Perjalanan Cinta Bintang

Perjalanan Cinta Bintang
bab 31, bakso pembawa petaka


__ADS_3

hari ini Bayu menepati janjinya, mentraktir Rena makan bakso langganan mereka berdua dulu. bakso yang sejak dulu laris itu rasanya memang tak bisa di ragukan. dari siswa SMA sampai orang kantoran pun suka makan bakos di sana. tempat yang luas,bersih dan nyaman tentunya membuat pembeli tertarik.


"sekolah kita sudah berubah ya bay?" tanya Rena saat baru turun dari mobil dan menatap gedung sekolah di seberang jalan.


"pastilah re, nggak mungkin kan masih sama seperti dulu. sudah beberapa tahun yang lalu pasti sudah banyak perbaikan juga." jawab Bayu ikut menatap sekolah tempat nya menimba ilmu dulu.


"mang, baksonya dua yang satu nggak pakai mie." ujar bayu pada sang penjual bakso.


"minum nya apa a'?" tanya sang penjual.


"air mineral aja dua mang."


setelah memesan bakso Bayu dan Rena memilih tempat duduk yang menghadap jalan raya. Rena tersenyum senang saat melihat Bayu ternyata masih mengingat bakso kesukaan nya yang tanpa mie.


"padahal udah lama kita nggak ketemu. kamu masih aja inget bakso kesukaan ku." ujar Rena menatap Bayu dengan sorot mata yang hanya dirinya yang tahu.


"inget lah, dari dulu kamu suka nya yang tanpa mie. kalau pas aku salah pesan. pasti mie nya kamu kasih ke aku." terang Bayu tergelak kecil.


beberapa menit menunggu pesanan pun akhirnya tiba. beberapa bakso di siram dengan kuah panas itu terlihat sangat lezat.


saat hendak menuang saos Rena kesusahan karena di tempat ini masih menggunakan saos botol. Bayu yang melihat Rena kesusahan lantas membantu menuangkan saus ke dalam mangkok.


Rena menatap Bayu dalam, perhatian yang di berikan Bayu padanya masih seperti dulu.


"segini cukup?" tanya Bayu menoleh pada Rena yang diam saja menatap nya. "Rena.." panggilnya lagi.


"ah iya cukup bay." jawab Rena.


menikmati bakso dengan tenang, Bayu terkejut saat Rena batuk karena tersedak. refleks ia meraih air mineral dan membantu Rena minum.


"sudah?" tanya Bayu melihat Rena yang sedang mengatur nafas nya.


Rena mengangguk " makasih." ucapnya.


"pelan-pelan aja makanya re, nggak ada yang bakal minta juga lagian." ledek Bayu yang langsung mendapat pukulan dari Rena karena sahabat nya itu berbicara dengan keras di iringi gelak tawa. membuat beberapa pengunjung menoleh pada mereka.


"apaan sih bay. malu tahu! " gerutu Rena tak terima.


"hahaha, ya sudah makan dulu. pelan pelan ngga akan..."


bugh


sekali lagi Rena memukul lengan Bayu sebelum pria itu meneruskan ucapan nya yang akan membuat dia malu.


"oke ampun re, janji deh nggak ngeledek lagi." pekik Bayu saat Rena memukul lengan nya berulang karena kesal.


di seberang jalan Bintang menghentikan laju motornya saat tak sengaja melihat ke arah penjual bakso yang di sana ada Bayu dan Rena.


"kenapa berhenti bi? rumah penjahitnya masih di depan." ucap Amel, membuka helm dan menatap heran pada sahabat nya.


"Mel, gue salah lihat apa ya?" tanya bintang pada Amel tanpa mengalihkan pandangan nya dari dua orang yang tengah terlihat bermesraan, karena yang bintang lihat keduanya saling tertawa. dan sesekali melihat sang perempuan memukul lengan sang pria.


"apasih bi, salah lihat apa?" tanya Amel yang tak mengerti. ia heran dari tadi saat bintang tiba-tiba menghentikan motornya padahal belum sampai di tukang jahit. karena hari ini jadwal Amel mengambil pesanan kebaya nya buat acara lamaran nya Minggu depan. dan sekarang, ia dipusingkan dengan pertanyaan konyol bintang yang bertanya apa dia salah lihat.

__ADS_1


"itu Mel di warung bakso. itu suami gue kan sama Rena. gue salah lihat pasti kan Mel. tadi pagi Bayu bilang nya mau rapat." terang bintang.


seketika Amel menoleh ke arah warung bakso sebrang jalan. sama hal nya dengan bintang, Amel juga terkejut saat melihat suami sahabat nya.


"mungkin cuma mirip aja bi, udah yuk jalan lagi. gue yang boncengin gantian deh." ucap Amel mencoba menghibur bintang. ia juga merasakan apa yang bintang rasakan saat ini.


"nggak mungkin salah Mel, itu mobil suami gue." seru bintang menunjuk mobil sedan hitam mengkilap milik sang suami.


Amel menghela nafasnya dengan kasar. "ya udah kita samperin aja bi. kita beri pelajaran sama mereka. kalau perlu Siram sama cabe atau sekalian kuah bakso. biar mereka ngrasain apa yang Lo rasain saat ini." ucap Amel menggebu-gebu. ia juga ikut kesal. apalagi mendengar pernyataan bintang yang bilang kalau suaminya tadi pagi akan rapat. tapi sekarang malah bermesraan dengan perempuan di warung bakso membuat Amel semakin geram.


"ayo bi kita labrak mereka." ujar Amel menggoyang kan lengan bintang.


bukan nya menyebrang dan berbelok ke warung bakso. bintang malah melajukan motor nya lurus menuju tukang jahit. karena di tempat ini juga dulu bintang dan Amel menjahit seragam mereka.


"kenapa nggak nyamperin mereka bi?" tanya Amel saat sudah kembali ke butik.


"buat apa Mel, nanti malah bikin rame aja." ujar bintang tersenyum kecut. "lagian kenyataan nya suami gue yang bohong kan. jadi nggak ada gunanya marah sama Rena."


"bi, Lo nggak apapa?" tanya Amel saat bintang berusaha menyembunyikan tangisnya.


ditanya seperti itu membuat pertahanan diri bintang runtuh. dan sedetik kemudian terdengar tangisan menggema di dalam butik. Amel memeluk tubuh sahabat nya. mengusap punggung bintang berusaha menenangkan.


"nggak apa-apa, nangis aja bi. gue ada disini buat Lo."


***


Bayu sampai di apartemen saat jam sudah menunjukan pukul 17:30. saat masuk ke dalam apartemen Bayu di sambut dengan kegelapan. lantas ia menekan saklar dan seketika lampu menyala.


mengerutkan kening bingung Bayu berjalan masuk ke dalam kamar. keadaan kamar pun sama gelap nya. dengan cekatan ia merogoh ponsel nya dan melihat di kotak pesan. tak ada pesan dari istrinya membuat Bayu seketika panik.


lalu Bayu berulang kali menelpon dan berakhir dengan nomor tidak aktif dari nomor istrinya.


duduk di tepi tempat tidur dan melepaskan dasi nya dengan kasar. pria itu mengumpat saat ia mendapat jawaban tapi bukan dari istrinya melainkan karyawan butik.


"mba bintang sudah keluar dari butik dari dua jam lalu pak. katanya mau nemenin mba Amel mencari keperluan untuk acara lamaranya." ucap sila karyawan butik bintang yang ia rekrut beberapa hari lalu.


Bayu bisa bernafas lega saat mendapat jawaban itu. walaupun ia sedikit kesal karena istrinya tidak mengabarinya kalau pulang telat. membuat nya khawatir dan gusar.


***


bintang baru pulang saat hari sudah menunjukan pukul 21:00. ia masuk ke dalam apartemen dan terkejut saat terdengar suara suaminya.


"darimana saja bi?" tanya Bayu saat melihat istrinya yang baru saja menutup pintu.


tak ada jawaban dari bintang, wanita itu tidak mempedulikan pertanyaan suaminya dan tetap meneruskan langkah nya hendak masuk ke dalam kamar.


Bayu yang di abaikan oleh istrinya lantas mengejar langkah bintang.


"kamu darimana Bi?, kenapa nggak ngabarin aku kalau pulang telat?" tanya Bayu saat berhasil meraih tangan istrinya dan membuat langkah bintang terhenti.


"nemenin Amel nyari keperluan buat lamaran nya." jawab bintang tanpa mau menoleh ke arah sang suami. bintang melepaskan tangan nya dari cekalan Bayu dan langsung masuk ke dalam kamar.


membuat Bayu heran, harus nya ia yang marah tapi sekarang malah istrinya yang terlihat mengabaikan nya. bahkan bintang tak mau menatap nya.

__ADS_1


menunggu bintang yang masih mandi, Bayu menoleh saat suara pintu dari ruangan ganti terbuka. muncul istri nya dengan pakaian tidurnya.


"nggak ada yang mau kamu jelasin atau minta maaf gitu karena pulang telat dan nggak ngabarin suamimu?" sindir Bayu menatap istrinya yang enggan menatap nya.


bintang berusaha menahan rasa kesal nya, seharusnya suaminya lah yang harus menjelaskan kejadian tadi pagi.


bintang masih diam saja, ia masih berdiri di depan pintu.


"kalau di tanya itu jawab bi!" teriak Bayu saat sudah tidak sabar di diamkan istrinya. Bayu meraih dagu bintang membuat bintang mau tidak mau menatap wajahnya.


"kamu nggak tahu sepanik apa aku saat pulang dan kamu tidak ada di rumah?. aku telfon kamu tapi nomormu tidak aktif. sesusah apa sih cuma ngabarin aku kalau kamu pulang telat?" tanya Bayu dengan tajam.


bintang menghempaskan dengan kasar tangan Bayu yang memegang dagunya. membuat Bayu menatap tajam bintang.


"JANGAN SENTUH AKU!" teriak bintang, suaranya menggema di seluruh kamar mengalahkan teriakan Bayu tadi.


Bayu membulatkan matanya saat mendengar teriakan istrinya. "berani berteriak pada suamimu sekarang?" ucap Bayu dingin.


"kenapa? kamu juga berani berteriak sama aku tadi!" jawab bintang menantang suaminya.


"jaga sikap mu bi!" Bayu memperingati. ia berusaha menahan amarah nya.


"ucapan mu itu seharusnya kamu tunjukan untuk dirimu sendiri yank!" sindir bintang tersenyum sinis.


"apa maksud mu?" tanya Bayu tak mengerti apa yang di maksud istri nya.


keadaan menjadi terbalik sejak tadi, seharusnya ia yang marah karena bintang pulang telat. tapi sekarang istri kecil nya itu malah yang terlihat lebih marah dari dirinya.


"kamu beneran rapat tadi pagi?" todong bintang.


"iya" jawab Bayu, memang ia hari ini rapat walaupun rapat di tunda menjadi setelah makan siang.


"memang kalau rapat di warung bakso? dan kalau rapat itu cuma berdua aja?" sindir bintang menatap tajam sang suami yang nampak berfikir.


"Bi.." panggil Bayu saat ia menyadari sesuatu. bintang menyebut warung bakso dan hanya berdua. Bayu menduga jika tadi bintang melihat nya dan Rena.


"iya aku tahu kamu tadi pagi makan bakso sama Rena. hanya berdua saja. berdua!" seru bintang ia mengepalkan tangan nya berusaha menyembunyikan amarah yang sejak tadi ia tahan.


"aku bisa jelasin bi, ini nggak seperti yang kamu pikirkan." Bayu mencoba mendekati istrinya tapi bintang menghindar.


"ini kedua kalinya kamu bohong sama aku. yang pertama kamu bohong soal status mu dan yang kedua kamu bohong bilang nya rapat ternyata malah makan berdua sama Rena." mata bintang memanas, mengingat kemesraan Bayu dan Rena pertahan dirinya runtuh.


"kalau kamu cinta sama dia kenapa nggak nikahin dia aja. nunggu dia pulang dari luar negri. kenapa harus nikahin aku?" tangis bintang pecah saat mengucapkan itu. semenjak bertemu Rena, bintang selalu gelisah. rasa tidak percaya dirinya muncul.


"kamu ngomong apa sih, aku sama Rena itu nggak ada hubungan apapun. kita itu cuma sahabatan. udah itu aja nggak ada perasaan lain bi. cuma kamu wanita yang aku cintai." terang Bayu. ia tidak memberitahu bintang karena menurut nya hal itu tidak penting. hanya sebatas menebus rasa bersalah saat tidak mengundang Rena ke pernikahan nya.


"kalau nggak ada hubungan apa-apa kenapa bohong sama aku?" tanya bintang gadis itu masih sesenggukan di tempat nya berdiri.


"aku nggak bermaksud mau bohong sama kamu. aku kemarin sudah terlanjur janji sama Rena karena dia marah saat tidak di undang di acara pernikahan kita." jelas Bayu ia melangkahkan kaki mendekati bintang yang menunduk dengan sesenggukan.


bintang menyimak.


"kalau kamu nggak percaya aku bisa telfon Rena sekarang. biar dia jelasin ke kamu." Bayu memeluk bintang untung saja bintang tidak menolak.

__ADS_1


ia mengusap punggung istrinya dengan lembut dan beberapa kali mengecup kepala sang istri yang berada di dada nya.


"aku minta maaf Bi. maaf kalau sudah membuat kamu salah paham. aku hanya cinta sama kamu bi."


__ADS_2