Perjalanan Cinta Bintang

Perjalanan Cinta Bintang
bab 51. batas kesabaran.


__ADS_3

"bintang,Bayu kamu di dalam?" suara ketukan dan panggilan dari luar kamar mandi membuyarkan sepasang suami istri yang masih saling memandang dengan tatapan berbeda.


suara ketukan susulan terdengar lagi. bintang terkejut saat suaminya tiba-tiba melepaskan kemeja serta kaos dalam nya.


"ada apa ma?" Bayu melongokkan kepalanya di ujung pintu yang ia buka sedikit.


"kamu apakan menantu ku? dia masih sakit dan dilarang berhubungan Bayu!" sari menggelengkan kepala.


"bintang meminta mandi bersama ma, seperti nya anak ku merindukan papa nya." Bayu tersenyum jahil, melirik istrinya yang menatap nya tajam.


"ya sudah, jangan melebihi dari mandi. awas saja, kandungan istrimu masih lemah." sari memperingatkan.


"ma bisa tolong ambilkan bajuku dan bintang di dalam tas itu?" pinta Bayu memohon.


sari mendengus kesal, berjalan cepat meraih tas dan melemparkan nya pada putra nya.


"terimakasih ma." sesaat setelah itu Bayu menutup pintu kamar mandi dengan kencang membuat sari terkejut.


"astaga bocah itu, hampir saja jantungku mau loncat keluar!"


***


sudah 2 hari semenjak kepulangan nya dari rumah sakit, sejak itu juga bintang mendiamkan Bayu. istrinya itu hanya mau bicara atau bersikap manis dengan nya saat dihadapan mamanya saja. selebihnya bintang akan bicara saat menyangkut hal penting saja itupun hanya sepatah dua patah kata.


seperti hari ini, biasanya weekend digunakan untuk menghabiskan waktu berdua tapi sejak pagi bintang tak mau juga mendekat padanya. wanita hamil itu akan menjauh saat didekati.


"sayang bagaimana kalau kita jalan-jalan sambil membeli perlengkapan bayi?. kamu boleh beli apapun yang kamu mau." Bayu melancarkan bujuk rayu nya untuk membuat istrinya berbicara.


bahu calon ayah itu melemas saat sang istri hanya menggelengkan kepala. kembali menikmati acara tv yang menampilkan sinetron ikan terbang itu.


"atau mau beli online saja bee? Produk xx ngeluarin model terbaru lho."


bintang lagi-lagi menggeleng.


"aku pesankan ya, sebentar ... hemm ini lucu?" tanya Bayu, menunjuk setelan baju bayi dari merk ternama.


bintang melirik sekilas, memang baju bayi itu terlihat lucu sekali.

__ADS_1


"dia baru saja berumur jalan 5 bulan sayang. pamali kalau beli perlengkapan bayi sebelum 7 bulan." sungut bintang, kembali memencet remot tv.


"ah begitu ternyata, jadi aku skip saja ya." ucap Bayu lagi.


bintang tidak peduli ibu hamil itu memilih untuk mengabaikan sang suami yang sedang bermain ponsel.


baru setengah jam menonton tv tapi bintang sudah merasa bosan, wanita itu mau ke kamar saja tapi saat hendak berdiri kakinya tiba-tiba merasa kram. Bayu yang melihat bintang meringis segera membantu, tapi tangan nya di tepis.


"jangan berani menyentuhku walau sedikit saja atau aku akan menendang mu!" ancam bintang menatap tajam Bayu.


"galak sekali" Bayu memasang wajah melas.


"kamu boleh menyentuhku saat hanya di hadapan mama saja, kalau sedang berdua saja jangan berani mendekatiku walau selangkah!" bintang melayangkan ancaman kedua.


"Kenapa harus seperti itu? aku suamimu bee, mana tahan aku tidak menyentuh mu walau sedetik." protes Bayu.


"ya kamu memang suamiku tapi sejak kamu membentak dan merendahkan ku dikantor, sejak itu pula status suami yang melekat padamu musnah ditelan bumi!" tegas bintang, ia bisa melihat wajah syok Bayu.


"jangan sembarangan bicara bee!" ucap Bayu dengan suara tertahan.


"kenapa? saat kamu merendahkan ku apa tidak ingat jika kamu juga sembarangan bicara?. memang apa susah nya mengganti sekertaris saja?. apa sekertaris itu lebih penting dari aku?" bintang menunduk "aku istri mu kan?" gumam nya lagi dengan suara pelan tapi Bayu dapat mendengar nya.


"Kalau aku balik bagaimana?" tantang bintang, mendongak dengan berani menatap sang suami yang tingginya melebihi dirinya.


"apa?"


"kalau aku balik jadi kamu yang harus mengerti posisi ku bagaimana?" teriak bintang.


Bayu tertegun memandang istrinya yang sudah berlinangan air mata.


"kalau beberapa bulan lalu kamu bisa lolos dari jebakan Rena, belum tentu sekarang kamu juga bisa lolos dari Mira." bintang memberi jeda sebentar. "apa salah kalau aku mencemaskan hal itu?"


Bayu terdiam, mencerna semua perkataan istrinya. ucapan dokter tempo hari terbayang di kepala calon ayah itu.


"ah sudahlah aku menyerah." putus bintang mengusap air matanya dengan kasar.


"sekarang aku akan menuruti ucapan mu untuk tidak ikut campur dalam pekerjaan mu. seperti katamu juga aku memang tidak mengerti apapun soal kantor. jadi lakukan hal sesuka hatimu sayang, kalau mau menikah dengan Mira juga tidak apa-apa. tapi pastikan sudah berpisah denganku."

__ADS_1


degh..


mata Bayu membulat sempurna, perkataan berani istrinya menyadarkan nya.


"jangan katakan itu bee." pinta Bayu, mendekat kembali tapi bintang menjauh.


"jangan dekati aku, tetap tidur terpisah sampai kamu mengerti apa yang aku ucapkan tadi. sampai kamu tahu siapa yang harus di prioritaskan sebelum orang lain sebelum batas kesabaran ku habis." bintang berlalu pergi masuk kedalam kamar tamu.


***


baru 5 menit masuk ke dalam kamar tapi pintu kamar nya sudah di ketuk dari luar. terdengar suara Bayu yang terus memanggil namanya. memilih mengabaikan tapi ketukan yang terus berulang membuat nya terganggu. melangkah dengan malas ke arah pintu, bintang membuka nya dengan wajah kesal.


"ada apa!" sentak bintang.


"mama datang sayang." jawab Bayu."pindahkan barang-barang mu ke kamar kita atau mama akan mengetahui jika kita sedang bertengkar."


bintang terdiam entah kenapa menjadi Blang dan ia tersadar saat Bayu membawa semua pakaian nya keluar.


Bayu menggandeng tangan bintang dengan mesra, begitupun bintang yang bersikap kooperatif. ia tidak mau sang mertua tahu kalau dia sedang marah.


"senyum bee." titah Bayu sebelum membuka pintu.


bintang menurut walau dia mengumpat di dalam hati. pintu dibuka dan muncul tidak hanya sang mama mertua tapi juga ibu dan ayah nya.


"ibu ayah!" seru bintang dengan wajah bahagia dan menghambur memeluk kedua orang tua nya.


"apa kabar sayang?" tanya Rumi, mengusap punggung putrinya yang bergetar.


"kenapa menangis nak?" mengusap air mata di pipi bintang, Rumi tersenyum hangat. "kangen sama ibu dan ayah ya?"


"iya, bintang kangen banget. ibu kapan balik kejakarta?" tanya bintang.


"kemarin." jawab Rumi.


sari yang melihat itu terlihat iri. "sama mama nggak kangen?" tanya sari, membuat ikhsan dan Rumi menoleh padanya.


"kangen ma" bintang berganti memeluk sari.

__ADS_1


ikhsan dan Rumi saling berpandangan dan tersenyum, mereka berdua lega karena hubungan menantu dan mertua itu sudah berubah jauh lebih baik.


"kenapa hanya di luar, ayo masuk semua nya. selamat datang di rumah kami" ucap Bayu mempersilahkan kedua orang tua dan mertua nya untuk masuk.


__ADS_2