
"kamu cemburu?" Bayu menatap intens gadis cantik didepan nya ini. wanita yang membuat nya bahagia sekaligus kesal karena keras kepala nya itu. dan sekarang dia masih menyimpan cemburu menatap jaket yang bertengger dipundak gadis yang sangat dicintai nya. ingin sekali rasanya membuang jaket itu, tapi ia urungkan karena ia tidak mau bintang marah dan menjauh lagi dari nya.
Pipi bintang terasa panas, kelakuan nya memang seperti seorang kekasih yang sedang cemburu karena pacar nya dikerubungi oleh banyak wanita.
"nggak tuh, aku,, aku cuma nggak suka aja. kamu kan sudah punya Tere masih saja genit sama perempuan lain." jawab bintang mengelak.
Bayu tersenyum, hatinya berbunga bunga kala melihat dirinya di cemburui oleh bintang. walaupun gadis itu tidak mau mengaku tapi dia sudah cukup mengerti. bagaimana tingkah gadis ini kalau sedang cemburu.
"Aku nggak genit tuh, mereka saja yang tiba tiba berkerumun seperti itu. mungkin mereka tidak pernah melihat laki laki tampan seperti ku." Bayu semakin menggoda bintang dia menaik-naikan alis nya, lalu melirik para wanita yang masih memandangi nya dari jauh. Bintang yang melihat itu semakin kesal.
"sudah sana pulang!" usir nya, dia tidak suka dengan tatapan para wanita penghuni kos nya itu menatap penuh damba pada Bayu.
"nggak mau!" tolak Bayu yang malah menyilangkan tangan nya, menantang bintang.
"ini sudah malam bay, sana pulang aku mau istirahat." ketus bintang. wajah gadis itu sudah merah padam melihat Bayu yang tidak mau juga pulang. apalagi melihat para wanita itu. ingin rasanya ia mengusir mereka. tapi mengingat ia sudah putus dengan Bayu dia hanya bisa diam menatap kesal.
"aku akan pulang tapi besok aku jemput." ucap Bayu. "tidak ada penolakan!" tegas nya lagi saat melihat bintang hendak protes.
Bintang pun mengerucutkan bibir nya, menurut Bayu saat seperti inilah gadis di depan nya ini terlihat menggemaskan. dicubit nya hidung gadis itu.
"Aw," pekik bintang, hidung nya memerah.
"salah sendiri kenapa gemesin kayak gitu." ucap Bayu, ia mengusap lembut hidung bintang. "sakit ya. maaf"
Bintang menatap Bayu, dari jarak sedekat ini ia bisa melihat dengan jelas wajah laki laki yang sangat dirindukan nya ini.
Bayu menatap bintang, tatapan mereka bertemu. jantung kedua nya seakan protes ingin meloncat keluar.
deg ... deg ...
Bayu semakin mendekatkan wajah nya ke wajah bintang, sedikit lagi ia bisa mencium bintang tapi terhenti mendengar teriakan para wanita itu.
"wahh ..." Teriak para wanita itu. menatap iri pada bintang.
Bintang yang menyadari itu langsung mendorong bayu. Bintang tersipu malu. apalagi melihat Bayu yang nampak santai.
"sudah sana pulang!" bintang menarik Bayu menuju ke mobil nya yang terparkir di luar gerbang.
Bayu terkekeh melihat tingkah lucu bintang.
"aku pulang, besok jangan lupa aku yang jemput." tegas Bayu sebelum masuk kedalam mobil nya.
"iya iya" .
__ADS_1
dari dalam mobil Bayu melambaikan tangan pada bintang. tanpa sadar bintang pun membalas lambaian itu.
menatap mobil Bayu semakin menjauh dari hadapan nya. bintang memegang dada nya.
"rasa nya masih sama, kalau seperti ini terus kapan aku bisa melupakan mu bay."
***
pagi pagi sekali Bayu sudah berada di ruang tamu kosan bintang. menunggu bintang yang sedang bersiap. dia melihat pekerjaan nya lewat laptop di pangkuan nya. mengecek email yang dikirimkan Toni.
"permisi Abang ganteng." panggil wanita yang menghampiri Bayu.
Bayu mengangkat pandangan nya menatap wanita yang sedang berdiri dihadapan nya. diteliti penampilan wanita itu. memakai kaos yang ketat, tercetak jelas membentuk tubuhnya. dan juga rok mini diatas lutut itu memamerkan paha nya yang mulus.
Bayu mengalihkan pandangannya, menatap mata wanita itu.
"ya ada apa?" tanya Bayu tanpa bertele-tele.
"aku boleh minta nomor telepon nya nggak?" tanya wanita itu dengan suara yang di buat semanja mungkin sampai seperti desahan.
tidak mau bertele tele, Bayu mengambil hp yang disodorkan wanita itu. saat baru menulis tiga angka di hp wanita itu, Bintang merebut hp itu dengan kasar dan memberikan nya ke wanita itu.
"ini! dia ini tidak suka wanita seperti mu sila. sebaik nya kamu pergi!" ketus bintang menatap tajam kearah sila.
di dalam mobil, saat bintang hendak memasang sabuk pengaman Bayu tiba tiba merebut nya lalu memasangkan nya.
"Masih pagi, muka sudah ditekuk seperti itu." ucap Bayu menatap bintang disampingnya.
bintang tidak menjawab, membuat Bayu menahan rasa ingin ketawa nya.
"lambat banget bay, kapan sampai nya" protes bintang saat merasakan mobil Bayu yang bergerak sangat lambat. dari kosan ke tempat kerja nya seharusnya tidak membutuhkan waktu lama. kurang dari lima belas menit sudah sampai saat ia naik ojek online. tapi sekarang sudah lima belas menit tapi mobil ini baru sampai setengah perjalanan.
"Bi ngebut itu bisa membahayakan diri kita dan pengguna jalan lain" elak Bayu, ia semakin ingin tergelak saat melihat bintang semakin kesal.
"tapi ini terlalu lambat bay, aku bisa telat nanti." protes nya lagi.
"kalau mau cepat, minta nya harus dengan cara yang benar dong. yang halus gitu." goda Bayu dengan senyum tengil nya.
bintang mendengus kesal, laki laki disamping nya ini sengaja mengerjainya.
"mas Bayu ... tolong dipercepat ya mobil nya" pinta bintang dengan suara yang di buat sehalus mungkin.
"hahaha Cukup bi aku nggak tahan." Bayu tergelak keras tawa yang disembunyikan nya sejak tadi akhir nya pecah juga. perut nya sampai terasa sakit.
__ADS_1
Bintang menatap Bayu dalam, melihat Bayu tertawa lepas seperti itu membuat perasaan nya seperti kembali pada masa lalu. hari hari bahagia yang dilewati nya dengan Bayu dulu berterbangan dihadapan nya.
Bayu mengehentikan tawa nya saat melihat bintang yang kini terus menatap nya tanpa berkedip.
Dia menepikan mobil nya, memberanikan diri mendekatkan wajah nya pada bintang. bintang yang tidak sadar hanya terdiam.
cup ...
Bayu mencium bibir bintang sekilas, membuat sang pemilik bibir tersentak segera menjauhkan wajah nya.
kedua nya saling diam, merangkai memori yang pernah terhapus itu.
"kita jalan lagi." akhirnya Bayu mengusir kecanggungan yang terjadi. melajukan mobil nya dengan kecepatan yang ditambah. tidak seperti tadi.
******
Rapat sudah berjalan setengah jam, Bayu masih senyum senyum, tangan nya memainkan bolpoin. semua orang yang ada diruangan itu menatap heran pada pimpinan mereka.
Toni yang melihat tingkah bos nya hanya menggelengkan kepala.
tapi walaupun begitu dia senang, rapat berjalan dengan baik. jadi dia tidak kesulitan mengurus pekerjaan selanjut nya.
dibiarkan nya sepupu nya itu menikmati rasa bahagia nya.
sedangkan bintang yang sedang berkelut dengan sajian makanan di depan nya dibuat terkejut saat salah satu teman nya memanggil.
"tadi di antar siapa bi?" tanya Lilis penasaran. teman nya ini biasanya naik ojek online atau angkutan umum. tapi tadi pagi dia datang dengan mobil mewah.
"cuma teman." jawab bintang singkat, dia merasa pasti teman teman nya ini akan mencerca nya dengan berbagai pertanyaan kalau ia menjawab di antar mantan pacar nya.
"teman apa teman. pantas saja kemarin tidak mau sama pak Adit. ternyata punya gebetan yang lebih wow." timpal Sasa yang tiba tiba datang.
"apa sih kalian. ayo kerja lagi." bintang beranjak dari tempat nya menghindari teman teman nya yang masih kepo.
tak jauh dari sana ada yang mendengar kan pembicaraan mereka bertiga. orang itu hanya menatap nya dengan tatapan sulit di artikan
.
.
.
. terimakasih, tinggal kan komentar, like dan juga vote nya ya ❤️
__ADS_1