
"ah iya yank gerah sekali. aku lelah apa pesta nya masih lama?" tanya bintang mengalihkan pembicaraan.
"tidak perlu menunggu sampai selesai. jika lelah. kita bisa beristirahat, mama meminta kita menginap malam ini." jawab Bayu
"aku lelah sekali, apa kita bisa beristirahat sekarang?" bintang sebenarnya tidak lelah, tapi dia sengaja menghindari Rena yang sejak tadi mengintai nya.
"baiklah, ayo." Bayu merengkuh pinggang bintang dengan mesra, membawa istrinya menuju kamar nya di lantai atas.
di dalam kamar, bintang menatap pintu kamar mandi yang masih tertutup. ia buru-buru mengambil pil KB di dalam tas nya. tapi bintang semakin panik saat pil KB yang tadi dia bawa sudah tidak ada di dalam tas nya.
membongkar semua barang yang ada di dalam tas nya, bintang menumpahkan semua barang nya di atas tempat tidur. tapi nihil, pil KB nya lenyap tak ada jejak.
"cari apa bi? kenapa membongkar isi di dalam tas mu?" tanya Bayu, pria itu masih mengenakan handuk yang bertengger di pinggang nya. tubuh dan rambut nya yang masih basah terlihat jelas.
berbalik badan, bintang berusaha menetralkan rasa paniknya.
"a..aku ...aku mencari hp ku sayang. iya hp ku dimana tadi ya?" bintang bermonolog tangan nya berpura-pura tengah mencari tumpukan barang di atas kasur.
"bukan nya ini hp mu?" Bayu mengangkat benda pipih itu ke udara.
"ah iya , kenapa aku bisa lupa ya. maaf sayang." jawab bintang terbata. ia langsung meraih hp nya dan kembali merapikan barang yang berantakan.
Bayu menatap wajah istrinya yang terlihat lucu saat panik. begitu menggemaskan menurut Bayu.
"ada apa?" tanya bintang, saat menangkap sorot mata Bayu yang seperti ingin menerkam nya.
bukan nya menjawab, Bayu malah semakin berjalan mendekati bintang. membuat wanita itu terduduk di tempat tidur. dengan segera, Bayu tidak menyia-nyiakan kesempatan. dikungkung nya tubuh sang istri yang kebingungan.
bintang mengalihkan pandangan saat menatap dada bidang suaminya. saat masih basah seperti ini membuat Bayu terlihat lebih gagah.
"kita belum pernah melakukan nya disini kan?" tanya Bayu, tersenyum manis menatap bintang yang mengekerutkan kening.
"iya,, lalu?"
__ADS_1
"menstruasi mu sudah selesaikan?" tanya Bayu.
"iya,, lalu?" bintang yang sudah mulai mengerti arah keinginan suami nya menjadi panik. dia belum meminum pil KB nya. bukan hanya hari ini, seminggu yang lalu juga bintang lupa tidak meminum pil KB nya karena disibukan dengan pesanan yang membuncah.
tanpa menjawab pertanyaan istrinya, Bayu langsung Melu*mat bibir tipis istrinya dengan lembut. Bayu melepas pertautan itu saat dirasa bintang tidak membalas ciuman nya.
"kenapa bi?" tanya Bayu, biasanya bintang selalu membalas jika Bayu memulai.
"aku takut ada yang dengar sayang. aku merasa tidak enak." bisik bintang.
"hahaha, dilantai ini hanya ada kamar ku bi jangan khawatir kan apapun. nikmati saja, anggap ini seperti bulan madu dadakan." bisik Bayu.
tanpa berlama-lama Bayu mengecup kembali bibir istrinya. awalnya bintang masih tetap ragu, hingga akhirnya ia terbuai dengan setiap sentuhan hangat suaminya. ikut berpartisipasi di dalam kerja sama merengkuh surga dunia yang memabukkan itu.
saat Bayu memulai penyatuan nya, bintang hanya bisa berdoa di dalam hati.
dua kali tidak minum pil KB tidak masalah kan?, semoga tidak terjadi apa-apa." batin bintang.
sebulan berlalu, Rena sudah sangat muak dengan sikap Bayu yang sengaja menghindari nya. tidak pernah mau di ajak makan berdua bahkan mengerjakan pekerjaan pun, selalu di temani oleh Hendri atau asisten nya. pria itu tidak mau berduaan saja dengan Rena.
Bayu terkejut saat ada benda asing tiba-tiba di jatuhkan di depan mejanya dengan kasar. Bayu mendongak menatap Rena yang tersenyum sinis padanya.
"ada apa re?" tanya Bayu, ia sangat bingung dengan sikap Rena terlebih lagi benda seperti tablet yang ada di depan nya.
"itu ku temukan dari tas istrimu. jatuh saat di pesta ulang tahun Tante Sari." jawab Rena dengan santai.
Bayu meraih benda yang adalah pil KB, dilihat nya dengan teliti tapi pria itu masih saja tidak tahu obat apa ini.
"baiklah, terimakasih." ucap Bayu, perasaan panik tiba-tiba menyergap di relung hatinya. bertanya-tanya apa selama ini bintang sakit, sampai harus membawa obat ini kemanapun.
raut wajah panik Bayu terbaca oleh Rena, gadis itu menduga Bayu tidak mengetahui obat apa itu. terbukti dari tidak adanya raut wajah marah atau kecewa tapi malah ada kepanikan.
"kamu tidak tahu obat apa itu bay?" tanya Rena, gadis itu memperhatikan setiap pergerakan Bayu yang tiba-tiba membereskan meja dan menutup laptop.
__ADS_1
"aku tidak tahu, aku akan bertanya pada bintang. re.. bisakah kamu handle meeting nanti? aku harus menemui istriku. aku khawatir, dia menyembunyikan sakit nya dari ku." ujar bayu, pria itu melirik sang asisten yang masih fokus dengan laptop di atas meja.
"Andi, nanti tolong bantu Rena. siapkan saja berkas yang dibutuhkan untuk meeting nanti. aku akan pulang." titah Bayu, walaupun Andi sedikit terkejut tapi dia hanya bisa mengangguk.
"baik pak"
Rena mencegah Bayu saat pria itu berdiri dari duduknya.
"bay tunggu!, ini meeting penting tidak bisa di wakilkan. kamu tahu sendiri kan ini proyek yang kamu nanti-nanti kan. pak Surya pasti kecewa kalau kamu tidak hadir memimpin meeting hari ini." Kata Rena menjelaskan.
"tapi istriku lebih penting dari segala nya re. aku khawatir pada bintang." sahut Bayu, pikiran nya semakin tidak tenang.
"astaga! kamu serius tidak tahu apa kegunaan obat itu?" tanya Rena, ia tergelak pelan lalu tersenyum sinis.
"bintang memang menyembunyikan sesuatu darimu, tapi bukan penyakit." lanjut Rena.
"apa maksudmu?" tanya Bayu.
"itu pil kontrasepsi Bayu, kegunaan nya agar mencegah kehamilan." sahut Rena dengan santai, gadis itu senang saat melihat raut wajah terkejut Bayu.
"tidak mungkin, bintang tidak mungkin melakukan itu. mungkin pil KB ini bukan milik istri ku." elak Bayu, ia tidak bisa percaya begitu saja pada Rena.
Bayu tahu Rena memiliki perasaan lebih padanya, itu juga alasan sampai sekarang Bayu tidak mau terlalu dekat dengan Rena. bintang sendiri sudah pernah marah padanya tentang hal ini. tidak mau membuat sakit hati kembali istrinya, Bayu lebih memilih cari aman.
Andi yang masih ada di dalam ruangan hanya menatap bergantian dua orang di depan nya. yang satu mencoba meyakinkan, yang satu nya lagi mengelak. pemandangan itu membuat Andi pusing, masih ada pekerjaan yang belum ia selesaikan jika seperti ini terus bisa ia pastikan hari ini dia akan lembur lagi.
Bayu yang menyadari kalau Andi masih ada di antara mereka pun bersuara.
"an, kamu boleh keluar sekarang." titah Bayu.
Bayu menatap pintu yang tertutup dengan perlahan. pandangan nya beralih pada Rena yang masih dengan santainya duduk di kursi.
"kalau kamu tidak percaya, periksa saja tas istrimu." ujar Rena sebelum keluar dari ruangan. meninggalkan Bayu yang termenung di tempat nya.
__ADS_1