Perjalanan Cinta Bintang

Perjalanan Cinta Bintang
bab 18


__ADS_3

"kenapa mendadak tari di pindah ya.? bukan gara gara gue kan?. tapi kalau karena masalah kemarin harus nya gue juga dipindah atau diberi teguran dong. aaaa ... kenapa jadi gue yang pusing sih."


dorr!!


"astaga bay kamu ngagetin aja!" bintang memukul dada Bayu pelan.


"hahaha ku kenapa dari tadi ngelamun terus? mikirin apa sih?" mengusap kepala bintang.


"nanti berantakan rambut ku." menyingkirkan tangan. "kamu ngerasa aneh nggak sih? masa' tari tiba tiba dipindah gitu. kalau karena masalah kemarin kan harus nya aku juga kena teguran!"


"bay!" panggil bintang sambil menggerakkan tangan di depan wajah Bayu karena Bayu malah diam saja.


"eh iya. gimana bi?" tergagap.


"kamu tau nggak kenapa tari di pindah?"


"nggak tau. itu kan urusan HRD . lagian kalau nggak ada tari kamu kan jadi nggak ada yang ganggu."


"iya sih.."


"ya sudah aku kesana dulu ya, dipanggil." ucap Bayu yang langsung pergi dari hadapan bintang.


bintang hanya mengernyitkan dahi melihat sikap Bayu.


***

__ADS_1


hari berganti hari , bulan berganti bulan. waktu seakan terasa cepat sekali terlewati. tapi syukurlah selama ini terlewati dengan baik walaupun dihiasi dengan sedikit keluhan jika tubuh merasa lelah karena tuntutan pekerjaan.


tak apa mengeluh asal jangan berlebihan.


"nak Bayu ibu boleh bicara sebentar?" tanya Bu Rumi pada Bayu yang sedang duduk di teras rumah nya menunggu bintang yang sedang bersiap. rencana nya hari ini mereka akan jalan berdua.


"boleh Bu," Bayu langsung menaruh hp nya di meja. tidak sopan kan jika ada orang mau bicara tapi kita malah asik dengan hp kita.


"sudah hampir dua tahun ini kamu pacaran sama bintang. kapan kamu akan jujur dengan nya?" tanya Bu Rumi , menyandarkan tubuh dikursi hanya terdengar helaan nafas yang sepertinya untuk mengatur emosinya.


"sebentar lagi Bu, Bayu janji. pasti Bayu akan bilang pada bintang."


"ibu hanya tidak mau bintang nanti nya tersakiti dengan ini. belum tentu orang tua mu setuju dengan hubungan kalian."


"beri waktu untuk Bayu sedikit lagi Bu" ucap Bayu memohon dengan tulus.


"baiklah. jangan kecewakan bintang dengan keputusan mu jika orang tuamu tidak merestui hubungan kalian." ujar Bu Rumi menepuk bahu Bayu pelan.


saat sampai diruang tamu Bu rumi berpaspasan dengan bintang yang keluar dari dalam kamar.


"wah cantik sekali anak ibu." puji Bu Rumi pada anak nya. melihat dari atas sampai bawah penampilan bintang. riasan natural, menggunakan celana jins, atasan Sabrina dan cardigan yang di tenteng di tangan kirinya. sederhana tapi itu sudah membuat anaknya terlihat sangat cantik.


"makasih Bu" bintang nyengir menampilkan deretan gigi putih nya. "bintang berangkat dulu ya." pamitnya


"hati hati dijalan, kunci rumah sudah kamu bawa kan?"

__ADS_1


"sudah Bu." ucap nya yang langsung keluar menemui Bayu.


"ayo bay." ucap bintang yang berdiri dihadapan Bayu.


Bayu menatap bintang, menelisik penampilan gadis dihadapannya. senyum tersungging diwajah tampan nya.


bintang yang merasa ditatap seperti itu tersenyum malu malu.


"cantik sekali pacar aku mau kemana sih?" goda Bayu pada bintang dengan suara yang di buat seimut mungkin.


"baru nyadar kalau pacar nya cantik mas?" ucap bintang dengan penekanan kata mas yang dibuat sedramatis mungkin.


"tiap hari cantik, tapi malam ini cantiknya berkali kali lipat." tersenyum mencubit pipi kekasih nya dengan gemas.


"ah sudah lah, jadi berangkat nggak nih.?"


"jadi dong, yukk pegangan yang erat ya" ucap Bayu.


mereka pun berangkat menuju cafe langganan mereka. tempat pertama kali Bayu melihat sisi lain bintang yang menurut nya sangat istimewa. cafe saat Pertama kali Bayu melihat bintang menyanyi.


.


.


.

__ADS_1


.


trmksh


__ADS_2