
keesokan hari nya ditempat kerja.
"Mel muka Lo kenapa?" tanya bintang khawatir. melihat pipi sahabatnya yang terlihat memar, dan sudut bibir nya yang terluka. walaupun ditutupi dengan make up tapi masih saja terlihat.
"hah.. nggak apa apa kok bi, mungkin tadi karena gue jatuh dikamar mandi dan muka gue terbentur lantai. mencoba menyembunyikan apa yang sedang terjadi pada dirinya. menyentuh pipi nya rasa nyeri yang menjalar masih terasa jika disentuh.
"jangan bohong sama gue Mel. Lo bodoh banget sih kalau mau bohongin gue." tersenyum sinis sesaat melanjutkan kalimat nya.
"siapa yang mukul Lo? cerita sama gue kalau emang Lo nganggep gue sahabat."
bukan nya menceritakan masalah nya , Amel malah terlihat menangis. bintang refleks memeluk Amel. menenangkan sahabat nya.
hiks..
hiks..
"Ihsan yang mukul gue bi" ucap Amel yang masih sesenggukan.
"Apa!!" bintang melotot tak menyangka kalau Ihsan yang telah memukul sahabat nya.
bagaimana bisa orang yang selama ini terlihat baik dan polos bisa melakukan hal semacam itu.
"tidak apa apa, kalau Lo mau nangis nangis aja."
ucap bintang menenangkan sahabat nya.
tangan nya yang sedang mengelus punggung Amel, mengepal merasa emosi sahabat nya diperlakukan seperti itu.
*****
" mba, maaf mau tanya. rak tissue ada disebelah mana ya?" tanya ibu ibu yang menghampiri bintang.
"oh disebelah sana Bu, mari saya antar." tawar bintang mempersilahkan ibu itu berjalan mengikuti nya.
ibu ibu itu mengucapakan terimakasih setelah sampai dimana rak tissue berada. bintang menundukkan kepala lalu berjalan ke tempat nya semula.
bintang terkejut saat tangan nya tiba tiba di tarik tari. dipaksa mengikutinya.
"Lo mau bawa gue kemana tari. gue masih ada kerjaan." ucap bintang yang berjalan cepat mengikuti langkah cepat tari yang menyeret nya.
setelah sampai di gudang penyimpanan barang. tari mendorong bintang sampai terbentur tembok. posisi mereka berhadapan sekarang.
bintang masih tidak mengerti apa yang terjadi pada tari. melihat raut wajah tari yang terlihat marah sepertinya ada yang tidak beres.
"Lo ada hubungan apa sama Bayu?" tanya tari ketus.
"oh jadi masalah Bayu, pantas saja tari terlihat emosi" batin bintang dalam hati.
" gue nggak ada hubungan apa apa sama Bayu. Lo tenang aja." jawab bintang tersenyum sinis sambil menepuk nepuk pundak tari.
seketika tari menghempaskan tangan bintang dari pundak nya dengan kasar.
saat Bintang hendak pergi, tari mencekal tangan nya.
"tunggu!"
" kemarin malam gue lihat Lo makan berdua'an dengan Bayu. Lo bisa jelasin?" ucap tari yang masih menatap bintang dengan tatapan yang tidak bersahabat.
" gue cuma makan aja." jawab bintang santai.
"Gue minta mulai sekarang Lo jauhin Bayu. kalau tidak . habis Lo sama gue!" mendorong bintang lalu berjalan keluar dari gudang.
"segitu nya suka sama orang sampai semua orang yang dekat sama Bayu di musuhin. cih .. pacar juga bukan ngelarang larang ." gerutu bintang setelah tari sudah terlihat jauh didepan sana . merapikan baju nya lalu berjalan pergi.
***
"nih minuman kesukaan Lo." bintang menyerahkan minuman pada Amel. lalu duduk di kursi didepan nya bersandar pada sandaran kursi lalu meneguk minuman nya sendiri .. " hahh" ... lega begitulah artinya kira kira.
__ADS_1
Amel hanya tersenyum melihat tingkah sahabat nya.
" Lo kenapa?" tanya Amel penasaran.
"nggak usah bahas gue. sekarang Lo cerita sama gue apa yang terjadi sama Lo dan Ihsan.?"
tanya Bintang sudah tidak sabar ingin tahu.
flashback on
Amel yang sedang berjalan kaki sambil menenteng plastik putih yang berisi obat untuk ibunya seketika mengehentikan langkah nya kala sebuah motor tiba tiba berhenti di depan nya.
" Mel habis darimana?" tanya Ipul yang tak lain adalah teman masa kecil sekaligus tetangga nya.
" dari apotik depan pul" jawab Amel mengangkat tangan nya menunjukan plastik yang sedang di pegang.
"Ayo naik gue antar pulang." tawar Ipul .
" iya deh cape' gue jalan kaki dari rumah ke apotik." ujar Amel sembari naik ke motor Ipul.
"motor Lo kemana?" tanya Ipul seraya melajukan motor nya pelan.
" dipinjam sama Abang gue." jawab Amel.
Ipul hanya mengangguk tidak mau bertanya lebih.
sesampainya didepan rumah Amel. Amel dikejutkan dengan keberadaan Ihsan yang tengah duduk diatas motor nya. Amel turun dari motor Ipul menghampiri Ihsan pacarnya.
" kok kamu disini ? udah lama?" tanya Amel saat dia sudah berada didepan Ihsan.
"Darimana?" tanya Ihsan dengan raut wajah dingin.
Amel mengernyitkan kening bingung. terdiam beberapa saat. Ihsan yang melihat Amel hanya diam bertanya lagi.
"darimana !?" berteriak lumayan keras.
"da..dari apotik beli obat buat ibu san." jawab Amel jujur. Dia takut Ihsan tidak bisa mengontrol emosi nya. melihat sekeliling beberapa tetangga mengintip dari depan rumah nya masing masing. dia hanya bisa pasrah.
Ihsan tersenyum sinis " Lo mau nyoba bohongin gue." mencengkram dagu Amel. terlihat Amel meringis menahan sakit nya cengkraman di dagu nya.
"aku nggak bohong san" jawab Amel terbata.
Ipul yang daritadi hanya mengawasi dari samping motor nya seketika menghampiri Ihsan dan Amel. dia sudah cukup sabar tadi saat Ihsan berteriak pada Amel. tapi saat melihat Ihsan mencengkram dagu Amel, kesabaran nya mulai habis sepertinya.
"jangan kasar sama cewe bro" ucap Ipul ketus sembari melepaskan tangan Ihsan dari Dagu Amel.
"nggak usah ikut campur sama urusan gue!" ketus Ihsan menatap Ipul dengan tatapan tidak bersahabat.
Amel menggeleng gelengkan kepala nya menatap Ipul. memberi kode jangan ikut terlibat dalam masalah gue. begitu kira kira artinya.
Ipul menyadari kode dari Amel. dia mundur beberapa langkah. tapi keberadaannya tetap mengintimidasi.
"jadi ini alasan Lo nggak mau jalan sama gue hari ini!" ucap Ihsan menatap tajam pada Amel dan ipul bergantian.
"nggak! Ipul nggak ada hubungan nya sama ini. kita nggak sengaja ketemu tadi dijalan waktu aku pulang dari apotik." ucap Amel memberi memmberi penjelasan.
"elo bela'in dia!" Ihsan menunjuk Ipul tanpa mengalihkan pandangan nya dari Amel.
"Bu bukan gitu. kita memang nggak ada hubungan apa apa. percaya sama aku." ucap Amel pasrah tapi menampakan wajah memelas. berharap Ihsan akan mengerti.
Tapi nyatanya tidak Ihsan malah semakin emosi mendengar pembelaan yang dilontarkan Amel.
Plak --
"dasar cewe murahan!. gampangan banget Lo mau diajak sama cowo"
berteriak tanpa peduli dengan Amel yang saat ini menahan sakit atas tamparan nya.
__ADS_1
Ipul yang melihat itu langsung mendaratkan pukulan ke wajah Ihsan .
Bugh --
Ihsan tersungkur ke tanah . lalu bangun berdiri membalas Ipul memukul nya juga. Ipul tersenyum sinis menyentuh sudut bibir nya yang berdarah .memegang kerah baju Ihsan ingin memukul nya lagi tapi tangan nya ditahan Amel.
"pergi sana Lo dasar breng**k !! anj*Ng Lo !! berani nya sama cewe.! sini lawan gue." ucap Ipul menahan emosi nya yang menggebu gebu.
Ihsan menatap Amel lalu pandangan nya beralih pada tangan Amel yang memegang tangan Ipul. tersenyum getir lalu beranjak dari tempat nya menuju motor nya dan berlalu pergi . melajukan motor nya dengan kencang.
Ipul melihat Amel . dia panik saat melihat sudut bibir Amel mengeluarkan darah .
"Lo tunggu bentar ya . gue beli obat merah dulu." ujar Ipul baru mau melangkah kan kaki nya tapi Amel mencegah nya .
mengajak nya duduk di kursi didepan rumah nya.
klek --
bunyi pintu terdengar dibuka dari dalam . ibu Amel keluar membawa kotak p3k. berjalan menghampiri Amel dan ipul.
menyerahkan kotak p3k pada Ipul.
"kenapa bisa terjadi seperti ini?" ibu bertanya menatap Amel dan ipul bergantian . lalu netra nya menatap keseliling. menghela nafas saat melihat tetangga tengah mengamati rumah nya .tetangga nya melihat semua ini seperti nya.
"maafin Amel Bu. Amel tidak menyangka akan jadi seperti ini." menunduk tidak berani menatap ibu nya.
"ada 2 hal yang tidak bisa di maafkan dari kesalahan laki laki. pertama berselingkuh dan yang kedua melakukan kekerasan." ujar ibu Amel dengan lembut tapi penuh penegasan.
Amel terlihat semakin menunduk . Ipul merasa kasihan menatap Amel seperti ini.
"tinggalkan dia ya Mel. dia tidak baik buat kamu kedepan nya." tegas ibu Amel . menepuk pundak Ipul dua kali. meminta tolong menenangkan Amel begitu artinya kira kira.lalu berjalan memasuki rumah nya .
setelah itu Ipul meraih kotak p3k, mengambil kapas menetesi nya dengan obat merah.
"sini gue obatin." meraih dagu Amel menepukan nya perlahan disudut bibirnya. Amel merintih menahan perih.
Amel menatap Ipul yang juga sedang menatap nya saat ini. pandangan mereka bertemu.
Deg--
Amel memalingkan wajah nya. lalu meraih kapas dan juga menetesi obat merah.
"sini gue obatin luka Lo." ujar Amel .
Ipul tersenyum , mendekatkan wajah nya pada Amel .
"maafin gue ya pul. gara gara gue Lo jadi kayak gini." ujar Amel merasa bersalah.
"nggak apa-apa , paling kegantengan gue hanya berkurang sedikit" ujar Ipul mencoba bercanda.
Amel pun tertawa . " lagi kayak gini bisa bisa nya tingkat kepedean Lo nggak berubah"
"gue gak peduli.yang penting gue bisa ngeliat senyum Lo." ujar Ipul menatap lekat mata Amel.
pipi Amel memerah merona malu.
"apa'an sih pul."
Ipul menatap pergelangan tangan nya . malam sudah larut nampak nya.
"gue pulang dulu ya . udah larut nih." ujar Ipul seraya berdiri , tangan nya ingin menyentuh kepala Amel tapi di urungkan nya.
dia berjalan ke arah motor nya, lalu menoleh ke arah Amel.
"kalau ada apa apa jangan lupa hubungin gue"
tambahnya.
__ADS_1
Amel mengangguk seraya tersenyum .