandangan nya dan menghadiahi kecupan di seluruh wajah istrinya. "terimakasih sayang, aku janji akan menjaga batasan ku."
bintang tersenyum dan mengangguk, senyum yang seharian ini hilang telah kembali. membuat Bayu tersenyum bahagia.
***
__ADS_1
"nanti siang aku akan menjemput mu, kita beli kado untuk papa dan sekalian mencari baju untuk mu." ujar bayu saat sedang di pasangkan dasi oleh istrinya.
lusa adalah ulang tahun Hardi yang akan di rayakan dirumah nya pribadi.
"baiklah" ucap bintang ia tersenyum puas menatap dasi yang terpasang di leher sang suami.
cup~ bintang terkejut saat tiba-tiba Bayu mengecup bibir nya. pipinya merona dan itu tertangkap oleh mata Bayu.
"sudah sering ku cium masih saja malu." ucap Bayu terkekeh.
"tidak tuh, aku hanya terkejut tadi." elak bintang.
"apa ulang tahun papa banyak yang datang?" tanya bintang.
"hanya kerabat dan kolega papa saja sayang." jawab Bayu santai ia berjalan menuju ruang makan dan bintang mengikuti nya dari belakang.
"Apa Rena akan datang juga?" tanya bintang dengan raut wajah penasaran dan cemas.
Bayu menghentikan langkah nya dan memutar badan nya menatap bintang yang juga berhenti.
dari ekspresi yang bintang tunjukan, Bayu bisa melihat jika istrinya masih cemas soal Rena.
Bayu tersenyum lembut, ia tangkup kedua pipi istrinya hingga bibir bintang menjadi mancung seperti ikan lohan.
"kamu menggemaskan sekali kalau sedang cemburu" ucap Bayu terkekeh.
"tidak tuh." jawab bintang.
"yakin nggak cemburu, yang kemarin marah-marah siapa?" todong Bayu, menjahili istrinya.
"jangan mengungkitnya!" sentak bintang.
Bayu terdiam dan tidak bersuara. lebih memilih untuk menutup mulutnya rapat-rapat daripada masalah berbuntut panjang. akhir-akhir ini bintang selalu sensitif dan sering meledak-ledak.
__ADS_1