
"Bintang sudah nggak kerja disini dari kemarin."
"apa!"
perkataan Amel mengejutkan hati Bayu. bagaimana bisa bintang mengundurkan diri hanya karena ingin menjauhi dirinya.
"dia dikeluarin." imbuh Amel tersenyum sinis menatap Bayu yang semakin terkejut.
"bagaimana bisa? bintang kan termasuk pegawai nggak neko-neko disini. bahkan jarang sekali membuat masalah" protes Bayu yang hanya dibalas senyuman sinis Amel.
"apa sih yang nggak bisa dilakuin Orang kaya kayak Lo!" sindir Amel. dia geram sekali ingin memukul Bayu yang di anggap nya pura pura tidak tahu.
"maksud lo apa'an ?"
"astaga Bayu permadana anak pengusaha ternama di kota ini, Lo itu diluar negri kuliah atau piknik sih!" Amel yang semakin geram memukul bahu Bayu dengan keras.
"aw! Lo ngeluarin semua tenaga Lo buat mukul gue ya Mel" omel Bayu sambil mengelus bahunya yang terasa panas akibat pukulan Amel.
"kalau gue bisa nih, gue bakal gantung Lo di Monas tahu nggak!" Amel masih merasa kesal.
"gini aja deh, Lo jelasin aja sejelas jelasnya biar gue nggak tambah bingung!" putus Bayu.
"Bintang dikeluarin dari kerjaan ini atas suruhan ibu Lo, om sofyan dikeluarin dari kerjaan nya juga sama ibu Lo. gue nggak tahu deh nanti mau gimana lagi ibu Lo ngehancurin keluarga bintang." Amel menghela nafas sebentar " gue mohon sama Lo, tinggalin bintang. jangan buat dia susah kayak gini. dia mungkin akan bilang baik baik saja kalau gue tanya. tapi gue tahu perasaan dia kayak apa." Amel memohon sama Bayu.
Bayu hanya diam saja tidak menjawab perkataan Amel. dia juga bingung sekaligus terkejut jika mama nya sampai ngelakuin hal sejauh ini.
_____
Bayu yang sudah berada didepan rumah bintang terus mengetuk pintu, tapi dari tadi tidak ada yang keluar.
"mas nyari siapa?" tanya ibu ibu yang sepertinya baru pulang dari pengajian.
"nyari bintang Bu" ucap Bayu sembari berjalan menghampiri sekumpulan ibu ibu itu.
"bintang sama keluarga nya sudah pindah mas. baru kemarin sore." ucap ibu ibu itu yang menatap Bayu dengan tatapan menelisik lalu menoleh ke arah mobil yang terparkir.
"mas pasti bukan dari kalangan orang biasa ya?"
Bayu hanya tersenyum tidak menjawab dengan sepatah kata pun karena dia bingung.
"dulu bintang juga pernah ngalamin ini. keluarga dari pihak laki laki buat keributan didepan rumah bintang hanya untuk meminta bintang meninggalkan anaknya." ibu itu yang ternyata ketua pengajian di perumahan bintang pun menjelaskan. dia sendiri merasa prihatin kenapa selalu bintang yang disalahkan.
padahal yang menjalin hubungan itu dua orang. apa tidak bisa di bicarakan baik baik. tapi ya begitulah orang kaya.
"ibu maaf, apa tahu kemana bintang pindah?"
ibu itu menggeleng, lalu berpamitan untuk pulang.
"Argh!!" erang bayu frustasi memukul mukul setir mobil nya melampiaskan emosi. "kamu pergi kemana Bi?"
sedangkan di lain tempat.
"pasti kamu tahu kan putri mu berpacaran dengan putra ku?" tanya Bu sari santai sambil meminum kopi yang di depan nya.
"aku tahu, tapi aku tidak tahu kalau Bayu itu putra mu sar." ucap Bu Rumi menatap Bu sari.
Bu sari tersenyum sinis " dulu kamu sudah mengalami ini kan. sekarang bisakan mengajari anak mu seperti yang kamu lakukan dulu!"
"sar apa tidak bisa kamu melupakan masa lalu itu. toh aku sudah menuruti semua yang kamu mau di masa lalu." Bu Rumi menghela nafas.
"Bayu dan bintang saling mencintai. apa kamu tidak bisa melihat cinta di mata putra mu?"
"aku tidak peduli Rumi! yang aku inginkan Bayu menikah dengan orang yang sederajat dengan ku. bukan seperti bintang!" tegas Bu sari menatap tajam Bu Rumi.
"memang nya kenapa dengan bintang? kenapa dengan orang orang seperti kami? aku tahu aku tidak sederajat dengan mu. tapi aku punya perasaan dan harga diri!" tukas Bu Rumi.
__ADS_1
"Halah orang seperti kalian itu pasti cuma menginginkan harta dan kehidupan mewah yang tidak bisa kalian dapatkan selama ini kan! kamu sudah tahu dari awal kalau Bayu itu putra ku dan kamu menggunakan putri mu untuk menggoda putra ku kan!" ucap Bu sari berdiri dari duduk nya.
--PLAKK!
Bu Rumi ikut berdiri dari duduk nya, tampak pengunjung cafe yang memandang ke arah mereka.
"kamu! kurang ajar kamu ya!" lantang Bu sari hendak membalas tamparan Bu Rumi tapi tangan nya ditahan oleh seseorang yang ternyata Bayu.
"bay lepaskan! mama mau membalas wanita kurang ajar ini!" Bu sari berontak berusaha melepaskan tangan nya dari cengkraman Bayu tapi tidak berhasil. tenaganya tidak sebanding dengan putra nya.
"Kamu sudah membuat bintang dan suamiku dipecat dari pekerjaan nya dan kemarin kamu sudah membuat putri ku malu di rumah mu. apa itu tidak cukup? kenapa kamu harus menambahi dengan menghina putri ku di depan ku!" ucap Bu Rumi dengan suara tinggi terlihat dari ucapan nya mengandung kemarahan dan kekecewaan.
"Bu Bayu minta maaf atas nama mama" Bayu menunduk meminta pengampunan.
"KAMU!" tunjuk Bu Rumi pada Bayu "Tinggalkan bintang, aku Tidak lagi merestui mu menjadi kekasih putriku!"
Degh
Bayu mendongak menatap wanita didepan nya ini yang masih terlihat kesal dipenuhi amarah.
tampak cairan bening menetes dari sudut mata yang sudah nampak dua keriputan itu.
Bu Rumi meraih tas nya dan keluar dari cafe itu, Bayu berusaha mengejar tapi Bu Rumi sudah keburu naik taxi.
dengan segera Bayu berlari ke arah mobil nya. ia mengikuti taxi yang ditumpangi Bu Rumi.
.
.
"mau apa kamu kemari?" tanya Bu Rumi pada Bayu yang mengikuti nya.
"Bayu mohon izinkan Bayu bertemu bintang Bu" Bayu memohon.
"bintang tidak ada disini. dia ngekos di dekat tempat kerja nya yang baru. jadi percuma saja kamu kesini!" ketus Bu Rumi.
"Sampai kapan pun saya tidak akan memberitahu kamu. tinggalkan anak saya. biarkan dia hidup dengan tenang setelah ini!."
"tapi Bayu mencintai bintang Bu" tegas Bayu meyakinkan Bu Rumi.
"kalau kamu mencintai bintang, apa kamu siap meninggalkan keluarga kamu untuk bintang?"
Bayu terkejut, dia tidak bisa menjawab apapun.
"tidak bisa kan? lalu apa kamu bisa membuat mama mu merestui dan bersikap baik pada bintang?"
"Bayu akan berusaha Bu"
"buat mama mu merestui hubungan kalian. ibu akan mempertemukan bintang padamu jika berhasil!" putus Bu Rumi.
"sekarang pulang lah!"
___
enam bulan berlalu, tapi Bayu sampai saat ini belum menemukan keberadaan bintang. dia juga belum berhasil membujuk mama nya.
hari hari nya selalu disibukan di kantor, dia menuruti keinginan mama nya. berharap mama nya mau merestui nya jika dia menurut. tapi sampai sekarang mama nya masih belum merestui. malah mama nya menjodohkan nya dengan beberapa wanita pilihan nya.
Bayu hanya menerima itu karena untuk bersikap sopan saja. semua nya ditolak secara baik baik.
tok tok tok..
terdengar ketukan pintu dari luar, lalu muncul Toni dengan beberapa berkas ditangan nya.
"siang pak, ini berkas yang harus ditandatangani." menyerahkan berkas itu pada Bayu.
__ADS_1
"nggak usah pakai gaya formalitas kalau cuma berdua bang," pinta Bayu. dengan cekatan dia memeriksa berkas yang ada dihadapannya satu persatu.
"oke fine. kamu mau makan siang dimana? oh iya cafe depan itu bukan nya punya kamu?" tanya toni yang sudah duduk dikursi.
"iya. tapi sudah lama aku tidak kesana." jawab Bayu singkat.
"bagaimana kalau kita kesana nanti siang."
"boleh."
Toni melirik Bayu yang masih sibuk dengan pena di tangan nya.
"apa sudah bertemu dengan bintang?" tanya toni pelan.
"belum" jawab Bayu singkat.
"apa jangan-jangan sebenarnya bintang selama ini di dekat kamu bay. tapi kamu tidak menyadari nya. biasa nya kan seperti itu. dicari dimana mana tidak ada ternyata berada di dekat kita." ujar Toni asal tapi sukses membuat Bayu teralihkan fokus nya.
"apa benar yang dikatakan bang Toni? jika benar aku berharap nanti akan bertemu bintang jika aku keluar dari kantor." batin nya.
"wah keren cafe nya bay, kamu sendiri yang mendesain?" tanya toni saat sudah berada di dalam cafe. dia kagum dengan interior yang ada di dalam cafe. cafe ini lebih menjurus ke arah restoran sebenarnya. jadi disini ada menu makanan juga.
"pelan-pelan bang. pegawai di sini tidak ada yang tahu jika aku pemilik nya. hanya manager nya saja yang tahu. itu disana dia teman kerja ku dulu" ucap Bayu menunjuk laki laki yang sedang mengarahkan karyawan nya.
tak lama karyawan cafe datang membawa menu.
"silahkan pak, mau pesan apa?" ucap gadis itu menyerahkan buku menu kehadapan toni.
deg--
Bayu seperti mengenali suara ini. suara yang sangat di rindukan nya beberapa bulan ini.
"bi.." panggil Bayu saat melihat kalau bintang lah yang didepan nya saat ini.
bintang menoleh menatap laki laki yang duduk di didepannya yang juga tengah menatapnya. ia terlalu fokus mendengarkan yang di ucapkan Toni sampai tidak menyadari jika orang yang duduk disana itu Bayu.
deg--
jantung bintang seakan berhenti berdetak. beberapa bulan ia menjauh darinya. ingin melupakan laki laki di depan nya ini dari hati nya tapi tidak bisa.
dan lihat lah sekarang laki laki itu berada di depan nya dengan senyuman nya. bagaimana dia nanti bisa melupakan nya jika bertemu seperti ini.
"Bi ternyata kamu kerja disini?" ucap Bayu tersenyum. dia merasa bahagia bertemu bintang, tanpa sadar ia sudah berdiri dari duduknya ingin memeluk bintang tapi bintang menghindar.
"apa tidak ada pesanan lain pak? kalau begitu saya permisi." ucap bintang buru buru menjauh dari Bayu menuju pantry.
Bayu menghela nafas kasar lalu mendudukkan dirinya kembali.
"sabar bay, bintang pasti butuh waktu juga menyesuaikan ini. perpisahan kalian kan di akhiri dengan situasi yang tidak baik." Toni menenangkan Bayu yang terlihat gusar.
"hubungan kita tidak pernah berakhir. tidak ada dari kita yang mengakhiri. jadi bintang masih pacar ku." tegas Bayu.
sedangkan bintang di dalam toilet sedang menatap dirinya pada cermin.
"kenapa aku harus bertemu dengan nya lagi? kenapa?" ucap bintang frustasi.
"aku sudah berusaha sekuat tenaga untuk bisa melupakan mu! tapi kenapa sekarang kamu muncul dihadapan ku dengan senyuman tanpa rasa bersalah sedikitpun!"
Bintang teringat foto yang diterima nya beberapa bulan lalu. foto yang memperlihatkan kemesraan Bayu dengan wanita cantik di sebuah restoran.
dia mengira Bayu sudah melupakan nya. dan dari hari itu ia bertekad untuk melupakan Bayu.
.
.
__ADS_1
.
terimakasih