Perjalanan Cinta Bintang

Perjalanan Cinta Bintang
bab 43, opname


__ADS_3

Bintang mulai mengerjakan mata, selanjutnya terbuka.


"Mel..." panggil bintang lirih, suaranya lemah tak bertenaga.


Bayu yang melihat bintang sadar, mendekati istrinya. "sayang kamu sudah sadar?"


"aku dimana?"


"kamu di rumah sakit sayang," jawab Bayu, ia bahagia saat Amel mengatakan kalau bintang hamil.


"bayi, bayiku... apa baik baik saja?" bintang panik, mengusap perut nya.


"dia baik baik saja sayang, bayi kita baik-baik saja. terimakasih.. " Bayu menghadiahkan kecupan di seluruh wajah istrinya.


hadiah yang sangat berharga di saat huru hara pernikahan nya membuat pria itu sangat bahagia.


"Amel kemana?" tanya bintang lirih. " Rena?"


"Amel kembali ke butik sayang, Rena sudah berangkat ke bandara. dia kembali ke Australia. dia titip salam padamu tadi." Bayu tersenyum. tangan nya mengusap pipi bintang.


"permisi, saya priksa dulu ya Bu, pak." suster datang ke dalam kamar inap bintang. setelah memeriksa semua nya lantas dia berucap.


"nanti ke ruangan USG agar bisa melihat keadaan bayi nya. rekan saya sedang mengambil kursi ronda. tunggu sebentar ya Bu."


"terimakasih sus"


***


"nah, ini janin nya. usia nya 5 Minggu." ucap dokter wanita. menunjuk layar monitor.


Bayu dan bintang tersenyum bahagia. pria itu menggenggam erat tangan istrinya.


deg


Bayu menoleh saat bintang melepaskan tangan nya. bintang cuek saja di pandang seperti itu. entah kenapa melihat Bayu ia menjadi kesal.


"syukurlah janin nya baik-baik saja, pendarahan di awal kehamilan memang sangat umum terjadi. itu karena ibu yang terlalu kelelahan dan stress."j jelas dokter itu.


rasa bersalah kembali menghantui Bayu, calon ayah itu menyesal kenapa tempo hari tidak mendengarkan penjelasan istrinya.


"dan juga ibu bintang kekurangan cairan, apa muntah nya terlalu sering?" tanya dokter itu.


"iya dok, kalau habis makan pasti muntah. kalau nggak makan pun juga muntah." jawab bintang.


Bayu menoleh ke arah istrinya lagi, tak menyangka bintang melewati itu semua sendiri beberapa hari ini.


"suami macam apa aku ini!"

__ADS_1


"untuk mengantisipasi kemungkinan yang tidak di inginkan, ibu bintang harus diopname 3 hari ya." ucap dokter itu tersenyum ramah.


"baik dok" jawab Bayu.


kembali ke ruangan perawatan, Bayu dan bintang di Landa keheningan. tak ada dari mereka yang bersuara sama sekali. cukup lama sampai akhirnya Bayu mendekat saat bintang kesusahan meraih air mineral di atas meja.


"aku ada disini bee, kenapa tidak meminta tolong padaku?" tanya Bayu lembut, tersenyum menyerahkan segelas air putih.


"aku bisa sendiri, selama ini aku melakukan apapun sendiri kan" jawab bintang setelah meneguk air putih, menghilangkan dahaga yang terasa.


Bayu menunduk, "maaf, maafkan aku." Bayu meraih tangan istrinya.


"Aku sudah memaafkan mu, Rena sudah menjelaskan semua padaku." jawab bintang.


Bayu mendongak, dan segera memeluk tubuh istrinya. entah kenapa ada yang terasa tercubit saat merasakan tubuh bintang semakin kurus.


"maafkan aku .."


kata maaf berulang kali menggema mengisi keheningan ruang perawatan VVIP rumah sakit ternama itu. sesal dan lega bercampur menjadi satu, semua nya berakhir dengan baik.


***


3 hari di rawat di rumah sakit, bintang sudah diperbolehkan dengan syarat tidak boleh kecapean dan stress. kandungan yang lemah menjadi alasan semua itu.


mendorong kursi roda masuk ke dalam apartemen nya, bintang menatap sekeliling. masih sama, suasana yang sama. apartemen yang sangat ia rindukan akhir-akhir ini kini bisa ia tempati kembali.


"Terimakasih bee, aku bahagia sekali" ucap Bayu tulus, senyum nya mengalahkan terik matahari di luar sana.


"kamu sudah mengucap kan nya dari 3 hari yang lalu yank, sudah cukup aku tidak mau mendengarkan lagi." jawab bintang mengusap kepala suaminya dengan lembut.


"Tapi aku mau mengucapkan nya setiap saat bee, sungguh ... aku bahagia sekali. aku kembali mendapatkan mu, dan kali ini Tuhan memberiku bonus." Bayu terkekeh, mencium perut datar istrinya yang di dalam nya sudah menjadi sumber kehidupan bagi sang janin.


"daripada bilang terimakasih, mending bilang apa kamu mau makan sesuatu bee?. apa kamu menginginkan sesuatu bee?. seperti itu lebih bagus." bintang menarik ujung kanan bibirnya saat sang suami terhenyak dan sadar dengan kode yang di berikan nya.


"kamu lapar? anak papa lapar ya?" tanya nya mendekatkan telinganya di perut istri.


"iya papa, aku mau makan rujak serut di depan taman sekarang!" jawab bintang dengan suara yang di buat kecil.


"rujak serut?" Bayu menautkan kedua alis nya.


"iya yank, aku pengen. tolong Carikan ya ... please" ucap bintang memohon, wajahnya terlihat menggemaskan jika sedang seperti ini.


bangkit dari jongkok nya calon papa muda itu bersuara. "baiklah, jika ratu sudah berkehendak seperti itu. raja pun tak sanggup menolak."


Bayu mengecup bibir istrinya. tunggu! bukan hanya mengecup kali ini menempel lebih lama. seperti sedang menunggu sang empu membuka bibir nya untuk di jelajah. karena tak kunjung membuka akhirnya Bayu menggigit kecil bibir bintang. ******* nya saat bintang akhirnya membuka bibirnya.


"sudah cukup, nanti nggak pergi-pergi!" protes bintang.

__ADS_1


"aku merindukan Omelan mu sayang" jawab Bayu, mencubit gemas hidung istrinya.


"baiklah, papa keluar dulu mencari rujak serut keinginan mama ya ..." pamitnya pada sang anak.


"iya papa, hati-hati ya ..."


menatap pintu kamar yang perlahan tertutup, bintang tersenyum. kelegaan menghiasi hati ibu hamil itu. semua badai teratasi dengan baik tanpa perpisahan. menunduk menatap perut nya bintang mengusap perutnya.


"terimakasih sudah hadir di saat yang tepat sayang, mama mencintai mu. tumbuhlah dengan baik di dalam sana ya . mama dan papa menunggu mu ..."


***


tak terasa dua purnama terlewati. hari Minggu di hiasi dengan hujan yang tak kunjung reda dari semalam, padahal jam dinding sudah menunjukan pukul 7 pagi. dingin menerpa kulit, suasana menjadi lebih melankolis.


tirai besar dan tinggi di ruang tv sengaja di buka lebar sepenuh nya, dari sini terlihat jalanan tampak sepi. mungkin para manusia lebih memilih berdiam diri di rumah mereka masing-masing. menghabiskan waktu bersama keluarga terkasih.


tak halnya dengan pasangan muda yang kembali merajut cinta dalam rumah tangga mereka. Bayu dan bintang memilih menonton tv dengan di temani berbagai cemilan dan buah-buahan segar di meja.


posisi bintang berada di depan suaminya bersandar manja di dada bidang sang suami dengan semangkuk biskuit di pangkuan. Bayu memeluk bintang dari belakang. menyandarkan tubuh pada sandaran sofa panjang nan nyaman.


"tangan nya jangan kemana-mana dong yank, geli." bintang menghempaskan tangan suaminya yang mulai nakal menyusup ke dalam kaos nya.


"hehe, habis sepertinya bagian sini jadi lebih besar deh bee." tanpa basa-basi Bayu menangkup dua gundukan keajaiban dunia yang kini semakin besar di masa kehamilan istrinya.


kehamilan bintang sudah jalan 16 Minggu, perut nya sudah terlihat sedikit membuncit. rasa mual dan muntah berangsur reda seiring bertambahnya usia kandungan.


"ihhh nakal lagi kan!" bintang memukul pelan tangan suaminya.


"habisnya gemas bee," ucap Bayu dengan polosnya.


tubuh bintang meremang saat Bayu mencium pundak nya yang terbuka. kaos dengan model leher lebih lebar itu memudahkan Bayu mengekspose pundak mulus istrinya.


ciuman yang seiring waktu naik ke leher membuat bintang tak sengaja mendesah. Bayu tersenyum, masih sengaja membuat istrinya terbuai.


sampai suara ketukan di pintu menyadarkan bintang. mendongak, suami istri itu saling melempar pandangan penuh tanda tanya.


"siapa yank?" tanya bintang penasaran.


Bayu mengedikan bahunya, "tidak tahu bee. biar aku buka."


"ikuttt" rengek manja bintang. semenjak kehamilan nya membuat ibu hamil itu menjadi sangat penakut.


"ayo"


bintang merengkuh lengan suaminya dengan manja, membuat Bayu gemas dan mendaratkan satu kecupan lagi di bibir mungil bak ceri itu.


membuka handle pelan, Bintang terhenyak saat melihat siapa tamu yang datang saat hujan mengguyur ibu kota pagi ini.

__ADS_1


__ADS_2