Perjalanan Cinta Bintang

Perjalanan Cinta Bintang
bab 52. lelah


__ADS_3

hari sudah menjelang sore, kedua orang tua bintang sudah pulang dan kini tinggal kedua mertuanya yang masih standby.


Hardi melihat pergelangan tangan nya, menatap anak dan menantunya bergantian.


"kenapa?" tanya sari, melihat Hardi yang tampak gelisah sendiri.


"Aku harus pulang, semua tanaman ku sudah waktunya untuk di siram." jawab Hardi, gelisah memikirkan tanaman hias nya.


"astaga sayang, ternyata dari tadi kamu gelisah hanya karena tanaman hias mu!" sungut sari, sejak memutuskan pensiun dari pekerjaan pria tua itu memilih mengisi waktu luangnya untuk menanam tanaman hias dari berbagai jenis.


"kamu tahu kan mereka harus dirawat sepenuh hati agar tumbuh dengan baik." jelas Hardi.


"sepenuh hati? lalu aku berada di bagian mana jika sepenuh hatimu sudah terisi selingkuhan hijau mu itu?" wanita tua itu merengut.


"kamu ada tempat sendiri sayang, di dalam nya. seperti nya masih sisa tempat 5 persen di bagian dalam." Hardi tergelak melihat raut wajah istrinya yang berubah masam.


Bayu dan bintang hanya menggelengkan kepala melihat tingkah sepasang suami istri itu. Bayu melirik bintang, merangkul pundak istrinya.


bintang menatap tajam tangan Bayu yang sudah bertengger dipundak, melirik suami disampingnya dengan tatapan tajam.


Bayu tampak cuek, ini adalah kesempatan nya agar bisa menyentuh istrinya.


"pulanglah, aku akan menginap disini."


"apa?" bintang yang refleks bersuara.


"kenapa bintang, apa kamu keberatan mama menginap disini?"tanya sari pada menantunya yang tampak salah tingkah.


"ah tidak ma, silahkan kalau mau menginap disini. ini rumah mama juga." jawab bintang tersenyum.


"terimakasih, kamu tahu bee mama ini sudah lama menderita akibat selingkuhan hijau papamu itu. yang mengurus segala keperluan papamu itu mama. tapi yang mendapat kasih sayang malah tanaman sialan itu." adu Sari, memasang wajah melas dan dramatis.


"tidak apa-apa, menginaplah disini ma. bintang malah suka kalau ada teman nya di saat Bayu bekerja." ucap bintang tulus.


sari bernafas lega, berganti menatap tajam sang suami yang tampak masih gelisah dengan beberapa kali melirik jam ditangan.


"pulanglah sana, urus semua tanaman kesayangan mu itu." usir sari.


"kamu yakin tidak mau pulang bersamaku?" tanya Hardi memancing sari.


"tidak! aku mau disini saja. daripada harus dirumah dan menyaksikan mu berselingkuh di depan mataku." sungut wanita tua itu.


"terserah saja, aku mau pulang. Bayu bintang papa pulang dulu ya. titip mama mu." ucap Hardi berpamitan.


"memang nya aku anak kecil?" sari protes.


**


"kamar mama sebelah mana?" sari celingak celinguk, menatap sekeliling.

__ADS_1


"disana ma, ayo Bayu antar." jawab Bayu, menoleh pada istrinya. "kamu masuk saja ke kamar sayang, aku antar mama dulu."


bintang mengangguk, berjalan cepat ke dalam kamar. tubuhnya sudah terasa sangat lelah dan ingin tidur.


di dalam kamar ruang tamu, Bayu memeluk mama nya. "terimakasih ma."


"bagaimana acting mama dan papa?" tanya sari pada putra bungsunya.


"terbaik!" Bayu menunjukan jempol nya.


"sudah sana susul istrimu." usir sari menutup pintu dan menguncinya.


Bayu membuka pintu kamar nya perlahan, dia tersenyum saat melihat bintang duduk di atas tempat tidur sambil memijit kaki nya sendiri.


menghampiri sang istri, Bayu menyentuh kaki istrinya dan mulai memijitnya.


"singkirkan tangan mu!" sentak bintang, menepis dengan kasar tangan suaminya.


bukannya menyingkirkan tangan nya, Bayu malah tetap menaruh tangan nya di atas kaki istrinya. memberinya pijitan pelan berharap pijitannya bisa meredakan pegal yang di rasakan ibu hamil itu.


bintang menarik kakinya dan memasukkan ke dalam selimut tebal, ibu hamil itu memejamkan mata.


"kamu mau tidur sayang?" tanya Bayu, menatap istrinya.


"bee, Aku minta maaf." ucap Bayu, merebahkan tubuh disamping istrinya. "maafin aku." lengan kekar pria itu memeluk tubuh istrinya dari belakang karena bintang tidur membelakangi nya sekarang.


Bayu menatap langkah kaki istrinya dengan wajah sendu, melompat dari tempat tidur saat bintang masuk ke dalam ruang pakaian.


"kamu mau apa?" Bayu terkejut dan merebut koper yang dipegang bintang.


"aku mau pulang saja kerumah ayah, aku tidak tenang disini. berhari-hari aku susah tidur saat mengingat semua perkataan mu. setiap hari aku cemas saat melihatmu berangkat ke kantor. aku cemas jika kamu nantinya tergoda dengan wanita itu. aku mau tinggal dirumah ayah sementara waktu. setidaknya disana aku lebih tenang."ucap bintang dengan air mata yang sudah mengalir di pipi.


"maaf bee, maafin aku. jangan pergi ya, tetap disini." Bayu memeluk erat tubuh istrinya yang bergetar.


"lepaskan."


"aku nggak akan nglepasin kamu, aku nggak ngizinin kamu pergi." Bayu tambah mengeratkan pelukan, tidak membiarkan istrinya bergerak sedikitpun.


"aku mohon." bintang menatap Bayu dengan tatapan penuh frustasi.


Bayu tertegun, ia melihat wajah istrinya yang seperti ini untuk kedua kalinya. dulu saat masalah dengan Rena, bintang pun menatap nya dengan tatapan seperti ini juga lengkap dengan air mata yang sudah membanjiri wajah cantik ibu hamil itu.


bunyi pintu di ketuk mengagetkan keduanya yang masih diam mematung dan saling pandang. Bayu menggandeng tangan istrinya, keluar dari ruang pakaian yang terhubung langsung dengan kamar mandi menuju pintu yang sejak tadi tidak berhenti diketuk.


sebelum membuka pintu, Bayu menoleh pada istrinya. mengusap wajah yang masih tertinggal jejak air mata, menghapusnya dan tak lupa memberi kecupan manis di pipi.


wajah sumringah wanita tua di didepan pintu nampak jelas saat pintu terbuka.


"ada apa ma?" tanya Bayu, bintang menyimak disamping suaminya.

__ADS_1


"aku ada kejutan untuk menantuku." sari menatap bintang, menggandeng tangan menantunya dan membawanya ke ruang tamu.


bintang terbelalak saat melihat sesuatu yang sangat ia inginkan dari kemarin. ibu hamil itu melangkah dan mengambil beberapa.


"astaga ma apa ini?" tanya Bayu.


"itu apel malang, bintang kan ngidam itu dari kemarin." jawab sari santai, tersenyum senang saat melihat bintang yang bahagia menatap tumpukan apel.


"tapi tidak sebanyak ini juga ma, memangnya kita mau jualan apel malang?" Bayu menggelengkan kepala heran.


"ini hanya sekeranjang Bayu, untuk menantuku apapun akan aku Carikan. yang penting bintang bahagia." sari terus menatap bintang yang masih memilih.


Bayu menoleh pada istrinya, melihat senyum yang terkembang diwajah bintang membuat hatinya ikut bahagia.


plak~


"aww!" pekik Bayu saat merasakan panas di lengan atasnya yang dipukul dengan keras oelh sang mama.


"kamu itu jadi suami gimana sih?. istri lagi hamil minta apel malang saja tidak kamu Carikan." cecar sari.


"aku sibuk ma, saat pulang pun toko buah sudah pada tutup." elak Bayu.


"alasan saja, kurangi kerjaan mu biar Andi yang menghandle. kasian istrimu jika ditinggal terus." titah sari.


"Bu Ita sudah menginap disini kan ma."


"yang suaminya bintang itu kamu atau Bu Ita?" sentak sari menatap tajam sang putra yang terlalu mementingkan pekerjaan.


"kamu nggak takut kalau terjadi apa-apa pada bintang seperti kemarin itu?"


degh..


ucapan sang mama seperti menampar keras wajah calon ayah itu.


"mulai besok Bayu tidak akan lembur lagi." putusnya kemudian.


"tidak apa-apa ma, lagipula bintang mau tinggal dirumah ayah dulu sementara. jadi bintang nggak akan sendirian lagi." ucap bintang, menatap sang mama mertua dan Bayu yang terkejut.


"tinggal dirumah ayah kamu?" tanya sari bingung.


"ah iya ma bintang kangen sama ayah dan ibu jadi minta menginap disana sehari. besok Bayu akan mengantar bintang." elak Bayu, mendekati sang istri.


"oh begitu.."


"nggak cuma sehari ma, bintang mau tinggal dirumah ayah sampai melahirkan." ralat bintang, menepis tangan Bayu yang hendak memeluk pinggangnya.


bintang merasa tidak perlu ada yang disembunyikan lagi dari mertuanya. ia sudah lelah, bintang butuh ketenangan dan satu-satunya ketenangan itu dirumah orang tuanya.


"bee.."

__ADS_1


__ADS_2