Perjalanan Cinta Bintang

Perjalanan Cinta Bintang
bab 37, hamil


__ADS_3

pagi hari bintang bangun dari tidur nya, memegang kepalanya yang masih berdenyut nyeri. bintang berlari ke dapur saat merasakan perut nya bergejolak. memuntahkan cairan kuning kental ke dalam wastafel.


"mual sekali, apa aku masuk angin karena tidur di luar?" gumam bintang.


bintang melirik jam di dinding yang sudah menunjukan pukul 6 pagi. dengan cepat ia membuat sarapan kesukaan suaminya. berharap kemarahan suaminya reda hari ini.


menatap puas beberapa hidangan di atas meja, bintang menoleh saat mendengar suara langkah kaki yang teratur.


"sayang.. sarapan dulu" ucap bintang berjalan cepat menghampiri sang suami yang sudah siap berangkat ke kantor.


Bayu masih diam dengan wajah datarnya, hanya melirik sekilas bintang tanpa menjawab sama sekali.


memilih untuk langsung berangkat kerja dan mengabaikan bintang.


"ternyata masih marah ya?" gumam bintang menatap sendu pintu yang perlahan tertutup.


"jangan sedih bi, ini tidak akan terjadi jika kamu tidak menuruti keinginan mertua mu. sekarang ayo berjuang untuk maaf dari suamimu." bintang berteriak memberi semangat pada dirinya sendiri.


***


bintang memutuskan untuk mengantar bekal ke kantor Bayu. sampai di depan ruangan suaminya,bintang menoleh pada pria muda tak jauh darinya.


"maaf, apa pak Bayu nya ada di dalam?" tanya bintang pada Andi.


Andi terkejut, ia segera menunduk saat melihat istri dari atasan nya datang.


"ada Bu, mari saya antar." ucap Andi.


setelah dipersilahkan masuk, bintang menghampiri Bayu yang tengah fokus pada beberapa berkas di tangan nya.


Bayu menoleh sekilas pada bintang dan memilih untuk melanjutkan kembali pekerjaan nya.


"sayang, aku bawakan sarapan untuk mu. kamu tadi tidak sempat sarapan kan?" ujar bintang menaruh rantang makanan di meja, berjejer berbagi tempat dengan beberapa berkas disana.


"aku sudah sarapan!" jawab Bayu.


bintang menunduk, Bayu masih marah padanya. "tapi ini masakan kesukaan mu. aku suapi sedikit saja ya.."


tanpa menunggu jawaban dari Bayu, bintang menyendokan nasi dan lauk lalu menyodorkan di depan mulut Bayu.


tapi bukan nya membuka mulut, Bayu malah menghempaskan sendok itu hingga terjatuh ke lantai. bunyi nyaring dari gesekan sendok dan lantai menggema di seluruh ruangan.


bintang tersentak menatap sendu pada ceceran nasi dan potongan daging di lantai.


"sudah ku bilang aku sudah sarapan, kamu tidak lihat itu?" ucap Bayu menunjuk rantang makanan yang sudah kosong di sebelah laptop.


"itu dari siapa?" tanya bintang, tidak mungkin jika rantang itu dari kantin kantor.


"dari Rena." jawab Bayu singkat.


deg..


hati bintang seketika mencelos, Bayu lebih memilih makanan dai rena dari pada makanan buatan nya. tidak hanya itu bahkan Bayu menolak dengan kasar makanan darinya.


"oh baiklah." ucap bintang sendu. berjalan mengambil sendok yang tadi di hempaskan Bayu.


saat bintang mengambil tissue dari tas nya guna membersihkan ceceran nasi di lantai bersamaan dengan pintu di buka dari luar. muncul Rena yang tersenyum manis mendekati Bayu.


"apa sudah selesai bay?" tanya Rena.


"sudah." jawab Bayu singkat.


"ah baiklah, aku bawa lagi rantang nya. besok aku masakin lagi makanan kesukaan mu." ujar Rena.


"baiklah" sahut Bayu.


"bintang aku permisi ya.." ujar Rena sebelum keluar dari ruangan. menatap sinis pada bintang yang masih sibuk membersihkan lantai.


"rasakan itu, mulai sekarang jangan harap aku akan mundur. aku akan sekuat tenaga merebut Bayu darimu " batin Rena.

__ADS_1


"pulang lah bi" ujar bayu, ia tidak tega melihat bintang berjongkok di lantai guna membersihkan ceceran nasi yang ia hempaskan tadi.


tapi bintang tidak menggubris, ia masih saja membersihkan lantai hingga bersih. menyembunyikan sakit hatinya sendiri.


"aku bilang pulang bi!" ujar bayu, kali ini suaranya lebih keras.


"PULANG AKU BILANG!" bentak Bayu, menarik lengan bintang agar berdiri dari tempat nya hingga ceceran nasi yang sudah di bersihkan bintang terhempas lagi mengotori lantai.


"iya iya aku pulang! aku tidak akan mengantarkan makan lagi untuk mu. lagipula percuma aku mengantarkan makanan kalau yang kamu makan masakan Rena. aku permisi!" ujar bintang yang langsung pergi meninggalkan Bayu.


saat tangan nya hendak membuka pintu, bintang menoleh pada Bayu.


"maaf kalau kehadiran ku mengganggu mu"


Bayu menatap sendu pintu yang tertutup perlahan.


"aku masih kecewa padamu bi, kebohongan mu menyakiti hatiku."


***


sudah 3 hari sejak pertengkaran itu, Bayu dan bintang tidak bertegur sapa. bahkan bintang memilih tidur di kamar lain, Bayu membiarkan bintang begitu saja rasa kecewa dan sakit hatinya masih mendominasi, tak mau enggan pergi walaupun rasa rindu memeluk istrinya sudah tak bisa di ajak kompromi.


sedangkan bintang memilih fokus pada butik nya yang kini sudah melesat di pasaran. banyak pesanan bahkan dari luar kota. berharap kesibukan nya mengalihkan rasa gundah di hati sejam pertengkaran dengan sang suami.


sudah beberapa hari kepala bintang pusing, dipagi hari selalu mual dan muntah. sudah meminum obat sakit kepala tapi sakitnya tak kunjung reda.


bintang berjalan tertatih-tatih dari kamar mandi butik nya, wajah pucat dan lesu itu memilih duduk dan bersandar. mual di perut nya semakin menjadi saat Amel membawa sate ayam tadi.


"kamu kenapa bi? wajah mu pucat sekali." tanya Amel, khawatir pada sahabat nya.


"Mel, besok jangan bawa sate ayam lagi ya. mual banget nih nyium bau nya." pinta bintang.


deg..


Amel tersadar sesuatu. " kamu mual nyium aroma sate ayam bi?" tanya Amel dan bintang mengangguk.


"sejak kapan kamu mual seperti ini?" tanya Amel penasaran. ia ingin memastikan sesuatu.


"kamu udah datang bulan bulan ini?" tanya Amel mengintrogasi.


bintang menggeleng lemah, dia tersentak saat menyadari sesuatu.


"iya Mel aku baru ingat belum datang bulan bulan ini. sudah telat 9 harian dari jadwal menstruasi ku. apa karena aku stress dan lelah ya.."


"astaga bi," Amel menyentil kening bintang dengan gemas.


"awww... sakit tahu Mel!' " gerutu bintang mengusap kening nya yang panas.


"kamu tunggu sini, aku ke apotik sebentar." ucap Amel dan berlari keluar butik. apotik hanya tertaut beberapa ruko dari sini.


5 menit keluar, akhirny Amel kembali dengan membawa beberapa barang.


"nih, sana cek." Amel menyodorkan ke depan bintang.


"ini apa?" tanya bintang bingung.


"astaga... ini tespack bi. sudah sana cepat di cek. pakai semua biar kita tahu hasil akurat." titah Amel menyerahkan 3 merk tespack yang berbeda


walau ragu akhirnya bintang menurut, ia ke kamar mandi dan melakukan tes.


setelah 10 menit menunggu di luar, Amel yang tidak sabaran menggedor pintu kamar mandi.


"bi lama banget sih. cepet keluar hasilnya apa?" tanya Amel tak sabaran.


bintang membuka pintu kamar mandi dengan wajah tertekuk.


"garis dua Mel." ucap bintang.


"semuanya?" tanya Amel.

__ADS_1


bintang mengangguk menyerahkan 3 tespack pada Amel.


"wah selamat ya bi, kamu hamil. akhirnya aku jadi aunty" pekik Amel dan langsung memeluk sahabat nya.


"heh, kenapa muka mu ditekuk begitu? harus nya kan kamu bahagia!" tanya Amel.


bukan nya menjawab bintang malah menghambur memeluk Amel dan menangis tersedu-sedu.


"kenapa bi, ada apa?" tanya Amel yang tiba tiba panik melihat sahabat nya menangis.


"gimana ini Mel kalau Sampai mama mertua ku tahu?" Isak bintang.


"memang nya kenapa? bukanya malah senang ya karena dia akan jadi Oma."


melihat bintang yang masih menangis akhir nya Amel membiarkan sahabat nya itu, saat sudah tenang baru Amel menyuruh bintang bercerita.


"what! kamu serius?" pekik Amel tak percaya dengan cerita bintang.


"serius Mel, selama ini aku minum pil KB karena perintah mertuaku. aku takut mertuaku mengusik ayah dan ibu."


"gila ya dia, dari dulu nggak berubah!" Amel yang tahu sepat terjang perjalanan cinta bintang tak bisa menahan rasa kesal nya.


"apa aku gugurkan saja ya Mel.." sebenarnya bintang tak bersungguh-sungguh mengucapkan kata itu. ketakutan nya yang membuatnya refleks mengeluarkan kata itu.


pletak..


kali ini Amel menyentil kening bintang lebih keras, sambil menggelengkan kepala Amel bertolak pinggang.


"udah gila apa!" sungut Amel heran Dengan wanita di depan nya. "jangan ngaco bi. Bayu pasti lebih kecewa lagi kalau tahu kamu mau gugurin bayi yang nggak berdosa itu. lagipula ini kan keinginan nya. dia pasti senang dan akan memaafkan mu."


bintang terdiam, menyesali ucapan nya.


"kalau selama ini kamu minum pil KB. kenapa bisa hamil?" tanya Amel.


"beberapa kali aku lupa minum Mel." ucap bintang tertunduk lesu.


"dan sudah 3 hari ini aku dan Bayu bertengkar karena Bayu sudah mengetahui kebohongan yang aku sembunyikan." jelas bintang.


"ya harus nya kamu ceritain aja sama Bayu, biar Bayu yang menegur mama nya. kenapa malah marah sama kamu?" ucap Amel. merasa kasihan pada sahabat nya.


"aku tidak mau membuat ibu dan anak bertengkar Mel." jawab bintang.


"tolong jangan bilang Bayu ya Mel. aku mohon."


"tapi kehamilan mu Bayu harus tahu Bi." ujar Amel.


"nanti pulang aku bakal kasih tahu dia."


Amel lantas memeluk bintang. ia tidak menyangka sari sekejam itu pada sahabat nya.


****


sampai tengah malam, bintang yang menunggu Bayu di ruang tengah hampir tertidur karena kelelahan. ia terbangun saat mendengar ponselnya berdering.


dengan malas, bintang membuka ponselnya. muncul pesan dari nomor tanpa nama. mengirim beberapa foto.


mata bintang terbelalak, menatap foto yang dikirimkan dari nomor itu.


"ini tidak mungkin." lirih bintang, menatap foto bayu yang tertidur dipelukan Rena tanpa memakai baju.


"mereka berselingkuh dariku?" lirih bintang, ia memegang dadanya yang terasa sakit.


ia tidak menyangka Bayu tega menghianati nya.


air matanya seketika keluar, membasahi seluruh wajah serta hatinya.


bintang membuka lagi saat nomor itu megirim pesan.


"aku tahu kamu pasti tidak percaya hanya dengan foto. datang lah kehotel xx no 27. kamu lihat saja sendiri"

__ADS_1


~rena


__ADS_2