
"bagaimana yank, bagus kan? yang ini saja ya?" tanya bintang memutar-mutar kan badan nya agar sang suami bisa menilai gaun yang di pakainya.
Bayu tampak berfikir, ia memutari tubuh istrinya yang berdiri menunggu pendapat nya. ditelitinya baju yang melekat di tubuh sang istri dengan seksama. pria itu berhenti di hadapan istrinya saat sudah mendapatkan jawaban.
"ini terlalu terbuka di bagian dadanya, ganti yang tadi saja yang pertama" ucap Bayu santai.
bintang menghela nafas dengan kasar, pasalnya ini adalah baju ke tujuh yang di coba nya. dan semua berakhir pada penolakan sang suami. bagian depan terlalu terbuka lah, kependekan lah dan masih banyak lagi. dan sekarang pria itu malah menyuruh nya memilih gaun yang pertama. entah apa yang di inginkan pria itu sebenarnya.
bintang yang kesal pun hanya bisa menghela nafas dengan kasar menghadapi sikap sang suami. "kalau akhirnya memilih baju yang pertama, kenapa kamu menyuruhku mencoba semua baju ini!" gerutu bintang, ia semakin kesal saat sang suami malah nyengir menampilkan deretan gigi nya yang putih.
"jangan tersenyum seperti itu!"
bintang kembali ke ruang ganti dengan perasaan kesal di ikuti karyawan toko itu yang mengulum senyuman melihat tingkah kedua pembelinya.
setelah melihat punggung istrinya menghilang di balik pintu, Bayu menghampiri salah satu karyawan yang menjaga meja kasir.
"mba, bungkus semua baju yang di pakai istriku tadi." ujar bayu pada wanita itu.
setelah drama memilih baju selesai, Bayu yang sudah berada di dalam mobil sedang menunggu bintang yang ke toilet sambil memanfaatkan waktu untuk mengecek pekerjaan nya.
baru saja mendudukan bokong nya di kursi mobil, bintang ternganga saat melihat beberapa shopping bag di kursi belakang.
"kenapa jadi banyak sekali, tadi kan aku hanya membeli satu." gumam bintang, menatap bingung paper bag yang berjejer di kursi.
lalu ia melirik suaminya yang masih fokus melihat hp di tangan nya.
"sayang, bukankah tadi aku hanya beli satu baju. kenapa sekarang sudah jadi beranak Pinak seperti ini?" tanya bintang dengan polosnya pada sang suami.
"mungkin saat perjalanan ke mobil, tas yang tadi ku bawa di hamili tas lain. makanya jadi beranak Pinak." Bayu menjawab dengan hal konyol juga untuk melengkapi kekonyolan sang istri.
bintang merengut, memajukan bibirnya dan memilih untuk meraih hp nya. karena sang suami juga sedang sibuk dengan hp nya dan tidak juga segera menjalankan mobil.
saat baru saja menggeser layar, hp bintang sudah beralih tangan. sekarang hp nya sudah berada di tangan sang suami.
"ih kenapa di ambil!" seru bintang.
"jangan bermain hp saat di sampingku sayang. kamu lupa peraturan ku?" Bayu mengingatkan bintang. karena dari dulu saat mereka berdua bersama Bayu tidak mengizinkan untuk bermain hp karena beralasan nantinya malah sibuk di hp padahal ada orang di samping nya.
"tapi kamu juga main hp kan." protes bintang.
"aku kan sedang mengecek pekerjaan." elak Bayu mencari pembelaan.
bintang mendengus, "ingat sayang aku juga ada pekerjaan. memangnya kamu saja?"
"iya deh yang sekarang butik nya udah rame dan banyak pesenan." puji Bayu, ia cukup bangga pada sang istri dalam kurun waktu belum ada sebulan. butik nya sudah banyak pembeli bahkan ada yang memesan untuk di jual kembali.
****
rembulan ikut berpartisipasi dalam pesta malam ini, sinar nya yang berkilau menyinari setiap sudut taman yang sudah di sulap menjadi sebuah pesta yang nyaman dan mewah untuk merayakan ulang tahun sang tuan rumah.
tampak tamu yang sedang menikmati makanan,. ada juga beberapa orang yang sedang sibuk menjilat agar bisa bekerja sama dengan sang pemilik perusahaan. para wanita sosialita teman sang nyonya rumah juga nampak berbincang di satu meja tak jauh dari para lelaki yang membahas dari bisnis hingga keluarga.
"aku kira dulu kamu yang bakal jadi istri Bayu re, dari SMA kalian sudah dekat dan orang tua kalian juga terlibat kerja sama sampai sekarang." ujar Mita teman semasa SMA Bayu yang sekarang menjadi dokter di rumah sakit milik keluarga Hardi permadana.
"iya aku mengiranya juga gitu, tapi sekarang Bayu sudah mempunyai istri. rumor yang beredar katanya dia hanya SPG di mall." sahut Rara yang juga teman Bayu dan orang tua nya adalah rekan bisnis Hardi.
Rena terdiam ia hanya mendengarkan omongan dari teman-teman nya. sampai waktu semua orang menoleh pada tempat yang sama, Rena pun mengikuti.
hatinya sesak saat melihat pemandangan di pintu masuk, muncul Bayu dan bintang. para tamu undangan berdecak kagum pada sepasang suami istri yang baru datang itu.
__ADS_1
"cantik sekali, Bayu tidak salah pilih istri." bisik pria di dekat Rena pada teman nya.
"iya, aku tidak yakin dengan rumor yang mengatakan kalau istri Bayu dari kalangan biasa. melihat paras nya saja tidak terlihat sama sekali dari kalangan biasa." ucap yang lain menimpali.
Rena mengepalkan tangan, omongan-omongan orang itu sanggup membuat hatinya panas.
tapi seperti biasa, Rena bisa mengontrol emosi nya dengan baik.
"Hai bay, bintang." sapa Rena saat Bayu dan bintang memilih meja di dekat nya.
seperti biasa bintang menatap kagum wanita di depan nya, gadis cantik blesteran itu selalu tampil memukau.
"hai re," hanya bintang yang menjawab sapaan Rena, sedangkan Bayu hanya melihat sekilas dengan wajah datar pada gadis cantik yang beberapa hari ini ia hindari.
"duduk disini saja bersama kami bi" tawar Rena pada bintang.
"ayo sayang, kita menyapa papa dan mama dulu." Bayu memotong perkataan Rena, dan mengajak istrinya menemui Papa nya.
bintang bisa melihat raut kecewa di wajah Rena saat Bayu dengan mesra menggandeng tangan nya. ia menjadi sedikit kasihan pada Rena.
"selamat ulang tahun pa." ucap Bayu dan mendapat pelukan dari papa nya.
"terimakasih bay" balas Hardi menepuk pundak putra nya.
"selamat ulang tahun papa, semoga kebahagiaan selalu mengelilingi papa." ucap bintang, ia terharu saat mendapat pelukan juga dari mertua nya.
"terimakasih nak, terimakasih juga sudah membahagiakan Bayu." ucap Hardi.
bintang menghampiri mama mertua nya saat Bayu di ajak mengobrol oleh papa dan rekan bisnis nya.
"ma," panggil bintang pada mama mertua nya yang sedang berbincang.
"nah ini dia yang di tunggu-tunggu. duduk nak." ujar Sukma teman geng sosialita sari.
"nah sar, sekarang menantimu sudah disini. boleh kan sekarang aku tanya pada bintang sendiri."
bintang yang tidak tahu maksud dari teman mertua nya hanya menyimak.
"ya boleh saja." jawab sari ia menoleh pada bintang dengan tatapan yang sulit di artikan.
"bagaimana nak, apa sudah isi ? sudah hampir dua bulan kan." tanya Sukma..
"belum Tante, doa nya saja." jawab bintang ramah ia melirik mertua nya sekilas yang dari tadi hanya tersenyum canggung.
"cepat buatkan satu untuk mama mertua mu, mertua ku ini suka nya menggendong cucuku. pasti akan sangat bahagia jika memiliki cucu sendiri kan." Ani menimpali, sambil menunjuk cucu perempuan yang nyaman duduk di pangkuan nya.
bintang hanya mengangguk dan tersenyum canggung, menggigit bibir kuat-kuat saat mendapat lirikan tajam dari sang mertua.
tak jauh dari mereka Rena yang duduk bersama teman-temannya mengepalkan tangan di bawah meja.
"enak sekali jadi bintang, di terima dengan baik di keluarga terpandang Hardi permadana. aku iiri sekali..." ujar Mita menatap kagum pada bintang yang tengah mengobrol dengan mertua dan teman sosialita nya.
"jangan kebanyakan halu mit, dapet Riko aja harus nya udah bersyukur banget Lo." jawab Rara yang sangat tahu kelakuan teman nya itu.
"heyy, kalau dapat yang kayak Bayu. gue dengan senang hati bakal ninggalin Riko." Mita dengan songong nya mengucapkan itu.
"udah-udah mending anda fokus aja sama pasien anda Bu dokter. pasti banyak yang berkonsultasi tentang kehamilan nya kan.." ya memang Mita adalah dokter kandungan.
"eh ngomong-ngomong soal itu, tadi waktu berjabat tangan sama bintang. gue ngerasa mereka berdua sedang menunda punya momongan deh." ujar Mita.
__ADS_1
Rena yang sejak tadi tidak tertarik dengan obrolan dua orang itu sekarang menjadi ikut penasaran.
"nggak mungkin Mit, Bayu sendiri bilang ke gue kalau dia pengen banget punya bayi. nggak mungkin mereka nunda. jangan sok tau!" seru Rena, karena ia tahu betul sifat Bayu.
"ya mungkin saja kan ren, mereka berdua mau menikmati masa berduaan dulu sebelum punya anak." jawab mita. "kelihatan banget kok dari tangan nya bintang kalau dia itu KB. mungkin karena tipe kulit bintang yang sensitif jadi kelihatan banget."
mata Rena membulat, ia mau tidak percaya tapi mengingat Mita yang dokter kandungan ia tidak bisa meragukan begitu saja.
"serius? jangan bohong Lo mit." tanya Rena memastikan.
"bener, Lo meragukan gelar dokter gue?" tantang Mita yang tidak terima di ragukan oleh kedua teman nya. "masalah cowo emang gue nggak pinter, tapi kalau masalah KB dan sebagainya gue ahli dibidang nya!"
Rena terdiam pikiran nya mengembara. tapi sedetik kemudian senyum muncul dari bibir nya.
"jangan-jangan bintang diam-diam KB di belakang Bayu."
****
Rena yang sejak tadi memperhatikan Bayu dan bintang tersenyum saat Bayu meninggalkan bintang sendiri.
dengan segera ia mendekati bintang dan duduk di depan nya.
"aku ikut duduk sini ya bintang, soal nya teman-teman ku sudah pada pulang." ujar Rena matanya melirik arah meja yang tadi ia duduki bersama teman nya.
bintang pun mengangguk, ia sebenarnya merasa tidak nyaman bersama dengan Rena. apalagi mengingat kedekatan wanita itu dengan suaminya.
"Bayu kemana?" tanya Rena berbasa-basi.
"ke toilet" jawab bintang singkat.
"aku dengar kalian berdua menunda untuk punya momongan. apa itu benar?" tanya Rena, ia bisa melihat bintang yang salah tingkah.
"tepat sasaran!"
"ah tidak benar ya. aku tau betul sifat Bayu. ia tidak mungkin menunda untuk punya anak. dia kan suka sekali dengan anak kecil." ujar Rena, sengaja menyindir untuk tahu reaksi bintang. dan ia bisa melihat bintang yang sangat tampak canggung dan seperti sedang menyembunyikan sesuatu.
"berarti ucapan Mita tadi benar, lihat reaksimu itu. sangat mudah sekali terbaca."
"apa ada hal lain lagi yang mau di bicarakan? kalau tidak. aku mau ke toilet." ucap bintang. ia menoleh pada arah masuk rumah tapi suaminya tak juga muncul.
"kenapa aku merasa kamu seperti menghindari pertanyaan ku." sindir Rena dengan senyum sinis di bibirnya.
"apa?" bintang mengerutkan kening.
"aku tahu kamu sedang pakai KB tanpa sepengetahuan Bayu."
deg-- bintang tersentak bagaimana mungkin Rena bisa tahu. bintang sangat yakin tidak pernah memberitahu siapapun. tapi kenapa wanita menyebalkan ini tahu.
"apa maksud mu aku tidak mengerti." bintang tertawa kecil menutupi kepanikan nya.
tapi Rena malah semakin besar kepala, ia semakin yakin tebakan nya benar.
bintang melihat ke arah rumah ia bernafas lega saat melihat suaminya muncul.
"ah maaf, sudah dulu ya. aku ke suamiku dulu." pamit bintang yang langsung menghampiri suaminya yang menatap heran pada Rena.
"kalian mengobrol?" tanya Bayu.
"ah tidak. hanya berbasa basi saja." jawab bintang gugup.
__ADS_1
"kenapa keringat mu banyak sekali. gerah ya sayang?" Bayu mengusap keringat yang ada di dahi istrinya.