Perjalanan Cinta Bintang

Perjalanan Cinta Bintang
bab 30, pernah suka?


__ADS_3

Rena menghentikan mobil nya di pinggir jalan dengan tiba-tiba, tak peduli dengan pengendara lain yang mengumpat nya karena terkejut saat melihat mobil Rena di berhentikan dengan mendadak.


tampak nafas wanita cantik itu naik turun, mencoba mengatur amarah yang sejak tadi ia tahan.


"kenapa aku belum bisa membuang rasa cinta ini untukmu? bahkan saat kamu sudah menikah."


terdengar Isak tangis dari dalam mobil, wanita cantik yang menunduk menyesali semua keputusan nya dulu untuk kuliah di Australia.


"andai dulu aku menerima pernyataan cinta mu, pasti saat ini aku yang ada di posisi bintang kan." lirih Rena.


dulu saat SMA, Bayu memang sempat meminta Rena menjadi pacar nya. tapi tanpa Rena ketahui, perkataan Bayu hanya canda'an semata. Rena salah mengartikan ucapan Bayu yang mengira jika pria itu benar-benar mencintai nya.


dari saat itu Rena menjadi terbawa perasaan dan mempunyai rasa yang lebih dari seorang sahabat. ia jadi menduga-duga sendiri, menyamakan perlakuan Bayu yang seperti seorang pacar. perhatian dan selalu menjaganya saat ada murid lain mengganggu nya.


sampai akhirnya ia terkejut saat orang tua nya memberitahu akan pindah ke Australia meneruskan usaha sang kakek yang asli orang sana. Rena tidak sanggup menolak dan sebagai anak ia hanya menurut. mengubur semua impian nya, ingin kuliah di tempat yang sama dengan Bayu.


saat keberangkatan nya ke Australia, Bayu pun turut mengantar. Rena bisa melihat sorot mata tidak rela yang di tunjukan Bayu. ia mengira pasti Bayu mencintai nya padahal tidak, Bayu hanya tidak rela kehilangan sahabatnya. hanya itu, tidak ada rasa yang lain. karena saat itu Bayu sudah melabuhkan hatinya pada gadis SMP yang setiap hari di antar ayah nya naik motor.


Rena berharap saat nanti ia kembali ke Indonesia, ia akan mengutarakan perasaan nya. tapi harapan itu pupus saat Rena mengetahui Bayu sudah menikah. bahkan terbilang masih baru karena usia pernikahan Bayu baru sebulan.


***


"sudah seminggu kamu pulang malam bay, apa tidak kasihan pada istri mu. pasti dia kesepian menunggu mu." kata Rena yang saat ini menemani Bayu lembur.


"kamu benar re, bintang memang tidak pernah mengeluh saat aku pulang malam tapi aku tahu sebenarnya dia juga menginginkan aku berada di sisi nya. tapi bagaimana lagi, aku harus menyelesaikan ini untuk persentasi Minggu depan kan." terang Bayu, wajah cantik istrinya tiba-tiba terlintas. membuat pria itu ingin segera pulang dan memeluk nya.


Rena tersenyum dan mendekati Bayu "aku tawarin bantuan nggak mau sih."


"kalau kamu yang ngerjain berarti ini bukan usaha ku dong. aku mau membuktikan pada diriku sendiri kalau aku mampu tanpa bantuan orang lain." tegas Bayu.


"iya deh, yang pekerja keras. dari dulu ngga pernah berubah ya bay. masih keras kepala dan semangat luar biasa mu itu tidak luntur sama sekali. aku jadi kagum." Rena menghempaskan bokong nya di kursi depan Bayu. mengamati laki-laki di depan nya yang masih sibuk dengan laptop nya.


"yang berubah hanya status mu saja bay, sekarang sudah menikah dan aku belum. jahat sekali, aku tidak undang saat pernikahan mu!" sindir Rena, yang memang ia tidak di undang oleh Bayu saat pernikahan. ia tahu Bayu sudah menikah saat Hardi memberitahunya.


"Hanya keluarga, kerabat dan beberapa kolega papa saja dan beberapa orang penting yang di undang ren, lagian kamu kan di luar negri. kalaupun aku undang belum tentu kamu datang kan." Bayu menutup laptop nya dan merapikan beberapa berkas.


"jadi aku bukan orang penting?" todong Rena, matanya melotot tajam ke arah Bayu. ia bangun dari duduk dan hendak keluar dari ruangan.


dengan sigap Bayu mencekal lengan Rena, menahan nya untuk pergi. beberapa detik pandangan mereka bertemu, Rena melihat tangan Bayu yang masih memegang tangan nya. Bayu yang menyadari tangan nya masih memegang tangan Rena lantas melepaskan tangan nya. membuat suasana menjadi hening dan canggung


"ehem" berdehem pelan, Bayu menjadi bingung sendiri.


dan Rena, gadis itu menatap nanar tangan nya. ia tersenyum kecut.


"maaf, Tapi kata papa kamu sedang di Amerika saat itu. jadi aku memutuskan untuk memberitahumu saat kamu menyelesaikan pekerjaan mu. jangan marah dong." rayu Bayu saat melihat Rena yang hanya diam terpaku melihat tangan nya.


"Rena" panggil Bayu saat dirasa gadis di depan nya masih diam saja.


"ya" Rena mendongak menatap Bayu dengan tatapan sendu.


"aku mau pulang, bintang pasti sudah menungguku. untuk rasa bersalah karena tidak mengundang mu. besok aku akan menemani mu makan bakso di tempat langganan kita dulu. gimana?" tawar Bayu. ia merasa tidak enak. Rena adalah sahabat nya, gadis yang selalu siap membantunya saat ia kesulitan mengerjakan pelajaran bahkan Rena adalah senjata nya agar di izinkan oleh papa nya saat ia ingin keluar rumah dan mendaki selama beberapa hari.


"baiklah, awas kalau bohong."


"nggak bakal, aku janji." ucap Bayu, ia senang saat sahabat nya sudah tidak marah lagi. "ayo pulang"


saat di lantai bawah, masih ada beberapa karyawan yang sedang lembur. mereka menoleh dan menunduk saat melihat Bayu dan Rena berjalan berdampingan.

__ADS_1


"makin hari makin dekat saja tuh mereka. apa istrinya tidak curiga?" tanya karyawan wanita yang datang dari arah belakang membawa beberapa kopi untuk rekan kerja nya yang lain.


"wajar saja lah, orang kaya. di rumah ada, dan di kantor pasti juga ada." celetuk yg lain menimpali.


"sembarang!, pak Bayu bukan orang seperti itu." timpal karyawan pria yang tidak suka bergosip.


"sudah sudah cepat selesaikan. udah ngantuk banget gue. mau pulang, minum susu terus tidur!"


"kayak punya istri aja Lo!"


"punya dong di lemari berjejer.'


"apaan tuh"


"susu bendera" tergelak dan mendapat umpatan dari karyawan lain.


****


Bayu yang baru masuk ke dalam apartemen mencium bau masakan yang menggugah selera. lantas ia langsung pergi ke dapur dan mendapati istrinya sedang bergelut dengan penggorengan.


bintang yang sibuk mengaduk nasi goreng terkejut saat pinggang nya di peluk dari belakang.


"astaga yank, kamu ngagetin tahu nggak!" pekik bintang.


"kamu sih fokus banget masak nya." Bayu melabuhkan dagunya dan bertengger di pundak sang istri dengan manjanya.


meniup-niup leher istrinya membuat sang empu bergidik dan meremang.


"kamu apa'an sih. jangan ganggu ini nggak bakal selesai kalau kamu nempel terus kayak gini." omel bintang yang susah bergerak karena tubuhnya dipeluk erat Bayu.


setelah di beri Omelan dari istrinya, pria itu tidak berhenti tapi malah semakin menjadi. mengecup pipi istrinya dan tangan nya tidak tinggal. merayap kemana-mana di tubuh istri nya.


melihat istrinya sudah ikut terhanyut dengan perlakuan nya, tangan Bayu bergerak mematikan kompor. membalikan tubuh istrinya agar menghadap ke arah nya. sekali sentakan bintang sudah duduk di atas meja.


melihat sorot mata suaminya, bintang menjadi salah tingkah.


"main disini yuk bi, kan kita belum pernah main di dapur. biar ada sensasi nya" bisik Bayu dengan suara berat nya.


seketika membuat mata bintang membulat sempurna mendengar permintaan yang sangat konyol dari suaminya. bagaimana tidak? mereka baru sebulan menikah, bintang masih belum sepenuh nya mengerti dan terbiasa dengan hal yang menurut nya tabu.


baru akan bersuara tapi mulut bintang sudah di kunci oleh bibir suami nya. Bayu tahu pasti istri nya akan menolak makanya dia bersikap sigap dan cepat sebelum istrinya mengomel.


pasangan muda itu larut dalam manis nya bibir masing-masing. saling memberi kelembutan di setiap luma*Tan. sampai akhir nya kedua nya berhenti saat mendengar suara.


"hehe maaf sayang, perutku tidak bisa di ajak kompromi." ucap Bayu terkekeh pelan. bunyi suara perut nya terdengar dan mengganggu keintiman.


"perut mu tidak bisa bohong yank. ya sudah ayo makan dulu." bintang turun dari meja, merapikan bajunya yang berantakan akibat ulah sang suami.


mereka berdua menikmati nasi goreng yang sudah sedikit dingin itu dengan tenang. sampai akhirnya bintang bersuara.


"kamu lembur sendiri?" tanya bintang tenang.


"nggak, aku ditemani Rena. kadang juga om Hendi beberapa kali." jawab Bayu tenang, masih menikmati nasi goreng di depan nya.


"emm, Rena itu sahabat kamu dari kapan?"


"dari SMA tapi setelah lulus dia pindah ke Australia. kenapa bi?" Bayu menatap istrinya.

__ADS_1


"nggak apapa, pantas saja kalian dekat. memang kalian selama sahabatan nggak pernah ada rasa yang beda gitu. emm kayak perasaan suka gitu." ragu-ragu bintang menanyakan hal yang beberapa hari ini mengganjal di hatinya.


memang ya wanita suka sekali membuat keributan.


"nggak ada tuh" Bayu memicingkan matanya, menangkap ada sesuatu yang tidak beres pada istri yang baru saja ia nikahi sebulan ini.


"masa'? emang setiap kalian bersama nggak muncul gitu walau dikit aja. kan katanya tresno iku jalaran Soko kulino. artinya cinta itu datang karena kebiasaan." terang bintang yang masih saja tidak puas dengan jawaban sang suami.


"kata siapa?" tanya Bayu setelah meminum air putih di gelas sampai tandas.


"kata Amel, Amel tahu dari nenek nya. kan nenek nya orang Jawa." jawab bintang.


"berarti nenek nya Amel salah tuh. nyatanya aku cinta sama anak SMP yang tiap hari berangkat sekolah di antar ayah nya. padahal aku nggak kenal saat itu." jawab Bayu seraya tersenyum jahil.


bintang yang merasa ucapan suaminya ditujukan padanya lantas salah tingkah. apalagi melihat senyum Bayu yang baginya sanggup meluluhkan salju itu.


"serius ih!" jawab bintang, gemas dengan sikap Bayu yang sengaja menghindari pertanyaan nya.


"jangan serius-serius ah." ucap Bayu, pria itu bangun dari duduk nya lalu berjalan menuju kamar.


bintang yang kesal lantas mengikuti suaminya. tinggi nya yang di bawah suaminya membuat nya hanya bisa menatap punggung sang suami.


"yank... kok nggak di jawab malah pergi gitu aja sih!" pekik bintang yang masih mengikuti suaminya dari belakang.


saat sudah berada di dalam kamar, bintang ikut duduk di samping Bayu.


"kenapa ngeliatin aku kayak gitu?" tanya Bayu, ia mendapat sorotan menelisik dari wanita yang duduk di samping nya.


"jangan-jangan kamu dulu pernah suka sama Rena ya?" tanya bintang dengan tatapan tajam.


"apasih bi," Bayu mengusap-usap rambut bintang dengan gemas membuat rambut gadis itu berantakan. "kamu nih suka tanya yang nggak-nggak. nanti kalau aku jawab kamu ngambek."


"nggak bakal ngambek kalau kamu jawab nya jujur." kata bintang.


Bayu mengehela nafas dengan sangat berat, walaupun sebenarnya ia tidak mau menjawab tapi rasa penasaran istrinya tidak akan selesai jika dia hanya diam saja. dan takut nya juga bisa membuat bintang salah menerka.


"aku nggak ada rasa apapun sama Rena. hanya rasa sayang sebagai sahabat aja nggak ada lebih dari itu." jawab Bayu, tatapan nya menerawang jauh.


"tapi kan Rena cantik banget, ada keturunan bule nya. siapa juga laki-laki yang nggak suka sama dia." bintang saja yang perempuan kagum dengan kecantikan Rena, apalagi laki-laki. karena menurut bintang selain cantik Rena juga pintar, baik dan pastinya dari kalangan yang sama dengan suaminya. mengingat itu, hati bintang sedikit sesak. itu yang menjadi perbedaan antara dirinya dan Rena. sampai berada di titik ini bukan hal yang mudah bagi bintang.


"dulu dia nggak ssecantik sekarang bi, dulu dia itu kucel. sampai pada waktu dia di bully sama murid lain dan aku membantunya." terang Bayu, ia tergelak saat mengingat momen itu. dimana Rena yang berwajah sedikit bule dengan rambut di kepang dua dan berkaca mata.


"jadi sekarang cantik gitu?" todong bintang menatap suaminya dengan tajam.


"ehh, itu tapi masih cantikan istri aku dong. cantik nya mengalahkan semua wanita di dunia ini." rayu Bayu saat melihat raut wajah cemberut istri nya.


"bohong!" sentak bintang Dengan wajah cemberut dam merosotkan tubuh nya lalu menutupinya dengan selimut.


"kebiasaan kalau ngambek pasti nutup diri dengan selimut"


"beneran aku nggak bohong, nyatanya aku sampai tergila-gila sama kamu bi." Bayu ikut masuk kedalam selimut yang menutupi tubuh istri nya. "istriku ini kan paling cantik sedunia, paling manis, paling baik, dan tentunya paling sexy dan menggodaaa.." bisik Bayu, di telinga istri nya.


tangan Bayu yang bergerilya di bagian depan istrinya membuat bintang terhanyut.


"mati'in lampu sana!" titah bintang, membuat Bayu mendnegus kesal tapi dengan cepat membuka selimut dan berjalan mematikan lampu.


"tapi habis ini main ya?" pinta Bayu.

__ADS_1


"nggak mau!" tolak bintang, yang merapatkan selimut menutupi tubuhnya.


hanya kata yang terucap, lain dengan hatinya. hatinya berhianat dan ikut larut saat sang suami memberi belaian yang menghangatkan.


__ADS_2