
Adit melajukan mobil nya ke arah rumah nya bersama bintang. karena sebelum nya Adit sudah mengajak bintang untuk ikut merayakan ulang tahun ibu nya. Bintang pun menyetujui nya.
mobil hitam itu sudah terparkir di halaman rumah yang luas, rumah dua lantai itu terlihat sangat asri dan nyaman dengan di kelilingi pohon yang menjuntai dengan rindang nya. Rumput hijau yang terlihat rapi dan bunga berbagai macam yang terjejer dihalaman menambah kesan tenang pada rumah itu.
Adit mengajak bintang masuk kedalam rumah nya, terlihat dua orang perempuan keluar dari dalam rumah menghampiri mereka.
"Wah siapa ini yang datang?" tanya Bu Kumala menghampiri bintang, bintang pun mencium tangan Bu Kumala.
"hallo Tante, saya bintang. selamat ulang tahun ya Tante." ucap bintang sopan.
"terimakasih," jawab Bu Kumala tersenyum menatap Adit dan bintang bergantian. pikiran nya menyimpulkan sendiri apa yang ada didepan nya sekarang.
"calon istri nya Adit ya, cantik nya"
Bintang menoleh kepada Adit, "ibu ini kebiasaan. dia bintang Bu pegawai di cafe tempat aku kerja." jelas Adit pada ibu nya.
"sudah tidak usah ditutupi, kalau menjadi calon istri kan lebih bagus."
Bintang tersenyum canggung, sedangkan Adit menggelengkan kepala melihat tingkah ibu nya.
"Tidak usah dipikirkan, ibu memang seperti itu orang nya bi." Bisik Adit pada bintang berjalan dibelakang mengikuti ibu nya menuju ruang makan.
"Ayo nak bintang di makan." tawar Bu Kumala.
"Ibu' aku nggak ditawarin nih?" ucap Adit berpura pura memasang wajah masam.
Bu Kumala hanya tersenyum mengejek anak nya.
Amara adik Adit hanya mengamati yang terjadi didepannya.
setelah makan malam, Bu Kumala mengajak bintang ke halaman depan, duduk di kursi taman.
"nak bintang sudah lama kenal Adit?" tanya Bu Kumala memandang bintang yang duduk di samping nya.
"kurang lebih enam bulan Tante, soal nya bintang termasuk karyawan baru di restoran." jawab bintang sopan.
Bu Kumala meraih tangan bintang, " Dulu Adit itu punya pacar, saat hendak tunangan kekasih nya itu meninggal karena kecelakaan saat pulang dari luar kota. sejak saat itu Adit tidak pernah membawa wanita ke rumah."
Bu Kumala menatap dalam pada bintang, "Baru kali ini Adit membawa wanita lagi kerumah," Bu Kumala tersenyum, terlihat dari senyum nya yang memancarkan ketenangan.
Degh ...
Bintang tertegun, ia hanya bisa tersenyum tidak bisa membalas perkataan Bu Kumala.
"kalau adik nya mas Adit Tante. masih sekolah?" tanya bintang mengalihkan pembahasan.
"Amara, Amara kuliah di Jogja. mau cari pengalaman katanya. dia bilang sama ibu, kalau Jogja itu istimewa. dia senang disana, pulang kalau pas hari libur nya saja." terang Bu Kumala.
dari raut wajah yang ditunjukan wanita di depan nya ini bintang bisa menilai kalau Bu Kumala sebenarnya tidak mau jika jauh dari anak perempuan nya.
"Andai mama Bayu sikap nya seperti ibu nya mas Adit," batin bintang menatap Bu Kumala dengan tatapan yang sulit di artikan.
saat suasana menjadi hening, datang Adit dari dalam rumah membawa nampan ditangan nya.
sebelum mendekat, Adit tersenyum melihat pemandangan di depan nya. Bu Kumala yang masih memegang erat tangan bintang disamping nya.
"lagi pada gosip apa ini? gosipin aku pasti nya ya?" seloroh Adit seraya menaruh nampan yang berisi tiga gelas teh di meja.
"terlalu percaya diri itu tidak baik bang." ujar Bu Kumala seraya berdiri dari duduknya.
"ibu mau kemana?" tanya Adit.
"mau masuk, sudah mulai dingin. ibu mengantuk." jawab Bu Kumala sambil menutup mulutnya yang menguap.
"ini teh nya bagaimana?"
"ya sudah ibu bawa saja, kamu jangan lupa anterin bintang. nanti malah kamu suruh pulang sendiri. sudah malam." ucap Bu sari mengingatkan anak nya.
"ibu ini memang Adit Setega itu membiarkan bintang pulang sendiri."
Bu Kumala hanya tersenyum lalu beranjak kedalam rumah.
suasana menjadi hening sekarang, " diminum Bi" ujar Adit menyerahkan segelas teh pada bintang.
"terimakasih mas."
malam semakin larut, udara diluar semakin dingin. mereka berdua menikmati malam yang indah ini dengan mengobrol. pembahasan tentang apapun yang dilontarkan dari bibir bintang seperti nya membuat hati laki laki itu senang.
"Sudah malam Bi, ayo aku antar pulang" ucap Adit melihat pergelangan tangan nya.
"pakai ini" Adit memakaikan jaket nya pada bintang, tatapan mata mereka bertemu. beberapa detik terkunci.
Degh ...
tanpa sadar tangan Adit terulur, mengusap lembut pipi bintang yang masih menatap nya. seketika bintang tersadar. kecanggungan menerpa keduanya.
__ADS_1
Adit mengajak bintang masuk ke mobil. "apa nggak pamit dulu sama Tante mas?"
"ibu pasti sudah tidur bi, kamar nya saja sudah gelap" ujar Adit menunjuk jendela kamar di samping halaman. terlihat lampu sudah dimatikan.
bintang mengangguk lalu masuk kedalam mobil.
"aku masuk dulu ya mas, jaket nya biar aku cuci dulu" pamit bintang ia sudah berdiri diluar mobil. tangan nya menunjuk jaket yang masih bertengger dipundak nya.
Adit mengangguk dan tersenyum lalu melajukan mobil nya menjauh dari kosan bintang.
Bintang yang berjalan menuju halaman kosan nya dibuat kaget saat teman teman di kosan nya berkumpul di ruang tamu khusus untuk tamu yang ingin bertemu penghuni kos.
karena pemilik kosan disana melarang tamu laki laki masuk kedalam kamar.
Dengan segera bintang berlari kearah ruang tamu, netra nya menatap laki laki yang duduk dengan santai nya dikerubungi banyak wanita. bintang tidak asing dengan laki laki itu.
"Bayu!" pekik bintang saat sudah berada didepan laki laki itu.
semua teman teman kosan nya menatap bintang dengan tatapan tidak percaya kalau bintang kenal dengan laki laki tampan yang sejak tadi di dekati oleh mereka.
"kenapa kamu disini!"
Bayu berdiri dari duduk nya, " nunggu kamu. kenapa jam segini baru pulang. darimana?" tanya Bayu.
pandangan Bayu tertuju pada jaket yang masih bertengger di pundak bintang. darah nya seakan mendidih menyadari siapa pemilik jaket itu.
Bintang yang melihat Bayu terdiam lalu netra nya menatap pada wanita yang sekarang masih betah memandangi Bayu. dia kesal, menarik tangan Bayu menjauh dari sekumpulan wanita itu.
"kamu sengaja ya. mau merayu wanita disini?" seloroh bintang.
Bayu menatap pada bintang " memang nya kenapa ? mereka yang tiba tiba berkumpul disamping ku." jawab Bayu dengan gaya sok keren nya.
Bintang semakin kesal melihat tingkah Bayu. "kamu kan sudah punya Tere, kenapa masih merayu wanita lain."
Bayu yang mendengar perkataan bintang seperti mendapat angin segar. di tatap nya dalam dalam wanita didepan nya ini.
"Kamu cemburu?"
.
.
"kamu cemburu?" Bayu menatap intens gadis cantik didepan nya ini. wanita yang membuat nya bahagia sekaligus kesal karena keras kepala nya itu. dan sekarang dia masih menyimpan cemburu menatap jaket yang bertengger dipundak gadis yang sangat dicintai nya. ingin sekali rasanya membuang jaket itu, tapi ia urungkan karena ia tidak mau bintang marah dan menjauh lagi dari nya.
Pipi bintang terasa panas, kelakuan nya memang seperti seorang kekasih yang sedang cemburu karena pacar nya dikerubungi oleh banyak wanita.
Bayu tersenyum, hatinya berbunga bunga kala melihat dirinya di cemburui oleh bintang. walaupun gadis itu tidak mau mengaku tapi dia sudah cukup mengerti. bagaimana tingkah gadis ini kalau sedang cemburu.
"Aku nggak genit tuh, mereka saja yang tiba tiba berkerumun seperti itu. mungkin mereka tidak pernah melihat laki laki tampan seperti ku." Bayu semakin menggoda bintang dia menaik-naikan alis nya, lalu melirik para wanita yang masih memandangi nya dari jauh. Bintang yang melihat itu semakin kesal.
"sudah sana pulang!" usir nya, dia tidak suka dengan tatapan para wanita penghuni kos nya itu menatap penuh damba pada Bayu.
"nggak mau!" tolak Bayu yang malah menyilangkan tangan nya, menantang bintang.
"ini sudah malam bay, sana pulang aku mau istirahat." ketus bintang. wajah gadis itu sudah merah padam melihat Bayu yang tidak mau juga pulang. apalagi melihat para wanita itu. ingin rasanya ia mengusir mereka. tapi mengingat ia sudah putus dengan Bayu dia hanya bisa diam menatap kesal.
"aku akan pulang tapi besok aku jemput." ucap Bayu. "tidak ada penolakan!" tegas nya lagi saat melihat bintang hendak protes.
Bintang pun mengerucutkan bibir nya, menurut Bayu saat seperti inilah gadis di depan nya ini terlihat menggemaskan. dicubit nya hidung gadis itu.
"Aw," pekik bintang, hidung nya memerah.
"salah sendiri kenapa gemesin kayak gitu." ucap Bayu, ia mengusap lembut hidung bintang. "sakit ya. maaf"
Bintang menatap Bayu, dari jarak sedekat ini ia bisa melihat dengan jelas wajah laki laki yang sangat dirindukan nya ini.
Bayu menatap bintang, tatapan mereka bertemu. jantung kedua nya seakan protes ingin meloncat keluar.
deg ... deg ...
Bayu semakin mendekatkan wajah nya ke wajah bintang, sedikit lagi ia bisa mencium bintang tapi terhenti mendengar teriakan para wanita itu.
"wahh ..." Teriak para wanita itu. menatap iri pada bintang.
Bintang yang menyadari itu langsung mendorong bayu. Bintang tersipu malu. apalagi melihat Bayu yang nampak santai.
"sudah sana pulang!" bintang menarik Bayu menuju ke mobil nya yang terparkir di luar gerbang.
Bayu terkekeh melihat tingkah lucu bintang.
"aku pulang, besok jangan lupa aku yang jemput." tegas Bayu sebelum masuk kedalam mobil nya.
"iya iya" .
dari dalam mobil Bayu melambaikan tangan pada bintang. tanpa sadar bintang pun membalas lambaian itu.
__ADS_1
menatap mobil Bayu semakin menjauh dari hadapan nya. bintang memegang dada nya.
"rasa nya masih sama, kalau seperti ini terus kapan aku bisa melupakan mu bay."
***
pagi pagi sekali Bayu sudah berada di ruang tamu kosan bintang. menunggu bintang yang sedang bersiap. dia melihat pekerjaan nya lewat laptop di pangkuan nya. mengecek email yang dikirimkan Toni.
"permisi Abang ganteng." panggil wanita yang menghampiri Bayu.
Bayu mengangkat pandangan nya menatap wanita yang sedang berdiri dihadapan nya. diteliti penampilan wanita itu. memakai kaos yang ketat, tercetak jelas membentuk tubuhnya. dan juga rok mini diatas lutut itu memamerkan paha nya yang mulus.
Bayu mengalihkan pandangannya, menatap mata wanita itu.
"ya ada apa?" tanya Bayu tanpa bertele-tele.
"aku boleh minta nomor telepon nya nggak?" tanya wanita itu dengan suara yang di buat semanja mungkin sampai seperti *******.
tidak mau bertele tele, Bayu mengambil hp yang disodorkan wanita itu. saat baru menulis tiga angka di hp wanita itu, Bintang merebut hp itu dengan kasar dan memberikan nya ke wanita itu.
"ini! dia ini tidak suka wanita seperti mu sila. sebaik nya kamu pergi!" ketus bintang menatap tajam kearah sila.
sila yang melihat tatapan tajam bintang pun keluar dari ruang tamu dengan kesal. sebentar lagi bisa mendapatkan nomor Bayu tapi bintang menggagalkan nya.
di dalam mobil, saat bintang hendak memasang sabuk pengaman Bayu tiba tiba merebut nya lalu memasangkan nya.
"Masih pagi, muka sudah ditekuk seperti itu." ucap Bayu menatap bintang disampingnya.
bintang tidak menjawab, membuat Bayu menahan rasa ingin ketawa nya.
"lambat banget bay, kapan sampai nya" protes bintang saat merasakan mobil Bayu yang bergerak sangat lambat. dari kosan ke tempat kerja nya seharusnya tidak membutuhkan waktu lama. kurang dari lima belas menit sudah sampai saat ia naik ojek online. tapi sekarang sudah lima belas menit tapi mobil ini baru sampai setengah perjalanan.
"Bi ngebut itu bisa membahayakan diri kita dan pengguna jalan lain" elak Bayu, ia semakin ingin tergelak saat melihat bintang semakin kesal.
"tapi ini terlalu lambat bay, aku bisa telat nanti." protes nya lagi.
"kalau mau cepat, minta nya harus dengan cara yang benar dong. yang halus gitu." goda Bayu dengan senyum tengil nya.
bintang mendengus kesal, laki laki disamping nya ini sengaja mengerjainya.
"mas Bayu ... tolong dipercepat ya mobil nya" pinta bintang dengan suara yang di buat sehalus mungkin.
"hahaha Cukup bi aku nggak tahan." Bayu tergelak keras tawa yang disembunyikan nya sejak tadi akhir nya pecah juga. perut nya sampai terasa sakit.
Bintang menatap Bayu dalam, melihat Bayu tertawa lepas seperti itu membuat perasaan nya seperti kembali pada masa lalu. hari hari bahagia yang dilewati nya dengan Bayu dulu berterbangan dihadapan nya.
Bayu mengehentikan tawa nya saat melihat bintang yang kini terus menatap nya tanpa berkedip.
Dia menepikan mobil nya, memberanikan diri mendekatkan wajah nya pada bintang. bintang yang tidak sadar hanya terdiam.
cup ...
Bayu mencium bibir bintang sekilas, membuat sang pemilik bibir tersentak segera menjauhkan wajah nya.
kedua nya saling diam, merangkai memori yang pernah terhapus itu.
"kita jalan lagi." akhirnya Bayu mengusir kecanggungan yang terjadi. melajukan mobil nya dengan kecepatan yang ditambah. tidak seperti tadi.
******
Rapat sudah berjalan setengah jam, Bayu masih senyum senyum, tangan nya memainkan bolpoin. semua orang yang ada diruangan itu menatap heran pada pimpinan mereka.
Toni yang melihat tingkah bos nya hanya menggelengkan kepala.
tapi walaupun begitu dia senang, rapat berjalan dengan baik. jadi dia tidak kesulitan mengurus pekerjaan selanjut nya.
dibiarkan nya sepupu nya itu menikmati rasa bahagia nya.
sedangkan bintang yang sedang berkelut dengan sajian makanan di depan nya dibuat terkejut saat salah satu teman nya memanggil.
"tadi di antar siapa bi?" tanya Lilis penasaran. teman nya ini biasanya naik ojek online atau angkutan umum. tapi tadi pagi dia datang dengan mobil mewah.
"cuma teman." jawab bintang singkat, dia merasa pasti teman teman nya ini akan mencerca nya dengan berbagai pertanyaan kalau ia menjawab di antar mantan pacar nya.
"teman apa teman. pantas saja kemarin tidak mau sama pak Adit. ternyata punya gebetan yang lebih wow." timpal Sasa yang tiba tiba datang.
"apa sih kalian. ayo kerja lagi." bintang beranjak dari tempat nya menghindari teman teman nya yang masih kepo.
tak jauh dari sana ada yang mendengar kan pembicaraan mereka bertiga. orang itu hanya menatap nya dengan tatapan sulit di artikan
.
.
.
__ADS_1
. terimakasih, tinggal kan komentar, like dan juga vote nya ya ❤️