Perjalanan Cinta Bintang

Perjalanan Cinta Bintang
bab 54. TAMAT


__ADS_3

berjalan dengan bersungut-sungut kesal, bintang tak henti-hentinya melayangkan protes saat tangan nya digandeng mesra oleh sang suami. menyusuri koridor menuju ruangan kebesaran nya.


saat sampai di depan ruangan sang suami, bintang merasa ada yang aneh. menatap penghuni dibelakang meja sekertaris yang berubah menjadi seorang pria.


Bayu menyadari keterkejutan sang istri, pria itu tersenyum. merengkuh pinggang sang istri dengan mesra pria tampan itu berbisik.


"itu kejutan pertamamu, apa kamu suka?"


bintang mengucek matanya karena saking tidak percayanya. ibu hamil itu berulang kali menajamkan penglihatan kalau-kalau penglihatannya hanya ilusi saja.


"apa mataku masih berfungsi dengan sempurna?" gumam bintang, masih menatap tak percaya pada pria yang menundukkan kepala menyambut nya.


Bayu tergelak pelan, menyenderkan kepala di pundak sang istri. "itu bukan halusinasi mu sayang, itu nyata. kalau kamu tidak percaya, silahkan pukul saja."


bintang menunduk, menatap sang suami yang nyengir menunjukan deretan giginya yang putih.


"benarkah?" bintang tampak antusias.


Bayu mengangguk, ia tersentak dan hampir terjatuh saat istrinya tiba-tiba berjalan tanpa aba-aba.


bintang menatap pria didepannya tanpa berkedip, ibu hamil itu seperti tersihir. bukannya memukul atau mencubit, ibu hamil itu malah menyentuh wajah pria itu dengan lembut. menatapnya tanpa berkedip dan tersenyum kagum.


"tampan sekali, mirip artis favorit ku Iqbaal Ramadan." gumam ibu hamil itu, melirik suaminya yang ternganga tidak percaya.


Bayu berjalan cepat menghampiri istrinya, tatapan tajam nya terarah pada sang sekertaris baru. sedangkan Rama hanya diam menunduk, ia tahu arti tatapan Bayu padanya seperti mengibarkan bendera perang.


sengaja ingin membuat suaminya cemburu, bintang mencubit gemas kedua pipi Rama yang terkejut. pria itu semakin menciut.


Bayu yang melihat sikap istrinya terbelalak lebar. dengan cepat menarik tangan istrinya dari pipi Rama.


"sudah cukup!" sentak Bayu tidak terima istrinya kagum pada pria lain.


"kamu dapat darimana sekertaris tampan seperti ini sayang? astaga dia mirip artis idolaku. kamu tahu kan?" tanya bintang antusias.


dada Bayu kembang kempis menahan cemburu di dadanya. "di Bekasi." jawab Bayu asal.


"benarkah? tapi kenapa dia tidak bergerak?" bintang kembali menangkup wajah Rama dan menggoyangkan nya ke kiri dan kanan.


"astaga, aku berada ditengah-tengah pasangan suami istri yang tidak jelas. istrinya seperti sengaja membuat suaminya naik darah dan aku jadi kambing congek nya!"


"aku akan memukul nya agar dia bergerak, bahkan menjerit!" Bayu menarik kasar tangan istrinya.


"jangan! kamu bisa merusak wajah tampan nya nanti."cegah bintang tidak terima.


wajah Rama berubah pias,menunduk semakin dalam tidak berani beradu pandang dengan sang majikan yang sudah merah padam sambil menggenggam tangan.


"aku semakin ingin memukulnya kalau kamu bicara seperti itu."


bintang menatap sang suami yang menahan amarah, wajah pria itu menyeramkan saat cemburu seperti ini.


menghambur memeluk sang suami, ibu hamil itu tersenyum mendongakkan kepala. menarik tangan sang suami dan masuk ke dalam ruangan, bintang terperangah saat melihat ruangan kerja suaminya sudah disulap sedemikian indah.


banyak balon berbentuk love berwarna merah bertebaran memenuhi ruangan. kotak kado tersusun rapi di atas meja bahkan di lantai.


Bayu mendekap tubuh bintang dari belakang. membisikkan kata cinta yang manis untuk istrinya.


"I love you more bee, aku minta maaf. jangan meminta pergi kerumah ayah. aku tidak sanggup jauh dari kalian. kamu tahu, saat kita bertengkar. aku sudah hampir gila tidak bisa mendekapmu setiap malam. aku fikir aku memberikan mu waktu untuk menenangkan diri dan aku tidak akan mengganggumu." Bayu membalik tubuh istrinya untuk menghadap kearahnya.


"Tapi ternyata sikap ku malah membuatmu stress dan masuk rumah sakit. aku menyesal bee, aku benar-benar menyesal."


bintang tersenyum, menghapus air mata yang jatuh membasahi wajah tampan suaminya. pria pemimpin ribuan karyawan ini tampak memelaskan didepan sang istri.


"jangan menangis sayang, kamu tidak malu dilihat anakmu." bintang mengusap perut buncitnya.

__ADS_1


Bayu berjongkok, mengusap lembut perut istrinya. tempat anaknya berkembang.


"maafkan Daddy, Daddy salah padamu dan mommy." ucap bayu.


'mommy sudah memaafkan Daddy, jangan diulangi atau saat aku lahir. aku akan menendang Daddy." jawab bintang dengan suara yang dibuat seperti anak kecil.


Bayu bangkit dan memeluk erat tubuh istrinya. " i love you." bisik nya.


"aku juga mencintai mu sayang."


perasaan pasangan suami istri itu sudah lega, semuanya teratasi dengan baik. jika kuku mu panjang, potonglah kukunya jangan jarimu. begitupula dengan hubungan, jika ada masalah selesaikan masalah nya bukan hubungan nya.


sikap egois memang tidak pernah menghasilkan hal yang baik, pasti ada korban atas sikap itu. berfikir lah dingin, cari jalan keluar yang terbaik. komunikasi itu penting dalam sebuah hubungan.


jika salah strategi menghadapi masalah, cari strategi lain. jangan malah mencari cinta yang lain.


***


4 tahun kemudian.


Bayu yang baru pulang dari perjalanan bisnis nya di luar kota dikejutkan oleh teriakan sang putri sulung yang berlari dari arah belakang. rumah mewah 3 lantai itu menjadi kediaman baru Bayu dan bintang semenjak kelahiran putri pertama.


gadis kecil dengan rambut hitam tergerai indah itu berlari cepat menghampiri sang Daddy, dibelakang nya menyusul sang mommy yang berjalan pelan didampingi asisten rumah tangganya.


"Daddy, mommy bilang Adek bayi nya cowo. aca nggak mau adik cowo Daddy. aca maunya adik cewe!" protes terlontar dari bibir mungil bak buah cerry dari gadis kecil menggemaskan itu. tingkah lucunya membuat seisi rumah gemas.


"putrimu merajuk padaku sayang, dia meminta adik nya dirubah menjadi wanita. astaga, dia kira mommy nya ini Tuhan apa." ucap bintang, duduk di sofa. kehamilan yang sudah berusia sembilan bulan membuatnya tidak leluasa bergerak dan gampang lelah.


"kan mommy yang hamil, jadi mommy bisa merubahnya." sungut gadis kecil itu, terlihat sangat menggemaskan. gadis bernama Bianca itu terbiasa dipanggil aca. menatap kesal pada sang mommy yang menjulurkan lidah mengejek nya.


Bayu berjongkok, menatap penuh cinta pada sang putri yang merajuk.


"memangnya kenapa aca mau adik cewe?" tanya Bayu lembut.


"oh begitu, tapi kalau adik aca cewe nanti nggak bisa jaga aca. kalau adik laki-laki kan kuat, nanti bisa jaga aca dari teman-teman aca yang nakal." bujuk Bayu.


"tetap tidak mau! aca maunya adik cewe!'


Bayu menghela nafas pelan, keras kepala istrinya menurun pada sang putri. melirik bintang yang mengangkat bahu tidak peduli.


bintang mengerutkan kening saat Bayu membisikkan sesuatu pada putrinya, tampak Bianca mengangguk senang.


"aca ayo mandi, mommy mandiin." suara bintang membuat aca menoleh padanya.


"aca mau mandi tapi dengan satu syarat mommy."


"hah syarat?, anak kecil sudah tahu melayangkan syarat. memangnya mau apa sih. ka mommy hanya menyuruh mandi." bintang menggelengkan kepala heran.


"kalau mommy tidak mau, aca juga tidak mau mandi." tolak gadis kecil itu menyilangkan kedua tangan didada.


tidak mau berdebat dengan sang Putri, bintang pun menyanggupi dengan anggukan kepala.


"aca mau mommy buatkan adik lagi untuk aca, yang cewe mommy."


mata bintang membulat lebar mendengarkan permintaan sang putri. melirik sang suami yang menyembunyikan senyuman nya. bintang memberi tatapan tajam saat mata nya beradu dengan mata sang suami. sedangkan Bayu hanya mengangkat bahu.


menghela nafas pelan bintang pun bersuara. "baiklah, tapi nanti saat adik kamu ini umurnya sama kayak umur aca sekarang. nah mommy punya pertanyaan untuk aca, sekarang umur aca berapa?'


aca tampak menghitung dengan jemarinya yang mungil, gadis kecil itu bergumam dengan suara pelan. "four mommy."


"betul sekali, sekarang jam berapa sekarang?" tanya bintang lagi.


aca melihat jam dinding besar di ruang tamu. "four juga mommy." jawab gadis itu.

__ADS_1


"kalau sudah jam empat berarti waktunya aca apa?"


"mandi." jawab gadis itu lagi.


"nah sekarang aca harus mandi, ayo." bintang menggandeng tangan mungil putrinya tapi ia terkejut saat aca melepaskan tangan.


"aca mau mandi sama mba aja. kasian mommy pasti lelah harus mandiin aca. aca sudah besar mommy." setelah mengatakan itu, aca berlari mengajak sang pengasuh untuk ke kamarnya.


***


didalam kamar, Bintang menatap tajam sang suami yang duduk ditepi tempat tidur. pria yang semakin matang semakin tampan itu berpura-pura memasang wajah takut.


"putramu ini belum lahir dan kamu meminta aku hamil lagi?" omel bintang, berkacak pinggang menatap tajam sang suami.


"ingat sayang bukan aku yang meminta tapi putrimu." elak Bayu, menggigit bibir menahan gelak yang hampir tidak bisa ia tahan. putri sulungnya itu sangat pintar dan cepat tanggap.


"tapi kamu yang mengajarinya, jangan kira aku tidak tahu apa yang kamu bisikan pada aca!" gerutu ibu hamil itu.


"tidak ada salah nya kan nambah lagi, tapi aku tidak akan terlalu memaksa sayang. sesiap mu saja. 4 tahun atau 5 tahun lagi juga tidak apa-apa." Bayu memulai bujuk rayunya.


"kamu kan tahu aku hanya mau punya 2 anak saja. sesuai anjuran pemerintah sayang, dua anak cukup!"


"tapi kalau nambah satu lagi pemerintah juga tidak akan melarang sayang, lagipula aku mampu membiayai kalian." ucap Bayu dengan berbangga diri.


sejak kelahiran putri pertama, perusahaan nya melesat sangat tajam. melebarkan sayap dari usaha makanan sampai property.


"ayah dan ibu hanya punya satu putri yaitu kamu, dan orang tua ku hanya punya 2 anak. nah sekarang kita harus tiga anak sayang. agar tersusun rapi satu,dua, dan tiga."


"tapi..."


"aku akan menunggu sampai siap, jangan terlalu dipikirkan. kamu cukup fokus pada kelahiran mu 2 Minggu lagi."


Bayu mengajak istrinya duduk disampingnya, pria itu langsung mencium bibir sang istri lembut. tapi sedetik kemudian ciuman nya semakin menuntut.


bintang melepas paksa tautan itu "kamu mau apa?"


"menengok putra kita." jawab Bayu santai.


"tapi..."


"jangan protes sayang, 3 hari tidak menengok putraku. aku rindu." jawab Bayu. kembali mencium sang istri.


bintang pasrah, membiarkan sang suami melakukan apa yang diinginkan nya. lagipula berhubungan di usia kehamilan seperti ini bisa memperlancar persalinan.


baru mau membuka baju sang istri, Bayu dikejutkan dengan ketukan di pintu. terdengar suara menggemaskan sang putri yang protes.


dengan malas, Bayu membuka pintu. aca langsung lari dan naik ke atas tempat tidur.


"aca mau apa?" tanya Bayu.


"aca mau tidur disini sama mommy." jawab gadis kecil itu.


"tapi ini masih sore aca, nanti malam saja aca datang kesini." bujuk Bayu, hasratnya sudah diujung tapi sang putri mengacaukan segalanya.


"baiklah, nanti aca datang kesini." aca turun dari tempat tidur dan berlalu keluar.


Bayu bernafas lega saat sang putri tidak kebanyakan drama. mendekati istrinya.


"tutup pintu dulu sayang." ucap bintang mengingatkan.


Bayu mendesah kesal, berjalan cepat kearah pintu menutupnya dan tidak lupa menguncinya juga.


sepasang suami istri itu dengan rasa bahagia melanjutkan apa yang tadi tertunda.

__ADS_1


TAMAT.


__ADS_2