Perjalanan Cinta Bintang

Perjalanan Cinta Bintang
bab 27, siang pertama


__ADS_3

sekitar pukul 11.30 siang bintang dan Bayu sudah sampai di apartemen yang akan mereka tinggali mulai sekarang. apartemen yang sudah ia siapkan jauh sebelum hari pernikahan nya. tidak mungkin jika setelah menikah ia masih tinggal di rumah orang tua nya. dan Bayu juga tahu hubungan antara mama dan istri nya tak sebaik itu. Bayu masih melihat sisi tidak rela di mata mama nya. tapi ia cukup bersyukur mama nya mau mengalah dan menerima bintang menjadi istrinya.


"wah bagus sekali, ini kamar kita yank?" tanya bintang saat ia baru saja masuk ke dalam kamar mengikuti langkah suaminya. kamar yang luas nya 5x lipat dari kamar nya ini terlihat sangat mewah dan nyaman.


bayu yang baru saja menaruh koper di dekat sofa lantas mengalihkan pandangan pada sang istri yang masih menatap kagum ruangan.


"yank?" tanya Bayu bingung.


"iya, kenapa?." bintang balik bertanya saat melihat ekpresi bingung suaminya.


"jadi kamu memutuskan untuk memanggilku yank?. hemm... tidak buruk. baiklah aku terima panggilan itu nyonya" Bayu tersenyum puas.


"terus panggilan untuk ku dari kamu apa?"


"sama seperti sebelum nya!" jawab Bayu santai, ia meraih koper dan hendak memasukan nya ke dalam ruangan pakaian yang di dalam nya ada kamar mandi juga.


bintang mengikuti langkah suaminya ikut masuk ke dalam ruangan.


"nggak adil dong, aku udah nurutin ganti panggilan aku ke kamu. tapi kamu nggak ganti!" sungut bintang, ia meraih lengan suaminya agar menatap padanya.


Bayu masih dengan ekspresi santai nya menyunggingkan salah satu sudut bibirnya. "aku masih manggil kamu bi itu karena ada alasan nya."


"alasan apa?, bi kan bintang!" gerutu nya masih tidak puas dengan jawaban sang suami. tidak munafik, ia sebagai perempuan juga ingin di panggil dengan panggilan yang romantis.


"bee itu artinya madu. kamu kan manis kayak madu" Bayu tersenyum saat melihat raut wajah istri nya yang malu dan pipi nya yang memerah.


mendekati istri nya yang menunduk malu, Bayu menangkup kedua pipi bintang hingga membuat mata mereka bertemu.


cup- mata bintang membulat saat mendapat kecupan tiba-tiba. belum selesai mengatasi keterkejutan itu, bulu halus bintang meremang saat sang suami mendekatkan bibir nya pada telinga nya. hembusan nafas dari suaminya sangat terasa di kulit putih nya.


"mandi yuk" bisik Bayu, ia sengaja meniup leher jenjang istri nya setelah mengucapkan kalimat itu. membuat bintang semakin terpaku di tempat nya berdiri.


bintang menggeleng kan kepala nya, berusaha mengembalikan kesadaran nya.


"kamu duluan saja, aku akan menata baju kita dulu." baru saja bintang hendak membuka koper tapi tangan nya di cekal Bayu.


"kenapa nggak bareng saja kan bisa menghemat waktu" Bayu masih berusaha untuk membuat bintang mau mandi bersama. karena ia tahu bintang masih malu dan belum terbiasa dengan kehadiran nya.


"tidak!, kamu duluan saja yank. aku akan menata baju kita dulu ya." bintang mendorong bayi hingga masuk ke dalam kamar mandi dan menutup pintu nya dengan cepat.

__ADS_1


Bayu yang berada di dalam kamar mandi menghela nafas, tapi ia tidak menyerah. ia masih saja berusaha mencari kesempatan agar bisa menarik bintang masuk ke dalam kamar mandi.


seperti sekarang ini, Bayu membuka sedikit pintu kamar mandi hanya muncul kepala nya saja.


"bi, handuk nya dong tolong ambilin." pinta Bayu, ia menarik sudut bibir nya. yakin dengan rencana nya yang pasti akan berhasil.


"ini handuk nya" bintang menyodorkan handuk di hadapan Bayu.


bintang bisa melihat senyum jahil di wajah suaminya, ia menyodorkan handuk itu ke dada Bayu dan segera menjauh dari pintu.


"sudah sana mandi!" titah bintang, ia menahan rasa ingin tertawa nya saat melihat ekpresi kesal sang suami.


Bayu menggerutu, ternyata bintang tahu rencana yang ia susun. padahal ia berharap rencana nya ini berhasil. dia akan menarik tangan bintang saat gadis itu menyodorkan handuk padanya. tapi bintang malah dengan cepat menyodorkan handuk ke dada nya dan menjauh dari jangkauan nya. mau tidak mau pria itu mandi sendiri walaupun dengan Omelan yang tak kunjung berhenti.


bintang menoleh saat terdengar bunyi derik pintu yang terbuka, muncul suami nya dengan handuk melilit di pinggang. dada bidang Bayu yang masih basah dengan buliran air membuat bintang menelan Saliva dengan susah. wajah Bayu yang tampak lebih segar dengan air yang masih menetes dari rambut nya membuat ketampanan pria itu bertambah.


entah pikiran apa yang sedang di pikirkan bintang saat ini, pandangan nya turun ke bawah tepat di bawah perut kotak-kotak suaminya.


ia menggelengkan kepala nya saat pikiran mesum nya datang. Dengan cepat ia menyambar handuk yang sudah ia siapkan tadi dan langsung masuk ke dalam kamar mandi. membuat suami nya heran dan bingung dengan tingkah aneh nya.


15 menit menyegarkan tubuh nya, bintang terkejut saat keluar dari kamar mandi dan melihat suaminya duduk di kursi dekat meja rias. bintang tambah terkejut saat menyadari suaminya belum memakai baju dan handuk masih melilit pinggang nya.


sedangkan mata Bayu membulat saat melihat penampilan istri nya sekarang yang hanya terbalut handuk. dadanya yang putih mulus itu terpampang nyata di depan matanya, membuat ia menelan Saliva berulang kali. menurunkan pandangan nya, Bayu bisa melihat dengan jelas paha putih mulus bak porselen itu tidak tertutup handuk dengan sempurna karena handuk hanya sampai tidak ada setengah paha istrinya.


"jangan ngelihatin aku kayak gitu yank!" bintang mundur saat suaminya berjalan mendekati nya dengan tatapan siap menerkam.


"aku sudah tidak tahan lagi bi" ucap bayu yang semakin mendekat ke arah istri nya. dengan cepat ia menggendong bintang ala bridal dan membawanya ke atas ranjang.


"kamu yakin mau sekarang? ini masih siang yank. bukan nya malam pertama di lakukan saat malam ya?" bintang bergidik saat melihat tatapan suaminya.


"kata siapa?" tanya Bayu dengan suara berat nya, ia sudah tidak tahan. junior nya di bawah sana sudah berteriak minta di puaskan.


"kata.. kata orang-orang" jawab bintang terbata. jarak antara dirinya dan Bayu sangat dekat. ia bisa merasakan hembusan nafas Bayu menerpa wajah nya.


"orang-orang siapa?" Bayu memicingkan matanya, meminta jawaban.


"ya kata orang-orang kan gitu." bintang memalingkan wajahnya saat Bayu mendekatkan bibir di leher nya.


"aww!" pekik bintang saat suaminya menggigit leher nya hingga meninggalkan bekas merah. sama seperti yang di lakukan Bayu tadi pagi. "kenapa menggigit ku?"

__ADS_1


"aku tidak peduli dengan malam pertama atau siang pertama!. aku sudah menahan sejak pagi bi" suara Bayu sudah parau, ia menatap bibir merah muda yang selalu menggodanya.


bintang yang hendak protes hanya bisa meremas seprai saat Bayu dengan kasar Mel*mat bibir nya.


"hempt...hempt...hempt"


bintang menepuk-nepuk punggung suaminya saat merasakan Lum*Tan kasar itu.


nafas bintang tersengal, ia menatap Bayu dengan tatapan takut. ia tidak pernah melihat sisi Bayu yang seperti ini.


Bayu yang menyadari sikap nya terlalu berlebihan lantas tatapan nya berubah melembut.


"maaf sayang" tepat kata maaf itu terucap, Bayu kembali mel*mat bibir bintang. kali ini ciuman itu melembut tidak kasar seperti tadi. hingga bintang ikut terbuai dengan perlakuan lembut pria yang sekarang sudah menjadi suaminya itu.


Bayu tahu ini kali pertama bagi dirinya dan istri nya, tapi sebisa mungkin ia akan membuat bintang nyaman dan tidak merasa sakit.


di sela ciuman itu tangan Bayu tidak tinggal diam. ia membuka kaitan handuk yang melilit tubuh istri nya. dengan sekali sentak handuk itu terlepas dan terlempar sampai kaki tempat tidur.


bintang menggigit bibir saat bagian depan nya di kecup sang suami. ia meremas seprai saat merasakan gelenyar tak biasa mengalir di tubuh nya. Bayu yang masih mengekspos setiap inci tubuh istri nya, ia berikan sentuhan lembut sampai pada akhirnya bintang mendapat pelepasan pertama nya.


"Ahh..."


Bayu yang menyadari bintang sudah mendapat pelepasan nya segera melepas handuk yang masih menempel di tubuh nya melemparnya sampai jatuh tak jauh dari handuk yang di pakai bintang tadi.


memposisikan dirinya, dengan pelan Bayu menerobos masuk tanpa permisi di inti tubuh sang istri.


"aww!" pekik bintang saat merasa inti tubuhnya dirobek oleh benda asing.


Bayu segera mencium bibir bintang agar bintang melupakan rasa sakit nya. ia bisa merasakan kuku-kuku bintang menembus kulit punggung nya. rasa perih menerpa kulit nya saat bercampur dengan keringat. melihat air mata keluar di sudut mata bintang, Bayu menghapus air mata itu dengan bibir nya. membiarkan bintang beradaptasi dengan apa yang di rasakan nya saat ini. agar nantinya sat ia menggerakkan inti tubuhnya, bintang sudah merasa nyaman.


bintang membuka mata saat Bayu bersuara. "jangan di tahan sayang, aku ingin mendengar suara merdu mu. tatap aku, aku akan membuat siang ini menjadi hal terindah di hidup mu. aku mencintai mu sayang."


Bayu kembali mel*mat bibir bintang dengan lembut hingga membuat bintang terbuai. Bayu mulai menggerakkan sesuatu di bawah sana. memulai kenikmatan ini dengan penuh cinta.


bintang yang mulai terbiasa bersikap kooperatif. ia mengalungkan tangan di leher sang suami. menerima semua kenikmatan yang di berikan pria yang sangat di cintai nya.


pergulatan panas itu terhenti dengan erang*n di antara keduanya. Bayu menjatuhkan diri di samping bintang yang sedang mengatur nafas nya. mengakhiri semua dengan kecupan di bibir, Bayu mengusap lembut perut rata istri nya.


"semoga dia cepat hadir disini." ucap Bayu.

__ADS_1


Deg-- bintang menegang mendengar ucapan sang suami. ia menatap Bayu di samping nya dengan tatapan bersalah.


"maafkan aku yank."


__ADS_2