Perjalanan Cinta Bintang

Perjalanan Cinta Bintang
bab 10,jujur


__ADS_3

setelah kejadian kemarin bintang tampak menghindari Bayu sejak pagi, jika di ajak bicara pasti selalu menghindar. apakah selalu seperti itu? kecemburuan wanita lebih berbahaya sepertinya.


"bi aku mau bicara." Bayu memegang lengan bintang yang hendak pergi dari hadapannya.


"aku mau ke toilet, emangnya kamu mau ikut?"


"nggak," melepaskan genggaman tangan nya "nanti habis dari toilet kita bicara ya, aku tunggu di taman."


bintang tidak menjawab ucapan Bayu, dia langsung berjalan ke arah toilet.


didepan kaca toilet, bintang tampak menggerutu sedari tadi.


"nggak peka banget jadi cowo, udah punya pacar masih aja mau mau nya di dipegang sama cewe lain. modelan kayak tari lagi. nggak ada yang lebih jelek apa! huhu. gue sadar sih gue nggak cantik.makanya ceweknya jelekan Dikit Napa! kalau tari ... gue mau bandingin apa nya dong. body dia aja kayak gitar spanyol!" mengomel sendiri.


"jadi kalau dideketin nya sama yang jelek kamu nggak marah gitu?"


deg...


bintang menoleh kebelakang, terlihat Bayu yang berkacak pinggang sambil menaik-naikan alisnya.


"kamu ngapain disini! ini kan toilet cewek. keluar sana" menggerakkan tangan nya mengusir Bayu keluar.


"jawab dulu, kalau cewe nya jelek jadi kamu gak marah gitu.. hmmm" Bayu menggoda bintang lagi sambil tersenyum.


"ya marah lah! gila apa pacarnya di dekati cewe lain gue nrima aja!" berkata sambil bersungut sungut.


"oh jadi cemburu nih.."


"jangan mendekat!" pekik bintang saat melihat Bayu melangkah hendak mendekatinya.


"kenapa?" Bayu masih terus saja mendekati bintang yang terlihat mundur menjauhi nya.


"kamu mau apa?" lirih bintang saat punggung nya sudah mentok pada dinding dan Bayu mendekatkan wajah nya pada bintang, ia refleks menutup mata.


"mau minta maaf." bisik Bayu ditelinga bintang lalu menjauhkan wajahnya.


seketika bintang membuka matanya, rasa malu menjalar di seluruh tubuhnya. bisa bisa nya dia berfikir Bayu akan mencium nya.


Bayu mengulum senyuman saat melihat bintang yang salah tingkah.


"maaf ya soal kemarin, aku nggak ada niat buat bentak kamu kemarin bi." memegang jemari bintang "aku khawatir banget kamu kenapa kenapa."


"aku nggak apa-apa. terus kenapa kamu nggak ngehindar pas tari pegang kamu?" melotot pada Bayu.


"soal itu aku baru sadar saat kamu pergi. aku nggak ada niatan buat dipegang sama dia."


bintang masih acuh, memalingkan wajahnya.


"masih marah nih ceritanya, segitu cintanya sama aku ya? hmm"


"nggak tuh!" sinis bintang.


"akhh.. sakit hati ku bi" memegang dadanya berakting seperti orang sakit hati.


bintang tertawa melihat tingkah Bayu.


"lebay banget sih"


"berarti di maafin nih..?" tanya Bayu tersenyum menatap bintang.

__ADS_1


"iya. tapi awas kalau sampai gitu lagi!" ancam bintang dengan mengepalkan tangan dihadapan Bayu.


"nggak akan. aku keluar dulu ya takut ada yang masuk. nanti dikira mesum lagi."


cup..


"Bayu ihhh..." pekik bintang saat Bayu mencium pipinya.


"itu sebagai tanda ucapan terimakasih karena sudah mau maafin aku." ucap Bayu yang langsung keluar dari sana.


***


"Lo di Antar siapa Mel?" tanya bintang yang melihat tari di Antar sama laki-laki.


"Ipul bi." jawab Amel santai.


"Cie jadi pacaran nih akhirnya.." goda bintang pada sahabatnya.


"apa'an sih, motor gue dibawa ibu. tadi waktu mau naik angkot ketemu sama Bayu. terus bareng sekalian kan kerjaan nya searah." tukas Amel menggandeng tangan bintang mengajak nya masuk ke dalam mall.


"itu tari mau kemana kok ngemasin semua barang barang nya.?" tanya Amel pada bintang.


bintang pun menoleh kearah tari. terlihat tari sedang membereskan barang nya memasukan dalam kotak.


merasa terus ditatap oleh Amel dan bintang, tari pun menoleh kearah nya.


"kenapa ngelihatin gue terus?" sinis tari.


"Ng.. nggak , nggak apa-apa." Amel tergagap menjawab.


tiba tiba pintu ruangan dibuka dengan keras. Afi berlari menghampiri tari.


"tar beneran Lo dipindah ke devisi lain?" tanya Afi yang langsung memeluk tari.


bintang menatap pada Amel, Amel pun menaikan pundaknya tidak tahu juga.


.


.


"kenapa mendadak tari di pindah ya.? bukan gara gara gue kan?. tapi kalau karena masalah kemarin harus nya gue juga dipindah atau diberi teguran dong. aaaa ... kenapa jadi gue yang pusing sih."


dorr!!


"astaga bay kamu ngagetin aja!" bintang memukul dada Bayu pelan.


"hahaha ku kenapa dari tadi ngelamun terus? mikirin apa sih?" mengusap kepala bintang.


"nanti berantakan rambut ku." menyingkirkan tangan. "kamu ngerasa aneh nggak sih? masa' tari tiba tiba dipindah gitu. kalau karena masalah kemarin kan harus nya aku juga kena teguran!"


"bay!" panggil bintang sambil menggerakkan tangan di depan wajah Bayu karena Bayu malah diam saja.


"eh iya. gimana bi?" tergagap.


"kamu tau nggak kenapa tari di pindah?"


"nggak tau. itu kan urusan HRD . lagian kalau nggak ada tari kamu kan jadi nggak ada yang ganggu."


"iya sih.."

__ADS_1


"ya sudah aku kesana dulu ya, dipanggil." ucap Bayu yang langsung pergi dari hadapan bintang.


bintang hanya mengernyitkan dahi melihat sikap Bayu.


***


hari berganti hari , bulan berganti bulan. waktu seakan terasa cepat sekali terlewati. tapi syukurlah selama ini terlewati dengan baik walaupun dihiasi dengan sedikit keluhan jika tubuh merasa lelah karena tuntutan pekerjaan.


tak apa mengeluh asal jangan berlebihan.


"nak Bayu ibu boleh bicara sebentar?" tanya Bu Rumi pada Bayu yang sedang duduk di teras rumah nya menunggu bintang yang sedang bersiap. rencana nya hari ini mereka akan jalan berdua.


"boleh Bu," Bayu langsung menaruh hp nya di meja. tidak sopan kan jika ada orang mau bicara tapi kita malah asik dengan hp kita.


"sudah hampir dua tahun ini kamu pacaran sama bintang. kapan kamu akan jujur dengan nya?" tanya Bu Rumi , menyandarkan tubuh dikursi hanya terdengar helaan nafas yang sepertinya untuk mengatur emosinya.


"sebentar lagi Bu, Bayu janji. pasti Bayu akan bilang pada bintang."


"ibu hanya tidak mau bintang nanti nya tersakiti dengan ini. belum tentu orang tua mu setuju dengan hubungan kalian."


"beri waktu untuk Bayu sedikit lagi Bu" ucap Bayu memohon dengan tulus.


Bu Rumi menghela nafas, memandang sorot mata Bayu yang memohon dia jadi tidak tega. lagian ini hubungan anak nya, dia tidak bisa ikut campur terlalu jauh.


"baiklah. jangan kecewakan bintang dengan keputusan mu jika orang tuamu tidak merestui hubungan kalian." ujar Bu Rumi menepuk bahu Bayu pelan.


saat sampai diruang tamu Bu rumi berpaspasan dengan bintang yang keluar dari dalam kamar.


"wah cantik sekali anak ibu." puji Bu Rumi pada anak nya. melihat dari atas sampai bawah penampilan bintang. riasan natural, menggunakan celana jins, atasan Sabrina dan cardigan yang di tenteng di tangan kirinya. sederhana tapi itu sudah membuat anaknya terlihat sangat cantik.


"makasih Bu" bintang nyengir menampilkan deretan gigi putih nya. "bintang berangkat dulu ya." pamitnya


"hati hati dijalan, kunci rumah sudah kamu bawa kan?"


"sudah Bu." ucap nya yang langsung keluar menemui Bayu.


"ayo bay." ucap bintang yang berdiri dihadapan Bayu.


Bayu menatap bintang, menelisik penampilan gadis dihadapannya. senyum tersungging diwajah tampan nya.


bintang yang merasa ditatap seperti itu tersenyum malu malu.


"cantik sekali pacar aku mau kemana sih?" goda Bayu pada bintang dengan suara yang di buat seimut mungkin.


"baru nyadar kalau pacar nya cantik mas?" ucap bintang dengan penekanan kata mas yang dibuat sedramatis mungkin.


"tiap hari cantik, tapi malam ini cantiknya berkali kali lipat." tersenyum mencubit pipi kekasih nya dengan gemas.


"ah sudah lah, jadi berangkat nggak nih.?"


"jadi dong, yukk pegangan yang erat ya" ucap Bayu.


mereka pun berangkat menuju cafe langganan mereka. tempat pertama kali Bayu melihat sisi lain bintang yang menurut nya sangat istimewa. cafe saat Pertama kali Bayu melihat bintang menyanyi.


.


.


.

__ADS_1


.


trmksh


__ADS_2