
"aduh hp gue mana ya?" ucap Rina panik saat mencari cari hp nya di tas tapi tidak ada.
"lupa kali naruh dimana. coba cari yang bener." ujar Sofi teman Rina.
Rina dan Sofi celingak-celinguk, memeriksa keseliling ruangan khusus karyawan.
sudah di cari kesana kemari tapi tetap tidak ketemu.
"cari apa sih kalian Rin?" tanya bintang yang baru masuk keruangan itu.
"lihat hp gue nggak bi. softcase nya gambar beruang megang bambu." ucap Rina yang mukanya kian panik. takut hp nya tidak ketemu padahal itu belum lunas. masih dalam masa cicilan.
"itu beruang apa panda sih Rin kok megang bambu?" bintang tertawa kecil.
"eh iya panda maksudnya bi." ralat Rina.
"gue nggak tahu, tapi gue bantu cari ya. Mel bantuin jangan diem aja." menoleh pada Amel yang malah melamun dibelakang nya.
"eh iya."
mereka ber empat yang sedang mencari hp Rina bersamaan menoleh ke arah pintu saat tari dan Afi masuk dengan melenggak-lenggok ciri khas cara berjalan nya.
"kenapa nggak di telfon aja sih. pada bego banget." sinis tari.
Rina yang tersadar akhirnya meminjam hp Sofi untuk menelfon ke nomernya.
terdengar bunyi panggilan yang tersambung. mereka mencari cari, dan berakhir pada loker milik bintang.
bintang melotot, tidak percaya kalau hp Rina ternyata berada di dalam loker nya. dia meraih nya memberikan nya pada Rina.
"Lo tahu kan bukan gue yang ngambil. kalau gue yang ngambil nggak mungkin nggak gue silent." ujar bintang menatap Rina.
Rina tidak peduli, dia merasa lega sekarang tidak jadi kehilangan hp nya.
"alah, mau nyuri aja banyak alasan! dasar mental pencuri ya tetap jadi pencuri!" sinis tari mengejek.
"Lo kalau ngomong bisa dijaga nggak sih?" bintang berdiri di hadapan tari dengan berani. tadi pagi dia masih bisa bersabar tapi sekarang tidak lagi.
__ADS_1
para pekerja yang lain hanya berdiri menonton, ada yang berbisik dan ada juga yang malah merekam nya.
"emang kenyataan nya gitu kok masih nggak mau ngaku. udah ngrebut Bayu dari gue eh sekarang nyuri hp nya si Rina." tertawa mengejek.
"udah bi nggak usah diladenin, malah besar kepala ni anak nanti." bisik Amel pada bintang mencoba menenangkan sahabat nya.
tapi bintang tidak menggubris nya dia sudah dikuasai emosi sekarang.
"gue nggak nyuri ya. dan gue juga nggak ngrebut Bayu dari Lo!" seru bintang.
"gue heran kenapa Bayu bisa suka sama perempuan kayak Lo, udah nggak cantik pencuri pula!"
"Lo nggak tahu malu banget. ngaku ngaku Bayu pacar Lo tapi kenyataannya nggak. ngaca dong ngaca. kaca Segede gitu nggak keliatan emang nya?" tunjuk nya pada kaca bundar yang terpasang di dinding.
"Lo! kurang ajar! berani nya Lo ngehina gue!"
tari menghampiri bintang menjambak rambut nya, bintang pun membalas menjambak juga.
Amel dan Afi sibuk melerai tapi sepertinya percuma karena keduanya masih tetap saling menjambak dengan kencang.
Tari dan bintang menoleh ke arah teriakan itu. terlihat Bayu yang berdiri memasang raut wajah marah.
"kalian ini kayak anak kecil banget. Lo tar udah gue bilangin jangan nglewati batasan Lo. dan kamu bi apa tidak ada cara lain dari ini ?"
"nggak malu di lihatin banyak orang disini hah?" Bayu berteriak sambil berkacak pinggang.
tari berjalan menghampiri Bayu, memegang lengan nya dengan manja.
" dia yang duluan ngehina gue bay." adu tari pada Bayu, menatap bintang sinis.
bintang tidak mendengarkan ucapan tari, pandangan nya fokus pada lengan Bayu.
bintang yang melihat Bayu tidak menghindar saat lengannya di pegang tari pun tersenyum getir lalu meraih tas nya dan pergi dari sana. Amel pun berlari mengikuti bintang.
"bi tunggu!" teriak Amel saat sudah sampai di parkiran.
"gue kesal banget Mel. Lo lihat tadi kan. " bintang mengusap air mata di pipinya dengan kasar. air mata yang dengan bodohnya keluar tanpa diminta.
__ADS_1
"iya gue lihat. tapi Lo tenangin dulu diri Lo ya. gue tadi juga udah curiga soal hp si Rina. kayak nya tari deh dalang nya."
"iya gue ngira juga gitu! tapi terserah lah gue mau pulang Mel. ngelihat mereka jadi eneg gue. gue pulang dulu ya." pamit bintang pada Amel.
"iya hati hati ya jangan ngebut. cemburu boleh tapi ingat ..."
"keselamatan nomer satu!" ujar bintang menirukan gaya bicara sahabat nya.
Amel mengacungkan jempol. dan melambaikan tangan saat bintang mulai melajukan motornya.
***
setelah bintang pergi Bayu baru tersadar kalau tari bersender dengan manjanya di lengannya.
dengan segera menghempaskan tangan tari dengan kasar.
"serahin hp Lo!" pinta Bayu pada teman kerjanya yang tadi sempat dilihat nya merekam.
"cepat!" bentak Bayu mengulurkan tangan nya.
dengan gemetar wanita itu menyerahkan hp nya pada Bayu. Bayu langsung mencari video itu dan menghapusnya.
"kurang kurangin deh ngrekam kejadian yang nggak ada faedah nya buat hidup Lo!" ujar Bayu menyerahkan hp wanita itu kembali lalu berlalu pergi.
"bintang mana Mel?" tanya Bayu dengan ngos ngosan. dia berlari ke arah parkiran untuk mengejar nya tadi.
"udah pulang! minggir gue juga mau pulang!" ketus Amel pada Bayu.
Bayu meremas rambut nya. "SIAL!" ...
.
.
.
Bersambung
__ADS_1