Perjalanan Cinta Bintang

Perjalanan Cinta Bintang
bab 8. antara Ihsan dan ipul


__ADS_3

flashback on


Amel yang sedang berjalan kaki sambil menenteng plastik putih yang berisi obat untuk ibunya seketika mengehentikan langkah nya kala sebuah motor tiba tiba berhenti di depan nya.


" Mel habis darimana?" tanya Ipul yang tak lain adalah teman masa kecil sekaligus tetangga nya.


" dari apotik depan pul" jawab Amel mengangkat tangan nya menunjukan plastik yang sedang di pegang.


"Ayo naik gue antar pulang." tawar Ipul .


" iya deh cape' gue jalan kaki dari rumah ke apotik." ujar Amel sembari naik ke motor Ipul.


"motor Lo kemana?" tanya Ipul seraya melajukan motor nya pelan.


" dipinjam sama Abang gue." jawab Amel.


Ipul hanya mengangguk tidak mau bertanya lebih.


sesampainya didepan rumah Amel. Amel dikejutkan dengan keberadaan Ihsan yang tengah duduk diatas motor nya. Amel turun dari motor Ipul menghampiri Ihsan pacarnya.


" kok kamu disini ? udah lama?" tanya Amel saat dia sudah berada didepan Ihsan.


"Darimana?" tanya Ihsan dengan raut wajah dingin.


Amel mengernyitkan kening bingung. terdiam beberapa saat. Ihsan yang melihat Amel hanya diam bertanya lagi.


"darimana !?" berteriak lumayan keras.


Amel terkejut mendengar teriakan Ihsan. tangan nya bergetar masih memegangi kantong plastik.


"da..dari apotik beli obat buat ibu san." jawab Amel jujur. Dia takut Ihsan tidak bisa mengontrol emosi nya. melihat sekeliling beberapa tetangga mengintip dari depan rumah nya masing masing. dia hanya bisa pasrah.


Ihsan tersenyum sinis " Lo mau nyoba bohongin gue." mencengkram dagu Amel. terlihat Amel meringis menahan sakit nya cengkraman di dagu nya.


"aku nggak bohong san" jawab Amel terbata.


Ipul yang daritadi hanya mengawasi dari samping motor nya seketika menghampiri Ihsan dan Amel. dia sudah cukup sabar tadi saat Ihsan berteriak pada Amel. tapi saat melihat Ihsan mencengkram dagu Amel, kesabaran nya mulai habis sepertinya.


"jangan kasar sama cewe bro" ucap Ipul ketus sembari melepaskan tangan Ihsan dari Dagu Amel.


"nggak usah ikut campur sama urusan gue!" ketus Ihsan menatap Ipul dengan tatapan tidak bersahabat.

__ADS_1


Amel menggeleng gelengkan kepala nya menatap Ipul. memberi kode jangan ikut terlibat dalam masalah gue. begitu kira kira artinya.


Ipul menyadari kode dari Amel. dia mundur beberapa langkah. tapi keberadaannya tetap mengintimidasi.


"jadi ini alasan Lo nggak mau jalan sama gue hari ini!" ucap Ihsan menatap tajam pada Amel dan ipul bergantian.


"nggak! Ipul nggak ada hubungan nya sama ini. kita nggak sengaja ketemu tadi dijalan waktu aku pulang dari apotik." ucap Amel memberi memmberi penjelasan.


"elo bela'in dia!" Ihsan menunjuk Ipul tanpa mengalihkan pandangan nya dari Amel.


"Bu bukan gitu. kita memang nggak ada hubungan apa apa. percaya sama aku." ucap Amel pasrah tapi menampakan wajah memelas. berharap Ihsan akan mengerti.


Tapi nyatanya tidak Ihsan malah semakin emosi mendengar pembelaan yang dilontarkan Amel.


Plak --


"dasar cewe murahan!. gampangan banget Lo mau diajak sama cowo"


berteriak tanpa peduli dengan Amel yang saat ini menahan sakit atas tamparan nya.


Ipul yang melihat itu langsung mendaratkan pukulan ke wajah Ihsan .


Bugh --


"pergi sana Lo dasar breng**k !! anj*Ng Lo !! berani nya sama cewe.! sini lawan gue." ucap Ipul menahan emosi nya yang menggebu gebu.


Ihsan menatap Amel lalu pandangan nya beralih pada tangan Amel yang memegang tangan Ipul. tersenyum getir lalu beranjak dari tempat nya menuju motor nya dan berlalu pergi . melajukan motor nya dengan kencang.


Ipul melihat Amel . dia panik saat melihat sudut bibir Amel mengeluarkan darah .


"Lo tunggu bentar ya . gue beli obat merah dulu." ujar Ipul baru mau melangkah kan kaki nya tapi Amel mencegah nya .


mengajak nya duduk di kursi didepan rumah nya.


klek --


bunyi pintu terdengar dibuka dari dalam . ibu Amel keluar membawa kotak p3k. berjalan menghampiri Amel dan ipul.


menyerahkan kotak p3k pada Ipul.


"kenapa bisa terjadi seperti ini?" ibu bertanya menatap Amel dan ipul bergantian . lalu netra nya menatap keseliling. menghela nafas saat melihat tetangga tengah mengamati rumah nya .tetangga nya melihat semua ini seperti nya.

__ADS_1


"maafin Amel Bu. Amel tidak menyangka akan jadi seperti ini." menunduk tidak berani menatap ibu nya.


"ada 2 hal yang tidak bisa di maafkan dari kesalahan laki laki. pertama berselingkuh dan yang kedua melakukan kekerasan." ujar ibu Amel dengan lembut tapi penuh penegasan.


Amel terlihat semakin menunduk . Ipul merasa kasihan menatap Amel seperti ini.


"tinggalkan dia ya Mel. dia tidak baik buat kamu kedepan nya." tegas ibu Amel . menepuk pundak Ipul dua kali. meminta tolong menenangkan Amel begitu artinya kira kira.lalu berjalan memasuki rumah nya .


setelah itu Ipul meraih kotak p3k, mengambil kapas menetesi nya dengan obat merah.


"sini gue obatin." meraih dagu Amel menepukan nya perlahan disudut bibirnya. Amel merintih menahan perih.


Amel menatap Ipul yang juga sedang menatap nya saat ini. pandangan mereka bertemu.


Deg--


Amel memalingkan wajah nya. lalu meraih kapas dan juga menetesi obat merah.


"sini gue obatin luka Lo." ujar Amel .


Ipul tersenyum , mendekatkan wajah nya pada Amel .


"maafin gue ya pul. gara gara gue Lo jadi kayak gini." ujar Amel merasa bersalah.


"nggak apa-apa , paling kegantengan gue hanya berkurang sedikit" ujar Ipul mencoba bercanda.


Amel pun tertawa . " lagi kayak gini bisa bisa nya tingkat kepedean Lo nggak berubah"


"gue gak peduli.yang penting gue bisa ngeliat senyum Lo." ujar Ipul menatap lekat mata Amel.


pipi Amel memerah merona malu.


"apa'an sih pul."


Ipul menatap pergelangan tangan nya . malam sudah larut nampak nya.


"gue pulang dulu ya . udah larut nih." ujar Ipul seraya berdiri , tangan nya ingin menyentuh kepala Amel tapi di urungkan nya.


dia berjalan ke arah motor nya, lalu menoleh ke arah Amel.


"kalau ada apa apa jangan lupa hubungin gue"

__ADS_1


tambahnya.


Amel mengangguk seraya tersenyum .


__ADS_2