Perjalanan Cinta Bintang

Perjalanan Cinta Bintang
bab 46. interview dadakan


__ADS_3

di depan kantor HPD group turun seorang wanita cantik dengan gaun hamil berwarna putih turun dari dalam mobil mewah Tesla model X seri 75D. mobil berwarna senada dengan gaun yang dipakai oleh sang pemilik itu terlihat mengkilap. disusul sang suami yang turun dari pintu satunya dengan berlari kecil menyusul sang istri yang sudah melenggang masuk ke dalam kantor.


buru-buru menyusul sang istri di depan nya, bayu sampai mengabaikan sapaan sekuriti dan karyawan yang sedang berpas-pasan dengan nya. pikiran nya saat ini hanyalah mencegah sang istri untuk melakukan interview dadakan akibat kecemburuan.


dengan cepat melesat masuk ke dalam lift khusus Presdir sebelum pintu lift itu tertutup, Bayu mendesah pelan saat sang istri dengan kedua tangan bersilang di dada cemberut.


"kenapa masuk duluan dan meninggalkan suami mu sayang?" tanya Bayu lembut, tangan nya bergerak di belakang tubuh sang istri dan mendarat di pinggang.


"kamu saja yang lemot, jalan mu lebih lambat daripada kura-kura sayang." bintang menjawab sekena nya, menepis tangan sang suami.


"bukan aku yang lemot tapi kamu yang terburu-buru bee, jangan di ulangi ya. aku tidak mau terjadi sesuatu padamu dan bayi kita." suara Bayu terdengar sedikit tegas agar sang istri menyadari jika bintang juga membawa janin yang masih meringkuk di dalam rahim nya.


bintang refleks mengusap perut nya dengan lembut. melihat itu hati Bayu berdesir, ikut mengusap perut buncit istrinya.


"singkirkan tangan mu!" bintang menepis tangan Bayu dari perut nya. "aku masih marah padamu karena tadi malam kamu mengingkari hukuman mu sayang!"


"astaga, aku tidak mengingkari nya. kamu sendiri yang memintaku untuk kembali ke kamar. kamu lupa sayang." jelas Bayu menggigit bibir karena tadi malam ia sengaja memanfaatkan kelupaan istrinya.


"alasan, aku tidak percaya padamu Bayu permadana!"


saat pintu lift terbuka bintang buru-buru keluar meninggalkan sang suami yang masih keheranan.


sampai di depan ruangan suaminya, bintang menatap wanita cantik di belakang meja sekertaris. ditelitinya wajah wanita yang sudah membuat hatinya terbakar api cemburu.


Bayu berjalan dengan gagah nya, tidak mau terlihat seperti orang yang sedang bertengkar. pria berjas warna navi itu meminta Mira masuk ke dalam ruangan nya.


bintang duduk di kursi kebesaran sang suami dengan Bayu yang berdiri di samping nya. Mira yang duduk di depan bintang dengan wajah yang bingung hanya diam saat bintang menatap nya dengan tatapan menelisik.


"Siapa namamu?" tanya bintang memulai pembicaraan setelah beberapa menit terdiam.


"Mira, Mira Susanti." jawab Mira.


"siapa dia? kenapa berani duduk dikursi Bayu dan sekarang bertanya namaku?"


"Umur berapa?" bintang kembali melayangkan pertanyaan.


"sama dengan Bayu." jawab Mira santai, tanpa mempedulikan tatapan terkejut bintang.


"memangnya berapa umur Bayu? kenapa harus menjawab bertele-tele?" bintang memberengut, ingin sekali ia mencakar wajah wanita di depan nya kalau tidak mengingat ia sedang hamil.

__ADS_1


Bayu di sebelah bintang menggelengkan kepala melihat tingkah istrinya.


"astaga dia sudah seperti petugas densus saja. siapa dia sih? apa dia kakak Bayu?" Mira membatin. dia tidak pernah melihat kakak Bayu, dia juga tidak tahu jika Bayu sudah menikah.


" 28 tahun kak." jawab Mira tersenyum.


"kenapa dia memanggilku kakak?"


"sudah menikah belum?"


Bayu menepuk kening nya saat mendengar pertanyaan yang dilontarkan bintang. "interview macam apa ini?"


"untuk saat ini belum, tapi mungkin sebentar lagi saya akan menemukan jodoh saya yang kedua." Mira melirik Bayu dengan senyum menawan.


"kedua?"


bintang mengumpat di dalam hati saat Mira memberi senyuman menggoda pada suaminya.


"ehem, maksud saya. saya sudah pernah menikah sebelum nya dan menghasilkan satu anak. tapi kami berpisah setahun yang lalu, jadi kemungkinan saya akan menemukan jodoh kedua saya disini yang bisa menerima putri ku." Mira menjelaskan saat melihat bintang yang kebingungan.


"disini? siapa yang kamu maksud?" tanya bintang ketus.


"astaga kak, tentu saja Bayu siapa lagi." jawab Mira dengan pedenya.


Bayu menelan Saliva dengan susah. ia bergidik saat mendapat tatapan maut dari istrinya. bintang yang tersulut emosi bangkit dari duduk nya dan menggebrak meja.


"sabar sayang." Bayu mengusap punggung bintang menenangkan.


"jadi kamu mau menargetkan Bayu sebagai suami kedua mu?"


"benar kak, tolong restui kami ya." Mira tersenyum malu-malu.


"kenapa kamu terus memanggilku kakak? memangnya aku ini kakakmu?. jelas-jelas kamu lebih tua dariku." bintang memberengut.


"memang begitu seharus nya kan, kamu kan kak Risa, kakak Bayu." jawab Mira, tatapan nya tertuju pada perut buncit bintang dan seketika ia menutup mulutnya.


"astaga jadi kak Risa sedang hamil sekarang? kapan menikah kak? apa jadi menikah dengan kak Edgar?." imbuh Mira.


"hah?" bintang ternganga tak percaya.

__ADS_1


"Mira ini bukan kak Risa. dia bintang istriku dan sekarang sedang mengandung anak kami." akhirnya Bayu mengakhiri kesalahpahaman ini.


"what!" Mira menutup mulutnya dengan tangan, harga dirinya jatuh saat mengetahui kebenaran ini.


malu pastinya, ia mengingat ucapan nya tadi dan merutuki nya. menunduk dengan rasa malu yang teramat sangat mira meminta maaf.


"Maaf nyonya, saya tidak tahu kalau anda istri Bayu. saya mohon maafkan saya." ucap Mira sambil mengatupkan kedua tangan nya.


bintang tersenyum puas melihat raut wajah Mira yang tadinya percaya diri sekarang berubah pias.


"kemana perginya sikap percaya dirimu yang tinggi menjulang tadi?" bintang tersenyum sinis.


"maafkan saya." Mira semakin menunduk dalam.


"sayang sudah." Bayu meminta bintang untuk kembali duduk."Mira kembali ke meja mu." titah Bayu tegas.


Mira segera keluar dari ruangan, memukul kepalanya sendiri Mira sangat meras malu sekarang. bisa-bisa nya ia tidak tahu kalau Bayu sudah menikah.


***


"Aku mau kamu memecat nya!" tiba-tiba bintang memberi perintah.


"tapi sayang, akan membutuhkan waktu lagi kalau harus mencari sekertaris baru. untuk mendapatkan sekertaris seperti Mira membutuhkan waktu 2 bulan sayang. kasihan Andi jika ia sendiri yang harus menghendle semua nya." Bayu berjongkok di depan istrinya yang masih duduk dikursi kebesaran nya.


"kenapa harus seperti Mira? apa karena dia cantik dan mempunyai tubuh langsing agar kamu bisa cuci mata?" bintang melengos menghindari tatapan Bayu yang terasa memuakkan bagi dirinya.


"bukan sayang, bukan karena itu. selama dua bulan memang ada banyak yang melamar pekerjaan ini tapi yang masuk kriteria hanya Mira." Bayu menjelaskan dengan selembut mungkin, meyakinkan bintang disaat ini tidaklah mudah.


"kan tidak harus perempuan, laki-laki pun bisa." protes bintang lagi.


"menurutmu selama dua bulan ini yang melamar pekerjaan hanya wanita saja? diantara mereka semua ada juga yang laki-laki sayang, tapi kinerja mereka tidak ada yang sebaik Mira. Andi tidak mungkin sembarangan merekrut sekertaris untuk ku yang berpengaruh juga untuk dirinya."


"tapi pasti ada yang kinerja nya seperti Mira, yang penting laki-laki selebihnya aku tidak peduli. aku mau kamu memecat nya!" bintang masih pada pendiriannya, ia bisa melihat tatapan menggoda Mira pada suaminya. ia tidak mau merasa terancam atas kehadiran wanita itu di dalam rumah tangga nya. bintang sangat berantisipasi semenjak kejadian yang membuat rumah tangga nya berada di ujung tanduk dulu.


semenjak hamil, bintang memang sering merasa rendah diri. melihat tubuhnya yang tidak langsing seperti dulu. melihat wajah nya yang tumbuh beberapa jerawat membuat nya merasa insecure. rasa insecure itu membuat nya bertindak seperti sekarang.


Mira, janda anak satu itu masih bertubuh bak gitar spanyol walaupun sudah mempunyai anak satu. bintang khawatir Bayu akan tergoda olehnya mengingat sekarang ia yang sedang hamil tidak selangsing dulu.


"seperti kataku tadi, mencari sekertaris baru berarti membutuhkan waktu lagi. dan aku tidak tahu apa bisa cepat mendapatkan mengingat pekerjaan ku sedang banyak-banyak nya. kamu tahu kan cabang hpd grup akan segera diresmikan. jadi untuk kali ini jangan berfikir yang tidak-tidak sayang. kamu tidak lelah cemburu buta seperti ini terus?"

__ADS_1


degh..


perkataan Bayu entah kenapa membuat hati bintang sakit, ibu hamil itu mengepalkan tangan dan meraih tas nya.


__ADS_2