Perjalanan Cinta Bintang

Perjalanan Cinta Bintang
bab 20, sudah tidak mencintaimu


__ADS_3

Bintang yang sudah hendak pulang sedang menunggu angkot di pinggir jalan. sesaat ada mobil yang berhenti di depan nya. terlihat seorang laki-laki membuka kaca mobil.


"Bi.." panggil seseorang itu dengan tersenyum.


"ya pak, ada apa?" jawab bintang ketika melihat manager nya lah yang menghampiri nya.


"Ayo aku antar pulang"


"nggak usah pak, saya pulang sendiri saja." tolak bintang sopan. ia merasa tidak enak kalau nanti dilihat teman teman kerja nya yang lain.


"jam segini angkot sudah jarang lho, ayo masuk." ucap manager itu lagi.


Bintang yang melihat jam dipergelangan tangan nya pun sepertinya setuju kalau jam segitu angkot pasti sudah jarang. akhirnya dia menerima tumpangan itu.


tampak seorang laki-laki di mobil lain yang terus mengamati pergerakan bintang dari jauh.


"kamu tinggal dimana bi?" tanya manager itu yang bernama Adit.


"saya ngekos pak, ini masih lurus saja nanti ada pertigaan belok kiri." tunjuk bintang pada jalanan.


"jangan panggil pak kalau diluar jam kerja. panggil saja Adit." ucap Adit tersenyum.


"tapi bapak kan lebih tua dari saya. saya panggil mas Adit saja ya" tawar bintang.


"ya begitu juga boleh" Adit memalingkan wajah nya sebentar menyembunyikan senyum nya. sesaat dia sudah bisa bersikap seperti biasa.


"nah itu di depan berhenti pak eh mas Adit." ucap bintang saat sudah sampai di depan kos nya.


"terimakasih mas, maaf merepotkan." ucap bintang saat sudah berada didepan gerbang kos nya.


"kalau butuh apa apa bisa langsung bilang sama saya bi." ucap Adit lalu berlalu pergi.


Bintang menatap kepergian mobil Adit, saat dia hendak membuka gerbang terdengar mobil berhenti di depan kos nya refleks dia menoleh.


"Bayu" lirih nya.


"kenapa dia bisa tahu tempat tinggal ku. apa dia mengikuti kita tadi."


"Bi, kamu ada hubungan apa sama Adit!" pertanyaan yang pertama ia lontarkan saat berada didepan bintang.


bintang mengernyitkan dahi nya. "apa urusan mu!" ketus bintang.


"Kamu ini kan pacar ku, jelas menjadi urusan ku dong."


"pacar? hubungan kita sudah berakhir bay ingat itu!" ketus bintang dan langsung masuk ke halaman kos nya.


Bayu berjalan cepat meraih tangan bintang mencegah nya untuk pergi. " Tidak ada dari kita yang mengakhiri hubungan. jadi kita masih berstatus pacar sampai sekarang!"


"Aku! aku yang telah mengakhiri nya sekarang! jadi pergi dari sini dan jangan ganggu aku lagi."


"nggak! hubungan itu yang ngejalani dua orang. nggak bisa diputusin sepihak. selama aku belum mutusin kamu. kamu masih pacar ku!" tegas Bayu tanpa sengaja mengeratkan genggaman tangan nya yang membuat bintang meringis kesakitan.


"lepas!" pinta bintang dengan kesal.

__ADS_1


"nggak, aku nggak akan lepasin kamu." tolak Bayu.


"lepas! ini sakit Bayu!" bintang meronta.


Bayu yang baru menyadari itu seketika melepaskan genggaman tangannya. "Maaf bi, apa masih sakit?"


Bayu hendak menyentuh tangan bintang lagi tapi dengan segera ditepis nya dengan kasar.


"pergi dari sini bay, jangan pernah kesini lagi!" tukas bintang yang langsung berlari ke dalam kos nya.


Bayu menatap punggung bintang yang menghilang masuk kedalam kos nya.


"Aku tahu kamu masih cinta sama aku bi, aku akan pertahankan kamu bagaimanapun cara nya." gumam Bayu. dia masih melihat cinta dari sorot mata bintang.


_______


"Bi kamu antarkan pesanan ini di kantor seberang itu ya. pemimpin perusahaan nya yang memesan." ujar Adit pada bintang.


"maaf pak. kenapa harus saya?" tanya bintang penasaran.


"aku saja tidak tahu bi kenapa Bayu meminta harus kamu yang antar langsung tidak mau yang lain." batin Adit.


"saya juga tidak tahu, mungkin karena pelayanan mu bagus" Adit memberi alasan.


bintang mengangguk, walau sebenarnya dia masih tidak percaya. dia tidak pernah bertemu dengan CEO perusahaan besar itu.


"mungkin dia pernah datang kesini, dan aku tidak tahu kalau dia CEO disana." batin bintang meyakinkan diri nya sendiri.


"maaf mba, ruangan CEO dimana ya?" tanya bintang pada wanita cantik yang duduk di belakang meja resepsionis.


"oh pesanan dari cafe depan ya, ruang CEO ada di lantai paling atas. silahkan langsung naik lift khusus presdir disebelah sana." tunjuk wanita cantik itu tersenyum ramah.


"itu kan khusus presdir mba, apa tidak sebaiknya saya naik lewat lift biasa karyawan saja." ucap bintang yang merasa tidak enak.


"lantai atas hanya bisa dilewati oleh lift khusus presdir." tukas wanita itu dan di angguki oleh bintang.


wanita itu menatap bintang sampai masuk kedalam lift.


"kenapa pak Bayu meminta ku berbohong pada perempuan itu kalau lift menuju ke atas hanya lift khusus presdir. ada hubungan apa pak Bayu dengan nya?" batin wanita itu.


sedangkan bintang yang sudah berada di lantai paling atas perusahaan itu melihat sekitar.


"ah ternyata hanya ada satu ruangan ya" gumam nya. saat berada di depan ruangan khusus presdir itu.


"kenapa meja sekertaris nya kosong?" gumam bintang menatap meja di sebelah sana tapi tidak ada orang nya.


bintang menjadi takut dan berdebar. dia memutuskan untuk mengetuk pintu itu.


terdengar sahutan dari dalam menyuruh nya masuk.


"Bi kamu sudah datang." Bayu berdiri dari duduk nya lalu menghampiri bintang.


bintang yang masih terkejut tidak menyadari kalau Bayu sudah berada di depan nya. mengambil alih nampan yang dipegang bintang menaruh nya di meja.

__ADS_1


"Bi kenapa masih berdiri di sana. kemari" ucap Bayu yang memandang wanita yang sangat dirindukan nya itu malah berdiri mematung.


wanita yang dicari nya selama ini, saat sudah ketemu malah penolakan yang dia dapat dari wanita itu.


"emm saya permisi pak," pamit bintang yang berjalan ke arah pintu tapi Bayu mencegah nya. mengunci pintu dengan cepat.


"Apa yang kamu lakukan bay!" panik bintang.


"Aku hanya mau mengobrol dengan mu sebentar, jangan menghindari ku terus bi." Bayu memohon sambil memegang lengan bintang menatap nya lekat dan bintang mengalihkan pandangan nya.


"kenapa?"


"Apa kamu sebenci itu padaku sampai memandang ku saja kamu tidak mau?" tanya Bayu, raut kekecewaan dan kesedihan menghiasi wajah tampan nya.


melihat bintang yang tetap diam, Bayu meraih pinggang bintang memeluk nya. terlihat bintang memberontak ingin melepaskan diri.


"lepas bay, apa yang kamu lakukan!" bintang memukul dada Bayu.


"kalau kamu tidak mau menatap ku tidak apa-apa. menghadap kesana. tapi biarkan aku memeluk mu sebentar saja bi. aku mohon." ujar Bayu dengan suara yang sangat memohon.


bintang refleks berhenti memberontak saat mendengar suara Bayu.


deg-- deg--


dada bintang seakan bergemuruh hebat. kalau boleh jujur sebenarnya dia juga sangat merindukan laki laki yang memeluk nya saat ini.


tapi mengingat apa yang dilakukan mama Bayu terhadap keluarga nya yang membuat bintang akhirnya memutuskan menjauh dari Bayu.


saat bintang merasa Bayu lengah, dia melepaskan diri dari dekapan Bayu.


"hubungan kita tidak bisa dilanjutkan bay, jadi jangan berharap apapun padaku."


"kenapa? apa kamu sudah tidak mencintai ku lagi?" tanya Bayu menatap lekat bintang.


"bukan kah kamu baik baik saja tanpa Ku selama ini. jadi tetaplah seperti itu." ucap bintang mengalihkan pertanyaan Bayu. foto mesra Bayu melintas di pikiran nya.


"tidak! aku tidak baik baik saja bi."


bintang tersenyum " aku tahu selama ini kamu baik baik saja, bahkan kamu berganti ganti wanita selama enam bulan ini kan. pasti kamu baik baik saja." bintang refleks memegang dada nya saat mengatakan itu. rasa sakit saat melihat foto itu bertambah saat laki laki yang di cintai nya itu sekarang berada tepat di depan nya.


"apa maksud mu bi?" tanya Bayu tidak mengerti. dia enam bulan ini tidak pernah dekat dengan wanita manapun. dia bahkan pergi dengan wanita hanya karena perjodohan mamanya dan itupun semua ditolak nya.


bintang tidak mempedulikan pertanyaan Bayu, dia berjalan ke arah pintu. saat memegang handle pintu itu, dia menoleh kebelakang.


"aku sudah tidak mencintai mu bay"


.


.


.


terimakasih

__ADS_1


__ADS_2