Perjalanan Cinta Bintang

Perjalanan Cinta Bintang
bab 14


__ADS_3

Malam semakin larut, Bintang menarik selimut sampai ke bahu nya. mulai memejamkan mata tetapi sesaat ia terjaga kembali. pikiran nya masih dipenuhi bayangan saat ia menerima pernyataan cinta dari Bayu. laki laki yang beberapa bulan terakhir ini selalu membuat jantung nya berdebar tak karuan. senyum samar muncul dari bibir tipis nya.


Hati nya saat ini merasa sangat bahagia setelah seharian merasa kesal karena diliputi rasa cemburu yang tidak jelas itu. Merasa lega karena cinta nya tidak bertepuk sebelah tangan. entah jam dinding sudah menunjukan pukul berapa akhirnya dia terlelap juga.


jalan hidup yang penuh rahasia ini, sesaat merasa kesal, sesaat merasa sedih dan sesaat lagi merasa bahagia. tidak ada yang tahu.


mungkin hari ini bisa merasakan kebahagiaan yang bertubi-tubi tapi tak ada yang tau besok atau hari hari selanjut nya akan seperti apa.


semoga Tuhan selalu meliputi dengan kebahagiaan.


***


Bintang terbangun saat mendengar gedoran dari luar pintu kamar nya. samar dia mendengar ibu nya memanggil.


mengerjapkan mata sebentar lalu meraih hp di samping nya melihat tampak layar depan yang sudah menunjukan pukul delapan.


"apa! udah jam delapan!" teriak bintang yang langsung meloncat dari kasur nya bergegas ke kamar mandi.


setelah selesai berpakaian dan menyisir rambut asal, bintang meraih tas nya lalu keluar menuju pintu.


ibu Rumi yang melihat anak nya terburu buru pun menghampiri.


"kamu kenapa bi, kayak di kejar maling saja." ucap Bu Rumi sambil meletakan sepiring nasi goreng dimeja makan.


"bintang udah telat Bu." jawab nya sambil memakai sepatu.

__ADS_1


"ini kan hari Minggu bi kamu berangkat kerja?"


tanya Bu Rumi heran.


"apa!"


tubuhnya melemas lalu menghempaskan ke sofa ruang tamu dengan kasar.


"kenapa gue bisa lupa kalau hari ini hari Minggu. huh .." mendengus kesal dalam hati.


"tolong panggilkan ayah mu di depan ya Bi, kita sarapan" pinta Bu Rumi pada anak nya.


bintang keluar rumah menuju teras terlihat sang ayah sedang merapikan tanaman pagar menggunakan gunting pemotong rumput. rumah bintang memang tidak besar tapi halaman depan cukup luas yang di tanami tanaman dan bunga yang berjejer rapi menyusuri pagar. rumah ini adalah peninggalan nenek nya yang sudah meninggal.


"ya kenapa bi?" menoleh menatap ke arah putrinya. mengernyitkan kening heran kenapa anak nya memakai seragam kerja nya. padahal ini hari Minggu yang ia tahu ini hari libur kerja anaknya.


"kamu berangkat kerja? kenapa memakai seragam?"


"eh hehe bintang tadi lupa kalau hari ini hari Minggu yah" ucap nya nyengir tanpa dosa memperlihatkan deretan giginya yang putih.


pak Sofyan menggelengkan kepala nya.


"ayo sarapan dulu yah. ibu udah manggil tuh."


"kamu duluan ayah mau cuci tangan dulu." ucap pak Sofyan berjalan ke arah keran di pojok kanan rumah nya.

__ADS_1


sampai hari menjelang siang bintang hanya bermalas-malasan di kamar nya.


meraih hp nya lalu menelepon seseorang.


"Halo.. ya kenapa bi" terdengar sahutan dari seberang telepon setelah panggilan tersambung.


" Mel ke pantai sore ini yuk. udah lama kita nggak ke pantai berdua."


"oke deh gue juga nggak ada acara sih hari ini."


"ya sudah, sampai ketemu nanti ya"


Tut ..Tut.. panggilan dimatikan sepihak.


Amel yang berada dirumah nya mengumpat kesal.


"dasar.. kebiasaan banget. orang belum selesai ngomong udah dimatiin!" marah melemparkan hp nya ke atas kasur.


.


.


.


. terimakasih..

__ADS_1


__ADS_2