Perjalanan Cinta Bintang

Perjalanan Cinta Bintang
bab 40, penjelasan


__ADS_3

"saya minta maaf pak." Andi masih menunduk.


menghela nafas kasar, pria dengan setelan jas warna hitam itu memukul ke udara.


"saat di klub, kamu bersamaku. kenapa kamu tidak mengantarku pulang? kenapa kamu membiarkan ku pergi dengan Rena?. dimana keprofesionalan mu dalam bekerja?." rentetan pertanyaan keluar dari bibir pimpinan HPD GRUP.


"maaf pak, Rena yang memintaku. dia bilang akan mengantarkan bapak pulang. saya percaya padanya karena dia teman lama anda."


"kamu tahu?. dia menjebaku! bukan membawaku pulang tapi malah ke hotel. wanita itu menghubungi istriku dan meminta nya datang. kamu pasti tahu apa yang selanjutnya terjadi..." Bayu menatap tajam Andi yang tampak berfikir.


"maafkan saya pak" semakin menunduk saat Andi menyadari situasi.


"kalau kamu benar merasa bersalah. bisakah kamu menolongku?" tanya Bayu.


Andi mengernyit heran tapi selanjutnya pria itu mengangguk.


Bintang yang berada di butik nya tampak di sibukan dengan kegiatan nya. mengotak Atik laptop di depan nya, wanita hamil itu menoleh saat ada pelanggan yang datang.


bintang terkejut saat melihat Bayu berjalan mendekat ke arah nya. wanita itu bangkit dan mundur.


"Ada apa?" tanya bintang dengan datar.


"aku merindukan mu." jawab Bayu, menatap dalam wajah wanita yang di cintai nya.


sila, pegawai wanita yang di rekrut bintang itu menatap iri. tersenyum mendambakan pria yang romantis seperti suami bos nya.


bintang menoleh pada sila yang masih terkesima, kemudian ia melirik Amel yang langsung mengerti.


"sila, tolong belikan solasi di minimarket ujung jalan." titah Amel pada sila.


"hah? kenapa harus yang di ujung jalan mba? kan jauh. yang di dekat sini saja ya." rengek sila manja. gadis muda itu sudah menganggap Amel seperti kakak nya sendiri.


"yang di dekat sini kosong semua." jawab Amel santai.


"baiklah." akhirnya sila menurut walaupun sambil menggerutu karena tidak bisa melihat kemesraan atasan nya itu.


setelah memastikan sila keluar dari butik, Amel pamit mengecek barang di belakang. sekarang tinggal Bayu dan bintang.


"kamu sudah bawa bukti?" tanya bintang tenang. sikap ibu hamil itu tidak seperti biasa, lebih acuh dan cuek.


Bayu menggeleng, pria itu berjalan mengikuti istrinya menaiki tangga menuju lantai dua.


duduk di sofa kamar yang sekarang di tempati bintang, wanita itu bertanya lagi saat Bayu tak kunjung memberi jawaban.


"kamu sudah punya bukti?" tanya nya lagi.


"belum bee" jawab Bayu.


"terus kenapa kesini?" bintang memijit pelipis nya yang masih terasa pusing.

__ADS_1


"aku merindukan mu, pulang lah kerumah bee" Bayu mendekat duduk di samping istrinya.


"untuk apa?, Disana aku hanya akan terbayang kebersamaan ku dengan mu. dan harus terbayang ternyata kamu tidak hanya tidur dengan ku. itu menyakitkan bay." bintang melengos ketika Bayu hendak menyentuh wajahnya.


"bee, aku tidak tidur dengan Rena. percaya lah padaku. Rena menjebak ku bee. dia mau merusak hubungan kita."


"itu bukan hanya salah Rena, tapi juga salah mu. kamu yang tidak bisa menjaga sikap. kalau punya masalah dengan istrimu, cukup bicarakan dengan istri mu. bukan pergi ke klub bersama teman-teman mu dan Rena kamu ajak. padahal kamu tahu Rena menyukai mu dari dulu. kamu sendiri yang membuka pintu kesempatan itu untuk dimasuki Rena, Bayu!"


Bayu menunduk, mengakui. bila ia bisa menjaga sikap semua ini tidak akan terjadi.


"saat itu aku dipenuhi amarah, aku kecewa karena kamu minum pil pil itu. apa kamu tahu bee, aku sangat menginginkan anak dari mu. buah cinta kita. kenapa kamu meminum pil itu tanpa memberitahu Ku?"


akhirnya Bayu menanyakan hal itu pada bintang, pertanyaan itu membuat pikiran nya kacau dan emosi nya membuncah saat memikirkan itu.


bintang tersentak "aku... aku hanya belum siap saja bay." jawab bintang gugup.


Bayu menghela nafas, tangan nya menggenggam erat tangan bintang. pria itu memeluk erat tubuh istrinya.


"maafkan aku, aku seharusnya mendengarkan mu. pulang ya bee, aku mohon."


bintang tak menyahut, ia melepaskan pelukan nya. Bayu hanya bisa tersenyum getir.


keluar dari butik bintang dengan menelan kecewa karena bintang masih menolak untuk pulang kerumah. baru saja memasuki mobil, dering ponsel terdengar.


"ya bagaimana an?" tanya Bayu pada sistem nya.


"saya sudah mendapatkan rekaman cctv nya pak. saya kirimkan ke anda sekarang."


turun dari mobil dan kembali masuk ke dalam butik bintang. Bayu berlari ke lantai atas tanpa mempedulikan Amel yang menatap nya heran di lantai bawah.


"kenapa lagi tuh orang?,"


masuk kedalam kamar, Bayu tidak melihat keberadaan bintang. tapi ia mendengar suara dari dalam kamar mandi. segera ia mendekati. Bayu terkejut saat mendengar seperti nya bintang sedang muntah-muntah.


Bayu membuka paksa pintu kamar mandi yang ternyata tidak dikunci.


"bee kamu kenapa?" tanya Bayu dengan raut wajah panik. dengan telaten pria itu memijat tengkuk bintang.


tak punya waktu untuk terkejut dengan kehadiran Bayu, bintang memuntahkan semua sarapan yang ia makan tadi pagi. ibu hamil itu merasa pusing dan lemas.


Bayu menggendong bintang dan merebahkan nya ke tempat tidur.


"kamu kenapa sayang?" tanya Bayu lagi.


"cuma pusing sama perut nya agak nggak enak. sekarang udah nggak apa-apa." jawab bintang. ia masih belum mau memberitahu kabar kehamilan nya sebelum Bayu memberikan bukti kalau perselingkuhan nya tidak benar.


dengan cekatan Bayu meraih minyak kayu putih yang berada di meja kecil samping tempat tidur. menyingkap kaos yang di pakai bintang, Bayu mengoleskan sedikit minyak kayu putih ke perut istrinya dan mengusap nya pelan.


bintang sempat was-was kalau Bayu akan memijat perut nya. tapi ia bernafas lega saat hanya usapan yang diberikan.

__ADS_1


rasanya hangat, ada perasaan tenang saat Bayu mengusap perut bintang.


"apa kamu juga merindukan papa mu nak?"


"Ada yang mau aku tunjukan sama kamu." Bayu bersuara sembari tangan nya masih mengusap perut bintang.


menyodorkan hp kehadapan istrinya, Bayu meminta bintang membuka video yang dikirimkan asisten nya.


"ini apa?" tanya bintang, menerima hp dari tangan suaminya. matanya mengernyit, saat memutar video itu. terlihat Rena sedang menuangkan cairan ke dalam minuman. dan setelah nya Bayu datang bersama Andi dan rekan yang lain.


"sekarang kamu percaya kan? Rena yang menjebaku bee."


bintang tak membuka mulut, hati dan pikiran nya bertabrakan.


"ini kan hanya diluar, kalau di dalam kamar aku tidak tahu apa yang terjadi. aku tidak mau nantinya tiba-tiba Rena datang padaku dan bilang kalau dia mengandung anakmu."


sungguh fikiran itu tiba-tiba menghinggap dengan lancang nya di fikiran bintang. segala konsekuensi dari perbuatan Bayu dan Rena, bintang merasa tidak sanggup menerima nantinya.


"astaga!, aku tidak melakukan apa-apa dengan Rena bee." Bayu masih berusaha menjelaskan walau dirinya sebenarnya lelah.


"tidak mungkin, aku tidak bisa memepercayai mu begitu saja. bilang padaku semua nya tanpa di tutup-tutupi. aku mau tahu semua nya sedetail nya!" tegas bintang. walau hatinya merasa sakit menanyakan itu, tapi bintang mau mendengar langsung dari suaminya.


"kalian berpelukan?"


jleb, pertanyaan pertama langsung menohok. Bayu mengangguk pelan.


"berciuman?" pertanyaan kedua diluncurkan dengan tangan terlipat di dada. wajah ibu hamil itu tampak meradang mendengar jawaban sang suami.


Bayu mengangguk lemah.


"di mana? di bibir?" sepertinya api merambat semakin cepat kedalam hati wanita hamil ini. panas membara, menatap getir pada bibir sexy sang suami.


lagi-lagi Bayu mengangguk lemah, tak membantah satu kata pun. lagi-lagi juga kekecewaan meradang di hati bintang.


"di leher mu juga kan?, berarti perempuan itu sudah menyentuh semua tubuh suamiku?" bintang berdecak kesal. menatap keseluruhan tubuh suaminya.


dia yang berhak atas tubuh suaminya, dia yang hanya dihalalkan untuk menyentuh tubuh kekar bak atlet milik suaminya. bibir itu, leher itu, tangan, pipi, hidung. semua itu adalah hak nya. tidak ada yang boleh menyentuhnya apalagi seorang wanita.


tapi melihat kenyataan yang terpampang di depan mata membuat hatinya sakit, tombak runcing siap merobek-robek hatinya yang lemah.


duduk bersandar pada sandaran tempat tidur, memandang seluruh tubuh suaminya dengan sedih. linangan air mata tak mampu ia cegah, mengalir deras dari netra yang memerah.


"kalau sudah melakukan sampai tahap itu, pasti selanjutnya terjadi kan.. iya kan .. kalian berhubungan badan di hotel mewah itu kan?" teriakan frustasi meluncur dari bibir tipis ibu hamil itu seiringan dengan dadanya yang menahan sesak.


"tidak! aku tidak melakukan itu sayang. percaya padaku, tolong untuk hal itu percaya padaku. aku tidak tidur dengan nya. pelukan dan ciuman itu terjadi karena pengaruh obat. dan juga aku melakukan itu karena aku mengira dia itu kamu. di mataku ada kamu yang sangat aku rindukan. setelah sadar aku langsung memarahi nya. dan hendak keluar dari hotel itu tapi kamu keburu datang."


Bayu memeluk erat tubuh bintang yang bergetar hebat. pria itu terisak, tenaga dan emosinya sudah terkuras habis untuk memikirkan bagaimana cara membuktikan itu semua pada istrinya.


"percaya padaku... percaya padaku bee.."

__ADS_1


kedua pasangan itu saling berpelukan di dalam kamar sempit ruko dua lantai. menyalurkan semua emosi yang tertahan beberapa hari ini.


__ADS_2