
2 Minggu telah berlalu dengan begitu cepat, semua agenda dari bulan madu dan persiapan mengelola perusahaan sudah terlaksanakan dengan baik dan lancar tanpa kendala.
Bintang yang sedang membuat sarapan sengaja memasak makanan kesukaan suami. bukan tanpa alasan bintang melakukan itu, ini adalah cara nya agar Bayu mau mengizinkan bintang tetap bekerja. berfikir jika di apartemen sendirian bintang menjadi cepat bosan dan jenuh. tidak ada teman untuk mengobrol atau kegiatan lain nya.
dari semalam suaminya itu masih betah perang dingin dan melarang bintang untuk bekerja. disisi lain bintang merasa bersalah, tapi di sisi lain juga ia kesepian jika harus di apartemen sendirian.
"ah sudah pas, aku yakin pasti Bayu suka." ucap nya sesaat setelah mencicipi sup iga kesukaan sang Suami.
tak lama bunyi pintu kamar terbuka, muncul Bayu dengan pakaian rapi nya berjalan menuju meja makan.
"yank aku bikinin sup iga kesukaan kamu." dengan lincah, bintang mengambilkan nasi dan semangkuk sup iga yang masih terlihat kepulan asap di atas nya. menggiurkan lidah di pagi hari.
bintang masih berdiri di samping Bayu, tatapan menunggu dan penuh harap itu melihat reaksi sang suami yang sedang mencoba masakan nya.
Bayu menoleh pada istri nya,"kenapa kamu nggak duduk?" tanya nya.
"aku nunggu kamu. gimana rasanya yank?" tanya bintang penuh harap.
"enak." jawab Bayu singkat.
"Ahh syukurlah."
"sekarang kamu bisa duduk kan!" titah Bayu, sebenarnya nada suaranya terdengar biasa. tapi entah kenapa bintang merasa jika Bayu masih marah padanya.
menunduk tanpa banyak bicara, bintang menikmati sarapan tanpa berani bersuara lagi. hanya dentingan sendok dan piring yang menghiasi sarapan pagi mereka. sambil sesekali melirik suaminya, glek- wajah Bayu masih datar tanpa ekpresi apapun. tenang dan santai menikmati sarapan nya.
"Aku berangkat dulu." pamit Bayu meraih tas di samping nya. pria itu membungkukan badan dan menghadiahi kecupan di dahi istri nya seperti biasa.
"yank tunggu!" panggil bintang saat Bayu sudah sampai di pintu keluar.
bayu berhenti dan menoleh ke arah istri nya.
"Soal kerja gimana? apa boleh?" tanya bintang, sebenarnya ia takut. tapi mau tidak mau ia harus memastikan.
"Jawaban ku masih sama bi, tetap di rumah dan jangan kemana-mana." ucap Bayu.
"tapi yank, aku kesepian dirumah sendiri. aku janji deh sebelum kamu pulang, aku sudah di rumah."
Bayu menghela nafas kasar, melihat sorot memohon istrinya membuat hatinya goyah.
"akan aku pikirkan."
bintang yang mendengar jawaban itu tersenyum senang. menghambur memeluk suaminya yang tertegun sejenak. Bayu melembut, ia usap kepala istrinya pelan.
***
sampai di depan pintu ruangan pimpinan tertinggi HPD grup yang tak lain adalah papa nya sendiri. Bayu di antar masuk oleh asisten pribadi Hardi.
,"Nah ini anak nya sudah datang, ayo kesini bay." ucap Hardi, memanggil putra bungsu nya dan. meminta nya untuk duduk.
Bayu berjalan menuju sofa tempat Hardi duduk, tatapan nya beralih pada seorang wanita yang tengah duduk membelakangi nya.
__ADS_1
"hay bay, apa kabar?" tanya wanita itu, tersenyum manis dan mengulurkan tangan.
"Rena?" tebak Bayu.
"ya aku Rena, teman lama mu. kenapa ekpresi mu seperti itu?" tanya Rena. melihat Bayu yang seakan bingung dengan kehadiran nya. ia menelisik penampilan nya sendiri. tidak ada yang salah, semua seperti biasa nya.
"ah tidak. aku takut salah menebak tadi. kamu berbeda sekali dari Rena yang dulu." ucap Bayu canggung dan menerima uluran tangan teman lama nya yang semenjak lulus SMA pindah di Sidney.
Bayu menoleh pada papanya meminta jawaban kenapa bisa Rena ada di kantor nya.
"baiklah duduk dulu. papa akan menjelaskan semua nya." ucap Hardi menyuruh Rena dan Bayu untuk duduk.
"Begini, Rena yang akan mengajari mu tentang semua hal untuk mengelola perusahaan. dia ini sudah jago bay. cabang perusahaan ayah nya sudah banyak di Sidney berkat kerja keras Rena." jelas Hardi, tersenyum bangga menatap Rena yang duduk di depan nya.
"kenapa bukan om Hendi saja pa?" tanya Bayu, ia merasa Hendi juga sama jagonya dan berpengalaman.
"Hendi itu asisten papa, papa membutuhkan nya untuk membantu mengurus perusahaan selama kamu masih belajar. jika dia harus mengajari mu juga, siapa yang akan membantu papa?"
"baiklah." akhir nya Bayu menurut, ia melirik Rena di samping nya.
***
"sudah lama sekali ya bay sejak kelulusan dulu." Rena membuka suara.
mereka berdua berada di ruangan yang di khususkan oleh Hardi untuk mempelajari semua berkas tentang perusahaan.
"ya ren, kamu sudah berubah aku hampir tidak mengenali mu tadi." jawab Bayu, menutup laptop nya dan merenggangkan otot-otot nya yang kaku setelah 6 jam duduk di kursi dan di hadapkan dengan bertumpuk maps.
"kenapa kamu mau menerima permintaan papa?. dari cerita yang papa ceritakan tadi orang seperti kamu ini pasti sibuk sekali kan." tanya Bayu penasaran.
"well, aku hanya rindu dengan negara ku. rindu dengan masa-masa kita dulu. aku juga bisa jenuh kan jika harus di hadapkan dengan pekerjaan yang tidak ada habis nya. sekalian liburan dan setidak nya disini aku mempunyai teman kan." ucap Rena santai.
Bayu mengangguk, ia bangun dari duduknya. "oke kalau gitu. kita makan siang dulu. mohon bantuan untuk kedepan nya."
Sepanjang perjalanan menuju kantin, tak sedikit karyawan lain memusatkan pandangan ke arah yang sama. putra pemilik perusahaan tampak mengobrol akrab dengan seorang wanita cantik di samping nya.
"Cantik sekali, mereka seperti pasangan di drama yang aku tonton. cantik dan ganteng pas." ucap salah satu rekan wanita yang menatap kagum pemandangan di depan nya.
"hus, bukan nya pak Bayu sudah mempunyai istri. istrinya juga cantik. walaupun lebih cantik Bu Rena sih." seorang wanita yang membawa semangkuk bakso datang menghampiri dan duduk di depan wanita tadi.
"kamu tahu dia?" tanya karyawan wanita tadi.
"dia itu anak teman nya pak Hardi. lulusan terbaik di Australia beb. cabang perusahaan nya saja dimana-mana. bisa bayangkan kan yang menjadi suami nya nanti."
"wahhh hebat banget! sudah cantik, pintar dan mandiri lagi"
begitulah mereka,
***
Bayu sampai di apartemen saat hari sudah gelap, apartemen masih gelap hanya cahaya dari tv yang masih menyala lah penerang saat ini. matanya menangkap keberadaan sang istri yang tertidur di sofa dengan tv masih menyala. lantas Bayu menghampiri nya.
__ADS_1
dipandangi nya wajah cantik istrinya yang tertidur, tampak tenang dan damai. bisa ia duga pasti bintang tertidur dari sore karena lupa menyalakan lampu.
Bayu menatap bibir merah muda istri nya, bibir yang menjadi candu baginya sejak pertama kali berciuman dulu.
diusap nya lembut dengan ibu jari nya, dan mengecup nya sekilas. akhirnya Bayu memilih untuk mengendong istrinya membawa nya masuk ke dalam kamar.
bintang yang terbangun dari tidurnya lantas duduk di tepi ranjang dengan terheran-heran. keadaan kamar yang gelap dan sepi menambah kengerian. membuat bulu kuduk bintang berdiri.
"kenapa aku bisa ada di sini?. aku tadi kan di depan tv." bintang bergidik ngeri ia pandangi seluruh ruangan. " apa di apartemen ini ada hantu nya?"
tiba-tiba perasaan nya menjadi takut mengingat ia sendirian di apartemen. menangkupkan kedua tangan nya di dada, bintang mengoceh dan meramalkan mantra perlindungan.
"maaf nih, permisi mas mba penunggu yang ada disini. aku tidak punya niat mengganggu. jadi jangan ganggu aku ya. kalau kalian tidak nyaman disini, kalian boleh pergi deh. ehh!" bintang menepuk dahinya dengan keras saat merasa ucapan nya salah "astaga kenapa aku malah mengusir nya, apa mereka akan marah?" bintang menatap keseluruh ruangan.
ia terkejut dan memejamkan mata saat bunyi pintu dari ruang pakaian terbuka. masih terus komat Kamit berusaha mengusir rasa takut. bintang terpaku saat merasakan pundak nya di sentuh seseorang.
"Aaaaaaaaaaa!..." pekik bintang yang langsung berlari keluar dari kamar tanpa melihat siapa yang menyentuh nya tadi.
Bayu yang sejak tadi melihat tingkah aneh bintang menggelengkan kepala. "istriku ternyata penakut sekali" Bayu menahan tawa nya. ia melihat sendiri saat bintang komat Kamit meramalkan mantra pengusir hantu.
"mana ada mantra seperti itu, yang ada hantunya marah karena di usir" Bayu tergelak, dan segera menyusul istri nya.
bintang yang ketakutan langsung naik ke atas sofa dan menyembunyikan kepala nya di antara lutut. ia bisa mendengar langkah kaki seseorang menghampirinya.
"Mbah ampun Mbah, aku tidak berniat mengusir tadi. beneran, aku yang akan pergi dari sini deh. kalau mau menyalahkan, salahkan saja suamiku. dia yang memilih tempat ini!" saking takut nya bintang asal berucap.
"jadi kamu menyalahkan ku?"
bintang tertegun sebentar, ia merasa mengenali suara ini. suara yang sangat ia nantikan kehadiran nya. dengan ragu ia mendongak, menatap makhluk yang berdiri di depan nya dengan tangan terlipat di dada.
"yank.." panggil nya. bintang bisa bernafas lega saat ini.
dengan segera ia berhambur memeluk suaminya. "ada hantu di apartemen ini yank. dia memindahkan ku ke kamar." adu bintang.
"benarkah?, hantu macam apa yang kuat menggendong mu ke kamar?" mengatupkan rapat bibir nya menahan tawa, Bayu sengaja mengikuti alur istrinya.
"aku tidak tahu, saat aku tertidur di sini dan aku terbangun sudah berada di dalam kamar. ehh!" bintang mendongak menatap sang suami.
"memangnya aku seberat apa sampai hantu tidak bisa menggendong ku?. aku ini tidak berat tau!" bintang memicingkan mata pada sang suami.
"berarti dulunya hantu ini pasti rajin berolahraga bi. menggendongmu saja dia kuat. patut di apresiasi sebagai hantu terkuat ini."
plak!
bintang memukul lengan suaminya kesal " jangan bercanda yank, kita harus pindah dari sini." bintang menguraikan pelukan nya tapi ia langsung menatap sang suami saat menyadari sesuatu.
"kamu yang menggendongku ke kamar kan?" tuduh bintang ia melihat pakaian suami nya sudah berganti dengan pakaian tidur. berarti bisa di simpulkan suaminya itu sudah pulang sejak tadi dan sengaja mengerjai nya.
Bayu tergelak keras, ia tidak bisa menahan lagi melihat ekpresi kesal bintang.
"ihhh jahat sekali, kamu tidak tahu setakut apa tadi aku yank!" kesal bintang dan langsung masuk ke dalam kamar dengan perasaan kesal meninggalkan Bayu yang masih tergelak di tempat nya berdiri.
__ADS_1