
"ah iya ma bintang kangen sama ayah dan ibu jadi minta menginap disana sehari. besok Bayu akan mengantar bintang." elak Bayu, mendekati sang istri.
"oh begitu.."
"nggak cuma sehari ma, bintang mau tinggal dirumah ayah sampai melahirkan." ralat bintang, menepis tangan Bayu yang hendak memeluk pinggangnya.
bintang merasa tidak perlu ada yang disembunyikan lagi dari mertuanya. ia sudah lelah, bintang butuh ketenangan dan satu-satunya ketenangan itu dirumah orang tuanya.
"bee.."
"ada apa ini kenapa kamu mau melahirkan dirumah ayahmu bee?" sari bingung, ia hanya tahu kalau anak dan menantunya bertengkar karena Bayu yang terlalu sibuk bekerja. dan ia sudah mendengar sendiri jika putranya akan mengurangi pekerjaan nya tapi kenapa menantunya malah mau tinggal dirumah orang tuanya. sari merasa pertengkaran mereka terjadi bukan karena hal itu.
bintang terdiam, sari bisa melihat jelas raut gelisah di wajah menantunya.
"ok begini saja, kalau kalian tidak mau bilang sama mama nggak apa-apa. ini bukan ranah mama lagi, mama tidak akan ikut campur dalam Masalah rumah tangga kalian. mama akan pulang, kalian selesaikan sendiri Maslaah kalian dengan kepala dingin. ingat bayi kalian yang belum tahu apa-apa." ujar sari, memilih masuk kedalam kamar dan mengambil tas nya.
***
"bee kamu kenapa sih keras kepala sekali?" Bayu mengikuti setiap gerakkan istrinya yang memindahkan pakaian kedalam koper. pria itu berusaha untuk membujuk istrinya agar tidak pergi.
bintang tidak menjawab dan masih menutup mulut.
"apa kamu tidak percaya padaku kalau aku bisa menjaga kalian disini?"
bintang menutup koper dengan kasar saat ucapan sang suami berhasil mengecoh perhatiannya.
"kamu ini amnesia hah!" ujar bintang dingin. "2 kali aku dan bayiku dalam bahaya gara-gara sikap mu Bayu!" kali ini ibu hamil itu berteriak, suaranya menggelegar memenuhi kamar.
"aku minta maaf." Bayu mendesah frustasi.
"Kamu tahu kan kalau aku selalu memaafkan mu, dari kesalahan yang kecil hingga yang besar kapan aku tidak memaafkan mu?" isakan mulai terdengar lagi dari bibir wanita cantik diatas tempat tidur.
hati Bayu sakit saat melihat istrinya menangis lagi didepannya. pria itu mendekat dan memeluk tubuh bergetar itu.
"maafkan aku, aku salah." Bayu menghujani kepala istrinya dengan kecupan tulus.
"biarkan aku pulang, aku tidak tenang disini."
"iya besok aku akan mengantarmu kerumah ayah, apa kamu tenang disana?" Bayu mengalah mungkin ini yang terbaik untuk istrinya. tidak masalah jika ia harus bolak balik untuk melihat istrinya.
***
didalam mobil menuju Bandung tempat tinggal kedua orang tua bintang.
Bayu dan bintang tidak ada yang bersuara sama sekali, kedua orang itu larut dalam fikiran masing-masing.
Bayu melirik istrinya, ia menghela nafas pelan.
__ADS_1
"kamu lapar nggak?"tanya Bayu, sudah satu jam melakukan perjalanan ia khawatir bintang lapar dan sungkan untuk bilang padanya.
bintang menggeleng, matanya fokus pada jalanan yang tampak ramai dipagi hari.
semalaman Bayu tidak bisa tidur, memikirkan akan jauh dari istrinya membuat calon ayah itu frustasi.
bintang terkejut saat tiba-tiba Bayu membelokan mobil nya putar balik.
"kenapa Putar balik?" tanya bintang bingung menatap suaminya.
"aku nggak bisa jauh dari kamu, kita pulang." jawab Bayu datar tetap fokus pada jalanan walaupun bintang protes.
"tapi aku mau pulang ke rumahku!" protes bintang kesal.
"memangnya apartemen kita itu bukan rumahmu?" Bayu menatap istrinya dengan tatapan kecewa.
"kamu sudah janji mau nganterin aku pulang kerumah ayah. kalau tahu gini lebih baik aku pulang sendiri saja tadi." sungut bintang, ibu hamil itu menatap sang suami yang tidak peduli dengan tatapan nya.
"duduk dengan tenang dan jangan protes!" sentak Bayu, emosi pria itu tersulut saat bintang mengatakan akan pulang sendiri.
"aku benci kamu!" teriak bintang.
Bayu menepikan mobilnya dengan cepat saat teriakan sang istri menusuk hatinya. benci padanya? Bayu terluka dengan ucapan itu.
melepas sabuk pengaman dan mencodongkan tubuhnya, Bayu mengungkung istrinya diantara dua tangan nya yang bersandar pada sandaran kursi yang di duduki bintang dan satunya bersandar pada pintu mobil.
bintang berusaha membuka pintu mobil tapi tak bisa dibuka karena Bayu menguncinya.
"buka pintunya, aku mau pulang!" sentak bintang dengan suara bergetar.
"aku nggak akan buka." jawab Bayu dingin.
"tapi aku mau pulang, dasar suami jahat!" bintang mendorong tubuh Bayu tapi pria itu tak bergerak sedikitpun.
"aku nggak ngizinin!" Bayu tetap pada pendiriannya.
"tapi tadi malam kamu sudah janji mau ngantar aku pulang!"
"aku berubah pikiran" jawab Bayu santai.
bintang mengeram kesal Ia berusaha memberontak melepaskan diri dari suaminya.
"minggir!" sentak bintang memukul dada bidang suaminya yang tak bergeming.
"minggir Bayu!" bintang terus saja memukul dada suaminya.
Bayu tidak bergeming, ia biarkan bintang memukuli dadanya. sampai akhirnya karena kesal istrinya selalu berontak, pria itu tiba-tiba mencium bibir istrinya. memaksa bibir mungil itu terbuka. bintang yang terkejut semakin mengeratkan bibirnya agar tidak terbuka sampai Bayu menggigit bibirnya dan reflek ia membuka bibir.
__ADS_1
dengan cepat Bayu memasuki mulut istrinya, Melu*mat bibir manis itu dan menyesapnya dengan kasar. tangan bintang yang bebas memberontak dan mendorong tubuh Bayu.
Bayu mencengkram lengan bintang hingga wanita itu tidak bisa bergerak. sampai akhirnya bintang hanyut dalam ciuman nya. merasa istrinya sudah tenang, Bayu melepaskan pertautan mereka. menempelkan dahinya di dahi istrinya dengan nafas yang memburu.
mata mereka berdua bertemu dengan mengatur nafas masing-masing.
"duduk dengan tenang dan jangan banyak protes. kamu istriku, harus nurut denganku." ucap Bayu, menjauhkan diri dari istrinya dan mulai menjalankan mobil kembali.
bintang memalingkan wajah pada jendela mobil. wanita itu pasrah dan lebih memilih akan pergi diam-diam nantinya saat sang suami sudah berangkat kerja.
***
keesokan harinya bintang dengan cepat mengambil tas nya, ia berniat pergi diam-diam dari sang suami. memutuskan untuk tidak membawa koper yang hanya akan menyusahkan nya nanti. ibu hamil itu berjalan cepat dan keluar dari apartemennya.
"mau kemana?"
degh..
bintang tersentak saat melihat suaminya berdiri di samping pintu dengan kedua tangan menyilang di dada.
"mau pergi diam-diam tanpa izin dariku?" sindir Bayu tepat sasaran.
bintang berubah pias, ibu hamil itu tampak gusar. rencananya dapat terbaca oleh sang suami.
"ikut aku." Bayu menggenggam tangan istrinya tapi ditepis.
tidak mau membuang-buang waktu pria itu langsung menggendong istrinya. bintang berontak didalam gendongan sang suami.
"turunkan aku suami jahat!" sentak bintang.
"pegangan atau kau akan jatuh dan membahayakan anak kita!" tegas Bayu.
bintang refleks mengalungkan tangan nya di leher sang suami. saat sampai di lobi orang-orang menatap ke arah nya. bintang yang malu langsung menyembunyikan wajahnya di ceruk leher sang suami. Bayu tersenyum puas, mengeratkan gendongan nya dan melesat ke dalam mobil.
***
"kenapa kita ke kantormu?" tanya bintang saat mobil berhenti di depan perusahaan sang suami.
"ada kejutan untukmu." jawab Bayu santai, menggenggam tangan istrinya.
"kejutan apa?" tanya bintang lagi, tiba-tiba perasaan nya menjadi tidak nyaman.
"nanti kamu tahu sendiri."
"aku tidak mau bertemu dengan wanita itu, aku bisa mencakar nya kali ini. jadi biarkan aku pulang atau wanita itu akan terluka!" ancam bintang.
"silahkan saja." Bayu menjawab santai dan menggandeng istrinya masuk kedalam lift.
__ADS_1