Perjalanan Cinta Bintang

Perjalanan Cinta Bintang
bab 50. damai?


__ADS_3

mendengar suara bising orang berbicara membuat bintang terbangun. Bu hamil di atas brangkar itu mengerjap sebentar lalu terbangun dengan memegangi kepalanya karena masih terasa pusing.


"ma" panggil bintang lirih.


"ya sayang, mama disini." sari buru-buru menghampiri menantu nya. " kamu membutuhkan sesuatu?" tanya nya.


"tidak. mama berbicara dengan siapa? apa papa sudah datang?" tanya bintang dengan suara lemah.


"belum sayang, mungkin sebentar lagi."


"lalu mama bicara dengan siapa?" tanya bintang lagi.


sari menatap Bayu yang berjalan menghampiri bintang. "bee ini aku."


bintang menoleh dan melihat Bayu dengan wajah berantakan. memalingkan wajah menatap sang mertua, bintang tidak mau bertatap muka dengan sang suami.


"ma aku mau pipis tapi kepala ku sakit sekali."


"Biar aku bantu sayang." Bayu bergegas mendekat di samping istrinya, menaruh tangan nya di belakang punggung sang istri.


sebenarnya bintang tidak mau diantar Bayu, tapi bintang tidak mau pertengkaran nya diketahui sang mertua. tanpa dia tahu juga,padahal sari sudah tahu semua nya.


hati Bayu terasa teriris saat istrinya tidak mau menatap nya dan memilih memalingkan wajah kearah lain.


"sayang maafkan aku." pria dengan rambut berantakan itu berjongkok mensejajari posisi sang istri yang duduk diatas kloset.


"sudah." jawab bintang.


senyum terkembang Dari bibir calon ayah itu. "terimakasih sudah memaafkan ku, sayang."


"pipisnya sudah!" bintang menegaskan, arti kata sudah ditujukan untuk pipis nya yang sudah selesai.


pundak Bayu melemah, dia tersenyum kecut. istrinya sengaja menghindari pembicaraan.


"sudah selesai?" tanya sari, wanita tua itu mendekap jaket yang melekat ditubuhnya.


"papa sudah datang?" tanya bintang tersenyum, wajah nya masih tampak pucat dan sayu.


"sudah nak, mama mu protes saat papa ketiduran dan tidak menyusul kalian tadi. maaf ya.." calon kakek itu menjelaskan.


"kamu itu terlalu ke enakan pakai masker, katanya hanya tidur sampai masker kering tapi malah sampai berjam-jam. masker mu saja sudah retak dan berhamburan dimana-mana!" sari memberengut.

__ADS_1


"ma sudahlah."


"baiklah, mama pulang dulu ya. biar di gantikan sama calon ayah tidak siaga ini. awas kalau sampai nanti menantu ku masuk rumah sakit lagi, mama benar-benar akan menenggelamkan mu di samudra Hindia!" ancam sari pada sang putra.


Bayu mengangguk.


setelah berpamitan sari dan Hardi keluar dari ruangan, saat baru saja 5 langkah berjalan menjauh dari pintu tapi putra nya sudah memanggil lagi.


sari tertegun saat sang putra tiba-tiba menghambur memeluk nya.


"ma terimakasih sudah menolong istriku, kalau tidak ada mama aku tidak tahu hal buruk apa yang menimpa istriku." ucap Bayu, calon ayah itu menangis.


menepuk punggung putra nya pelan, sari merasa lega dan bahagia. "sudah sudah tidak malu apa menangis seperti ini, kamu sebentar lagi akan menjadi ayah."


"sana kembali masuk, istrimu pasti membutuhkan mu. ingat Bayu, jangan memarahi menantu ku lagi." ancam sang Mama.


***


hari sudah hampir pagi tapi tidak juga membuat mata hitam wanita cantik di atas brangkar itu terpejam. bergerak ke kiri dan kanan, mencari posisi ternyaman disaat perutnya sudah mulai membesar.


gerak gerik bintang terbaca oleh Bayu yang sedang berkutat pada laptop di depan nya. calon ayah itu tampak nya langsung mengerti dan menghampiri.


mengusap punggung istrinya tanpa banyak bicara, Bayu tersentak saat tangan nya di tepis.


"kamu masih marah?" Bayu berbicara selembut mungkin.


bintang tidak menjawab, memilih untuk memaksakan matanya terpejam. rasa kantuk yang menyerang sudah tidak dapat ia hindari lagi. yang awalnya pura-pura tidur menjadi benar-benar tidur.


Bayu mengulum senyuman, merapikan selimut yang menutupi tubuh istrinya dari hawa dingin ruangan dan memilih untuk merebahkan tubuhnya di sofa.


menatap langit-langit ruangan VVIP yang dipilih mama nya, pria itu mendesah beberapa kali. kejadian yang menimpa bintang hari ini menampar keras wajahnya. Akibat keegoisan nya, nyawa bayi dan istrinya berada dalam bahaya. beberapa hari memilih mengabaikan istri dan anak nya sampai tidak tahu jika istrinya pasti merasa sedih dan tertekan.


jika saja ia mau mengalah sedikit saja, jika saja dia bisa menjaga ucapan nya agar tidak menyakiti hatinya semua ini tidak akan terjadi. istrinya tidak akan masuk rumah sakit.


sesal tinggallah sesal, kita tidak bisa kembali ke masa lalu. yang bisa kita lakukan adalah membuat nya tidak terulang kembali di masa mendatang.


***


pagi hari ini diawali dengan pengecekan yang dilakukan oleh perawat, bintang mengucapkan terimakasih saat beberapa perawat pamit.


mendengus kesal, ibu hamil itu merasa ingin buang air kecil. mau memanggil perawat lagi rasanya sungkan. dengan hati-hati bintang turun dari brangkar, mendorong tiang penyangga cairan infus ke arah kamar mandi.

__ADS_1


gerak gerik bintang terdengar oleh Bayu dan membuat pria itu terbangun. segera menghampiri istrinya yang kesusahan mendorong tiang penyangga infus.


"kenapa tidak memanggilku bee?" tanya Bayu, merebut tiang itu dari tangan istrinya.


"berikan padaku, aku bisa sendiri!" sungut bintang.


"biar aku bantu ya?" Bayu masih berusaha membujuk.


"aku bisa sendiri!" sentak bintang, ibu hamil itu mendorong kasar tiang.


tapi saat hendak memasukan nya ke dalam kamar mandi, bintang merasa kesusahan. tiang penyangga tiba-tiba seret.


"biar aku bantu sayang."


saat sudah di dalam kamar mandi, bintang menatap tajam Bayu yang bersandar pada tembok.


"kenapa masih disini? keluar!" titah nya, wajah yang tampak lebih segar dari semalam itu memberengut kesal.


"aku tunggu disini ya, aku bisa membantu mu kalau-kalau membutuhkan sesuatu." jawab Bayu santai.


"keluar aku bilang!" sentak bintang lagi, tapi Bayu tak menggubris.


memilih bersandar pada tembok dengan kedua tangan terlipat di dada, pria yang belum berganti baju dari semalam itu tersenyum hangat seakan tidak melihat raut kesal diwajah istrinya.


"kalau kamu malu terlihat olehku, aku akan tutup mata bee. jadi kamu bisa menuntaskan hajat mu." ucap Bayu santai, memejamkan matanya.


Alih-alih menurut, Bayu terkejut saat wajah nya terasa basah.


"bee hentikan. dingin sayang." pinta Bayu, wajah yang tadinya mengantuk kini menjadi segar saat mendapat semprotan air dari sang istri.


bintang seakan tak peduli dengan suara bergetar Bayu yang menahan dingin nya air, wanita itu terus menyemprot suaminya dengan sower.


"itu hukuman karena berani membentak ku!" ucap bintang, wanita itu tidak peduli pada bajunya yang basah karena terkena cipratan air.


menaruh sower dengan kasar, bintang menatap nanar suaminya yang sudah basah kuyup.


"sudah? atau masih mau menghukum ku lagi? mau menamparku misal nya?. lakukan sesuka mu bee, aku memang salah. aku pantas mendapatkan hukuman ini." tidak ada raut wajah marah ataupun kesal. Bayu menatap bintang Dengan sorot mata teduh dan penuh cinta.


plak-


Bayu tersentak saat pipinya ditampar oleh bintang. tidak ada protes, Bayu mengulum senyuman sambil memegang pipinya nya yang terasa panas.

__ADS_1


"masih mau lagi?" Bayu menyodorkan pipi yang satunya.


__ADS_2