
"kamu pilih mana yang kamu suka" titah Bayu pada bintang setelah mereka masuk di toko baju ternama di sebuah mall.
Bintang menurut dan menghampiri deretan dress yang tertata rapi. netra nya tertarik dengan sebuah dress model Sabrina berwarna putih. tapi saat melihat harga yang tertera di dress itu membuat bintang tidak jadi memilih nya. dia melihat baju yang lain tapi lagi-lagi dia mundur saat melihat harga nya.
"sudah dapat wi?" tanya Bayu yang melihat bintang menghampirinya.
"bay, kita cari di toko lain saja ya. disini mahal banget harga nya." bisik bintang. khawatir kalau ada pegawai toko yang mendengar.
"nggak apa-apa pilih aja yang kamu suka bi. berapapun harga nya nggak masalah." Bayu mengambil dress yang tadi di pegang bintang pertama kali. "ini kamu suka?"
"ta..tapi itu mahal bay." ucap bintang jemari nya saling meremas. sebenarnya dia menyukai nya tapi dia tidak mau berubah jadi wanita matre karena sudah mengetahui status pacar nya.
"nggak usah pedulikan itu bi. ini .. kamu coba dulu gih." titah Bayu lalu memanggil pegawai toko itu untuk membantu bintang mencoba dress itu.
bintang akhir nya menurut, lalu mengikuti pegawai toko itu ke ruang ganti.
setelah beberapa saat bintang keluar , dia melihat Bayu yang sibuk dengan ponsel nya duduk di sofa ruang tunggu.
"bay.." panggil bintang.
"ya sa....yang" mata Bayu membulat, senyum di wajah tampan nya terkembang.
"cantik sekali.." lirih Bayu.
"apa bay, kamu ngomong apa?" tanya bintang saat samar samar mendengar ucapan Bayu yang sangat pelan.
"cantik banget bi." ucap Bayu lalu menghampiri bintang.
bintang tersenyum malu-malu. "oke kita pilih yang ini ya"
___
"sebenarnya kamu beli'in aku baju buat apa sih bay?. itu harga nya mahal banget. gaji aku dua bulan aja nggak cukup." ucap bintang sambil terus memakan es krim yang di belikan Bayu tadi.
"buat acara ulang tahun mama nanti malam. kamu datang ya." ujar Bayu sambil mengusap sudut bibir bintang yang terdapat sisa es krim menempel.
bintang terkejut, matanya membulat menatap Bayu. "mama kamu kan nggak suka sama aku. kenapa mau undang aku?"
"mama sudah setuju kok. kemarin mama sendiri yang minta aku buat ajak kamu." Bayu tersenyum.
bintang mengangguk, dia merasa lega tapi juga merasa aneh. sudah sebulan ini dia di minta untuk menjauhi Bayu tapi kenapa tiba-tiba sekarang Bu sari menyetujui.
__ADS_1
"mungkin Tuhan sudah merubah pandangan mama Bayu terhadap ku"
saat di perjalanan pulang di dalam mobil bintang terus saja menatap Bayu.
"apa aku bisa mengimbangi kamu bay?"
Bayu yang merasa di tatap bintang pun tersenyum. "aku ganteng ya Bi?"
"iya." Bayu tergelak mendengar jawaban polos bintang. bintang yang baru sadar atas jawaban nya sendiri pun tampak malu. memukul pelan lengan Bayu yang sedang menyetir.
"kamu ih, Suka banget godain aku. lagian kamu kan pacar aku. wajar dong kalau aku bilang ganteng."
mendengar perkataan bintang membuat Bayu langsung meminggirkan mobil nya.
"kamu mau apa? jangan macam-macam bay ini di mobil!" pekik bintang saat melihat Bayu mendekatkan wajah nya. nafas bintang memburu melihat Bayu semakin mendekati nya.
Bayu menghentikan aksinya kala mendengar dering telfon dari hp nya.
"ya halo ada apa pa?" tanya Bayu saat sang penelepon ternyata papa nya. "oke Bayu akan pulang sekarang." ucap nya lalu memutuskan panggilan.
"ada apa?" tanya bintang
"papa menyuruh ku pulang sekarang. ada kejutan katanya" Bayu menggeleng gelengkan kepalanya. papa nya selalu seperti itu tidak mau berterus terang malah membuat nya penasaran kejutan apa yang di maksud.
"bi kamu pikir aku ini pacar yang jahat apa sampai nurunin pacarnya ditengah jalan.?" Bayu menggeleng heran dengan sikap bintang. dia tidak mau di cap sebagai pacar tidak bertanggung jawab oleh ayah nya.
"ya nggak gitu. siapa tahu itu urusan penting. ayah pasti bisa ngerti kok." tukas bintang mencoba memberi pengertian.
"nggak. kamu duduk aja yang tenang. aku anterin kamu pulang dulu baru aku pulang. papa ku emang gitu suka bikin orang penasaran." tukas Bayu.
bintang pun menurut kalau Bayu sudah berkata begitu.
***
sesampai nya di rumah, Bayu menghampiri papa nya yang duduk di sofa ruang tamu. nampak tengah mengobrol dengan seorang lelaki. tapi dari arah pintu Bayu belum bisa melihat wajah laki laki itu karena posisinya membelakangi nya.
"ada apa pa?" tanya Bayu sambil berjalan menghampiri papa nya.
laki laki itu menoleh ke arah suara yang sangat di kenal nya.
"Toni!" pekik Bayu senang saat melihat sepupu yang ia anggap sebagai sahabat sendiri ternyata adalah kejutan yang di maksud papanya.
__ADS_1
mereka berdua pun berpelukan melepas rindu. karena Toni kuliah di luar negri selama tiga tahun.
"apa kabar bay?" tanya toni.
"baik, Lo kapan balik ke sini ? nggak bilang-bilang lagi." one Bayu.
"ya gimana om Hardi yang maksa gue pulang buat jadi sekertaris Lo." ujar Toni santai, melirik pak Hardi yang tengah asik bermain ponsel nya.
"sekertaris?" Bayu menoleh pada papanya. pak Hardi yang merasa ditatap Bayu pun menaruh hp dibatas meja. dia tersenyum melihat Bayu yang bingung dan butuh jawaban.
"iya, Minggu depan kamu mulai menggantikan papa. kamu sudah cukup siap untuk menggantikan papa mu ini bay." ucap pak Hardi santai. "kamu kan sudah mempelajari semua tentang perusahaan selama ini. kapan lagi kalau bukan sekarang kan."
"Bayu tahu, tapi Bayu kan belum mengundurkan diri dari kerjaan Bayu sekarang pa!" gerutu Bayu merasa keputusan papa nya terlalu cepat.
"ya tinggal mengundurkan diri saja apa susah nya. apa perlu papa telfon om Cakra?" tawar pak Hardi.
"tidak perlu. Bayu bisa sendiri." tolak Bayu.
"ya sudah kalau begitu. anggap saja ini semua untuk membalas usaha papa yang membujuk mama mu untuk merestui hubungan mu dengan bintang."
deg..
"jadi papa yang sudah bujuk mama?" tanya Bayu penasaran. pantas saja mama nya tiba tiba merestui nya.
pak Hardi mengangguk, lalu berdiri dari duduknya menuju ruang kerja nya. meninggalkan Bayu dan Toni yang sedang melepas rindu.
"Lo kerja apa emang nya bay? bintang itu siapa? pacar Lo?" cerocos Roni penasaran.
"SPG di mall nya om Cakra."
Toni tergelak " hahaha jadi Lo lakuin beneran saran gue."
Bayu mengangguk " karena saran Lo, gue ketemu bintang pacar gue."
Toni yang melihat sorot mata Bayu pun mengerti seberapa penting nya bintang buat Bayu. dia bahagia akhirnya Bayu berhasil mendapatkan pujaan hati nya yang dia kejar dalam diam beberapa tahun yang lalu
.
.
.
__ADS_1
terimakasih, mohon kritik dan saran nya ya..