Perjalanan Cinta Bintang

Perjalanan Cinta Bintang
bab 9, jadian


__ADS_3

"muka Lo bahagia banget bi, sepertinya ada yang baru jadian nih." sindir Amel.


bintang menghentikan langkah kaki nya menatap Amel.


"Lo kok tau! nguping Lo ya?"


"dih ni anak. lagian siapa juga sih yang nggak ngeliat Lo Sama Bayu pelukan di taman Segede itu!" Amel menonyor jidat bintang.


"maksud lo?" tanya bintang penasaran.


"teman tema yang lain juga ngeliat tau!"


"apa!" mata bintang melotot sempurna.


"aduh malu banget gue" menutup muka dengan kedua tangan nya.


"hahaha resiko nembak di taman. taman tempat kerja lagi!" tertawa terbahak-bahak membayangkan jika dirinya yang diposisi bintang.


bintang memukul bahu Amel, kesal.


"nggak usah cemberut gitu non muka nya. tapi Lo seneng kan udah jadian sama Bayu. jadi kalau mau cemburu punya hak. nggak kayak kemarin." tertawa lagi. kali ini puas sekali menjahili sahabat nya.


bintang yang digoda Amel hanya senyum senyum.


"eh.. sebentar. si tari juga ngeliat kemaren bi!" ujar Amel.


seketika senyum di bibir nya hilang. berganti raut muka panik. tapi sesaat tersenyum lagi kali ini senyuman menyeringai.


"jadi gue kan yang menang! Bayu cintanya sama gue bukan sama si tari!" tersenyum ceria.


"tapi Lo tetap hati hati ya. gue nggak yakin tari bakal diam aja ngeliat Lo jadian sama Bayu" ucap Amel. raut khawatir tercetak jelas di wajahnya.


bintang tersenyum mengangguk.


***


hari ini sudah mulai masuk kerja lagi bintang yang baru masuk ke ruangan khusus karyawan merasa aneh dengan tatapan teman teman nya.


ada yang berbisik, ada yang menghindari dan tak juga ada yang menyindir.


bintang tidak mempedulikan nya. masih fokus dengan riasan di wajah nya menatap kaca.


tiba tiba tari menyenggol nya mengakibat kan bedak nya jatuh ke lantai dan pecah.


bintang menghela nafas, lalu hendak mengambil bedak yang terjatuh tapi tari menendang bedak itu dengan kencang sampai membentur tembok.


bintang mengepalkan tangan nya menahan emosi lalu berdiri menghadap tari. mengatur nafas sebentar lalu tersenyum.


"Apa! Lo berani sama gue!" bentak tari lalu tersenyum sinis.


"hehe lagian ngapain gue takut sama Lo." ucap bintang santai lalu melangkah kan kaki nya hendka keluar dari ruangan.


"berani ya Lo sama gue! dasar wanita perusak hubungan orang!" sindir tari.


bintang menghentikan langkah nya, menoleh ke arah tari. menatap tajam ke arah nya. bisa di ibarat kan tatapan nya itu seperti tatapan maut yang hendak mel*mat habis wanita didepan nya itu.


bintang merasa percuma jika meladeni tari. dia memutuskan untuk mulai melakukan pekerjaannya.


Amel berlari ke arah bintang saat dia diberi tahu oleh teman nya jika bintang sempat cekcok dengan tari tadi. dia khawatir.


"Lo nggak apa-apa bi? tari nyentuh Lo nggak?" tany nya panik. memutar badan bintang kekiri kanan memeriksa nya.


"Mel! gue nggak apa-apa. gue bisa kok ngadepin dia."


"syukurlah" bernafas lega.


"gue kesana dulu ya, stok barang yang disana sudah habis." ucap Amel dan bintang pun mengangguk.


baru saja bintang hendak fokus pada pekerjaan nya, bahunya ditepuk seseorang dari belakang.


"apa lagi sih Mel!" kesal tapi tetap juga menoleh ke belakang. mata bintang membulat ketika bukan Amel yang menepuk nya tapi Bayu.


"ma..maaf bay tadi gue kira Amel."

__ADS_1


"udah pacaran kok masih manggil elo gue.?" tanya Bayu lembut.


"terus gimana dong?" bingung.


"aku kamu aja dong." jawab nya menekan kata dong seperti yang diucapkan bintang.


"apa sih bay." bintang tersenyum malu.


merasa diperhatikan oleh pengunjung mall, bintang pun meneruskan pekerjaan nya.


dia menoleh pada Bayu.


"kamu nggak ada kerjaan? kenapa masih disini?" bisik bintang.


"kan mau nemenin pacar ku." jawab Bayu berbisik juga.


blush..


pipi bintang merona merah, malu.


"udah sana sana, aku mau lanjutin ini."


"jadi aku di usir nih?" tanya Bayu memelas.


"ihh.. dilihatin orang tuh" akhirnya kesal juga.


"iya deh. tapi nanti makan siang bareng ya?"


"iya iya.. udah sana!" mendorong tubuh Bayu agar menjauh.


mau tidak mau pun Bayu kembali ke tempat nya. tidak mau membuat sang pacar tambah kesal.


.


"aduh hp gue mana ya?" ucap Rina panik saat mencari cari hp nya di tas tapi tidak ada.


"lupa kali naruh dimana. coba cari yang bener." ujar Sofi teman Rina.


sudah di cari kesana kemari tapi tetap tidak ketemu.


"cari apa sih kalian Rin?" tanya bintang yang baru masuk keruangan itu.


"lihat hp gue nggak bi. softcase nya gambar beruang megang bambu." ucap Rina yang mukanya kian panik. takut hp nya tidak ketemu padahal itu belum lunas. masih dalam masa cicilan.


"itu beruang apa panda sih Rin kok megang bambu?" bintang tertawa kecil.


"eh iya panda maksudnya bi." ralat Rina.


"gue nggak tahu, tapi gue bantu cari ya. Mel bantuin jangan diem aja." menoleh pada Amel yang malah melamun dibelakang nya.


"eh iya."


mereka ber empat yang sedang mencari hp Rina bersamaan menoleh ke arah pintu saat tari dan Afi masuk dengan melenggak-lenggok ciri khas cara berjalan nya.


"kenapa nggak di telfon aja sih. pada bego banget." sinis tari.


Rina yang tersadar akhirnya meminjam hp Sofi untuk menelfon ke nomernya.


terdengar bunyi panggilan yang tersambung. mereka mencari cari, dan berakhir pada loker milik bintang.


bintang melotot, tidak percaya kalau hp Rina ternyata berada di dalam loker nya. dia meraih nya memberikan nya pada Rina.


"Lo tahu kan bukan gue yang ngambil. kalau gue yang ngambil nggak mungkin nggak gue silent." ujar bintang menatap Rina.


Rina tidak peduli, dia merasa lega sekarang tidak jadi kehilangan hp nya.


"alah, mau nyuri aja banyak alasan! dasar mental pencuri ya tetap jadi pencuri!" sinis tari mengejek.


"Lo kalau ngomong bisa dijaga nggak sih?" bintang berdiri di hadapan tari dengan berani. tadi pagi dia masih bisa bersabar tapi sekarang tidak lagi.


para pekerja yang lain hanya berdiri menonton, ada yang berbisik dan ada juga yang malah merekam nya.


"emang kenyataan nya gitu kok masih nggak mau ngaku. udah ngrebut Bayu dari gue eh sekarang nyuri hp nya si Rina." tertawa mengejek.

__ADS_1


"udah bi nggak usah diladenin, malah besar kepala ni anak nanti." bisik Amel pada bintang mencoba menenangkan sahabat nya.


tapi bintang tidak menggubris nya dia sudah dikuasai emosi sekarang.


"gue nggak nyuri ya. dan gue juga nggak ngrebut Bayu dari Lo!" seru bintang.


"gue heran kenapa Bayu bisa suka sama perempuan kayak Lo, udah nggak cantik pencuri pula!"


"Lo nggak tahu malu banget. ngaku ngaku Bayu pacar Lo tapi kenyataannya nggak. ngaca dong ngaca. kaca Segede gitu nggak keliatan emang nya?" tunjuk nya pada kaca bundar yang terpasang di dinding.


"Lo! kurang ajar! berani nya Lo ngehina gue!"


tari menghampiri bintang menjambak rambut nya, bintang pun membalas menjambak juga.


Amel dan Afi sibuk melerai tapi sepertinya percuma karena keduanya masih tetap saling menjambak dengan kencang.


"BERHENTI!"


Tari dan bintang menoleh ke arah teriakan itu. terlihat Bayu yang berdiri memasang raut wajah marah.


"kalian ini kayak anak kecil banget. Lo tar udah gue bilangin jangan nglewati batasan Lo. dan kamu bi apa tidak ada cara lain dari ini ?"


"nggak malu di lihatin banyak orang disini hah?" Bayu berteriak sambil berkacak pinggang.


tari berjalan menghampiri Bayu, memegang lengan nya dengan manja.


" dia yang duluan ngehina gue bay." adu tari pada Bayu, menatap bintang sinis.


bintang tidak mendengarkan ucapan tari, pandangan nya fokus pada lengan Bayu.


bintang yang melihat Bayu tidak menghindar saat lengannya di pegang tari pun tersenyum getir lalu meraih tas nya dan pergi dari sana. Amel pun berlari mengikuti bintang.


"bi tunggu!" teriak Amel saat sudah sampai di parkiran.


"gue kesal banget Mel. Lo lihat tadi kan. " bintang mengusap air mata di pipinya dengan kasar. air mata yang dengan bodohnya keluar tanpa diminta.


"iya gue lihat. tapi Lo tenangin dulu diri Lo ya. gue tadi juga udah curiga soal hp si Rina. kayak nya tari deh dalang nya."


"iya gue ngira juga gitu! tapi terserah lah gue mau pulang Mel. ngelihat mereka jadi eneg gue. gue pulang dulu ya." pamit bintang pada Amel.


"iya hati hati ya jangan ngebut. cemburu boleh tapi ingat ..."


"keselamatan nomer satu!" ujar bintang menirukan gaya bicara sahabat nya.


Amel mengacungkan jempol. dan melambaikan tangan saat bintang mulai melajukan motornya.


***


setelah bintang pergi Bayu baru tersadar kalau tari bersender dengan manjanya di lengannya.


dengan segera menghempaskan tangan tari dengan kasar.


"serahin hp Lo!" pinta Bayu pada teman kerjanya yang tadi sempat dilihat nya merekam.


"cepat!" bentak Bayu mengulurkan tangan nya.


dengan gemetar wanita itu menyerahkan hp nya pada Bayu. Bayu langsung mencari video itu dan menghapusnya.


"kurang kurangin deh ngrekam kejadian yang nggak ada faedah nya buat hidup Lo!" ujar Bayu menyerahkan hp wanita itu kembali lalu berlalu pergi.


"bintang mana Mel?" tanya Bayu dengan ngos ngosan. dia berlari ke arah parkiran untuk mengejar nya tadi.


"udah pulang! minggir gue juga mau pulang!" ketus Amel pada Bayu.


Bayu meremas rambut nya. "SIAL!" ...


.


.


.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2